cover
Contact Name
Rima Handayani
Contact Email
jurnal.jossehr@iai-alfatimah.ac.id
Phone
+6281946442000
Journal Mail Official
jossehrjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arif Rahman Hakim 4B, Sukorejo, Bojonegoro, Jawa Timur
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Social Studies Education and Humanities Research
ISSN : -     EISSN : 30633311     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Social Studies Education and Humanities Research is a peer-reviewed, double-blind journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) at Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro, East Java, Indonesia. Journal of Social Studies Education and Humanities Research publishes research and concept papers in the field of research, education, and teaching in an open-access format, allowing users to freely access and download the articles
Articles 26 Documents
Promoting Environmentally Friendly Economic Behavior Through Education: A Strategy for Achieving Sustainable Development Rima Handayani; Bayu Dwi Hatmoko; Afifatus Solihah; Ininis Novita Rani
Journal of Social Studies Education and Humanities Research Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine and analyze the role of education, particularly economic education, in shaping environmentally friendly economic behavior of students as a strategy to realize sustainable development. This study uses a descriptive qualitative approach based on a literature review that examines national, international scientific sources, and official documents. The results of the review show that economic education has significant potential to instill sustainability values through sustainable economic literacy. This literacy includes students’ ability to understand, evaluate, and make economic decisions that consider social and ecological impacts. However, in practice, economic learning in schools is still focused on the cognitive level and has not fully integrated sustainability values comprehensively. In addition, environmentally friendly economic behavior has also not become a primary indicator in learning outcomes, thus creating a gap between the competencies developed and the expected sustainability goals. This study finds that the number of studies that examine changes in economic behavior as an indicator of the success of sustainable economic education is still very limited. This opens the door for further research focusing on the relationship between economic education, sustainable economic literacy, and the formation of economic behavior that is aware of ecological aspects
Aksiologi Pemikiran Pendidikan Islam Syekh Nawawi Al-Bantani di Era Globalisasi Zahra Ekky; Taufikurrahman
Journal of Social Studies Education and Humanities Research Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksiologi Pemikiran Pendidikan Islam Syekh Nawawi Al-Bantani Di Era Globalisasi. Di era globalisasi, filsafat pendidikan Islam Syekh Nawawi Al-Bantani mencerminkan perspektif mendalam para ulama besar tentang pendidikan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam. Syekh Nawawi Al-Bantani memandang pendidikan sebagai pengembangan karakter, moralitas, dan sifat-sifat luhur, bukan sekadar transfer pengetahuan. Ia memandang pendidikan sebagai pengembangan hati, pikiran, dan jiwa, yang meliputi aspek fisik, intelektual, dan spiritual. Di era globalisasi, Syekh Nawawi Al-Bantani memandang pendidikan Islam sebagai landasan kehidupan yang menumbuhkan pemikiran dan perilaku yang tepat. Ia percaya bahwa pendidikan Islam harus menjadi fondasi untuk menghadapi tantangan dan perubahan yang terjadi secara bersamaan. Ia juga percaya bahwa pendidikan Islam harus menjadi fondasi bagi pembangunan dan kemajuan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Menurut pemikiran Syekh Nawawi Al-Bantani, pendidikan Islam harus menjadi alat untuk menghadapi tantangan dan perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Ia percaya bahwa pendidikan Islam harus menjadi alat dalam menegakkan moralitas dan keadilan dalam masyarakat. Ia juga percaya bahwa pendidikan agama Islam harus berfungsi sebagai alat untuk menumbuhkan karakter yang baik dan menumbuhkan hati yang bijaksana dan reflektif flective.
Manfaat Pendidikan Generasi Muda bagi Penerapan Ketauhidan Harjuna Surya Hadhi; Rifai
Journal of Social Studies Education and Humanities Research Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rukun iman yang pertama yaitu iman kepada Allah diterapkan pada individu yang beragama Islam juga disebut ketauhidan, yang mana dari rukun tersebut membahas tentang keesaan Allah SWT secara bidang keilmuan dengan segala metodologi. Status agama Islam sebagai agama tauhid yang murni atau monoteistik disepakati oleh berbagai kalangan seperti ulama, cendekiawan, dan pemeluknya sendiri. Sifat ketauhidan dalam agama Islam inilah yang membuatnya tidak dapat dicampuri dengan nilai-nilai non tauhid. Tidak hanya dibahas dari segi keilmuan, iman atau ketauhidan sebagai bagian dari iman juga dibahas dari penerapan dalam individu. Pembahasan ini diperlukan karena keimanan dalam diri bisa menjadi sangat fluktuatif dilihat dari keseharian seorang individu dan tantangan atau ujian yang dihadapi seiring keseharian tersebut, bahkan semakin parah jika tidak ada tindakan yang dapat menjaga sekaligus meningkatkan mutu sifat tersebut. Oleh karena itu, pendidikan agama Islam merupakan salah satu tindakan yang fundamental dengan penerimanya yakni generasi muda yang kelak dihadapkan dengan tantangan baik dewasa ini maupun masa depan seperti arus globalisasi yang semakin pesat. Pendidikan agama Islam yang menjaga dan meningkatkan rasa keimanan dan ketauhidan ini memiliki tujuan yang sama dan dilaksanakan bersamaan dengan pendidikan karakter yang sama-sama fundamental, bertujuan untuk menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual adalah seperti alasan utama yang mendasari pernyataan di atas.
Sistem Pendidikan Agama Islam di Negara Brunei Darusalam, Mesir, Indonesia Amelia Melinda Ramadani; Al-Fatih Maulana; Rima Handayani
Journal of Social Studies Education and Humanities Research Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini membahas perbandingan sistem pendidikan Islam di tiga negara: Brunei Darussalam, Mesir, dan Indonesia. Pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka digunakan untuk menganalisis literatur yang berkaitan dengan sistem pendidikan di negara-negara tersebut. Di Brunei Darussalam, sistem pendidikan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dengan akhlak yang tinggi, religiusitas, dan orientasi teknologi. Implementasi Sistem Pendidikan Nasional Abad ke-21 (SPN21) menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan kurikulum yang fleksibel, adaptif, dan seimbang untuk menghadapi tantangan global. Di Mesir, sistem pendidikan terbagi menjadi pendidikan sekuler dan agama di bawah Al-Azhar. Reformasi pendidikan di Indonesia berfokus pada materi inovatif, metode pengajaran, dan manajemen pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kesamaan dalam tingkat pendidikan, terdapat perbedaan signifikan dalam metode evaluasi, kurikulum, dan manajemen pendidikan. Rekomendasi untuk perbaikan di Indonesia meliputi peningkatan evaluasi pendidikan, penyesuaian kurikulum, dan pelatihan guru selektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di era global.
Pengaruh Pemahaman Pendidikan Agam Islam Terhadap Pembentukan Karakter Individu Brian Agsandika; Daris Alif; Muhammad Royhanul Fuadi; Iif Aisyah; Thorida Nur Asih
Journal of Social Studies Education and Humanities Research Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pendidikan agama Islam memengaruhi pembentukan karakter seseorang. Pendidikan agama Islam bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai ketakwaan, iman, dan akhlak mulia yang berorientasi pada pembentukan karakter. Pendidikan agama Islam adalah proses pembelajaran yang bertujuan untuk menanamkan ajaran Islam pada siswa, baik dalam bentuk sikap, pengetahuan, maupun keterampilan. Kata "karakter" berasal dari bahasa Latin yang berarti "terukir," yang menggambarkan bahwa karakter adalah kumpulan nilai-nilai moral dan kebajikan yang tertanam dalam perjalanan hidup seseorang. Pembentukan karakter individu merupakan proses yang melibatkan pendidikan, pengalaman, dan pengaruh lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif.
Eksplorasi Bagian Utara Jawa Timur sebagai Laboratorium Alam Muhammad Alfaruqi; Sri Murtini; Sukma Perdana Prasetya
Journal of Social Studies Education and Humanities Research Vol. 2 No. 2 (2025): December
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis potensi wilayah utara Jawa Timur sebagai laboratorium alam geografi untuk mendukung pelaksanaan mata kuliah internship pada Program Studi Magister Pendidikan Geografi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif eksploratif dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur pada beberapa lokasi di Kabupaten Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. Analisis dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan tujuh lokasi potensial, yaitu Bukit Jamur, Gua Maharani, Pantai Tanjung Kodok, Bonorowo, Gua Ngerong, Sendang Maibit, dan Kayangan Api. Lokasi-lokasi tersebut memiliki keragaman fenomena fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan yang relevan dengan pembelajaran geografi kontekstual. Keunggulan utama kawasan meliputi kekayaan bentang alam karst dan pesisir, aksesibilitas yang relatif baik, serta peluang pengembangan penelitian lapangan dan geowisata edukatif. Namun, pengembangannya masih menghadapi keterbatasan informasi edukatif, sarana interpretasi, pengelolaan, dan ancaman kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan sistematis, penguatan konservasi, penyediaan panduan lapangan, dan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, pengelola kawasan, serta masyarakat agar laboratorium alam dapat dimanfaatkan secara efektif, aman, dan berkelanjutan. Pemanfaatan diharapkan meningkatkan kemampuan observasi, analisis spasial, pemecahan masalah, komunikasi ilmiah, dan kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan wilayah setempat secara menyeluruh.
Analisis Tindakan Catcalling Terhadap Kesehatan Mental Wanita di Kota Surabaya Sari Cahya Putri; Siti Fiznawati Nazudin; Afiqoh Billah Izzah; Afif Safrudin
Journal of Social Studies Education and Humanities Research Vol. 2 No. 2 (2025): December
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus catcalling pada zaman sekarang menjadi sesuatu hal lumrah, terlebih lagi di kota berkembang bak Surabaya yang warganya di dominasi seperti pelajar dan mahasiswa. Catcalling menyangkut pautkan kejadian yang berlainan pada masing masing orang. Tujuan jurnal ini adalah mengetahui secara mendalam bagaimana respon korban saat mendapatkan Catcalling serta apa dampak Catcalling terhadap kesehatan mental wanita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Catcalling sering terjadi pada tempat publik serta dilangsungkan oleh orang yang tidak saling mengenal, serta dapat membuat korbannya merasa tidak nyaman dan terancam. Pengalaman catcalling yang dialami oleh para informan mempunyai cerita yang berbeda-beda. Informasi dari para informan yang telah diwawancarai, mereka tidak hanya menerima catcalling dalam bentuk verbal, namun juga nonverbal. Dampak yang dirasakan oleh korban catcalling menimbulkan rasa takut yang mendominasi. Selain itu, korban catcalling bisa merasa cemas, depresi, merasa tidak memiliki harga diri bahkan jijik pada dirinya sendiri, dan menilai rendah pada anggota tubuhnya.
The Influence of Mobile Legends Online Games on The Aggressive Behavior of Undergraduate Social Science Education Students Bilgis Ruman Azzahra; Musyafah Mia Kurniati; Armawati Hidayati
Journal of Social Studies Education and Humanities Research Vol. 2 No. 2 (2025): December
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The online game Mobile Legends is an online game with a war theme, so it is often the cause of momentary emotions in players (aggressive behavior). Mobile Legends is a team-based game that works together to achieve certain goals in the game. Basically, this game will have both negative and positive impacts on the players. So this research will provide readers with insight into improving their experience of playing online games without behaving aggressively. Apart from that, this research also aims to determine the influence of the online game Mobile Legends on the aggressive behavior of students of the 2022 Social Sciences Education Undergraduate Study Program, Surabaya State University. This research used a qualitative descriptive research method, namely the data needed for this research was collected using data collection techniques through online observations distributed using Google from and focus group discussions (FGD). According to the results of the FGD that we conducted together, it was stated that the online game Mobile Legends was an escape for the 2022 class of Social Sciences education undergraduate students at Surabaya State University when they were experiencing stress due to the many problems they were experiencing. So this will have a negative influence and cause aggressive behavior in the players.
Menganalisis Pengaruh Arsitektur Menara Kembar terhadap Dinamika Sosial: Studi Kasus Interaksi Komunitas Novi kumala Dewi Asih; Nico Dwi Prasetya; Iswahyuni
Journal of Social Studies Education and Humanities Research Vol. 3 No. 1 (2026): June
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur kampus tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas fisik untuk menunjang aktivitas akademik, tetapi juga menjadi ruang sosial yang dapat membentuk pola interaksi, identitas, perilaku, dan pemaknaan bersama dalam komunitas perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh arsitektur Twin Towers terhadap dinamika sosial dan pola interaksi civitas akademika Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Twin Towers dipahami oleh sebagian komunitas kampus sebagai simbol kesejajaran antara ilmu agama dan ilmu umum. Selain berfungsi sebagai gedung rektorat dan pusat administrasi, bangunan tersebut memiliki ruang terbuka dan taman yang dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas sosial dan akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan objek penelitian berupa bangunan, ruang, dan lingkungan sosial di sekitar Twin Towers. Data bersumber dari wawancara, dokumentasi, serta penelusuran buku dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi makna simbolis arsitektur, karakteristik ruang, fungsi kelembagaan, bentuk pemanfaatan ruang, dan pola interaksi sosial yang berlangsung di sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Twin Towers mengintegrasikan unsur arsitektur modern dengan identitas budaya lokal, terutama melalui motif yang diasosiasikan dengan budaya Jawa, penggunaan warna dan material alami, keterhubungan antarruang, serta keberadaan taman sebagai ruang pertemuan. Lingkungan tersebut memfasilitasi tiga pola utama interaksi sosial, yaitu interaksi antarindividu, interaksi individu dengan kelompok, dan interaksi antarkelompok. Twin Towers dengan demikian tidak hanya menjadi simbol visual institusi, tetapi juga berperan sebagai pusat administrasi, ruang komunikasi, tempat pembentukan jaringan sosial, serta medium aktualisasi nilai kebersamaan, keseimbangan ilmu, budaya, dan agama. Temuan ini menegaskan bahwa desain arsitektur kampus dapat berkontribusi terhadap terbentuknya dinamika sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Urgensi Pemahaman Budaya Dalam Pembelajaran IPS Elfi Muzamila; Faridatul Lailiyah; Dwi Rahayu Nurul Aini; Nurus Syifa Fauziyah
Journal of Social Studies Education and Humanities Research Vol. 3 No. 1 (2026): June
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urgensi pemahaman budaya dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) pentingnya integrasi budaya dalam kurikulum IPS; (2) pemahaman konteks sosial, historis, dan geopolitik; (3) empati, toleransi, dan kesadaran global bagi siswa; (4) keterampilan analitis, kritis, dan solusi masalah bagi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif; pendekatan studi kepustakaan; dan analisis menggunakan teori ketergantungan sosial Johnson & Johnson. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya mengintegrasikan pemahaman budaya dalam pembelajaran IPS untuk menciptakan generasi yang cerdas, toleran, dan berwawasan global. Guna memerankan diri dalam pembelajaran IPS, teori ketergantungan sosial dikembangkan oleh Johnson pada pertengahan tahun 1960-an. Saat itu, pembelajaran di sekolah didominasi oleh pembelajaran kompetitif dan individualistis. Johnson menantang praktik tersebut dengan menyajikan teori dan penelitian tentang pembelajaran kooperatif, kompetitif, dan individualistis. Teori ini juga menciptakan prosedur operasional untuk pembelajaran kooperatif dan kompetisi yang tepat untuk pemahaman budaya dalam pembelajaran IPS. Diharapkan melalui tulisan ini siswa dapat memahami dan menerapkan pentingnya budaya dalam pembelajaran IPS.

Page 2 of 3 | Total Record : 26