cover
Contact Name
Sularno
Contact Email
soelarno@unidha.ac.id
Phone
+6281377008616
Journal Mail Official
jurnal.ittc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bhakti Abri, Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Religion and Social Community
ISSN : -     EISSN : 30640326     DOI : https://doi.org/10.62379/jrsc
Journal of Religion and Social Community - JRSC (E-ISSN : 3064-0326) is a double-blind peer-reviewed international journal published by Global Scients Publisher . The journal publishes research articles, conceptual articles, reports field studies and book reviews of islamic studies (See Focus and Scope). The articles of this journal are published in january, April, Juli and October (4 issues per year). JRSC provides an internationally forum for research on interdisciplinary religious and social community studies, religion, and Islamic thought. Taking an expansive view of the subject, the journal brings together all displinary perspectives. It publishes peer-reviewed articles on the philosophical, historical, cultural, political, social groups, literacy, artistic, and other aspects in all times and places.
Articles 53 Documents
Living Qur’an dalam Media Sosial: Resepsi Al-Qur’an dalam Film Animasi Upin & Ipin Iqra’ Episode Surah Al-Falaq Fikri, Ahmad
Journal of Religion and Social Community | E-ISSN : 3064-0326 Vol. 2 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the reception of the Qur'an in the animated film Upin & Ipin IQRA' episode “Surah Al-Falaq” as a form of Living Qur'an practice in digital media. Using a qualitative approach through literature review and content analysis, this study employs Ahmad Rafiq's theory of Qur'anic reception, which divides reception into exegetical, aesthetic, and functional aspects. The results show that this episode, produced by Les' Copaque Production, displays aesthetic reception through the visualization of the mushaf, recitation, and verse subtitles; exegetical reception through explanations of the meaning and stories of the Prophet related to the context of the surah; and functional reception through the practice of Surah Al-Falaq as a prayer for protection. Substantively, the message presented is in line with the interpretations in Tafsir Al-Qur'an Al-'Adzhim, Fi Zhilalil Qur'an, and Tafsir Al-Misbah, so that this film represents the transformation of theological messages from interpretive texts to a communicative visual medium without losing the substance of tawhid and its spiritual protection values.
Transformasi Makna Festival Tabut: Dari Ritual Peringatan Keagamaan Menjadi Komoditas Budaya di Bengkulu Atentri Melza; Melli Rahmawati; Dina Maharani; Dewi Permata Kusumaningati; Erli Anggraini Putri
Journal of Religion and Social Community | E-ISSN : 3064-0326 Vol. 2 No. 4 (2026): April - Juni
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Festival Tabut di Bengkulu mengalami transformasi makna yang signifikan, dari ritual sakral peringatan wafatnya Husein bin Ali menjadi perayaan budaya dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran fungsi tersebut beserta faktor yang memengaruhinya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi ini didorong oleh kebijakan pemerintah dalam menjadikan Tabut sebagai agenda pariwisata nasional dan identitas daerah. Proses desakralisasi dan komodifikasi budaya mengubah fokus kegiatan yang semula bersifat esoteris-religius menjadi tontonan publik yang berorientasi ekonomi. Meskipun aspek ritual inti tetap dijaga oleh Kerukunan Keluarga Tabut (KKT), dominasi hiburan dan festival dalam perayaan ini cenderung mengaburkan nilai spiritual aslinya. Simpulannya, transformasi ini merupakan bentuk adaptasi tradisi terhadap modernitas yang memberikan dampak ekonomi positif, namun di sisi lain menantang kelestarian makna filosofis mendalam dari tradisi tersebut.
Tanggung Jawab Mahasiswa Kristen Dalam Menjaga Lingkungan Sebagai Perwujudan Iman Kepada Allah Rey William Tambun; Amos Gultom; Yuliaman Bawamenewi; Jian Sitanggang; Lilis Sagita Manik
Journal of Religion and Social Community | E-ISSN : 3064-0326 Vol. 2 No. 4 (2026): April - Juni
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan hidup merupakan bagian penting dari ciptaan Allah yang menopang kehidupan manusia. Dalam perspektif iman Kristen, manusia tidak hanya diberi kesempatan untuk memanfaatkan alam, tetapi juga memperoleh mandat untuk merawat dan memeliharanya. Artikel ini bertujuan menjelaskan tanggung jawab mahasiswa Kristen dalam menjaga lingkungan sebagai wujud iman kepada Allah. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa mahasiswa Kristen pada umumnya telah memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi penerapannya masih menghadapi beberapa hambatan, seperti rendahnya kesadaran pribadi, kebiasaan kurang disiplin, serta keterbatasan fasilitas kebersihan. Bentuk tanggung jawab yang dapat dilakukan mahasiswa antara lain membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat air dan listrik, serta membangun kebiasaan hidup bersih di kampus, tempat tinggal, dan gereja. Dengan demikian, kepedulian terhadap ekologi bukan hanya tindakan sosial, melainkan juga perwujudan iman yang nyata melalui sikap menghargai ciptaan Allah dan peduli terhadap sesama.