cover
Contact Name
Muhammad Firdaus
Contact Email
admin.jsh@suryabuanaconsulting.com
Phone
+6282231671494
Journal Mail Official
admin.jsh@suryabuanaconsulting.com
Editorial Address
Perumahan D'soeta Residence No. 16, Babatan, Tegalgondo, Kec. Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65152
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sosial Humaniora (JSH)
Published by CV. Surya Buana
ISSN : -     EISSN : 30632722     DOI : https://doi.org/10.70214/vgpatb18
Jurnal Sosial Humaniora (JSH) adalah jurnal imiah yang dikembangkan untuk mendukung pengembangan, penguatan, dan penyebarluasan hasil penelitian dalam bidang ilmu sosial meliputi ilmu politik, administrasi publik, pemerintahan, kesejahteraan sosial, komunikasi, dan hubungan internasional. Mengingat ilmu sosial terkait dengan banyak bidang ilmu lainnya terutama ilmu dalam ruang lingkup humaniora, JSH juga fokus pada publikasi hasil penelitian di bidang sejarah, bahasa, sosiologi, pendidikan, dan antropologi. JSH memperluas cakupan publikasi dalam bidang sosial humaniora tidak terlepas dari respon terhadap perkembangan disiplin ilmu yang tidak lagi berdiri sendiri, namun semua bidang ilmu khususnya dalam bidang sosial humaniora saling terkait satu sama lain. JSH hendak dikembangkan untuk menjadi jurnal bereputasi nasional dan internasional yang didukung oleh sumber daya dan tata kelola profesional, yaitu di antaranya pengelola JSH adalah pengajar yang berpengalaman dalam penelitian dan publikasi ilmiah; dan praktisi yang berhubungan langsung dengan dunia kerja dalam sektor publik. JSH dikelolah langsung oleh Konsultan Surya Buana yang bergerak pada bidang jasa konsultasi urusan publik, di antaranya formulasi kebijakan publik, analisis kinerja, digitalisasi pemerintahan, pengembangan tata kelola pemerintahan, pendampingan penyusunan peraturan daerah/desa, pengembangan UMKM, pengembangan wisata, dan sektor publik lainnya. JSH dikelola mengacu pada standar ilmiah yang ketat, memperhatikan kualitas hasil penelitian, mereview artikel secara bertahap, hingga dipastikan artikel yang dipublikasikan adalah artikel yang berkualitas baik. Penulis sebelum submit artikel pada JSH wajib memastikan artikel telah sesuai dengan pedoman penulisan, template artikel, dan ruang lingkup bidang kajian yang ditentukan. Pengiriman artikel wajib dilakukan melalui Open Journal System (OJS) JSH.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2026): Juli (On Process)" : 2 Documents clear
Ketergantungan Penerima Bantuan Sosial dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan Masyarakat Kota Malang Wahyudi, Diki; Rizky, Azka; Ismanto, Dewinnisa Thiflingga
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 3 No. 1 (2026): Juli (On Process)
Publisher : Konsultan Surya Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70214/jwcm4c85

Abstract

Abstrak Dalam kebijakan kesejahteraan, bantuan sosial merupakan alat penting untuk melindungi kelompok rentan dan miskin dari guncangan ekonomi dan sosial. Namun, jika dukungan rutin dan jangka panjang tidak dipadukan dengan teknik pemberdayaan yang efektif, hal ini dapat menyebabkan ketergantungan di kalangan penerima manfaat. Dengan fokus pada pendapatan, konsumsi rumah tangga, partisipasi tenaga kerja dan kesejahteraan jangka panjang di Kota Malang, studi ini berusaha menganalisis ketergantungan penerima bantuan sosial dan dampaknya terhadap kesejahteraan. Menggunakan metodologi literatur review, studi ini meninjau laporan resmi dan publikasi dari tahun 2023–2025 yang relevan dengan topik ketergantungan kesejahteraan dan bantuan sosial. Analisis dilakukan secara naratif dengan menghubungkan temuan teoretis dan empiris menggunakan kerangka teori ketergantungan kesejahteraan. Temuan studi menunjukkan bahwa bantuan sosial di Kota Malang sangat penting untuk menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga yang rendah dan membantu menurunkan tingkat kemiskinan secara bertahap antara tahun 2023 - 2025. Namun, bantuan sosial memiliki dampak yang relatif kecil dalam meningkatkan pendapatan dan mempromosikan kesejahteraan jangka panjang. Ketergantungan penerima bantuan sosial dapat mengurangi motivasi untuk bekerja dan menunda perjalanan menuju kemandirian finansial, terutama jika dukungan tersebut tidak dipadukan dengan inisiatif pemberdayaan. Studi ini menyoroti pentingnya merevisi program bantuan sosial untuk mendukung kesejahteraan dan kemandirian ekonomi berkelanjutan di perkotaan, selain memberikan perlindungan jangka pendek.
Political Ecology of Environmental Conflict in Wadas Village, Purworejo Regency Sheha Putri; Eka Rahayu; Amanda Nazarina; Shanti Dewi; Sihidi, Iradhad Taqwa
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 3 No. 1 (2026): Juli (On Process)
Publisher : Konsultan Surya Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70214/334wp808

Abstract

This study analyzes the agrarian and environmental conflict in Wadas Village, Purworejo Regency, which arose from the planned andesite mining to support the construction of the Bener Dam, a National Strategic Project. Using a political ecology perspective, this study examines how power relations between the state, elite interests, and local communities shape the development policy-making process. The research method used is a qualitative descriptive study based on documentation, utilizing data sources in the form of scientific articles, civil society organization reports, government policy documents, environmental impact analysis (EIA) documents, and media coverage. The results show that the mining plan has the potential to cause significant ecological degradation, particularly affecting the sustainability of water springs, soil stability, and the local community's agricultural system. In addition to the ecological impacts, this conflict also triggers socio-political degradation at the grassroots level, characterized by community polarization, weakened social solidarity, narrowed space for public participation, and the emergence of repressive actions by state officials. The research findings indicate a pattern of state capture in development policy, where state decisions reflect the economic-political interests of elites rather than the interests of affected communities. The green development narrative used by the government serves to legitimize the practice of natural resource extractivism. On the other hand, the resistance of the Wadas community demonstrates the residents' political capacity to defend their living space through collective mobilization and the utilization of local knowledge. This research confirms that the Wadas conflict is a question of ecological justice, citizenship rights, and democracy in development practices in Indonesia

Page 1 of 1 | Total Record : 2