cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
gigih@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri
Published by Universitas Lampung
ISSN : 27220192     EISSN : 27220184     DOI : https://doi.org/10.23960/jtii.v5i2.92
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri merupakan jurnal ilmiah online yang dibuat untuk wadah publikasi artikel-artikel ilmiah dari para peneliti, perekayasa dan akademisi, sebagai tindak lanjut kebijakan Pemerintah mengenai publikasi ilmiah. Dalam jurnal ini akan dimuat artikel ilmiah dalam bentuk artikel review, hasil penelitian, hasil pengembangan teknologi dan inovasi hasil produk sebagai bentuk penerapan metode. Dewan redaksi diisi oleh Dosen, Peneliti dan Praktisi berbagai bidang ilmu Teknik dan beberapa mitra bestari yang direkrut dari luar.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023)" : 6 Documents clear
Aplikasi Low-Cost Sorbent dari Lignite pada Tanah Bekas Penambangan Batubara terhadap Immobilisasi Logam Cr Haviz, Muhammad; Ibrahim, Nurul Fatiha; Azhar, Azhar; Taharuddin, Taharuddin; Purba, Elida; Darmansyah, Darmansyah; Lesmana, Donny
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v4i1.60

Abstract

Provinsi Jambi memiliki cadangan batubara sebesar ±18 juta ton, yang sebagian besarnya merupakan batubara kelas kalori sedang. Cadangan batubara yang besar berakibat terhadap banyaknya jumlah penambangan batubara terjadi. Penambangan batubara yang banyak tidak diseimbangi dengan pengelolaan terhadap lingkungan, yang berdampak terkontaminasinya tanah bekas tambang batubara oleh logam berat. Salah satu logam berat yang mencemari lahan bekas tambang batubara adalah Cr atau kromium. Logam Cr pada lahan bekas tambang biasanya ditemukan sekitar 1645 ppm sedangkan baku mutu logam berat Cr 2-5ppm. Untuk mengurangi kadar logam berat Cr dapat dilakukan dengan imobilisasi logam menggunakan low-cost sorbent (LCS) yang berasal dari barubara muda (lignite) pada metode batch experiment. Berdasarkan data yang diperoleh kandungan logam berat Cr diukur dengan spektroskopi serapan Atom (AAS), dengan neggunakan variasi biochar 0%, 5%,10%, dan 15% didapatkan imobilisasi optimal logam berat Cr pada variasi biochar 15% dimana logam yang terserap 0.0936mg/g.
Perancangan Mobile Robotic Harvester yang Dilengkapi dengan Sensor Warna TCS230D untuk Proses Panen Selektif Buah Kopi Matang (Ripe Coffee Cherry) Vabylita, Maria Fransisca; Haviz, Muhammad; Hussein, Muhammad
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v4i1.61

Abstract

Pemanenan kopi di Indonesia masih dilakukan secara tradisional dengan pemetikan manual yang memiliki akurasi dan konsistensi yang rendah dalam memperoleh buah kopi dengan tingkat kematangan yang seragam. Hal tersebut menyebabkan perlunya proses sorting untuk memisahkan buah kopi yang mentah, sudah masak dan terlampau masak guna meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan.  Proses sorting tentunya memerlukan tenaga, biaya dan waktu yang tidak sedikit sehingga dengan adanya inovasi perancangan Mobile Robotic Harvester yang dilengkapi dengan sensor warna diharapkan terjadi peningkatan dalam sektor pertanian kopi khususnya pada proses pemanenan buah kopi. Sensor warna yang terdapat pada Mobile Robotic Harvester ini memiliki akurasi yang tinggi dalam mendeteksi buah kopi yang sudah matang sehingga buah kopi yang dipanen memiliki tingkat kematangan yang seragam. Oleh sebab itu, perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas buah kopi yang diperoleh dengan optimasi proses pemanenan sehingga tidak lagi memerlukan proses sorting buah kopi.
Pengolahan Limbah Cair Laundry menggunakan Ekstrak Biji Kelor sebagai Biokoagulan Hermida, Lilis; Agustian, Joni; Azizah, Zahratul
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v4i1.62

Abstract

Hasil limbah cair laudry biasanya langsung dibuang ke badan air yang semakin lama akan menyebabkan pencemaran lingkungan karena tidak diolah terlebih dahulu. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah cair laundry dengan menggunakan biokoagulan ekstrak biji kelor. Biokoagulan ekstrak biji kelor diperoleh dengan cara mengekstraksi biji kelor menggunakan larutan NaCl 1 M. Pengolahan limbah cair laundry dilakukan secara batch dengan cara mencampurkan 80 ml/L ekstrak biji kelor ke dalam 100 ml limbah cair laundry yang telah diatur pH nya menjadi 6-10. Analisa turbidity, COD dan fosfat pada limbah cair laundry dilakukan sebelum dan sesudah pengolahan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ini menunjukan bahwa efisiensi penyisihan kekeruhan, COD, dan Fosfat efektif dilakukan. Dengan kondisi pH optimum pada pH 6 yang menurunkan kekeruhan menjadi 15,5 NTU dengan persentase penyisihan hingga 97,22% dan COD hingga 65,05%. Sedangkan penurunan fosfat yang paling besar terjadi pada pH 8 dengan persentase penyisihan sebesar 95,48% hingga kadar fosfat menjadi 0,038 mg/L. 
Pengaruh Temperatur Air Terhadap pH Dan TDS Hasil Ekstraksi Kopi Arabika Gayo Vabylita, Maria Fransisca; Haviz, Muhammad; Hutagaol, Adarson Wasborn; Andrian, Tevi Emiliana; Sari, Lufita
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v4i1.71

Abstract

Kopi merupakan salah satu minuman yang banyak digemari di dunia. Minuman kopi disiapkan dengan berbagai metode brewing salah satunya yaitu kopi tubruk. Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh dalam ekstraksi minuman kopi, salah satunya yaitu temperatur air yang digunakan pada proses brewing. Temperatur air mempengaruhi karakteristik dari minuman kopi yang dihasilkan yaitu pH dan TDS. Penelitian ini dilakukan mengetahui pengaruh temperatur dilakukan variasi suhu 75,85,95oC dengan jenis kopi arabika Aceh Gayo. Dari hasil penelitian diketahui bahwa temperatur air terbaik pada proses brewing kopi yaitu pada temperatur 95oC dengan nilai pH yang dihasilkan yaitu 4,80 dan nilai TDS yaitu 3507 ppm.Angeloni, G., Guerrini, L., Masella, P., Bellumori, M., Daluiso, S., Parenti, A., Innocenti, M. (2019). What kind of coffee do you drink? An investigation on effects of eight 829 different extraction methods. Food Research International, 116, 1327–1335. https://doi.org/10.1016/j.foodres.2018.10.022Da Silva Portela, C., de Almeida, I. F., Mori, A. L. B., Yamashita, F., de Toledo Benassi, M. (2021). Brewing conditions impact on the composition and characteristics of cold brew Arabica and Robusta coffee beverages. Lwt, 143, 111090.Eltri, A. P., Simanjuntak, E. A., Saputra, M. G., Haviz, M., Akbar, M. R., Nandini, N. P. A., Darni, Y. (2022). Pengaruh Waktu Blooming Dan Massa Air Terhadap pH, TDS, Dan EC Pada Kopi Robusta Liwa Lampung dengan Metode Aeropress. Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII), 3(1).Farah, A. (2012). Coffee Constituents. In Y.-F. Chu (Ed.), Coffee: Emerging health effects and disease prevention (Primera ed, pp. 21–58). John Wiley Sons.Gloess, A. N., Schönbächler, B., Klopprogge, B., D’Ambrosio, L., Chatelain, K., Bongartz, A.,  Yeretzian, C. (2013). Comparison of nine common coffee extraction methods: Instrumental and sensory analysis. European Food Research and Technology, 236(4), 607–627. https://doi.org/10.1007/s00217-013-1917-xMartauli, E. D. (2018). Analysis of coffee production in Indonesia. JASc (Journal of Agribusiness Sciences), 1(2), 112-120.Michelman, J., Carlsen, Z. (2018). The New Rules of Coffee: A Modern Guide for Everyone. Ten Speed Press.Parenti, A., Guerrini, L., Masella, P., Spinelli, S., Calamai, L., Spugnoli, P. (2014). Comparison of espresso coffee brewing techniques. Journal of Food Engineering, 121(1), 112–117. https://doi.org/10.1016/j.jfoodeng.2013.08.031Panggabean, I. E. (2011). Buku pintar kopi. AgroMedia.Prasetyo, A., Rahmanto, A. N., Putra, M. H. A. (2019). Simulasi Pembuatan Kopi Berdasarkan Metode Penyeduhan Manual Brewing. In Seminar Informatika Aplikatif Polinema (pp. 334-338).Rahardjo, P. (2012). Kopi. Penebar Swadaya Grup.Rao, N. Z., Fuller, M., Grim, M. D. (2020). Physiochemical characteristics of hot and cold brew coffee chemistry: The effects of roast level and brewing temperature on compound extraction. Foods, 9(7), 902.Santos, J. R., Lopo, M., Rangel, A. O. S. S., Lopes, J. A. (2016). Exploiting near infrared spectroscopy as an analytical tool for on-line monitoring of acidity during coffee roasting. Food Control, 60, 408–415. https://doi.org/10.1016/j.foodcont.2015.08.007Siahaan, J. A. (2008). Analisis daya saing komoditas kopi arabika indonesia di pasar internasional. Skripsi. Program Studi Ekonomi Pertanian dan Sumberdaya. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.Wicaksono, D. P., Lionardo, A., Halim, A. (2021). Faktor-Faktor Peningkatan Ekspor Kopi Indonesia Ke Mesir Tahun 2015-2020 (Doctoral dissertation, Sriwijaya University).
Analisis Zona mengandung Hidrokarbon dan Elektrofaseis pada Formasi Kujung I, Cekungan Jawa Timur Kumalasari, Isti Nur; Winardhie, Ignatius Sonny; Wibowo, Rahmat Catur; Dewanto, Ordas
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v4i1.59

Abstract

Reservoir karbonat berkontribusi lebih adri 50% untuk menghasilkan minyak dan gas bumi. Maka dari itu, karakterisasi reservoir pada batuan karbonat penting untuk dilakukan. Untuk meningkatkan keakuratan hasil karakterisasi reservoir diperlukan integrasi dari beberapa data yang tersedia. Pada penelitian ini karakterisasi reservoir dilakukan dengan menggunakan data sumur dan data seismic pada lapangan “X” Formasi Kujung I, Cekungan Jawa Timur. Hasil analisis data sumur menunjukkan keberadaan zona target mengandung hidrokarbon pada kedalaman 4635-4714 ft (sumur IN-1), 4617-4684 ft (sumur IN-2). Sedangkan, hasil analisis pada sumur IN-3 tidak ditemukan keberadaan hidrokarbon. Hal ini diperkuat dengan hasil analisis peta struktur waktu yang menunjukkan sumur IN-1 dan IN-2 berada pada struktur tinggian, sedangkan sumur IN-2 berada pada struktur rendah. Analisis elektrofasies bentuk kurva gamma ray pada sumur IN-1 dan IN-2 adalah cylindrical, sedangkan bentuk log gamma ray pada sumur IN-3 adalah bell shape. Hasil analisis elektrofasies dan interpretasi reflektor data seismic mengindikasikan bahwa, lapisan karbonat pada sumur IN-1 dan IN-2 diasosiasikan dengan pertumbuhan karbonat keep-up, puncak dari karbonat hidup dan terjaga di dekat permukaan air laut yang dangkal. Sedangkan, lapisan karbonat di area sumur IN-3 diasosiasikan dengan pertumbuhan karbonat give up.
Absorpsi Gas Karbondioksida Dalam Biogas Dengan Variasi Laju Alir Biogas dan Laju Alir Absorben Isya, Ismail Muhammad; Purba, Elida
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v4i1.58

Abstract

Absorpsi merupakan salah satu proses separasi dimana suatu campuran gas dikontakkan dengan suatu cairan penyerap tertentu sehingga komponen gas tersebut larut dalam cairannya. Banyak yang mempengaruhi proses absorbsi salah satunya adalah laju alir adsorben dan laju alir biogas dapat mempengaruhi kenaikan persen kandungan CO2 yang terserap. maka pada penelitian ini akan melakukan penelitian pemurnian biogas menggunakan proses absorpsi dengan variasi laju alir absorben 150, 300 dan 450 ml/menit dan laju alir biogas 100, 250 dan 400 ml/menit untuk mengetahui pengaruhnyaterhadap proses penyerapan gas CO2 dalam biogas menggunakan kolom jenis Wetted wall column. Berdasarkan hasil penelitian, laju alir gas optimum adalah sebesar 100 ml/menit dan laju alir absorben optimum yaitu sebesar 150 ml/menit dengan persentase penyerapan CO2 95,91 % dan persentase peningkatan CH4 sebesar 62,2 %. Dan dapat kita simpulkanbahwa semakin kecil laju alir biogas dan laju alir absorben maka semakin tinggi penyerapan CO2.

Page 1 of 1 | Total Record : 6