cover
Contact Name
Wartoyo
Contact Email
wartoyo10@gmail.com
Phone
+6283838421909
Journal Mail Official
jurnalalamwal@gmail.com
Editorial Address
Gedung FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics and Business of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the accounting and finance field that contribute significantly to the development of the economic and sharia banking profession in Indonesia. Al-Amwal is published twice a year, the first edition was published in July and the second edition was published in December.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2017)" : 9 Documents clear
“Pengaruh Pembiayaan Musyarakah Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Dan Peningkatan Pendapatan Nasabah” Mariana Mariana; Syafrudin Syafrudin
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.1678

Abstract

Abstrak Keberadaan BMT sangat berperan dan berpengaruh bagi masyarakat kecil karena dapat dijadikan sebagai sumber modal yang dapat digunakan untuk meningkatkan usaha agar menjadi berkembang dari sebelumnya serta terjadi peningkatan pada pendapatannya, tambahan modal tersebut disebut dengan sistem pembiayaan musyarakah (profit sharing). Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengatahui seberapa besar pengaruh pembiayaan musyarakah secara parsial terhadap usaha mikro dan peningkatan pendapatan nasabah di BMT Islamic Centre. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket. Dengan jumlah responden sebanyak 85 responden. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana, dengan pengujian validitas, pengujian reliabilitas, dan analisis determinasi, sedangkan pengujian secara parsial menggunakan uji t. Selain itu dilakukan juga uji asumsi klasik, dimana semua pengujian tersebut menggunakan alat bantu program SPSS versi 21. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas setiap item pernyataan pada variabel pembiayaan musyarakah, usaha mikro, dan pendapatan nasabah dinyatakan valid dan reliabel. Serta hasil dari uji asumsi klasik semua data terbebas dari uji normalitas dan uji linearitas. Pada uji t, variabel pembiayaan musyarakah secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap usaha mikro dengan nilai thitung > ttabel (3,039 > 1,663). Dan variabel pembiayaan musyarakah secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan nasabah dengan nilai thitung > ttabel (2,231 > 1,663). Dan koefisien determinasi (R2) 10% usaha mikro dipengaruhi oleh pembiayaan musyarakah serta 5,7% pendapatan nasabah dipengaruhi oleh pembiayaan musyarakah. Sedangkan sisanya 90% usaha mikro dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dicantumkan dalam penelitian ini, begitupun dengan pendapatan nasabah sebesar 94,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain juga. Kata Kunci: Pendapatan Nasabah, Usaha Mikro, dan Pembiayaan Musyarakah AbstractThe existence of BMT is very important and influential for the small community because it can be used as a source of capital that can be used to increase its business to be developed from the previous and there is an increase in income, additional capital is called the system of musyarakah financing (profit sharing). Therefore, this study aims to determine how much influence partial financing of musyarakah to micro business and increase customer income in BMT Islamic Center. This research uses quantitative approach. The data used in this study is primary data with data collection techniques through questionnaires. With the number of respondents as many as 85 respondents. Data analysis used simple linear regression, with validity testing, reliability testing, and determination analysis, while the test partially using the t test. In addition it is also done the classical assumption test, where all the tests using tools SPSS program version 21. Based on the results of validity and reliability test each item statement on musyarakah financing variables, micro business, and customer income declared valid and reliable. As well as the results of the classical assumption test all data are free of normality test and linearity test. In t-test, musyarakah financing variable partially significant to micro business with tcount> ttable (3,039> 1,663). And musyarakah financing variables partially significant effect on customer's income with tcount> ttable (2,231> 1,663). And the coefficient of determination (R2) 10% of micro business is influenced by musyarakah financing and 5.7% of customer's income is influenced by musyarakah financing. While the remaining 90% of micro business is influenced by other factors not listed in this study, as well as with customer income of 94.3% the rest is influenced by other factors as well. Keywords: Customer Revenue, Micro Business, and Musyarakah Financing
Analisis Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah Di Indonesia dengan Menggunakan Metode Risk-based Bank Rating tahun 2014-2016 evi eriyanti; sri rokhlinasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.1764

Abstract

AbstrakAnalisis Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah Dengan Menggunakan Metode Risk-Based Bank Rating 2014-2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesehatan Bank Umum Syariah Di Indonesia dan Membandingkan kondisi kesehatan Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia, metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengukuran kesehatan keuangan dilakukan dengan metode Risk-Based Bank Rating berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 10/SEOJK.03/2014. Berdasarkan hasil pengukuran kesehatan Bank Umum Syariah secara keseluruhan yang diukur dari aspek Profil Risiko, Rentabilitas dan Permodalan pada tahun 2014-2016 yang meliputi rasio NPF, FDR, ROA, NOM, dan CAR. Dapat diperoleh kesimpulan kesehatan Bank Umum Syariah untuk Profil Risiko yang di ukur dengan rasio NPF dan FDR, untuk rasio NPF tahun 2014-2016 dalam keadaan sehat dan untuk rasio FDR dalam keadaan cukup sehat. Rentabiltas yang di ukur dengan rasio ROA dan NOM dalam keadaan kurang sehat pada tahun 2014-2015 dan pada periode 2016 dalam keadaan cukup sehat, rasio NOM dari tahun 2014-2016 Bank Umum Syariah dalam keadaan tidak sehat, untuk Permodalan yang di ukur dalam rasio CAR tahun 2014-2016 dalam keadaan sangat sehat. Pada analisis perbandingan menggunakan Independent Sample t-test yang diukur dari dari aspek Profil Risiko, Good Corporate Governance, Rentabilitas dan capital menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kesehatan keuangan Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia. Kata Kunci : Kesehatan Keuangan bank, Metode Risk-Based Bank Rating AbstackThe analysis in level healty of common Bank Shariah with using method Risk-Based Bank Rating 2014-2016. The purpose of this reserch to analyze the condition of healty the common bank sharia mandiri and bank muamalat indonesia. This methode reserch using the descriptive analyze with approach quantitative. The meansuring of healty finances with the method Risk-Based Bank Rating according letter Otoritas Jasa Keuangan No.10/SEOJK.03/2014. According the result of the healty common bank sharia, over all the measured the aspect Risk Profile, Rentabilitas and Capital in 2014-2016. With cover the ratio NPF, FDR, ROA, NOM, and CAR. Can get the conclusion the healty of common bank sharia for Risk Profile measured by the ratio NPF and FDR, for the ratio NPF in 2014-2016 in the good healty and for ratio FDR in the quite healty. Rentabilitas that measured with ratio ROA and NOM in bad healty 2014-2015, in 2016 the quite healty, the NOM ratio 2014-2016 period common bank sharia in bad healty and for Capital the measured in the ratio CAR in 2014-2016 is very good healty. This analyze than comparision using Independent Sample t-Test that measured from aspect of Risk Profile, Good Corpotare governance, Rentabilitas  and Capital, in dirate there is no a significant differences between the financial healty in bank sharia mandiri and bank muamalat indonesia.                Keywords: the Healty financial of  Bank, Risk-based Bank Rating method
Pengaruh Pelayanan dan Kepuasan Terhadap Loyalitas Anggota Pembiayaan di BMT Al-Falah Sumber Cirebon Nur Haida; NFN Kurnia
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.2238

Abstract

AbstrakKualitas produk, pelayanan, dan profitabilitas perusahaan adalah tiga hal yang terkait erat. Semakin tinggi kualitas, semakin tinggi kepuasan pelanggan yang dihasilkan, yang mendukung harga yang lebih tinggi dan sering kali biaya yang lebih rendah. Studi telah memperlihatkan korelasi yang tinggi antara kualitas produk atau jasa dengan profitabilitas perusahaan. Kondisi persaingan bisnis, kemajuan teknologi, perkembangan ekonomi, dan sejarah masyarakat mendorong terjadinya pengembangan kualitas pelayanan (service quality) yang menekankan pada pentingnya pemenuhan harapan dan kebutuhan nasabah. Terus maningkatnya jumlah anggota BMT Al-Falah Sumber Cirebon, terdapat juga anggota yang tidak loyal walaupun pelayanan yang diberikan BMT Al-Falah Sumber Cirebon itu cukup bagus dan mereka para anggota merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar sistem pelayanan dan kepuasan nasabah terhadap loyalitas anggota pembiayaan di BMT Alfalah Sumber Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data kuisioner, dengan analisis regresi berganda yang menguji hipotesis penelitian. Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini menunnjukkan bahwa variabel sistem pelayanan berpengaruh positif sebesar 0,081 tetapi dari hasil uji t nilai probabilitas (sig) tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap loyalitas anggota sebesar 0,021. Probabilitas (sig) sistem pelayanan sebesar 0,021 > 0,05 dengan demikian Ho ditolak. Hal ini diinterpretasikan bahwa sistem pelayanan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas anggota pembiayaan di BMT Al-falah Sumber Cirebon. Sedangkan variabel kepuasan berpengaruh positif sebesar 0,240 tetapi dari hasil uji t nilai probabilitas (sig) tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap loyalitas anggota sebesar 0,010 > 0,05 dengan demikian Ho ditolak. Hal ini diinterpretasikan bahwa kepuasan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas anggota pembiayaan di BMT Al-falah Sumber Cirebon. Dan hasil uji Pengaruh sistem pelayanan dan kepuasan terhadap loyalitas anggota pembiayaan di BMT Al-falah Sumber Cirebon sebesar 14,565. Bahwa diperoleh nilai Fhitung sebesar 14,565 dan nilai sig. 0,000. Kemudian perbandingan antara Ftabel  dengan Fhitung dengan menggunakan batas signifikan 0,05 dan Ftabel 2,32. Dapat dilihat bahwa Fhitung > Ftabel yaitu 14,565  > 2,32 dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak.Kata Kunci, Kepuasan Nasabah, Kualitas Pelayanan, Loyalitas Anggota  Abstract               The quality of the product, service, and profitability of the company are three things that are closely related. The higher the quality, the higher the resulting customer satisfaction, which supports higher prices and often lower costs. Studies have shown a high correlation between product or service quality with firm profitability. The condition of business competition, technological progress, economic development, and community history encourage the development of service quality which emphasizes the importance of fulfilling the expectations and needs of the customers. The increasing number of members of BMT Al-Falah Sumber Cirebon, there are also members who are not loyal although the services provided by BMT Al-Falah Source Cirebon is pretty good and they are satisfied with the service provided. This study aims to find out how big the service system and customer satisfaction of loyalty of financing members in BMT Alfalah Sumber Cirebon. This research is a quantitative research, using questionnaire data collection method, with multiple regression analysis that tested the research hypothesis. Based on the results of data analysis in this study menunnjukkan that service system variables have a positive effect of 0.081 but from the test results t probability (sig) does not have a significant effect on loyalty of members of 0.021. The probability (sig) of service system is 0.021> 0.05 thus Ho is rejected. It is interpreted that the service system has no significant effect on loyalty of finance member in BMT Al-falah Sumber Cirebon. While the satisfaction variable has a positive effect of 0.240 but from the test result t the probability (sig) does not have a significant effect on the loyalty of members of 0.010> 0.05 thus Ho is rejected. It is interpreted that satisfaction has no significant effect on loyalty of finance member in BMT Al-falah Sumber Cirebon. And test result Influence of service system and satisfaction to loyalty member of financing in BMT Al-falah Source Cirebon equal to 14,565. That obtained Fcount value of 14,565 and sig value. 0,000. Then the comparison between Ftable with Fhitung by using the significant limit of 0.05 and Ftabel 2.32. It can be seen that Fcount> Ftable is 14,565> 2,32 thus Ha is received and H0 is rejected. Keywords: Customer Satisfaction, Service Quality, Member Loyalty 
Pengaruh Emotional Marketing dan Spiritual Marketing terhadap Loyalitas Nasabah Tabungan BSM pada Bank Syariah Mandiri KCP Cirebon Siliwangi Intan Lestari; Rita Kusumadewi
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.1749

Abstract

AbstrakMembangun loyalitas adalah bukan pilihan lagi dalam dunia perbankan. Terlebih beberapa tahun terakhir ini muncul satu trend, yaitu kecenderungan nasabah memiliki lebih dari satu rekening tabungan pada Bank yang berbeda. Untuk itu Bank syariah perlu membangun loyalitas nasabah, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan pemasaran. Kunci utama dari pemasaran dalam perbankan yaitu membangun hubungan yang kuat secara berkelanjutan dengan nasabah. Beberapa hubungan yang coba dibangun oleh bank syariah dalam pemasaran adalah hubungan secara emosional dan spiritual. Dalam pemasaran lebih dikenal dengan nama emotional marketing dan spiritual marketing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 100 orang responden nasabah tabungan BSM pada Bank Syariah Mandiri KCP Cirebon Siliwangi. Pengujian menggunakan uji regresi linear berganda dengan SPSS (Stastistical Product and Service Solution) versi 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial emotional marketing memiliki pengaruh terhadap loyalitas nasabah dengan nilai signifikansi 0,000 dan > yaitu 6,329 > 1,660. Kemudian spiritual marketing memiliki pengaruh terhadap loyalitas nasabah dengan nilai signifikansi 0,000 dan > yaitu 4,919 > 1,660. Dan secara simultan emotional marketing dan spiritual marketing memiliki pengaruh terhadap loyalitas nasabah dengan nilai signifikansi 0,000 dan > yaitu 38,171 > 2,36 dengan koefisien determinasi sebesar 44%, sementara sisanya 56% dipengaruhi oleh faktor lain.Kata Kunci: Emotional Marketing, Spiritual Marketing, dan Loyalitas Nasabah AbstractBuilding loyalty is no longer a viable option in the banking world. Especially the last few years comes a trend, namely the tendency of customers to have more than one savings account at different Banks. For that Sharia Bank needs to build customer loyalty, one way to do is with marketing. The main key of marketing in banking is to build a strong relationship in a sustainable manner with customers. Some relationships that the sharia bank is trying to build in marketing are emotionally and spirituall. This research uses quantitative approach. The data used in this study is primary data with data collection techniques through the distribution of questionnaires to 100 respondents of BSM savings customers in Bank Syariah Mandiri KCP Cirebon Siliwangi. The test used multiple linear regression test with SPSS (Stastistical Product and Service Solution) version 21.0. The results showed that partially emotional marketing has an influence on customer loyalty with a significance value of 0.000 and t count > t table is 6.329> 1.660. Then the spiritual marketing has an influence on customer loyalty with a significance value of 0.000 and t count > t table of 4.919> 1.660. And simultaneously emotional marketing and spiritual marketing have influence to customer loyalty with value of significance 0.000 and F_count > F_table that is 38,171> 2,36 with determination coefficient equal to 44%, while the rest 56% influenced by other factor.Keywords: Emotional Marketing, Spiritual Marketing, and Customer Loyalty
PENERAPAN DENDA DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Moch. Endang Djunaeni; Muhammad Maulana Yusuf
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.1921

Abstract

Abstrak Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) merupakan balai usaha mandiri terpadu yang isinya berintikan bayt al-mal wa al-tamwil dengan kegiatan mengembangkan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha kecil menengah dan pengusaha   kecil   bawah,   antara   lain   mendorong   kegiatan   menabung   dalam   menunjang pembiayaan  kegiatan  ekonominya.  Kredit  dalam  pembiayaan  syariah  menjadi  salah  satu alternatif masyarakat untuk mendapatkan pinjaman, tetapi tetap dalam ruang lingkup syariah. Penyediaan jasa kredit atau pembiayaan pun menjadi salah satu unggulan BMT untuk mendulang pundi. Layaknya lembaga keuangan konvensional, BMT pun menetapkan denda bagi peminjam yang  tidak  melunasi  kreditnya.  Hanya,  masih  menjadi  pertanyaan  di  kalangan  masyarakat tentang pemberlakuan denda atau sanksi bagi nasabah yang gagal bayar, dan juga bagaimana hukum pengenaan denda di BMT ini. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran yang jelas mengenai faktor penyebab diterapkannya denda pada pembiayaan bermasalah, kemudian untuk mengetahui tindakan- tindakan yang dilakukan lembaga keuangan syariah dalam menangani pembiayaan bermasalah, serta untuk mengetahui target penyaluran dana yang dihasilkan dari denda. Secara metodologi,  penelitian  ini  menggunakan  prosedur penelitian  kualitatif  dengan memanfaatkan pendekatan sosiologi hukum Islam. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitiannya diperoleh bahwa mengqiyaskan kepada hukum yang telah ditetapkan  dalam  Al-Qur’an  denda dikenakan  kepada nasabah  yang mengalami  pembiayaan bermasalah, dalam  rangka memberikan efek jera supaya dapat menunaikan kewajiban  yang belum terlunasi. Langkah penyelesaian pihak BMT dalam menghadapi nasabah bermasalah yaitu dengan cara: pemberitahuan melalui telepon, pemberian surat penagihan, penagihan langsung, sita jaminan, eksekusi jaminan. Penyaluran dana hasil denda yang diposkan dalam qardh al- hasan ditujukan secara langsung seperti untuk santunan anak yatim, orang tua jompo dan juga melalui lembaga formal seperti BAZNAS dan LAZNAS. Kata kunci : Denda, Pembiayaan Bermasalah, Penyaluran Qardh Al-Hasan.   Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) is a hall independent business integrated content cored Bayt al- mal wa al-tamwil with activities to develop productive ventures and investment in improving the quality of the economic activities of small and medium entrepreneurs and small businessmen under, among others, to encourage the activities of saving In supporting the financing of its economic activities. Credit in shariah financing becomes one of the alternative communities to get a loan. Provision of credit services or fees became one of the flagship BMT to gain funds. Like conventional financial institutions, BMT also for borrowers who do not pay off credit. Only,is still a question among the public about the imposition of penalties or sanctions for customers who fail to pay, and also how the law imposing fines in this BMT.This study aims to provide a clear picture of the factors causing the financial, then to know the actions undertaken syariah financial institutions in the process of childbirth, and to know the target disbursement of funds resulting from fines.Methodologically, this study uses qualitative research procedures by utilizing the sociological approach of Islamic law. Data completion technique is done by observation, interview and documentation.The result of his research is to mengqiyaskan to the law that has been set in Al-Qur'an fines to customers who have problems, in order to provide a deterrent effect can be able to fulfill the obligations that have not been paid off. Steps to settle the BMT party within the time that can be done by: voice over the phone, mailing, direct. The disbursement of fines posted in qardh al - hasan  is  directly  suspended  as  for  orphans'  benefits,  old  folks  and  also  through  formalinstitutions such as BAZNAS and LAZNAS. Keywords: Fines, Troubled Financing, Qardh Al-Hasan Distribution.
Pengaruh Penerapan Manajemen Pembiayaan Terhadap Tingkat Pengembalian Pembiayaan Bermasalah riri rizqi; Toto Suharto
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.1755

Abstract

ABSTRACTBMT merupakan lembaga keuangan nonbank yang dapat membantu aktivitas masyarakat khususnya dalam hal pembiayaan. Penggunaan pembiayaan yang tidak sesuai dapat menimbulkan minimnya tingkat pengembalian pembiayaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen pembiayaan pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun dan tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun serta pengaruh penerapan manajemen pembiayaan terhadap tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Untuk memperoleh data informasi yang dibutuhkan dilakukan observasi dan penyebaran angket penelitian kepada 40 responden sebagai sampel, hasil penelitian tersebut diolah dengan menggunakan teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis korelasi, regresi sederhana, koefesien determinasi, dan uji t student dengan bantuan software SPSS V. 21.            Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penerapan manajemen pembiayaan pada BMT dilihat dari hasil penelitian sebesar 55% dan tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah dilihat dari hasil penelitian sebesar 55,75%. Pengaruh  penerapan manajemen  pembiayaan terhadap tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah diketahui nilainya sebesar  0,545, artinya memiliki pengaruh yang agak kuat/sedang. Berdasarkan uji t-student diketahui  t hitung = 3,355 dan t tabel = 2,021 yang diperoleh, nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel (3,355>2,021), artinya signifikan. Jadi, dapat disimpulkan penerapan manajemen pembiayaan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah pada UJKS BMT AL-Ishlah cabang Arjawinangun. Analisis koefesien determinasi diperoleh nilai sebesar 20,8% hal ini berarti tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun ditentukan oleh nilai 20,8% selebihnya ditentukan oleh faktor lain diluar dari penerapan manajemen pembiayaan pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kata kunci : Manajemen Pembiayaan, tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah BMT is a nonbank financial institution that can help the community activities, especially in terms of financing. Use of financing that do not fit can cause a lack of return on such financing. This study aims to determine the application of financial management at BMT UJKS Arjawinangun branch of Al-Islah and the rate of return on the financing problems UJKS BMT Al-Islah Arjawinangun branch and the influence of finance management application on the return of financing problems.            The research method used is quantitative method. To obtain the necessary information data of observation and research questionnaires to 40 respondents in the sample, the results of the study were processed using data analysis techniques were used that technique of correlation analysis, simple regression, coefficient of determination, and the Student t test with SPSS V. 21.            The conclution of the research are the implementation of financial management has resulted of 55% and a return on BMT financing problems seen from the results of 55,75%. Effect of finance management application on the return is known default financing 0.545, meaning that it has a rather strong influence / medium. Based on the student's t-test known t = 3.355 and t table = 2.021 obtained, the value of t is greater than t table (3.355> 2.021), a significant meaning. Thus, we can conclude financing management practices significantly influence the rate of return on the financing problems UJKS BMT AL-Islah Arjawinangun branch. Analysis of coefficient of determination obtained a value of 20.8%, this means that the rate of return on the financing problems UJKS BMT Al-Islah Arjawinangun branch is determined by the value of the remaining 20.8% is determined by other factors outside of finance management application on UJKS BMT Al-Islah branch Arjawinangun which is not addressed in this study. Keywords: finance management,  the rate of finance return       ABSTRACT BMT merupakan lembaga keuangan nonbank yang dapat membantu aktivitas masyarakat khususnya dalam hal pembiayaan. Penggunaan pembiayaan yang tidak sesuai dapat menimbulkan minimnya tingkat pengembalian pembiayaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen pembiayaan pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun dan tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun serta pengaruh penerapan manajemen pembiayaan terhadap tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Untuk memperoleh data informasi yang dibutuhkan dilakukan observasi dan penyebaran angket penelitian kepada 40 responden sebagai sampel, hasil penelitian tersebut diolah dengan menggunakan teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis korelasi, regresi sederhana, koefesien determinasi, dan uji t student dengan bantuan software SPSS V. 21.            Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penerapan manajemen pembiayaan pada BMT dilihat dari hasil penelitian sebesar 55% dan tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah dilihat dari hasil penelitian sebesar 55,75%. Pengaruh  penerapan manajemen  pembiayaan terhadap tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah diketahui nilainya sebesar  0,545, artinya memiliki pengaruh yang agak kuat/sedang. Berdasarkan uji t-student diketahui  t hitung = 3,355 dan t tabel = 2,021 yang diperoleh, nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel (3,355>2,021), artinya signifikan. Jadi, dapat disimpulkan penerapan manajemen pembiayaan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah pada UJKS BMT AL-Ishlah cabang Arjawinangun. Analisis koefesien determinasi diperoleh nilai sebesar 20,8% hal ini berarti tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun ditentukan oleh nilai 20,8% selebihnya ditentukan oleh faktor lain diluar dari penerapan manajemen pembiayaan pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kata kunci : Manajemen Pembiayaan, tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah BMT is a nonbank financial institution that can help the community activities, especially in terms of financing. Use of financing that do not fit can cause a lack of return on such financing. This study aims to determine the application of financial management at BMT UJKS Arjawinangun branch of Al-Islah and the rate of return on the financing problems UJKS BMT Al-Islah Arjawinangun branch and the influence of finance management application on the return of financing problems.            The research method used is quantitative method. To obtain the necessary information data of observation and research questionnaires to 40 respondents in the sample, the results of the study were processed using data analysis techniques were used that technique of correlation analysis, simple regression, coefficient of determination, and the Student t test with SPSS V. 21.            The conclution of the research are the implementation of financial management has resulted of 55% and a return on BMT financing problems seen from the results of 55,75%. Effect of finance management application on the return is known default financing 0.545, meaning that it has a rather strong influence / medium. Based on the student's t-test known t = 3.355 and t table = 2.021 obtained, the value of t is greater than t table (3.355> 2.021), a significant meaning. Thus, we can conclude financing management practices significantly influence the rate of return on the financing problems UJKS BMT AL-Islah Arjawinangun branch. Analysis of coefficient of determination obtained a value of 20.8%, this means that the rate of return on the financing problems UJKS BMT Al-Islah Arjawinangun branch is determined by the value of the remaining 20.8% is determined by other factors outside of finance management application on UJKS BMT Al-Islah branch Arjawinangun which is not addressed in this study. Keywords: finance management,  the rate of finance return                            
Pembiayaan Pendidikan Melalui Sektor Zakat Muhammad Tho’in
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.1794

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program pembiayaan pendidikan yang dilakukan, untuk mengetahui kriteria siswa yang akan mendapatkan beasiswa pendidikan, dan untuk mengetahui fleksibilitas dalam mengalokasikan dana zakat untuk pendidikan di lembaga amil zakat Al-Ihsan Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisa data interaktif yang terdiri dari tiga komponen analisa data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan ada dua program pembiayaan pendidikan yang dilakukan lembaga ini yaitu program beasiswa terpadu dan pesantren yatim. Kedua program ini dibiayai dari pendayagunaan dana zakat yang telah dihimpun. Kriteria-kriteria siswa penerima bantuan beasiswa pendidikan digolongkan berdasarkan skala prioritas: 1) fakir miskin, yatim/piatu, takmir masjid; 2) fakir miskin, yatim/piatu; 3) fakir miskin. Selain itu ada fleksibilitas anggaran dalam mengalokasikan dana zakat untuk program pendidikan. Kata kunci: lembaga amil zakat, pengelolaan zakat, pembiayaan pendidikan. Abstract This study aims to find out how educational financing program is done, to know the criteria of students who will get educational scholarship, and to know the flexibility in allocating zakat funds for education at the zakat al-Ihsan Institute of Central Java. This research use desciptive qualitative approach. Methods of data collection in this study was conducted by observation, interview, and documentation. Data analysis techniques in this study using interactive data analysis techniques consisting of three components of data analysis that is data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study found there are two educational financing programs undertaken by this institution is an integrated scholarship program and orphaned pesantren. Both programs are financed from the utilization of zakat funds that have been collected. The criteria of the students receiving educational scholarships are classified by priority scale: 1) the poor, orphan, takmir mosque; 2) the poor, orphans; 3) the poor. In addition there is the flexibility of the budget in allocating zakat funds for education programs. Keywords: amil zakat institution, management of zakat, tuition fee.
Penerapan Dasar Akrual pada Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah Enriko Tedja Sukmana
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.2237

Abstract

AbstrakPenggunaan dasar akrual merupakan bentuk dari penerapan asumsi yang ada dalam penyusunan laporan keuangan. Model dasar akrual mengakui pendapatan dan biaya sebagai sesuai yang dimiliki meskipun belum diterima maupun dikeluarkan secara kas. Seperti halnya akuntansi pada umumnya, asumsi dasar pada akuntansi syariah juga mempergunakan dasar akrual, hal tersebut ditunjukkan pada perlakan akuntansi syariah dalam transaksi dengan akad syariah. Hal tersebut diatur pada ketentuan menyangkut penerapan akuntansi syariah pada lembaga keuangan syariah. Berdasarkan penerapan tersebut penggunaan dasar akrual terletak pada pengakuan keuntungan dari transaksi syariah. Pengakuan keuntungan transaksi sewa dan syirkah dilakukan terhadap keuntungan yang diperoleh dalam penyerahan aset non kas sebagai bagian dari kesepakatan. Sedangkan pada transaksi jual beli pengakuan keuntungan dilakukan saat serah terima barang dari lembaga keuangan syariah kepada pemesan sebagai pembeli.  Pengakuan dasar akrual pada akad jual beli dengan pengakuan keuntungan di awal memiliki resiko yang besar saat piutang tidak tertagih. Untuk menghindari itu lembaga keuangan syariah yang sebaiknya menghindari pengakuan keuntungan di awal terhadap piutang murabah}ah, dengan memilih alternatif metode pengakuan keuntungan lainnya.Kata kunci : Dasar akrual, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah. AbstractThe use of accrual basic is one of applying the assumptions contained in the preparation of financial statements. The accrual basic model recognizes income and expenses as recorded altought not yet received or issued in cash. Same with accounting in general, assumptions basic on sharia accounting also use accruals basic, it is shown in sharia accounting treatment in sharia transaction. The accrual basic reatment is arranged in the provisions of sharia accounting in Islamic financial institutions. Based on these provisions, the use of accrual basic done in the recognition of the benefits of sharia transactions. Recognition of profit lease and shirkah transactions is made to the profits derived in the transfer of non-cash assets as part of the agreement. Despite of that sale and purchase transactions recognition of profits made when the handover of goods from Islamic financial institutions to consumer. The treatment of accrual basic on the sale and purchase agreement with the recognition of early profits has a great risk when receivables are not collectible. To avoid that Islamic financial institutions should avoid early profits recognition of murabah}ah receivables, by choosing alternative methods of recognition of other profits.Key words : accrual basic, sharia financial institution accounting
Physical Facilities, Guest Relations Programs, Clinical Quality Assurance sebagai Variabel Patient Satisfaction menuju Patient Loyalty Risdianto Risdianto
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.1832

Abstract

Abstrak Lima kriteria penentu kualitas jasa pelayanan yaitu reliability, responsiveness, assurance, emphaty, dan tangible dalam hubungannya dengan kepuasan. Dalam penelitian ini penulis mencoba menggunakan tiga variabel yang diungkapkan oleh Fish T. A, C. J Brown, K. Cannizaro dan B. Naftal yaitu  physical facilities,  guest relations programs dan clinical quality assurance sebagai variabel penentu patient satisfaction.Physical facilities, guest relations programs dan clinical quality assurance  secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang berarti terhadap kepuasan pengguna jasa pelayanan rawat inap pada Rumah Sakit Pertamina Cilacap yang dibuktikan dengan hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa F hitung sebesar 103,7197 lebih besar dari F tabel sebesar 2,7253.  78,35 persen tingkat kepuasan yang diperoleh pengguna pelayanan jasa rawat inap pada Rumah Sakit pertamina Cilacap dipengaruhi oleh variable-variabel diatas, sedangkan pengaruh variabel lain yang tidak diteliti terhadap kepuasan pengguna pelayanan jasa rawat inap pada rumah sakit Pertamina Cilacap adalah sebesar  46,53 persen.   Guest relations programs secara parsial mempunyai pengaruh paling besar terhadap tingkat kepuasan pengguna jasa pelayanan rawat inap pada Rumah Sakit Pertamina Cilacap yang dibuktikan dengan hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa koefisien jalur untuk  guest relations programs  sebesar 0,4298 lebih besar dibandingkan dengan koefisien jalur untuk physical facilities sebesar 0,2847 dan clinical quality assurance  sebesar  0,3403. Secara ekonomi dapat diartikan bahwa  guest relations programs  yang diperoleh pengguna pelayanan jasa secara langsung akan dapat berpengaruh pada kepuasan pasien sebesar 18,47 persen sedangkan pengaruh melalui hubungannya dengan  physical facilities sebesar 7,82 persen dan pengaruh melalui hubungannya dengan clinical quality assurance  sebesar  7,25 persen sehingga total guest relations programs akan dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pengguna pelayanan jasa rawat inap sebesar 33,54 persen.      Kata kunci:    physical facilities, guest relations programs, clinical quality assurance  Abstract Five criteria of service quality determinants are reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible in relation to satisfaction. In this study the author tries to use three variables expressed by Fish T. A, C. J Brown, K. Cannizaro and B. Naftal are physical facilities, guest relations programs and clinical quality assurance as variable determinant of patient satisfaction. Physical facilities, guest relations programs and clinical quality assurance jointly have a significant influence on the satisfaction of users of inpatient services at Pertamina Hospital Cilacap as evidenced by the results of calculations that show that F arithmetic of 103.7197 is greater than F table of 2.7253. 78,35 percent satisfaction level obtained by user of inpatient service at Pertamina Hospital of Cilacap influenced by the above variables, while the influence of other variable not examined to the satisfaction of user of service of inpatient at Pertamina hospital of Cilacap is equal to 46,53 percent. Guest relations programs partially have the most influence on the level of satisfaction of inpatient service users at Pertamina Hospital Cilacap as evidenced by the results of calculations indicating that the path coefficient for guest relations programs of 0.4298 is greater than the path coefficient for physical facilities of 0.2847 and clinical quality assurance of 0.3403. Economically, it can be interpreted that guest relations programs obtained by service users will directly affect the patient satisfaction of 18.47 percent while the influence through its relationship with physical facilities of 7.82 percent and the influence through its relationship with clinical quality assurance of 7.25 Percent so that total guest relations programs will be able to affect the user satisfaction rate of inpatient services by 33.54 percent.  Key words: physical facilities, guest relations programs, clinical Quality assurance

Page 1 of 1 | Total Record : 9