cover
Contact Name
Peny Husna Handayani
Contact Email
jurnalusiadini.fipunimed@gmail.com
Phone
+6282216797714
Journal Mail Official
jurnalusiadini.fipunimed@gmail.com
Editorial Address
Program Studi PG- PAUD FIP UNIMED Jl. Willem Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Usia Dini
ISSN : 2301914X     EISSN : 25027239     DOI : https://doi.org/10.24114/jud.v7i1
Core Subject : Education,
Ruang lingkup Jurnal Usia Dini, yaitu: 1. Penelitian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (tumbuh kembang anak usia dini, pola asuh anak usia dini, gizi anak usia dini) 2. Inovasi pembelajaran di bidang Pendidikan Anak Usia Dini 3. Pengembangan perangkat pembelajaran di bidang Anak Usia Dini 4. Evaluasi dan asesmen di bidang Pendidikan Anak Usia Dini 5. Profesionalisme Guru Pendidikan Anak Usia Dini 6. Tren Pendidikan Anak Usia Dini
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 221 Documents
Pengembangan APE KECEMUK (Kereta Cerdas Musik) Untuk Stimulasi Anak Berkebutuhan Khusus Eunice Priscila Br Bangun; Artha Mahindra Diputera; Ines Manalu; Fachri Syaputra; Elsa Sofhiray Manurung; Asmarani Purba
Jurnal Usia Dini Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : PG PAUD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/g0yns862

Abstract

This study aimed to develop the Smart Music Train Educational Play Tool (KECEMUK) as a stimulation medium for children with special needs, particularly children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The analysis stage was conducted through observations and interviews to identify children's needs and learning conditions. The design stage produced a train-shaped educational play tool equipped with percussion musical instruments. The product was then developed and validated by media experts, material experts, and early childhood education practitioners. After revisions, the product was implemented with Group B children aged 5–6 years at Bina Ananda Mandiri Marelan Foundation. Data were collected through observations, interviews, and questionnaires and analyzed descriptively using percentage techniques. The findings revealed that KECEMUK achieved a feasibility score of 77%, categorized as very good. The use of KECEMUK increased children's interest in music learning activities, encouraged active participation, and supported the development of social and emotional skills. Therefore, KECEMUK is feasible to be used as a music-based learning medium to stimulate the development of children with special needs.
Desain Permainan Tradisional Engklek berbasis IoT dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak AUD (Anak Usia Dini) Nugra Saragih; Rizki Ramadhani
Jurnal Usia Dini Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : PG PAUD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/9tb8wt96

Abstract

Permainan tradisional engklek diakui secara empiris mampu menstimulasi aspek motorik kasar anak, namun implementasinya di satuan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) menghadapi kendala keterbatasan ruang, keamanan lingkungan, dan minimnya umpan balik berbasis data bagi pendidik serta rendahnya ketertarikan anak dengan permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain permainan tradisional engklek berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan sensor ultrasonik, mikrokontroler ESP32, dan sistem umpan balik audio-visual sebagai alat deteksi gerakan motorik kasar anak. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) model ADDIE pada tahapan analisis dan desain. Hasil desain perangkat menunjukkan bahwa media pembelajaran ini akan mampu mendeteksi pola gerakan melompat anak pada 7 garis batas kotak memberikan umpan balik bunyi buzzer secara real-time, serta meningkatkan keterlibatan (engagement) dan ketertarikan anak memainkan permainan tradisional. Permainan tradisional engklek berbasis IoT berpotensi menjadi inovasi pembelajaran yang efektif untuk stimulasi motorik kasar anak usia dini.
Pengaruh Bermain Peran terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di Tk SALSA Dea Ariska; Kamtini Kamtini
Jurnal Usia Dini Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : PG PAUD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/6ymg6j71

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kegiatan bermain peran terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5–6 tahun di TK SALSA. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode eksperimen dan One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 28 anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan instrumen penilaian yang meliputi tiga indikator utama, yaitu: (1) mengenali emosi, (2) mampu mengendalikan keinginan sebagai sikap menghargai keinginan orang lain, dan (3) mampu berinteraksi dengan teman sebaya. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pretest sebesar 69,14% termasuk dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), sedangkan rata-rata skor posttest meningkat menjadi 93,97% yang tergolong Berkembang Sangat Baik (BSB). Peningkatan skor juga terjadi pada setiap indikator, dengan rata-rata skor posttest untuk mengenali emosi sebesar 94,0%, mengendalikan keinginan sebesar 94,0%, dan berinteraksi dengan teman sebaya sebesar 93,9%. Oleh karena itu, kegiatan bermain peran berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5–6 tahun di TK SALSA. Kata Kunci: anak usia dini, bermain peran, pembelajaran PAUD, perkembangan sosial emosional   Abstract: This study aims to examine the effect of role-playing activities on the social-emotional development of children aged 5–6 years at TK SALSA. A quantitative approach was employed using an experimental method with a One-Group Pretest–Posttest Design. The participants consisted of 28 children. Data were collected through systematic-observation utilizing an assessment instrument encompassing three core indicators: (1) emotional recognition, (2) self-regulation and respect for others’ desires, and (3) peer interaction The findings revealed that the mean pretest score was 69.14%, categorized as Developing as Expected (BSH), while the mean posttest score increased to 93.97%, categorized as Very Well Developed (BSB). Significant improvements were also observed across all indicators, with posttest averages of 94.0% for emotional recognition, 94.0% for self-regulation, and 93.9% for peer interaction. These results demonstrate that role-playing activities exert a positive and significant influence on the social-emotional development of children aged 5–6 years at Tk Salsa
Studi Kasus Kemandirian Anak Usia 4–5 Tahun pada Orang Tua Tunggal di Tebing Tinggi Azizah Zizah; Rizki Ramadhani
Jurnal Usia Dini Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : PG PAUD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jkcc3608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian fisik dan psikologis anak usia 4–5 tahun yang diasuh oleh orang tua tunggal di  Tebing Tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas satu anak usia 4–5 tahun dari keluarga orang tua tunggal dengan informan pendukung yaitu orang tua dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak telah memiliki kemandirian fisik yang baik, seperti makan sendiri, memakai sepatu, mencuci tangan, dan melakukan toilet training tanpa bantuan orang dewasa. Kemandirian psikologis anak juga terlihat dari rasa percaya diri, kemampuan mengambil keputusan sederhana, tanggung jawab, serta pengendalian emosi, meskipun masih memerlukan stimulasi dan pendampingan  berkelanjutan.   Kata kunci: kemandirian anak, anak usia 4–5 tahun, orang tua tunggal, studi kasus
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Proses Sains pada Anak Usia 5-6 Tahun Angelina Veronica Hutasoit; Peny Husna Handayani
Jurnal Usia Dini Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : PG PAUD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jud.v11i2.74132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning  (PBL) terhadap keterampilan proses sains anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 45 anak, dengan sampel sebanyak 20 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan proses sains yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (postes) penerapan model pembelajaran PBL. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji non parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test dengan bantuan program SPSS. Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan proses sains anak mengalami peningkatan dari 15,2 pada pretest menjadi 30,5 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 (< 0,05), sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap keterampilan proses sains anak usia 5 sampai 6 tahun.
Analisis Kebutuhan Guru dalam Penerapan Model Learning Cycle 5E pada Pembelajaran Konsep Pola Matematika Dasar Anak UsiaDini Santa Murni A Situmorang; Yeni Irma Normawati; Ade Kurniawan
Jurnal Usia Dini Vol. 12 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : PG PAUD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jud.v12i1.75448

Abstract

Abstrak: Pembelajaran konsep pola pada anak usia dini memiliki peran penting dalam kesiapan operasi bilangan dan berkorelasi dengan perkembangan kemampuan matematika anak pada tahap selanjutnya.  Pada praktik pembelajaran, guru masih menghadapi berbagai kendala yang berkaitan dengan keterbatasan variasi kegiatan dan media.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru terhadap penerapan model Learning Cycle 5E dalam pembelajaran konsep pola matematika dasar anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.  Informan penelitian terdiri atas enam orang guru PAUD/TK yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis tematik melalui tahapan reduksi data, pengodean, pengelompokan tema, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan lembar kerja masih dominan dalam sebagian praktik pembelajaran konsep pola, dan kegiatan lebih berpusat pada meniru dan melanjutkan pola.  Penelitian ini menyimpulkan adanya kebutuhan guru terhadap kerangka pembelajaran berbasis Learning Cycle 5E yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.     Kata kunci: analisis kebutuhan; konsep pola; Learning Cycle 5E; anak usia dini; matematika dasar.    
Implementasi Permainan Motorik dalam Mengoptimalkan Koordinasi Gerak Anak Usia Dini Rahimah Ulfah Harahap
Jurnal Usia Dini Vol. 12 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : PG PAUD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jud.v12i1.75500

Abstract

Abstrak: Perkembangan motorik merupakan salah satu aspek penting dalam pertumbuhan anak usia dini. Kemampuan koordinasi gerak perlu distimulasi sejak dini melalui kegiatan bermain yang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi permainan motorik dalam mengoptimalkan koordinasi gerak anak usia dini di KB Fun With Qur’an Binjai. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru dan anak KB di KB Fun With Qur’an Binjai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan motorik mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan bagi anak. Kegiatan yang diterapkan meliputi membawa bola menggunakan sendok, memindahkan karet menggunakan sumpit, memindahkan bola menggunakan kaki, berjalan di atas papan keseimbangan, melompat pada lingkaran warna, dan membawa bola menggunakan kertas karton secara berkelompok. Selama kegiatan berlangsung anak terlihat aktif, antusias, dan mampu mengikuti arahan guru dengan baik. Permainan motorik membantu melatih keseimbangan tubuh, koordinasi mata dan tangan, kemampuan fokus, kerja sama, serta keterampilan motorik kasar dan motorik halus anak. Faktor pendukung kegiatan meliputi media permainan yang sederhana, dukungan guru, serta tingginya minat anak terhadap aktivitas bermain. Adapun faktor penghambat yang ditemukan yaitu beberapa anak masih mudah kehilangan fokus dan kurang sabar saat menunggu giliran bermain. Berdasarkan hasil penelitian, permainan motorik dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan fisik motorik anak usia dini.   Kata Kunci: permainan motorik, koordinasi gerak, anak usia dini, motorik kasar, motorik halus
Kegiatan Bermain Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Sastri Amanda; Rizki Ramadhani
Jurnal Usia Dini Vol. 12 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : PG PAUD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jud.v12i1.72254

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan bermain dalam implementasi Kurikulum Merdeka di RA Ummul Mu’in Kecamatan Patumbak. Fokus penelitian mencakup tiga aspek, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan bermain. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan bermain telah dituangkan dalam modul ajar dan RPPH sesuai capaian perkembangan anak. Pelaksanaan kegiatan memberi kebebasan kepada anak untuk memilih aktivitas sesuai minat dan melibatkan mereka secara aktif dalam pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, serta mendukung nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Evaluasi dilakukan secara autentik melalui observasi, catatan anekdot, dan refleksi guru. Kendala yang ditemukan adalah orientasi sebagian orang tua yang masih menekankan pada calistung, namun guru mampu mengintegrasikan aspek tersebut ke dalam permainan tanpa mengurangi esensi pembelajaran holistik. Dengan demikian, implementasi Kurikulum Merdeka di RA Ummul Mu’in telah sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini yang berpusat pada anak, bermakna, dan menyenangkan.  
Interaksi Sosial  dalam Keluarga pada Era Digital; Kajian terhadap Perkembangan Bahasa Anak Nurfaizah Nurfaizah; ismi khusnul
Jurnal Usia Dini Vol. 12 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : PG PAUD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jud.v12i1.74137

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh interaksi sosial dalam keluarga terhadap perkembangan bahasa anak usia dini pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satu anak usia 6 tahun yang mengalami speech delay di PAUD Tunas Mandiri. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Perbandingan dalam penelitian ini bukan antar subjek, melainkan antara kondisi interaksi anak di lingkungan keluarga dan perkembangan bahasa yang ditunjukkan di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak memiliki kosakata terbatas, kesulitan menyusun kalimat, respons komunikasi yang lambat, serta interaksi sosial yang rendah. Tingginya penggunaan gadget tanpa pendampingan dan minimnya komunikasi dua arah dalam keluarga diduga menghambat stimulasi bahasa. Sebaliknya, stimulasi bahasa yang intensif di sekolah melalui kegiatan bercerita, bermain peran, dan interaksi langsung dengan guru menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi sosial yang berkualitas berperan penting dalam perkembangan bahasa anak, sedangkan penggunaan gadget tanpa pendampingan berpotensi menghambat perkembangan tersebut.
Implementasi Media Loose Parts dalam Stimulasi Kecerdasan Logis-Matematis dan Spasial Anak Usia 5–6 Tahun  Lesi Lesiani; Farida Ariyani Kangiden Farida; Mia Revi Ukhtiani; Nurusshofi Hamalatil Jannah
Jurnal Usia Dini Vol. 12 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : PG PAUD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jud.v12i1.75720

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi media loose parts dan menganalisis stimulasi kecerdasan logis-matematis serta spasial pada anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain embedded pada sembilan anak kelompok B di PAUD Al Kautsar, Kota Cilegon. Data kuantitatif diperoleh melalui observasi selama empat pertemuan menggunakan rubrik penilaian skala 1–4, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan skor rata-rata dan distribusi kategori, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor anak meningkat dari 2,67 menjadi 3,44. Sebagian besar anak mampu mengklasifikasikan, mengurutkan, menyusun pola, membentuk konstruksi, dan menjelaskan hasil karyanya. Temuan ini menunjukkan bahwa media loose parts mendukung stimulasi kecerdasan logis-matematis dan spasial pada anak usia dini. Kata Kunci: Loose Parts; Kecerdasan Logis-Matematis; Kecerdasan Spasial; Anak Usia Dini