cover
Contact Name
Maman Lesmana
Contact Email
maman.lesmana@ui.ac.id
Phone
+628159095175
Journal Mail Official
maman.lesmana@ui.ac.id
Editorial Address
Building 7, Faculty of Humanities, Kampus UI Depok, Indonesia 16424Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Multikultura
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 29634199     EISSN : 29634199     DOI : -
MULTIKULTURA accepts articles on various issues in the humanities, including philosophy, literature, archaeology, linguistics, history, library and information technology and area studies from various cultures in the world through a double-blind peer-review process.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2, No. 1" : 6 Documents clear
SAWAH SEBAGAI MEDIA HEALING PADA MASYARAKAT MODERN Setiawan, Dani; Murtinigsih, Siti
Multikultura Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawah merupakan salah satu lingkungan pertanian hidup yang terus menjadi perhatian berbagai pihak. Sawah tidak hanya menjadi suatu komoditas tempat penghasil pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi makro. Sawah mempunyai makna tinggi secara metafisika yaitu sawah menyimpan kandungan partikel oksigen yang dibutuhkan tubuh setiap manusia termasuk sebagian orang yang sering melakukan bermain ke sawah. Sawah pada masa sekarang dimaknai sebagai tempat untuk berelaksasi psikis, bahkan untuk melakukan healing yang diyakini sawah mempunyai energi hijau dengan ketataruangan terbuka dengan udara bersih dan kesejukannya. Sawah bagi sebagian masyarakat modern dibutuhkan untuk mendapatkan ketenangan dan menggantikan suasana kota yang penuh dengan persoalaan dinamika kehidupan. Sawah dalam pemaknaan di era modern sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di bidang usaha coffeeshop dengan membuka ruang kerja (Co-working) bagi setiap pengunjungnya yaitu sambil kerja, menikmati minuman kopi dan sekaligus dapat melakukan healing. Gambaran sawah sebagai pranata mangsa di masyarakat, sebagai ruang hidup yang sakral dari sawah, sawah pun mewujudkan tradisi ritual berbentuk artefak budaya wiwitan dan menghidupkan strategi kosmologi sawah.
KOMPONEN MAKNA “IKHLAS” DAN “RIDA” DALAM ALQURAN Fatimah, Rofi Annur; Imamuddin, Basuni
Multikultura Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna kata “ikhlas” dan “rida” dalam Alquran yang dilatarbelakangi hasil pengamatan penulis di masyarakat dalam penggunaan kata ikhlas dan rida. Dalam masyarakat kata ikhlas dan rida digunakan untuk menyatakan rasa rela terhadap sesuatu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis komponen makna yang dikemukakan oleh Eugene Nida pada tahun 1975. Dalam bukunya yang berjudul Componential Analysis of Meaning: An Introduction to Semantic Structures, Eugene Nida menyatakan terdapat tiga bentuk komponen makna, ketiga komponen makna tersebut adalah komponen makna umum, komponen pembeda, dan komponen pelengkap. Dalam melakukan analisis komponen makna terdapat 4 langkah, yaitu: penamaan, parafrasa, pendefinisian, dan terakhir adalah pengklasifikasian. Hasil dari penelitian ini adalah komponen makna umum dari ikhlas adalah ‘keikhlasan’, komponen makna umum dari rida adalah ‘rela’, komponen makna pembeda dari ikhlas adalah ‘ketulusan’, ‘kejujuran’, ‘keterbukaan’, dan ‘kesetiaan’, komponen makna pembeda dari rida adalah ‘persetujuan’, ‘kesenangan’, ‘kepuasan’, ‘penerimaan’, ‘sanki’, dan ‘perdamaian’. “Ikhlas” adalah aktivitas yang dilakukan manusia hanya untuk Allah dan agama-Nya. “Rida” adalah aktivitas yang dilakukan manusia kepada Allah, agama, dan sesama manusia
FEMININITAS GEISHA DALAM GEISHA, A LIFE KARYA IWASAKI MINEKO Indriani, Kaninda Rizki; Janti, Ilma Sawindra
Multikultura Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geisha, sebagai salah satu pelaku seni yang menjadi ikon kebudayaan Jepang merupakan seseorang yang memiliki kemampuan dan keterampilan dalam bidang keseninan, terutama kesenian tradisional Jepang yang bekerja untuk menghibur orang lain berdasarkan kesenian yang mereka kuasai. Sebagai seorang geisha, femininitas merupakan hal yang harus dimiliki. Menurut Angela McRobbie, femininitas merupakan sebuah bagian dari ideologi dominan yang berperan untuk mendefinisikan kehidupan wanita. Femininitas ini dapat dilihat dari penampilan, cara berbicara, dan cara bertindak seorang geisha. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana femininitas geisha direpresentasikan dalam autobiografi yang berjudul Geisha, a Life karya Iwasaki Mineko dan Rande Brown. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan potongan kalimat hingga paragraf dalam autobigrafi yang dianggap berkaitan dengan penelitian. Potongan kalimat akan diambil dari autobiografi Geisha, a Life karya Iwasaki Mineko dan Rande Brown. Konsep femininitas berdasarkan pengertian dari Angela McRobbie. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa femininitas geisha direpresentasikan oleh Iwasaki Mineko melalui cara berpakaian yaitu dengan memakai pakaian tradisional Jepang, kimono, cara berbicara yaitu dengan menggunakan dialek Gion serta cara bertindaknya yaitu dengan memperhatikan cara berjalan, pembawaan, dan ekspresi yang diperlihatkan.
HUBUNGAN PARASOSIAL IDOL GROUP KOREA SELATAN TREASURE MELALUI APLIKASI WEVERSE Nurfadilah, Amalia Qoriana; Sulastri, Euis
Multikultura Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran budaya K-pop melalui idol group semakin sukses di berbagai belahan dunia. Hal ini tidak lepas dari pemanfaatan media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan Youtube. Industri hiburan Korea Selatan membuat inovasi baru dengan menciptakan beberapa aplikasi media sosial. Inovasi yang dilakukan industri hiburan Korea Selatan adalah penggemar dapat mengunggah pesan untuk idola, lalu idola akan memilih beberapa unggahan penggemar untuk diberikan komentar atau cheer. Aplikasi yang memiliki fungsi tersebut bernama Weverse. Weverse mengumumkan bahwa TREASURE menjadi artis pertama naungan YG Entertainment yang bergabung. Melalui aplikasi ini, diharapkan penggemar di seluruh dunia dapat berkomunikasi dengan TREASURE. Intensitas komunikasi yang tinggi antara idola dan penggemar dapat memunculkan hubungan parasosial. Perasaan penggemar seperti mengenal idola secara personal ketika melakukan komunikasi melalui media sosial termasuk dalam kriteria hubungan parasosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan parasosial yang terlihat dari ragam honorifik mitra tutur ketika TREASURE berinteraksi dengan penggemar. Penulis menggunakan metode analisis kualitatif terhadap data yang diperoleh dari hasil dokumentasi percakapan yang bersumber pada aplikasi Weverse. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa anggota TREASURE memperlakukan penggemar sebagai teman dekat dan akrab karena mereka lebih sering menggunakan ragam honorifik mitra tutur informal.
KARMAPHALA DALAM LAKON SEMAR LAHIR KARYA BIMA SETYA AJI Rahmadhika, Shintania; Darmoko, Darmoko
Multikultura Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang karmaphala yang terkandung dalam lakon Semar Lahir. Lakon Semar Lahir yang dibawakan oleh Ki Dalang Bima Setya Aji memiliki konsep ajaran karmaphala sebagai salah satu hasil pemikiran Jawa yang menjadi dasar dalam bertingkah laku pada kehidupan sehari-hari. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian terhadap lakon ini bertujuan untuk menguraikan konsep karmaphala melalui citra, magisitas, mitos, dan simbol dari tokoh Semar. Saratnya nilai filosofis yang interpretatif menjadi pertimbangan dan salah satu masalah dalam melakukan penelitian ini. Uraian terhadap konsep karmaphala menjadi tujuan penelitian. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam memudahkan pengumpulan data dan mendeskripsikan tulisan dengan jelas serta terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Semar memiliki citra dan simbol bagi konsep karmaphala dan dapat dinyatakan bahwa lakon ini sangat berpengaruh pada budaya hidup orang Jawa, yang selalu berhati-hati dalam bertindak dan bertingkah supaya selalu aman dan selaras dalam menjalani hidup. Dengan demikian bisa mewujudkan karmaphala yang sesuai dengan apa yang telah dilakukan semasa hidup.
IMPLEMENTASI ELECTRONIC DOCUMENT MANAGEMENT SYSTEM UNTUK MENDUKUNG E-GOVERNMENT: STUDI KASUS SISTEM NASKAH DINAS ELEKTRONIK (SINDE) KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI Maharani, Vanya Dewanti Dwi; Iswary Lawanda, Ike
Multikultura Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi proses implementasi electronic document management systems (EDMS) mendukung pelaksanaan e-government di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggunakan aplikasi Sistem Naskah Dinas Elektronik (SINDE). Implementasi ini mengatasi masalah pertukaran informasi dan data antar unit kerja, kinerja dan produktivitas layanan publik, dokumen berbasis kertas. Metode studi kasus digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi EDMS dalam aplikasi SINDE mendukung kegiatan kerja internal dan layanan publik ditinjau walaupun belum seluruh komponen dasar EDMS dalam praktiknya terpenuhi. SINDE mempercepat arus informasi birokrasi dan mendukung pengelolaan naskah dinas elektronik ditinjau dari dimensi layanan e-government yang berjalan dengan baik. EDMS menjadi konstruksi pelaksanaan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan terintegrasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6