cover
Contact Name
Abdullah Maulani
Contact Email
jmanuskripta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jmanuskripta@gmail.com
Editorial Address
Gedung VIII Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok 16424 Jawa Barat
Location
,
INDONESIA
MANUSKRIPTA
ISSN : 22525343     EISSN : 23557605     DOI : https://doi.org/10.33656/manuskripta
MANUSKRIPTA aims to provide information on Indonesian and Southeast Asian manuscript studies through publication of research-based articles. MANUSKRIPTA is concerned with the Indonesian and Southeast Asian manuscript studies, the numerous varieties of manuscript cultures, and manuscript materials from Southeast Asian society. It also considers activities related to the care and management of Southeast Asian manuscript collections, including cataloguing, conservation, and digitization.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2017): Manuskripta" : 7 Documents clear
The Serat Samud Within and Beyond Javanese Palace Circles Ricci, Ronit
Manuskripta Vol 7 No 2 (2017): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v7i2.83

Abstract

This paper discusses about Javanese text Serat Samud or Suluk Samud. The story tells about Jewish scholar, Samud Ibnu Salam who make some dialogues with prophet Muhammad. It was translated from Arabic into Javanese since 17c. There are many versions in archipelago, include Malay, Bugis, Arabic and Makassar. If its compared with another textual traditions, and this can be understood as evidence that Serat Samud indeed is considered important by the community of Java in the past. The text copied and read in the Javanese court, including the Palace of Surakarta and Pakualaman duchy. From the other side, its clear that the text copied outside palace, like in village and pesantren. This paper will formulate our ideas about presence or absence of boundaries between inside and outside of the palace of Java in the eighteenth and nineteenth centuries. === Artikel ini membicarakan teks Jawa yang berjudul Serat Samud atau Suluk Samud. Cerita teks ini mengenai seorang pandhita Yahudi bernama Samud Ibnu Salam yang berdialog dengan Nabi Muhammad. Cerita ini diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa sekitar abad ke-17, kiranya dari bahasa Arab. Di Nusantara terdapat banyak versi, termasuk dalam bahasa Melayu, Bugis, Arab dan Makassar, dan ini bisa dipahami sebagai bukti bahwa Serat Samud memang dianggap penting oleh masyarakat Jawa di masa lampau. Serat Samud disalin dan dibaca di lingkungan istana Jawa, termasuk Keraton Surakarta and Kadipaten Pakualaman. Dari sisi lain, jelas juga bahwa banyak naskah Serat Samud disalin di luar keraton dan istana, di desa dan di pesantren. Tulisan ini merumuskan ide-ide kita mengenai ada tidaknya semacam batasan antara keraton dan non-keraton di Jawa selama abad kedelapan dan kesembilan belas.
Dari Pdf Ke Flipping Manuscript: Upaya Kemas Ulang Hasil Katalogisasi Naskah Kuno Melayu di Provinsi Riau Sudiar, Nining; Mafar, Fiqru; H, Rosman
Manuskripta Vol 7 No 2 (2017): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v7i2.84

Abstract

This paper explains recreated old manuscript in flipping form. It is manuscript from digitalization result in research of cataloging and conserving Malay manuscript in Riau Province in first year. Generally, digitizing result will produce digital files in portable document format (.pdf). Basically, type of this file is general form in digitizing process. But, digitizing result in this form has not attractive view for young generation. And flipping form is one of the solution of this problem. It aims to give best and attractive experience for reading manuscript. This method can produce an digitizing result of Malay manuscript with flipping effect delightly. === Artikel ini membahas tentang kemas ulang naskah kuno dalam bentuk flipping. Naskah kuno yang konversikan ke dalam bentuk flipping adalah naskah kuno hasil digitalisasi dalam penelitian Katalogisasi dan Konservasi Naskah Kuno Melayu di Provinsi Riau pada tahun pertama. Pada umumnya, hasil digitalisasi naskah kuno akan menghasilkan file digital dalam bentuk *pdf. Pada dasarnya jenis file ini merupakan jenis file yang paling umum digunakan dalam proses digitalisasi. Namun, hasil digitalisasi dalam bentuk *pdf memiliki tampilan yang monoton dan kurang menarik bagi generasi masa kini. Solusinya, guna memberikan pengalaman membaca naskah digital yang lebih menyenangkan, hasil digitalisasi dikonversikan ke dalam bentuk flipping. Melalui metode ini mampu menghasilkan sebuah hasil digitalisasi naskah kuno Melayu dengan efek flipping yang lebih menyenangkan.
Wawacan Pandita Sawang sebagai Naskah Keagamaan: Tinjauan Kedudukan dan Fungsi Suherman, Agus
Manuskripta Vol 7 No 2 (2017): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v7i2.85

Abstract

Religious matter always comes in every part of life as one of basic human needs, include its also recorded in old manuscripts. Wawacan Pandita Sawang (WPS) is one of manuscript which contains religious values (Islam). With analytic descriptive approach, this paper reveals religous values which contained in WPS. Furthermore, this paper also discusses about philologycal matter around, like copying, spreading manuscript, and its position and story function. Based on analytical result, WPS is very full of religious values with basics material of Islam. It starts from self-understanding through process of creation, maternity, death, principles of Islam, and wudhu. Pupuh poemis used to present religious values in this manuscript. So, besides as advices, it also provide a sense of entertainmentthrough wawacan rebound. === Sebagai salah satu kebutuhan dasar, masalah keagamaan senantiasa hadir dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk terekam dalam naskah-naskah kuna. Wawacan Pandita Sawang (WPS) merupakan salah satu naskah Sunda kuna yang berisi tentang keagamaan (Islam). Dengan menggunakan metode analisis deskriptif, tulisan ini mengungkap nilai-nilai keagamaan yang terkandung dalam naskah WPS. Selain itu tulisan ini juga disertai pembahasan seputar permasalahan filologis yang melingkupinya: penyalinan atau penyebaran naskah, serta kedudukan dan fungsi cerita. Berdasarkan hasil analisis, WPS sangat sarat dengan nilai-nilai keagamaan dengan cakupan materinya sangat mendasar. Diawali dari pemahaman diri melalui proses penciptaan (dalam kandungan), kelahiran, kematian, ritual rukun Islam, dan wudhu. Penghadiran ajaran agama dalam naskah ini dikemas dalam bentuk puisi pupuh, sehingga kedudukan dan fungsinya di samping sebagai ajaran atau petuah, juga memberikan rasa hiburan melalui lantunan tembang wawacan.
Pujangga (Kraton) Jawa Vs Agen dalam Pandangan Bordieu Wulandari, Arsanti
Manuskripta Vol 7 No 2 (2017): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v7i2.86

Abstract

Generally, among the Javanese kingdom, there are poets who are employed specifically to produce texts or engage in the process of creating texts within the palace. These poets are the "hands" of the Kings to write down a story, advice or teachings that the King will pass on to his children or citizens. Furthermore, the texts produced are often anonymous. This indicates that writers and copywriters are still just behind the scenes. This paper will discuss the phenomenon and compare it with Bordieu's concept of agent concept which he thinks is highly influenced by habitus, capital, and strategy so that it affects the author's position and legitimacy of the results in the literary arena. This article makes the text SB 169: Babad Ngayogyakarta HB IV-V written by Tumenggung Sasra Adipura in 1869 and has been copied back in 1881 by Carik Sastra Pratama Nom, son of Patma Pratama, as the main corpus which comparated with Bordieu's concept. === Pada umumnya, di kalangan kerajaan Jawa terdapat pujangga yang dipekerjakan khusus untuk memproduksi teks atau terlibat dalam proses penciptaan teks di lingkungan istana. Pujangga-pujangga inilah yang menjadi “tangan” para Raja untuk menuliskan sebuah cerita, nasehat atau ajaran yang akan disampaikan Raja kepada anak-anaknya ataupun warganya. Lebih lanjut, teks-teks yang dihasilkan seringkali anonim. Hal ini mengindikasikan penulis dan penyalin naskah masih sekedar berperan di belakang layar. Makalah ini akan membahas fenomena tersebut dan membandingkannya dengan konsep Bordieu tentang konsep agen yang menurutnya sangat dipengaruhi oleh habitus, modal, dan strategi sehingga berdampak pada posisi pengarang dan legitimasi hasilnya dalam arena sastra. Artikel ini menjadikan teks SB 169: Babad Ngayogyakarta HB IV-V yang ditulis oleh Tumenggung Sasra Adipura pada tahun 1869 dan telah disalin kembali pada tahun 1881 oleh Carik Sastra Pratama Nom anak dari Patma Pratama sebagai korpus yang dibandingkan dengan konsep Bordieu.
Unsur Fotografis dalam Digitalisasi Naskah Klasik: Pengalaman Puslitbang Lektur Keagamaan Firmanto, Alfan
Manuskripta Vol 7 No 2 (2017): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v7i2.87

Abstract

People manuscript consevation should be proirity if we look at their condition now. If everlasting manuscripts happened, it will opens all resources for researching and increasing knownledge. Digital manuscript photography is one of easier things to help manuscript conservation. It will use digital camera and computer to re-construct manuscript's text. This method gives more benefits and eminents than analog manuscript conservation, such as it will be easier to use, cheaper to do, and it doesn't need big space to save it. This paper aims to explain digital manuscript conservation approach based on Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Balitbang dan Diklat Ministry of Religious Affair Republic Indonesia's experiences. by means of sharing this our experiences in digital manuscript conservation around Indonesia, it will be a sharing information and finally digital manuscript conservation will have an guidelines to digitize manuscripts all around Indonesia. === Konservasi naskah klasik yang ada di masyarakat sangat mendesak untuk segera dilakukan mengingat kondisinya saat ini. Jika kelestarian naskah terjadi akan dapat membuka akses bagi penelitian dan pengkajian. salah satu hal yang paling mudah dan murah dilakukan dalam konservasi naskah klasik adalah melalui digital. Konservasi naskah klasik melalui foto digital dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informatika, melalui komputer dan kamera digital. metode konservasi seperti ini memberikan beberapa keuntungan dan kelebihan dibandingkan dengan konservasi non digital (analog), antara lain dari segi alat dan pemanfaatan, lebih mudah dan murah, dari sisi penyimpanan tidak memerlukan ruang yang besar. Makalah ini bermaksud menjelaskan metode konservasi naskah klasik yang yang paling mudah melalui teknologi fotografi digital, berdasar pengalaman Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Dengan membagi pengalaman dalam hal digitalisasi naskah-naskah di seluruh Indonesia, diharapkan dapat membagi pengetahuan yang pada akhirnya dapat dibuat sebuah standar dan pedoman yang seragam dalam kegiatan digitalisasi naskah-naskah klasik di seluruh Indonesia.
Kesejarahan Desa-Desa Pesisir dalam Serat Sindujoyo Mashuri, Mashuri
Manuskripta Vol 7 No 2 (2017): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v7i2.88

Abstract

This paper reveals historical aspect of villages in Serat Sindujoyo. This manuscript is old manuscript which contains traditional Javanese history. There are mystical and historical aspect in it, although it does not discuss about Javanese kings history and sovereign as power legitimacy and the central cities of the kingdom to affirm central of power, instead tells the story of people's journey. This manuscript is codex unicus. The study uses three teories; phyology, history, and deconstruction approach. With focus on historical aspect and understanding the unique of traditional history through considerating with another history sources and literatures, noted that time period of Sindujoyo's life and historical aspect of Sindujoyo who builds villages in north coast of Gresik and another villages along the conflict that occured in several capital cities. Etnocultural content of Serat Sindujoyo reveals history of people's mentality in coastal village at Sindujoyo's period and their development as coastal villages with their characteristic. === Kajian ini mengungkap kesejarahan desa-desa pesisir dalam Serat Sindujoyo. Serat ini merupakan naskah kuno pesisir yang mengandung historiografi Jawa tradisional. Di dalamnya terdapat aspek mitis dan historis meskipun tidak berbicara tentang sejarah raja-raja dan penguasa sebagai alat legitimasi kekuasaan dan kota-kota pusat kerajaan untuk meneguhkan sentral kekuasaan, alih-alih mengisahkan perjalanan hidup orang biasa dan pendirian beberapa desa. Naskah ini termasuk naskah tunggal. Kajian menggunakan tiga teori, yaitu filologi, sejarah, dan dekonstruksi. Dengan bertumpu pada aspek historis dan pemahaman pada kekhasan historiografi tradional lewat perbandingan dengan sumber sejarah lainnya dan literatur sejarah, diketahui kisaran waktu semasa hidup Sindujoyo dan kesejarahan Sindujoyo mendirikan desa-desa di pesisir utara Gresik dan beberapa desa lainnya seiring kancah konflik beberapa pusat kekuasaan. Kandungan etnokultural Serat Sindujoyo dapat menguak sejarah mentalitas masyarakat pesisir pada masa Sindujoyo hidup dan perkembangannya sebagai desa nelayan dengan ciri khas pesisiran.
Menguak Sejarah Bangsa Lewat Titimangsa Naskah Agustina, Diah Ayu
Manuskripta Vol 7 No 2 (2017): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v7i2.89

Abstract

Memperkirakan Titimangsa Suatu Naskah

Page 1 of 1 | Total Record : 7