cover
Contact Name
Hanifah Hikmawati
Contact Email
hanifah@iaingawi.ac.id
Phone
+6285731628908
Journal Mail Official
almabsut@iaingawi.ac.id
Editorial Address
Krajan Selatan, Rt.03/Rw.13, Watualang, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : 20893426     EISSN : 2502213X     DOI : 10.56997/almabsut
Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan Sosial is a journal managed by IAI Ngawi. In addition, the Al-Mabsut journal has two printed and online versions (ISSN:2089-3426 - E-ISSN: 2502-213X). Al-Mabsut is a journal that contains the study of Islamic and Social sciences. Studies that concentrate on the Islamic sciences (Aqidah, Sufism, Tafsir, Hadith, Usul Fiqh, Fiqh and so on) and also contain studies of politics, economics, law, education, history, culture, health, science and technology associated with Islam both in its normative dimensions (as doctrines and teachings) as well as in its historical dimensions (Muslim culture, Muslim communities, Islamic institutions and so on. Currently, Al-Mabsut journal gets SINTA 5 Accreditation based on Certificate Number 85/M/KPT/2020. All manuscripts submitted to the editorial board will be reviewed by the reviewer and the selection of manuscripts is based on considerations of writing quality, originality, and contribution to science.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2018): SEPTEMBER" : 15 Documents clear
HUBUNGAN AL-MASHLAHAH AL-MURSALAH DALAM PENETAPAN HUKUM ISLAM Sya’idun Sya’idun
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 12 No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v12i2.315

Abstract

AbstrakAl-mashlahah al-mursalah merupakan salah satu metode dalam penetapan hukum Islam yang kasusnya tidak di atur secara eksplisit dalam al-Qur’an dan Hadits, dengan metode bistinbath lebih menekankan pada kemaslamat uamat secara langsung.Imam Malik memberikan beberapa syarat untuk mengunakan metode istinbath ini yakni; pertama mashlahah tersebut bersifat reasonable(ma’qul) dan relevan(munasib) dengan kasus hukum yang ditetapkan. Kedua, sesuatu yang dharuri dan menghilangkan kesulitan(raf’ul haraj), dengan cara menghilangkan masyaqqah dan mudharat. Ketiga, mashlahah tersebut harus sesuai dengan maksud disyari’atkan (maqashid al-syari’ah) juga tidak bertentangan dengan dalil syara’ yang qath’i.Dengan al-mashlahah al-mursalah sangat efektif dalam menjawab berbagai persoalan dan perkembangan baru yang di timbulkan dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Baik itu dalam penetapan hukum terhadap maslah-malsah baru yang belum ada ketentuan hukumnya.maupun menetapkan hukum baru guna mengantikan ketentuan hukum lama yang tidak sesuai lagi dengan keadaan, situasi, kondisi dan kemaslahatan manusia pada zaman sekarang.Metode ini sangat efektif kita gunakan dalam melakukan pembaharuan hukum Islam yang berarti gerakan Ijtihad dalam menetapkan hukum yang mampu menjawab permaslahan dan perkembangan baru yang di timbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan.Dalam rangka pembaharuan hukum Islam mesti dilakukan dengan tetap tidak mengindahkan rambu-rambu, dan pelakunya harus memenuhi kualifikasi sebagai fiqh/ mujtahid. Kata Kunci : Al-Mashlahah Mursalah, Penetapan Hukum Islam
OBSERVASI DAN OBSERVATORIUM (Peluang dan Tantangan Rukyatul Hilal di Indonesia) Nihayatur Rohmah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 12 No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v12i2.316

Abstract

ABSTRAKRukyat merupakan suatu proses pengamatan/observasi yang tergolong sangat membutuhkan persiapan serta mata yang terlatih karena melihat hilal yang redup dalam skala waktu singkat dengan langit latar belakang yang relatif masih terang sangat membutuhkan linearitas deteksi yang memadai. Kiranya jelas bahwa rukyat yang tidak lain merupakan observasi astronomi adalah proses yang hendaknya juga memanfaatkan kemajuan teknologi. Maka observatorium sebagai salah satu sarana para astronom muslim dalam pengamatan hilal hendaknya memperhatikan hal-hal yang dapat menunjang keberhasilan rukyat dengan alat. Tersedianya berbagai tempat penelitian astronomi (observatorium) merupakan syarat utama bagi terciptanya kemajuan ilmu tersebut.Jangan harap suatu Negara dapat mengalami perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat jika tidak menyediakan lembaga penelitian yang memadai. Umumnya ketetapan kebolehnampakan hilal didasarkan pada tinggi bulan, beda azimuth dan umur bulan. Akan tetapi faktor penentu seperti kondisi atmosfer di sekitar tempat pengamatan perlu diperhatikan.Keberhasilan pengamatan benda langit umumnya sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer khususnya kondisi cuaca yang dipengaruhi oleh unsur-unsur tekanan udara, suhu udara, kelembaban udara, polusi udara, arah dan kecepatan angin yang menyebabkan terjadinya fenomena cuaca seperti hujan, kabut dan lain-lain. Fenomena tersebut akan mempengaruhi jarak pandang secara mendatar atau terhalangnya benda langit yang dilihat oleh seseorang. Faktor yang tak kalah pentingnya selain alat yang melengkapi observatorium adalah sumber daya manusia yang memiliki wawasan astronomi luas dan mendalam, serta kemampuan yang memadai dalam elektronika modern dan piranti lunak maupun keras dari komputer. Kata kunci; Observasi, Observatorium, Hilal
PENYIMPANGAN PERILAKU TOKOH DALAM NOVEL “LELAKI TERINDAH” KARYA ANDREI AKSANA (Telaah Sosiologi Dan Psikologi) Eko Prasetyo
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 12 No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v12i2.327

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Tokoh dan penokohan dalam novel “Lelaki Terindah” Karya Andrei Aksana. (2) Latar sosial tokoh dalam novel “Lelaki Terindah” karya Andrei Aksana dari pandangan sosiologi, dan (3) Perilaku menyimpang tokoh utama dalam novel “Lelaki Terindah” karya Andrei Aksana  dari pandangan psikologi. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode pengumpulan data yang bersifat non interaktif. Metode non interakitif ini meliputi kuisioner, mencatat dokumen atau arsip (content analysis), dan juga observasi tak berperan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah  novel “Lelaki Terindah” karya Andrei Aksana dan buku-buku sosiologi dan psikologi yang terkait. Hal ini bertujuan untuk mengungkap  kepribadian  Rafky  dan Valent sebagai  tokoh  dalam  novel  Lelaki  Terindah dan  faktor yang menyebabkan dua tokoh  tersebut  memiliki  kelainan  seksual,  yakni menjadi homoseksual. Berdasarkan tujuan tersebut, metode yang digunakan untuk mengetahui kepribadian dan  faktor  penyebab  Rafky  dan  Valent  menjadi  homoseksual  adalah  metode sosiologi sastra dan psikologi  sastra. Hasil yang dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah (1) Analisis unsur instrinsik mengenai tokoh peneliti menemukan bahwa, tokoh utama novel  “Lelaki Terindah” karya Andrei Aksana ini adalah Rafky dan Valent. Adapun tokoh bawahannya yang berperan membangun, mengembangkan dan mampu menimbulkan konflik terhadap tokoh utama terhadap jalan ceritanya adalah Janita, Rhea, Kinan, Raina,  Kahfi,  Dokter  Julian,  gadis  penghibur  di  Thailand,  dan  petugas wanita counter penerbangan di bandara. (2) Latar sosial tentang kaum minoritas khususnya homoseksual dan, (3) Penerapan pola asuh kurang tepat kedua orang tua baik Rafky maupun Valent yang menyebabkan mereka menjadi  homoseksual. Tuntutan yang berlebihan kepada anak membuat anak merasa tidak nyaman dan pola asuh yang benar dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Jika salah satu orang tua tidak ada dan pola asuh yang diberikan salah, maka akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi tidak wajar. Anak akan memiliki kepribadian dan perilaku  seksual yang berbeda dari anak normal lainnya. Kata kunci:  perilaku menyimpang, Novel Lelaki Terindah, sosiologi, psikologi.
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN MANAJEMEN MUTU TERPADU DI SMA MUHAMMADIYAH 2 NGAWI Sadiran Sadiran
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 12 No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v12i2.330

Abstract

AbstrakDalam perspektif Total Quality Management atau Manajemen Mutu Terpadu (selanjutnya disebut MMT), peningkatan mutu lembaga harus berasal dari pimpinan, sebagaimana diungkapkan oleh Edward sallis, “leadership and commitment to quality must come from the top. all model of quality emphasize that without the drive of senior management quality inisiative will be short-lift. (Kepemimpinan dan komitmen terhadap mutu harus datang dari atas. Seluruh tokoh mutu menekankan bahwa tanpa dukungan dari manajemen senior, maka sebuah inisiatif mutu tidak akan bertahan hidup).    Penerapan Manajemen Mutu Terpadu (MMT) dalam pendidikan sejak lama telah diawali dari negara-negara maju, seperti Amerika (1990), jepang dan negara-negara maju lainnya. Meski pada awalnya banyak dari pakar pendidikan yang meragukan tentang keberhasilan MMT di dunia pendidikan, namun keraguan ini tertepis setelah adanya hasil dengan meningkatnya mutu pendidikan dengan penerapkan MMT. Penelitian yang penulis laksanakan di SMA Muhammadiyah 2 Ngawi menunjukkan hasil tentang Implementasi Kepemimpinan Manajemen Mutu Terpadu melalui beberapa tahap sebagai berikut: (1) Perumusan Konsep Mutu Terpadu di SMA Muhammadiyah 2 Ngawi meliputi perumusan visi, misi dan tujuan sekolah. (2) Mengidentifikasi urusan-urusan (fungsi-fungsi) untuk mencapai tujuan. (3) Menentukan alternative langkah-langkah pemecahan masalah yang dihadapi. (4) Menyusun rencana program peningkatan mutu. (5) Sosialisasi Konsep Mutu Terpadu Kepada seluruh pegawai. (6) Penerapan pada pelayanan (service), proses (process), produk (product), Sumber daya manusia (human resourcess), lingkungan. (7) Penerapan strategi peningkatan mutu pendidikan sekolah standar nasional di SMA Muhammadiyah 2 Ngawi meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan.Kata Kunci :  Kepemimpinan Manajemen Terpadu, Mutu Pendidikan Sekolah.
INSTRUMEN DAKWAH MENURUT JALALUDDIN RAKHMAT Mudrik Al Farizi
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 12 No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v12i2.331

Abstract

Abstrak Islam sebagai agama dakwah mewajibkan setiap pemeluknya untuk berdakwah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Lebih jelasnya setiap anak Adam yang beragama Islam (muslim) tak terkecuali, sesungguhnya adalah juru dakwah yang mengemban tugas untuk menjadi teladan moral di tengah masyarakat yang kompleks dengan persoalan-persoalan kehidupan. Tugas dakwah yang demikian berat dan luhur itu mencakup pada dua aspek yaitu amar ma’ruf dan nahi munkar (mengajak pada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran). Dalam buku Agama dan Analisis Sosial, Roland Roberston mengatakan bahwa agama adalah benteng moralitas bagi umat, karena lewat agama diatur bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia dan antar umat manusia dengan Tuhanya. Seperti juga dalam agama Islam, agama adalah petunjuk bagi manusia agar manusia senantiasa terkontrol dalam tingkah laku yang luhur, saling menghormati, memahami, mengasihi, dan mencintai kehidupan sesama.Jalaluddin lebih mendahulukan akhlak ketimbang yang lain. Pertama adalah, bahwa perhatian umat terhadap fiqih sudah terlalu dalam. Banyak organisasi keagamaan didirikan atas dasar fiqih. Sebagai contoh beberapa organisasi keagamaan di Indonesia seperti Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam, al-Irsyad, dan lain-lain banyak dilatarbelakangi oleh perbedaan pemahaman fiqih pada pendirinya. Kedua, kebenaran yang ditawarkan fiqih, seperti yang diklaim sejumlah pengikut fanatiknya, lebih bersifat tunggal (meskipun fiqih sendiri sejatinya bersifat plural). Paradigma fiqih menganjurkan untuk menunggalkan mazhab. Dari sinilah tercipta kristalisasi pendapat ulama fiqih yang mengarah pada pengkudusan dan sakralisasi pemikiran (taqdis al-afkar). Fiqih diangkat dari pendapat para ulama ke satu tingkat sejajar dengan al-Quran dan Sunnah. Fiqih yang sangat manusiawi serkarang memiliki status ilahi—suci, tak boleh dibantah, dan pasti benar. Dari situ muncullah keinginan untuk menyatukan mazhab. Ketiga, (akibat dari dua faktor pertama) muncul pertentangan dan perpecahan di kalangan umat Islam akibat dari ketatnya pola pemahaman fiqih di antara mereka. Sakralisasi pemikiran ulama fiqih berujung pangkal pada munculnya perseteruan hebat antara kelompok umat (Islam) yang satu dengan yang lain. Kata Kunci : Dakwah dan Jalaludin Rakhmat

Page 2 of 2 | Total Record : 15