Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak
The scope of Martabat: Journal of Women and Children includes research on violence against women and children, the roles, empowerment, and existence of women from various perspectives, gender equality, child education, child psychology, and child development.
Articles
135 Documents
KONSTRUKSI SOSIAL MEKANISASI ATAS BURUH PEREMPUAN TANI DI PEDESAAN
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21274/martabat.2017.1.2.197-218
In rural areas, traditionally female farmers have an important role in production, particularly during the harvest season and growing season. Women farmers, feed their families by getting jobs during the harvest. During the harvest period it has received significant income for women farmers in their households. In the agricultural tradition, the role of women farmers is very important, not only their length of work, but also their intensity. But since the Green Revolution and the mechanization, newly introduced rice and systematic types of technology have ignored and displaced the roles and jobs of women farmers. The inclusion of the technology created is easy to be controlled by male farmers, then the process of eviction of women peasants was inevitable avoid. Keywords: Social Construction, Mechanization, Women Farm Laborers
DAMPAK POLA ASUH IBU SEBAGAI TENAGA KERJA WANITA (TKW) TERHADAP KEPRIBADIAN REMAJA
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21274/martabat.2017.1.2.219-244
Abstrak Pada dasarnya penilaian kasih sayang kedua orang tua dapat terlihat jelas dari pola asuh yang diberikan kepada anak-anaknya. Seberapa besar rasa peduli orang tua terhadap perkembangan jiwa seorang anak dapat tercermin dari perlakuan yang diberikan orang tua kepada anak, sehingga terbentuklah kepribadian seorang anak tersebut. Pola asuh terhadap anak dapat berhasil secara maksimal, apabila orang tua memiliki gaya pola asuh yang tepat. Gaya pola asuh yang digunakan orang tua dalam mendidik anak menjadi faktor utama yang menentukan karakter dan kepribadian seorang anak. Anak yang mendapatkan pola asuh yang salah akan cenderung menjadi pribadi yang negatif. Sebaliknya, anak yang mendapatkan pola asuh yang benar sesuai kebutuhan anak akan cenderung menjadi pribadi yang positif. Seorang ibu menjadi TKW tidak menjadi penghalang seorang anak untuk mendapatkan pengasuhan dari ibu mereka masing-masing. Keadaan ini menjadikan subyek sebagai individu yang bertanggungjawab dan menyukai kehidupan sosial. Dukungan dan nasehat dari orang tua sangat berperan penting dalam keberhasilan remaja untuk menentukan peran yang tepat, sehingga masa ini dapat terlewati dan membentuk kepribadian yang positif pada diri remaja. Kata Kunci : Pola Asuh, TKW, Kepribadian, Remaja.
Memahami Gaya Belajar untuk meningkatkan Potensi Anak
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21274/martabat.2017.1.2.245-260
Every human being born into this world is always different from each other. Both physical form, behavior, traits, and various other habits. No human being has the same physical form, behavior and nature even though the twins. One thing we need to know together is that every human being has a way of absorbing and processing the information it receives in different ways from each other. It really depends on the learning style. Learning styles are the way each person takes in absorbing new and difficult information, how they concentrate, process and store information that enters the brain. Understanding the child's learning styles will support his success. The best way to stimulate learning is to give full support to their interests and provide a variety of educative games to support learning.
DIMENSI GENDER DALAM NOVEL GELANG GIOK NAGA (KAJIAN SASTRA FEMINIS)
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21274/martabat.2017.1.2.323-350
Gender is the role diversifications, functions, and responsibilities between men and women that formed by social construction and may change with the times. The violence affecting women is mainly due to gender bias in the society. Literature can be used as an effective medium to fight for gender equality as results of discrimination, oppression, marginalizing the position of women because of patriarchal culture in society. Women writers try to fight for their rights to be equal to men through the female figure imagery creation who are struggling to gain the recognition. This is what the goal of liberal feminism seeks to eliminate discrimination and social inequality on gender mainly lies in education and employment. The female characters in Gelang Giok Naga novel get discriminatory treatment as a result of famialism which only positions women as wives, house wives, and mothers so that there is a role gap. Kata kunci: gender, novel, sastra, kajian feminisme
IMAJI SALEHAH DALAM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PADA KASUS RINA NOSE (Studi Kasus Rina Nose Melepas Jilbab)
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21274/martabat.2017.1.2.351-369
Perempuan merupakan entitas yang selalu menarik untuk menjadi medan liput media. Dalam tubuh media, perempuan menjadi bahan pergunjingan yang dianggap menarik. Media membingkai beritanya dengan sedemikian rupa sehingga mampu menggiring opini publik terkait topik yang dibicarakan khususnya – perempuan. Media seperti tidak pernah bosan melakukan definisi terhadap diri perempuan. Apalagi dalam suasana Islamic Pop Culture, perempuan habis dicitrakan oleh media. Media mainstream selalu memiliki pandangan serupa terhadap perempuan. Media kadang menggambarkan perempuan sebagai objek yang patut dinilai habis-habisan. Perempuan akan masuk dalam jaring-jaring frame menarik dan menjual untuk dibaca khalayak. Padahal, apabila dikaji ulang, masyarakat sebenarnya tidak membutuhkan informasi semacam ini. Hal demikian baru-baru ini terjadi pada diri selebriti Rina Nose yang memutuskan melepas hijabnya. Jika dilihat dari segi hak pribadi, apa yang dilakukan Rina Nose merupakan hak penuh atas dirinya, namun apa yang dilakukan media adalah sebaliknya. Media merasa perlu untuk ikut campur dalam mencitrakan seseorang yang sholihah dan “baik” menurut versi media. Dalam jurnal ini, akan dikaji lagi bagaimana media membuat frame atas diri Rina Nose sesuai dengan analisis Sara Mills. Kata kunci: Media, Perempuan, Sara Mills.
EKSPLOITASI PEREMPUAN DALAM MEDIA MASSA DAN TINJAUAN ISLAM
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21274/martabat.2017.1.2.279-300
Di media massa, perempuan sering dipresentasikan semata-mata sebagai objek dan melupakan personalitasnya. Bahkan eksploitasi terhadap mereka kerap dilakukan oleh media massa. Contoh sederhana yang sering kita dijumpai adalah pada iklan komersial. Model peraga iklan tersebut akan memainkan lekuk tubuh dan peranan tertentu, itulah yang kiranya sering disalahpahami dan dapat memicu penindasan bagi kaum perempuan. Perempuan yang berkecimpung di industri hiburan, salah satunya televisi, seringkali menjadi korban dari orang-orang seprofesi. Media massa yang seyogyanya memberi pendidikan yang baik justru menjadi bagian penindasan terstruktur bagi perempuan. Bagian-bagian tubuh tertentu yang sering mengundang gairah bagi laki-laki sering dipertontonkan dan menjadi obyek yang asyik bagi kamera. Padahal Allah swt telah berfirman bahwa perempuan laiknya permata yakut dan marjan. Kemewahan tersebut tak semestinya membuat perempuan mengumbar keindahannya, sebisanya ia harus menjaga diri. Dan bagi laki-laki, sudah sepatutnya ia menjaga pandangan dan memposisikan dirinya sebagai pelindung lawan jenisnya itu. Kata kunci: Media Massa, Perempuan, Islam.
METODE PENGEMBANGAN MORAL DAN DISIPLIN BAGI ANAK USIA DINI
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21274/martabat.2018.2.1.91-116
Early childhood development is classified in rapid development, including physical, cognitive, emotional, social, and moral development. Moral is the derivation of the Latin word plural of "Mores", which can be translated manners or customs. Parents and teachers are always thinking of exactly how to apply discipline to children from their toddlers to childhood and to their teens. The purpose of discipline is to direct children to learn about good things that are a preparation for adulthood, as they rely heavily on self-discipline. Hopefully, someday their self-discipline will make them happy, successful and loving. The pleasure of seeing the child's success and the disappointment of seeing their bad attitude is the most effective tool in applying discipline to children. Keywords: moral, discipline, early childhood
PENINGKATAN KEPUASAN WALI MURID PADA LAYANAN PAUD MELALUI PRAKTEK MOTHERLY LEADERSHIP DI KB ABACA BUMIAYU
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21274/martabat.2018.2.1.1-26
This descriptive qualitative research is aimed to describe the efforts made by the head of KB ABACA Bumiayu to increase the satisfaction of the parents in early children education service through motherly leadership practice. The data in this research is collected by interview, observation, and documentation. The data has been collected and then analyzed using data analysis technique inductively. The results showed that basically the practice of motherly leadership by the head of KB ABACA Bumiayu is a lead way that focuses on providing early childhood services to meet the wishes, needs and expectations of guardians. Satisfaction will be gained by the guardians when their needs, desires, and expectations can be achieved. To be able to produce early childhood services that can satisfy the guardian, the head of KB ABACA actualize the four characters of a mother, namely trustworthy or trustworthy, responsible, diligent, and caring. Keywords: satisfaction, service, head of playgroup.
Karakteristik Demografi, Sosial dan Ekonomi Tenaga Kerja Wanita (TKW) Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21274/martabat.2018.2.1.27-50
.Low income and job opportunity brings some women in Kecamatan Sendang to carry mobility to overseas to be TKW. Each mobility is done because characteristics demographic, social and economic of TKW. Every migrant who has worked in migration abroad has the characteristics and conditions as a whole can provide information about motivation of TKW to be a employee woment in other country. The aims of this study are describe the characteristics of demographic, social, economic of TKW. This research is descriptive research using survey method. The population in this study is the TKW in the Kecamatan Sendang who had been worked abroad and its amount about 138 respondents. The sample which is taken as many as 100 respondents by proportional random sampling. Analysis of the data that is used single-tabulation analysis and percentage to obtain the general description of each variable. This research shows that the demographic characteristics, social and economic of TKW are evenly they have an productive age in marital status, having an education at least junior high school or equivalent, type of preliminary work as housewives without personal income and family income is low that is Rp.300.000,00-
PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK MELALUI PUJIAN
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21274/martabat.2018.2.1.117-134
Masa anak-anak memilki peran yang penting dalam proses pembentukan karakter, pada fase ini pengalaman yang diterima anak akan berpengaruh dominan pada karakternya hingga dewasa. Salah satu karakter yang terbentuk di masa ini adalah kepercayaan diri, suatu keyakinan dalam diri anak bahwa ia mampu menampilkan perilaku tertentu atau mencapai target tertentu. Banyak faktor yang mempengaruhi terbentuknya percaya diri, salah satunya dengan pemberian pujian. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis pembentukan kepercayaan diri anak melalui pemberian pujian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ganda atau mix methode. Hasil penelitian menginformasikan bahwa pujian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan rasa pecaya diri pada anak dengan analisis data statistik didapatkan hasil bahwa nilai thitung > ttabel yaitu 3.04 > 1.686 dan nilai signifikan variable constant yang lebih kecil dari nilai probabilitas 0.004 < 0.005. Analisis secara kualitatif menampilkan bahwa pemberian pujian pada anak memberikan pengaruh yang positiif dalam proses pembentukan rasa percaya dirinya. Pujian dari orang tua, keluarga dan lingkungan menjadi motivator bagi anak untuk berani menampilkan dirinya dan terhindar dari rasa takut gagal. Pujian menjadi salah satu pemenuhan atas kebutuhan anak akan adanya penghargaan dan pengakuan atas dirinya. Kata kunci : percaya diri, anak, pujian.