cover
Contact Name
Khabibur Rohman
Contact Email
khabibur.rohman@uinsatu.ac.id
Phone
+6285735358515
Journal Mail Official
jurnalmartabat@gmail.com
Editorial Address
Gd. LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Jl. Mayor Sujadi Timur, No. 46, Kedungwaru - Tulungagung
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak
Core Subject : Education, Social,
The scope of Martabat: Journal of Women and Children includes research on violence against women and children, the roles, empowerment, and existence of women from various perspectives, gender equality, child education, child psychology, and child development.
Articles 135 Documents
MANAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KBIT ALFURQON SUMBANG BANYUMAS DAN PLAY GROUP GENUS JATIWINANGUN PURWOKERTO
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2018.2.2.233-248

Abstract

Based on the analysis of the data, the researcher acquired findings that:        (1) Step management  of curriculum development from KBIT Alfurqon is less detailed, just the outline, its dfferent from Play Group Genus that more detailed and well plan; (2) Step curriculum organizing in KBIT Alfurqon and Play Group Genus  are well organized, including organizing on plan, implementation and evalution, the difference are appoinment of home teachers and tutor centers, curriculum organizing in KBIT Alfurqon include intern curriculum , curriculum plus, habituation, extra curriculum,  while curriculum organizing in  Play Group Genus include intern curriculum and extra curriculum; (3) Step of intern curriculum implementation in KBIT Alfurqon or Play Group Genus are using Beyond Center and Circle Time (BCCT), and the similarity  from KBIT Alfurqon and Play Group Genus on extra curriculum implementation covers cooking and Outing class; (4) step of curriculum evaluation has done to curriculum reviewers and evaluation  process to educators and learners, and for assesment tools that used by KBIT Alfurqon and Play Group Genus are portpolio, work method, assignment and masterpiece, the different assesment tool that used by Play Group Genus beside four things above are daily observation, cheklist, recording special events or anekdot, interview or conversation.
KEKERASAN DALAM PACARAN PADA RUANG AKADEMIK STUDI KASUS IAIN TULUNGAGUNG
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2018.2.1.51-70

Abstract

The emergence cases of dating violence in the last few decades is increasingly furious of human rights activists. Moreover dating violence cases camuflage in love. Diversity mode of violence had happened make a potrey that emergency condition in our patriarchal society. The cases of dating violence hadi been quoted by National Commision of women increasing from 2015 to 2017 full more than 3000 cases. Unfortunately, violence targeting anyone, include educated society. According to national women’s commision record there are 700 cases happend among students. Reflecting from the case there is a lame over the paradigm of dating. Even in the academic space there are still such deviant practices. Among them, the imagination of courtship, dating orientation and memaknai dating with a patriarchal point of view. To understand how the inequality occurs then the researcher uses qualitative methods, with in-depth and open interviews. Interviews were conducted to five resource persons who had been victims or perpetrators of violence in courtship. The result of the paradigm about dating is influenced by the media that presents a way to relate to the principle of love. In fact there are resource persons who forced his girlfriend to obey the imagination of women like in a movie that he had watched. Cases experienced by resource persons are so diverse. Starting from psychic violence, orientation and even physical. In the eyes of CEDAW the first article explains that any form of gender based violence is not justified in the name of human rights. Therefore, forms of violence based on love are time to end by educating the introduction of a healthy courtship. Either through institution or one by one.  Keyword: Relationship, Dating Violence, Human Right Violations
Trafficking Woman And Child
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2018.2.1.173-198

Abstract

Trafficking merupakan kejahatan yang sudah terjadi sejak zaman jahiliyah. Perdagangan perempuan dan anak-anak sering kali ditemukan, karena perempuan dan anak-anak dianggap kaum yang lemah dan kerap kali terpinggirkan. Faktor kemiskinan yang menimpa perempuan-perempuan dan anak-anak yang ada di desa merupakan penyebab terbesar terjadinya perdagangan perempuan dan anak-anak, sehingga banyak oknum yang memanfaatkan keberadaan mereka. Oleh sebab itulah penulis mengkaji hadis-hadis yang berhubungan dengan perdagangan manusia yaitu dengan menggunakan pendekatan historis dan pendekatan bahasa. Secara eksplisit tidak ditemukan hadis-hadis yang melarang perdagangan perempuan dan anak-anak, namun penulis menganalisis hadis-hadis mengenai perbudakan dan hadis-hadis lain yang relevan yang mengarah pada pelarangan perdagangan perempuan dan anak-anak. Kajian hadis tentang trafficking woman and child kebanyakan dihubungkan dnegan perbudakan, karena pada zaman jahiliyah perdagangan perempuan dan anak-anak kebanyakan adalah untuk dijadikan budak, bahkan mereka dijual untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang sangat kotor. Hal ini juga terjadi pada zaman sekarang. Banyak perempuan dan anak-anak yang dijual untuk memenuhi nafsu laki-laki, oleh karena itu penulis berusaha mengkaji hadis yangberhubungan dengan trafficking woman and child yang sering kali menjadi korban.
HIGHER ORDER THINGKING SKILL (HOTS) UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2018.2.2.339-360

Abstract

Ketrampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thingking Skill (HOTS) merupakan ketrampilan berpikir yang melibatkan ketrampilan berpikir kritis dan kreatif yang dapat diasess melalui problem solving ataupun problem posing. HOTS hendaknya dilatihkan dan dikuatkan pada semua mata pelajaran termasuk matematika. Ketrampilan berpikir kritis berhubungan dengan otak kiri sedangkan ketrampilan berpikir kreatif berhubungan dengan fungsi otak kanan. Ketrampilan berpikir kritis merupakan  proses intelektual dari keaktifan dan ketrampilan konseptual, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi informasi yang dikumpulkan atau dihasilkan dari observasi, refleksi, dan pengalaman penalaran. Ketrampilan beripikir kreatif berkaitan dengan kemampuan untuk memecahkan ataupun mengajukan masalah secara lancar, fleksibel, dan baru. Berpikir secara kritis dan kreatif memungkinkan siswa mempelajari masalah secara sistematik, mempertemukan banyak sekali tantangan dalam suatu cara yang terorganisasi, merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang inovatif dan merancang penyelesaian yang asli. Ketrampilan berpikir kritis mengacu pada pemikiran konvergen sedangkan ketrampilan berpikir kreatif mengacu pada pemikiran divergen. Sehingga kemampuan berpikir konvergen dan divergen dapat dimiliki secara seimbang. Dengan keseimbangan ini siswa dapat mencapai prestasi yang tinggi. Sehingga HOTS dalam pembelajaran matematika perlu diberikan dan dikuatkan. HOTS dalam matematika bisa dimulai dari Sekolah Dasar, sebab dengan dilatihkannya HOTS sejak awal akan menuntun siswa mencapai prestasi optimalnya.
PENGUATAN PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANAK
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2018.2.2.269-286

Abstract

Dari hasil penelitian tentang penguatan peranan keluarga dalam pendidikan anak didapat kesimpulan bahwa: (1) Tanggung jawab keluarga dalam pendidikan anak, yaitu keluarga menampilkan sesuatu perbuatan atau tingkah laku yang bisa ditiru, dicontoh, dan diteladani oleh anak, serta pendidikan kebiasaan-kebiasaan yang baik, misalnya orang tua harus memberi contoh mengajarkan shalat berjamaah, membimbing ibadah shalat, dan melatih ibadah shalat anak. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan anak, yaitu terdiri dari faktor keluarga yang berperan sebagai pendidik dan motivator bagi anak dan faktor lingkungan, yang meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah termasuk teman sebayanya, lingkungan sekitar, motivasi anak serta dari intelegensi anak itu sendiri.  
Women Sexual Oppression in Wenda Koiman’s Curahan Hati Sang SPG
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2019.3.1.23-46

Abstract

In the world of Indonesian literature, today women and sex are two very important issues: many male writers often use sex as a trendy theme of literary work. Many male authors who do not leave sex as their central theme from year to year. Therefore, this paper tries to expose (1) how is the form of sexual oppression of SPG’s body in this pop novel? (2) how is the author's perspective on female sexuality raised through the SPG’s story reflected in this pop novel (3) how to do the effects of sexuality discourse faced by SPG in this pop novel?. It uses descriptive qualitative. Data are taken from all descriptive concerning SPG body appearance to understand the narrative meaning of the body. Data are taken from all descriptive concerning SPG body appearance to understand the narrative meaning of the body. Women will be moved to choose instant success where they believe that the body beauty possessed by them will be able to bring them to the gates of success without having to do various difficult ways to get that success. Women now want instant success. They don't have to work hard, don't need to work, it's not important to study diligently. The most important thing is only a beautiful decorated face, attractive appearance and graceful attitude. So that women like this are the same as electronic devices that quickly experience the ups and downs of their models and slowly disappear in circulation.
EFEKTIVITAS PROGRAM JALIN MATRA TERHADAP KESEJAHTERAAN JANDA MISKIN DI DESA SUMBERJO KECAMATAN SANANKULON KABUPATEN BLITAR DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2018.2.2.201-218

Abstract

Program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra) adalah program yang digagas oleh pemerintah provinsi Jawa Timur yang secara khusus diperuntukan untuk penanggulangan feminisasi kemiskinan atau kemiskinan bagi rumah tangga miskin dengan Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP). Program Penanggulangan Kemiskinan Jalin Matra juga sebagai suatu bentuk kontribusi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung Program PFK (Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan) khususnya dalam hal mengurangi presentase kemiskinan yang berwajah perempuan menjadi setengahnya pada tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan mengevaluasi pelaksanaan program Jalin Matra, serta metode yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Jalin Matra di Desa Sumberjo sudah efektif, namun jika kesejahteraan ditandai dengan kemakmuran terpenuhinya semua kebutuhan yang berkaitan dengan sandang, pangan dan papan maka sudah bisa dikatakan sejahtera karena program ini dibentuk untuk mendorong motivasi berusaha KRTP agar mempunyai usaha produktif untuk peningkatan aset usaha atau pendapatan keluarga dalam rangka meningkatkan pendapatan RTS (Rumah Tangga Sasaran) penerima bantuan Program Jalin Matra.
SEGREGASI GENDER DALAM MANAJEMEN PESERTA DIDIK DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2018.2.2.287-314

Abstract

ABSTRACT Tracing back through the historical line of Indonesian Islamic Schooling, the management model of gender segregation can be analyzed explicitly. This research will trace the model of gender’s segregation which concerned on the management of learner and it involving the indicators of gender analysis, namely the access and the participation as well as the Gender Analysis Pathway (GAP). This research conducted in MA Sunan Pandanaran Yogyakarta due to the some scientific reasons. From the brief explanation above, the research will be concerned on: First, the management of learner and its relevance on the model of gender’s segregation. Second, Its analytical relationship based on the indicators of GAP and the indicator of access as well as participation of learners. To sum up, Islamic school had the unique model of relationship between gender and the management model in the learning process; it is classified into the biased-gender and the neutral-gender Keywords: Gender Segregation; Islamic School; The Management of Learners   ABSTRAK Menelusuri kembali melalui kajian kesejarahan dari perkembangan lembaga pendidikan islam di Indonesia, model manajemen dengan mengedepankan segregasi gender dapat ditemui secara eksplisit. Penelitian ini akan mengkajinya model segregasi gender yang berfokus pada tata kelola peserta didik dan itu melibatkan analisis indikator gender yang meliputi indikator Akses dan Partisipasi serta analisis melalui GAP. Penelitian ini dilakukan pada MA Sunan Pandanaran Yogyakarta dilatarbelakangi oleh beberapa pertimbangan akademik. Dari penjelasan singkat diatas, penelitian ini akan berfokus pada: 1). Tata kelola peserta didik dan kaitannya dalam model segregrasi gender. 2). Analisis keterkaitannya didasarkan pada indikator GAP dan indikator akses serta partisipasi dari peserta didik. Kesimpulannya, Lembaga pendidikan Islam mempunyai model relasi yang unik antara konsep gender dan model tata kelola peserta didiknya dalam proses pembelajarannya, hal itu diklasifikasikan dalam dua model, model bias gender dan model netral gender. Kata Kunci: Segregasi Gender; Lembaga Pendidikan Islam; Tata Kelola Peserta didik.
PERAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA (KPAI) DALAM PERLINDUNGAN KORBAN KEKERASAN ANAK
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2018.2.2.315-338

Abstract

Implementation Protection of children is an obligation that must be upheld and carried out in accordance with the Law of the Republic of Indonesia concerning child protection. This Act was made with the aim of protecting children from crime and acts of violence committed by people who do not have a sense of humanity, as well as an effort to reduce various acts of violence experienced by children in all aspects. This research is descriptive qualitative research with deductive and comparative analysis. The results of this study have a role in the effort to protect children and protect every child whether as a child or as a victim of violence. The thing that must be known is that the rights of a child, both women and men are equally protected in other words, this institution provides an opportunity for every child to make changes (rehabilitation), while in carrying out the court system and peace between the victims and KPAI's institutional actors do not act immediately because of prior confirmation or asymmetry.   Keywords: KPAI, qualitative research, violence of children
PANGGUNG DALANG PEREMPUAN WAYANG KULIT PURWA: ANALISIS GENDER ATAS NYI ARUM ASMARANI
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2019.3.1.1-22

Abstract

Dalang perempuan hadir dalam narasi timpang kebudayaan. Sosoknya liyan dalam masyarakat, juga kurang mendapat perhatian dalam kajian akademik. Betapapun itu, dalang perempuan tetap hadir di tengah arus dominasi dalang laki-laki. Pada ruang budaya patriarkhi, keberadaannya pun mengancam supremasi nilai patriarkal. Konsekuensinya, berbagai bentuk subordinasi dan stereotype buruk melekat dalam dirinya. Di antra sedikit perempuan yang menjadi dalang, Nyi Arum Asmarani adalah sosok dalang perempuan wayang purwo yang menarik untuk dikaji. Pasalnya, berbagai bias patriarki melekat dan menghantam kehadiranya di tengah supremasi panggung pedalangan. Atas persoalan tersebut, artikel di bawah ini hendak menjawab rumusan: bagaimana Nyi Arum Asmarani hadir dalam panggung pedalangan yang didominasi oleh dalang laki-laki? persoalan tersebut hendak dikaji melalui pendekatan analisis gender dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Adapun hasil kajian ini mendapati bahwa dalang perempuan mendapatkan tantangan yang jauh lebih besar dibanding dalang laki-laki. Nyi Arum, mendapatkan problem besar berupa peremehan dari dalang laki-laki, yogo, dan sinden. Selain itu, ia juga mendapatkan tantangan yang jauh lebih besar dari nilai agama Islam yang membesarkannya. Key Word: dalang perempuan, Nyi Arum Asmarani, budaya patriarki,

Page 3 of 14 | Total Record : 135