cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Social Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Research Report - Humanities and Social Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang sosial. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang sosial mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Managemen, Akuntansi, Ekonomi dan Studi Pembangunan, Hukum, Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, Hubungan Internasional dan Filsafat. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 (2015)" : 33 Documents clear
Analisis Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-PP) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kota Cimahi Tahun 2014 Maria Emelia Retno Kadarukmi; Ign. Denny Lesmana
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.71 KB)

Abstract

Setiap daerah dalam pengertian provinsi, kabupaten/kota di Indonesia melalui Dinas Pendapatan Daerah (DIPENDA)-nya mempunyai kewenangan untuk memungut pajak atas semua objek pajak yang ada di daerahnya. Hal tersebut juga berlaku untuk Kota Cimahi yang pembangunannya tampak semakin berkembang secara pesat seiring dengan berlakunya otonomi daerah.Dengan semakin berkembangnya Kota Cimahi dan semakin maraknya pembangunan perumahan di Kota Cimahi, menunjukan bahwa semakin banyak terjadi peralihan hak atas tanah dan bangunan, yang tentunya berdampak pada perolehan pajak, Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB) dan juga pada perolehan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-PP) bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cimahi. Pengalihan BPHTB dan PBB-PP menjadi pajak daerah tentunya berkaitan dengan kesiapan aparat/petugas pajak (Kota Cimahi) dalam menanggapinya dalam bentuk persiapan dan pelaksanaan pemungutan BPHTB dan PBB-PP tersebut.Dalam penelitian ini, akan diteliti berbagai persoalan (yuridis dan admistratif) yang muncul dalam persiapan dan pelaksanaan pemungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-PP) yang semula adalah pajak pusat, kemudian dialihkan menjadi pajak daerah, dengan lokasi penelitian di kota Cimahi.
TINJAUAN HISTORIS DAN FILOSOFIS TERHADAP PRINSIP-PRINSIP KOPERASI DAN CREDIT UNION Bernardus Ario Tejo Sugiarto
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.727 KB)

Abstract

Kesadaran manusia akan kemampuan dan kekuatan akal budinya pada abad XVIII mendorong perkembangan ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan akhirnya menciptakan berbagai macam teknologi yang dapat mempermudah proses kehidupan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini membawa dampak negatif juga bagi kehidupan sosial dan ekonomi manusia karena pemakaian teknologi di dunia industri memacu munculnya revolusi industri. Revolusi industri sangat mengunggulkan mesin-mesin industri sebagai pengganti tenaga-tenaga manual manusia. Revolusi industri membangkitkan sistem ekonomi kapitalisme liberal. Keuntungan ditempatkan di atas kemanusiaan. Sebagai kritik atas akibat yang terjadi, sistem ekonomi sosialisme lahir dengan mendasarkan diri pada pemikiran Marx.Di tengah persoalan sosial dan ekonomi akibat revolusi industri, gerakan koperasi lahir untuk menanggapi kebutuhan jaman. Gerakan koperasi tidak mendasarkan diri pada kapitalisme liberal sepenuhnya dan sosialisme sepenuhnya. Gerakan koperasi merupakan paduan kekuatan dari kedua sistem ekonomi ini. Gerakan koperasi ini diikuti oleh gerakan Credit Union. Gerakan Credit Union merupakan gerakan yang menterjemahkan prinsip-prinsip koperasi sebagai dasar kerjasama bidang keuangan. Tujuan gerakan ini adalah untuk melayani simpanan dan pinjaman para anggota yang tidak mempunyai akses ke bank. Sejarah membuktikan bahwa prinsip-prinsip koperasi yang menjadi dasar Credit Union dapat membantu para anggota untuk memperbaiki taraf kehidupan di tengah kesulitan sosial dan ekonomi yang melanda.Banyak sekali koperasi dan Credit Union telah berdiri di Indonesia tetapi tidak semuanya didasarkan pada prinsip-prinsip gerakan koperasi atau Credit Union. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk menelusuri secara historis dan filosofis prinsip-prinsip gerakan koperasi dan prinsip-prinsip gerakan Credit Union yang telah berkembang dalam sejarah. Dengan penelitian ini, peneliti berharap bahwa semakin banyak orang dapat mengenal prinsip-prinsip koperasi dan prinsip-prinsip Credit Union dan dapat menggunakannya untuk meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
PENCEGAHAN ANAK PUTUS SEKOLAH DAN PENGEMBALIAN ANAK PUTUS SEKOLAH KE BANGKU PENDIDIKAN DI WILAYAH CIDADAP Tutik Rachmawati; Susana Ani Berliyanti; Gina Ningsih Yuwono; Kristian Widya Wicaksono; Trisno Sakti Herwanto
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1800.344 KB)

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencapai enam hal. Pertama, peningkatan kesadaran para orang tua dan masyarakat akan pentingnya pendidikan. Kedua, Penguatan kelembagaan local tingkat kelurahan. Ketiga, mencegah anak putus sekolah, terutama mereka yang rawan DO baik karena pergaulan, lingkungan maupun kemiskinan. Keempat, mengembalikan anak putus sekolah ke bangku pendidikan, baik pendidikan formal ataupun Program Paket A, B, atau C. Kelima, membangun jejaring dengan LSM atau lembaga yang menangani Program Paket Pendidikan Luar Sekolah. Keenam, mengadvokasi lembaga pemerintah terkait (Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial) untuk menjamin hak anak dalam pendidikan termasuk didalamnya adalah pendidikan life skills bagi anak putus sekolah. Lokasi program pengabdian kepada masyarakat ini adalah Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kepada masyarakat, penguatan kelembagaan, training metode belajar untuk guru dan mahasiswa pendamping, pendampingan belajar bagi anak rawan DO, pendampingan anak putus sekolah untuk kembali ke sekolah, serta mediasi masyarakat dengan lembaga pemerintah dan NGO.
Analisis Struktural-Fungsional Model-model Kelembagaan Penyaluran Bantuan Pembangunan Internasional dari Emerging Economies Anggota G20 Yulius Purwadi Hermawan; Ratih Indraswari
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1959.46 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan analisis perbandingan struktur dan fungsi tiga model penyaluran bantuan pembangunan yang diadopsi oleh negara-negara ‘emerging economies’ anggota G20. Ketiga model tersebut adalah Model Development Assistance Committee (DAC), Model Arab dan Model Selatan-Selatan. Sebagai negara yang tergolong sebagai emerging economies, Indonesia memiliki kewajiban moral untuk membantu pembangunan di negara-negara berkembang, khususnya ‘low income countries’ (LICs). Kewajiban moral ini menjadi sangat penting terutama setelah Forum G20 menyepakati masuknya agenda pembangunan sebagai komitmen penting bagi anggota-anggota G20. Dibanding dengan ‘emerging economies’ lain, Indonesia dipandang relative belum siap menjadi ‘emerging donor’. Analisis ini akan membantu pemerintah untuk melihat model kelembagaan seperti apakah yang dipandang dapat diadopsi oleh pemerintah untuk merealisasikan komitmennya dalam G20. Penelitian ini sangat penting untuk membantu pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan pembentukan Indonesian Aid (suatu agensi khusus untuk penyaluran bantuan pembangunan ke mitra-mitra Indonesia. Penelitian ini juga sangat penting dalam dunia akademik untuk mengembangkan konsepsi peran emerging economies dalam proses tata kelola ekonomi global. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan memakai pendekatan struktural fungsional. Masing-masing model akan dilihat dan dibandingkan berdasarkan karakteristik struktur, fungsi dan kewenangannya; prinsip-prinsip dan pendekatan yang diadopsi; dan dilakukan assessment atas tingkat efektivitas pemanfaatannya.Kata kunci: Kerjasama Pembangunan Internasional, emerging economies, negaraBerkembang, G20
PERENCANAAN KEUANGAN UNTUK MEMASUKI MASA PENSIUN PADA KARYAWAN DI INSTITUSI PENDIDIKAN SWASTA X DI BANDUNG Ridwan Sundjaja; Vera Intanie Dewi; Felisca Oriana
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.965 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah Indonesia umumnya dan membantu masyakat khususnya dalam meningkatkan kesadaran keuangan/Financial Literacy dan juga membantu masyarakat dalam membuat perencanaan keuangan untuk mempersiapkan masa pensiun.Penelitian ini mengambil sampel dari karyawan sebuah institusi pendidikan swasta di Bandung.Sebanyak 52 responden. Dari hasil analisa diketahui bahwa tingkat kesadaran keuangan/financial literacy karyawan institusi pendidikan swasta X di Bandung ini cukup baik, yaitu sebanyak 73% responden membuat budget keuangan bulanan ,sebanyak 81% responden menabung setiap bulan, hanya sebesar 27% responden memiliki kartu kredit,serta hanya sebesar 31% responden yang mengikuti kegiatan arisan. Sedangkan untuk perencanaan dan pemahaman mengenai prinsip investasi , sebanyak 61% responden sudah mempunyai rencana keuangan jangka panjang, sebanyak 83% responden mengetahui adanya risiko dalam berinvestasi. Dari hasil simulasi yang dilakukan, dengan melakukan investasi secara teratur dan disiplin, ketika memasuki masa pensiun, responden dapat memiliki aset berupa emas atau tanah.
PENGARUH MODERNISASI DAN GLOBALISASI TERHADAP PEMAKNAAN NASIONALISME DI KALANGAN GENERASI MUDA KATOLIK Sylvester Kanisius Laku; Wilfridus Demetrius Siga
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.09 KB)

Abstract

Modernisasi dan globalisasi merupakan dua fenomena sekaligus realitas sosial-kultural yang tak terelakkan, yang mesti dihadapi oleh setiap individu, dari semua generasi manusia yang ada di muka bumi ini, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi memberikan dampak luar biasa terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat di dalam semua aspek kehidupan manusia, tak terkecuali dalam aspek nilai secara politik-historis, yaitu berupa semangat berkebangsaan dan berkenegaraan atau yang secara gampang disebut nasonalisme. Patut diduga bahwa telah terjadi pergeseran pemaknaan maupun praksis berbangsa dan bernegara yang lebih berorientasi pada berbagai aspek yang berciri global. Modernisasi dan globalisasi di satu sisi dipandang sebagai anugerah tak terelakkan bagi kemajuan dan kemuliaan manusia, tetapi di sisi lain dipandang sebagai ancaman bagi pertumbuhan rasa dan semangat berbangsa dan bernegara bagi masyarakat di sebuah negara. Tidak sedikit individu, termasuk di Indonesia, yang mengidentikkan dirinya dengan nilai-nilai maupun kultur global. Hal yang paling mengkhawatirkan bahwa ancaman tersebut paling terasa menerpa atau menyergap kesadaran generasi muda Indonesia. Merekalah generasi yang paling rentan terpapar pengaruh modernisasi dan globalisasi, baik langsung maupun tidak langsung. Sementara di pundak merekalah terletak masa depan bangsa dan negara Indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengemukakan atau membuktikan asumsi bahwa modernisasi dan globalisasi telah memainkan peran yang signifikan dalam mempengaruhi merosotnya nasionalisme, terutama di kalangan generasi muda. Hasil penelitian ini membuktikan hipotesis bahwa modernisasi dan globalisasi memainkan peranan dalam mempengaruhi pergeseran pemaknaan dan praksis nasionalisme di kalangan generasi muda Katolik, berdasarkan studi kasus atas generasi muda Katolik Paroki St. Martinus, tidak cukup kuat signifikansinya. Artinya, ada pengaruh terhadap pemaknaan nasionalisme, tetapi pengaruh tersebut sangat kecil dan belum terwujud dalam bentuk sistem keyakinan atau praksis hidup masing-masing individu. Responden mengakui bahwa mereka masih cukup setia dengan tradisi lokal, meskipun sebagian dari mereka menyatakan lebih memiliki orientasi pada hal-hal yang bersifat modern. Sebagian besar responden menyatakan bahwa modernisasi dan globalisasi tidak sampai mempengaruhi cara pandang atau cara berpikir mereka terhadap nasionalisme serta sikap maupun prilaku hidup mereka sebagai warga negara Indonesia. Sebagan besar juga menyatakan bahwa peran mereka sebagai generasi muda dalam memaknai nasionalisme harus selalu ditumbuhkan dan ditingkatkan demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MENABUNG MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH P.C Suroso P.C Suroso; Judith F. Pattiwael; Yodi Izharivan; Charvin Kusuma
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.449 KB)

Abstract

Definisi tabungan sebagai sisa pendapatan yang tidak dibelanjakan memastikan teori ekonomi yang menyatakan bahwa tabungan sangat dipengaruhi oleh pendapatan. Meskipun demikian, bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), ditemukan bahwa pendapatan bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi perilaku menabung. MBR juga diketahui menabung bahkan tidak signifikan dipengaruhi oleh pendapatannya. Berawal dari temuan tersebut, penelitian kali ini mencoba mengkaji apa saja yang menjadi motivasi MBR untuk menabung, dan bagaimana pola menabung mereka.Kata Kunci: Perilaku Menabung, Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
Diplomasi Publik dan Nation Branding Ratih Indraswari; Yulius Purwadi Hermawan
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.01 KB)

Abstract

Penelitian ini mencoba mengaplikasikan konsep diplomasi publik dan nation branding terhadap kegiatan diplomasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Akan digunakan lima pendekatan utama yang ditawarkan oleh Szondi terkait hubungan antara konsep diplomasi publik dan nation branding. Penelitian ini kemudian akan mencoba mengidentifikasi pendekatan yang sesuai dalam melihat upaya diplomasi Indonesia di dalam hubungannya dengan diplomasi publik dan nation branding.
KEUTAMAAN Kritik Teks Atas Naskah Sewaka Darma Yusuf Siswantara
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1805.616 KB)

Abstract

Mendalami budaya berarti juga mendalami kearifan lokal. Kearifan lokal tersimpan rapi dalam (salah-satunya) naskah kuno. Sebagai naskah kuno, Sewaka Darma menyimpan kearifan lokal, terkhusus keutamaan hidup.Sewaka Darma mengisahkan keutamaan hidup bukan sebagai semata-mata tatanan tingkah laku, tetapi sebagai cara bertindak demi tatanan spiritual zaman itu. Tatanan spiritual Sewaka Darma menjadi alas dan dasar bagi tindakan hidup. Kesempurnaan (moksa) menjadi tujuan, dan keutamaan menjadi sarananya. Apa tindakannya ditentukan oleh bagaimana pandangannya.Dengan jelas, Sewaka Darma menyimpan pesan bahwa keutamaan merupakan konsekuensi dari pandangan spiritual. Dari sini, penulis menelusuri metodologi pedagogi sebagai tuntutan ajaran keutamaan. Singkatnya, pandangan spiritual menentukan ajaran keutamaan dan ajaran keutamaan menentukan metodologi pedagogi. Titik akhir ini dirumuskan sebab konteks naskah Sewaka Darma adalah ajaran atau wejangan bagi seorang murid.
PENDIRIAN INKUBATOR BISNIS – TEKNOLOGI UNPAR Orpha Jane; Budi Husodo Bisowarno; Ceicalia Tesavrita; Maria Widyarini
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.754 KB)

Abstract

UNPAR, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi, aktif ambil bagian dalam pemberdayaan kewirausahaan, melalui pendirian Center of Excellence (COE) Small and Medium Enterprises (SME) yang bertujuan menfasilitasi berbagai upaya pengembangan dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Selain pendirian COE SME, pada dasarnya kontribusi UNPAR tercermin dari penyelenggaraan mata kuliah Kewirausahaan, Teknopreneurship dan Simulasi Bisnis di beberapa Jurusan yaitu Administrasi Bisnis, Manajemen, Teknik Kimia dan Teknik Industri. Melalui kuliah-kuliah tersebut terlahir pelaku usaha muda di berbagai bidang. Selama ini, orientasi mata kuliah tersebut hanya semata-mata berorientasi pada pengetahuan, sehingga kesinambungan bisnis yang sudah digagas dari para peserta tidak disiapkan secara terstruktur. Oleh karenanya dibutuhkan sebuah wadah untuk membantu mahasiswa yang betul-betul ingin menjalankan bisnisnya secara terstruktur dan profesional. Wadah ini disebut dengan Inkubator Bisnis Teknologi (IBT). Berbagai kegiatan dalam rangka pendirian IBT di tingkat universitas sudah dilakukan, dan diperoleh hasil berupa pendirian IBT di awal tahun 2016. Sebagai salah satu tindak lanjut dari program pengabdian ini adalah, pengajuan Proposal untuk Hibah Pengabdian kepada Masyarakat DIkti tahun 2016 guna mendukung operasional dari IBT yang dimaksud. Pengajuan co-worker space sebagai salah satu syarat pelaksanaan IBT akan diajukan kepada pihak universitas di awal tahun 2016. Perlunya sinergi antar program studi, terutama yang menyelenggarakan mata kuliah kewirausahaan mulai dilakukan lewat diskusi bersama dengan prodi yang dimaksud.

Page 1 of 4 | Total Record : 33