cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jks@unsyiah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
ISSN : 14421026     EISSN : 25500112     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 1: April 2023" : 19 Documents clear
Hubungan usia dengan kalsifikasi kostokondral pada radiografi toraks di Rumah Sakit Royal taruma jakarta Barat Ignatia Chavella Archelly Arisona
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.27730

Abstract

Kalsifikasi kostokondral adalah proses terbentuknya kalsium yang mengalami pengerasan di kartilago hialin yang menghubungkan tulang kosta dengan sternum. Kalsifikasi dapat menjadi hal yang normal pada tulang untuk mempersiapkan tulang rawan menjadi tulang saat masa pertumbuhan namun menjadi hal yang abnormal seperti penumpukan kalsium di jaringan yang menyebabkan pengerasan akibat proses penuaan. Penegakan diagnosisnya melalui pemeriksaan penunjang rontgen toraks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dengan kalsifikasi kostokondral. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Januari 2022 di Rumah Sakit Royal Taruma, menggunakan teknik total population sampling dengan jumlah sampel 217 foto radiografi toraks. Analisis data usia dengan derajat keparahan kalsifikasi kostokondral menggunakan SPSS versi 26. Mayoritas sampel pada kelompok 65 tahun yaitu sebesar 72 (33,2%) sampel dan kalsifikasi kostokondral derajat 3 yaitu sebesar 38 (17,5%). Sebanyak 29 (13,4%) sampel tidak menunjukkan adanya kalsifikasi kostokondral dan sebanyak 188 (86,6%) sampel menunjukkan adanya kalsifikasi kostokondral. Hasil analisis uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p =0,000 (p 0,05) dan didapatkan korelasi kuat (r=0,619) antara usia dengan derajat keparahan kalsifikasi kostokondral.
Hubungan antara Asupan Zat Gizi dengan Kadar Hemoglobin pada Anak Sekolah Dasar di Cijeruk, Bogor Agus Riawan
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.27326

Abstract

Abstrak. Anemia pada anak sekolah masih menjadi masalah yang harus diatasi di Indonesia. Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi anemia pada anak sekolah di Indonesia adalah 26,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan gizi dengan kadar hemoglobin pada anak sekolah dasar di Cijeruk, Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan pada siswa kelas 4-5 dari 16 SD di wilayah pinggiran kecamatan Cijeruk. Total 500 siswa dipilih untuk penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel 2013 dan Program Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS) versi 26 for windows. Hasil univariat menunjukkan bahwa subjek dengan anemia memiliki kadar karbohidrat, protein, lemak, vitamin A, vitamin B12 dan vitamin C yang rendah. Hasil bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan tingkat kecukupan energi (p 0,02), hewan protein (p 0,00), konsumsi pangan sumber protein hewani (p 0,02), asupan protein hewani (p 0,00), tingkat konsumsi zat besi (p 0,04) dan tingkat konsumsi vitamin C (p 0,03). Pemenuhan kebutuhan energi, protein hewani, zat besi dan vitamin C memiliki keterkaitan dengan kadar hemoglobin pada anak sekolah dasar. Kata kunci: Anak usia sekolah, anemia, hemoglobin, pemenuhan gizi Abstract. Anemia among school children still becomes a problem that must be addressed in Indonesia. According to the 2018 Basic Health Research report, the prevalence of anemia in school children in Indonesia was 26.8%. The study aimed to analyze the correlation between nutritional intake with hemoglobin level among primary school children in Cijeruk, Bogor. This study was cross-sectional conducted on students grade 4-5 from 16 primary schools in the suburban area of the Cijeruk district. Total 500 students were selected for this research. Data analysis was carried out using Microsoft Excel 2013 and Statistical Program for Sosial Science (SPSS) version 26 for windows. The univariate results show that subjects with anemia have low levels of carbohydrate, protein, fat, vitamin A, vitamin B12 and vitamin C. Bivariate results show that there is a significant positive correlation between hemoglobin level with energy adequay level (p 0.02), animal protein (p 0.00), consumption of animal protein food sources (p 0.02), intake of animal protein (p 0.00), level of iron consumption (p 0.04) and level of vitamin C consumption (p 0.03). Energy adequacy level, animal protein consumption, iron and vitamin C adequacy level correlated with hemoglobin level in elementary school children. Keywords: Anemia, hemoglobin, nutritional intake, school age children
Hubungan konsumsi emping melinjo (Gnetum gnemon L) Aceh terhadap kadar asam urat pada mencit (Mus musculus L) sakdiah sakdiah; Tjut Mariam Zanaria; Suryawati Suryawati; Zakiaturrahmi Zakiaturrahmi; Vinkan Dwika Rendra
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.28008

Abstract

Abstrak. Berdasarkan survey World Heath Organization (WHO), penduduk yang mengalami penyakit asam urat terbesar di dunia adalah Indonesia. Dari survey tersebut menunjukkan bahwa penyakit asam urat yang terjadi pada pria yang berusia 34 tahun sebanyak 35%. Asam urat merupakan hasil akhir proses metabolisme purin yang diproduksi oleh tubuh secara alami. Ketika kadar asam urat melebihi kadar normal yaitu7 mg/dl pada laki-laki dan 6 mg/dl pada perempuan, maka keadaan ini disebut hiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi emping melinjo (Gnetum gnemon L) Aceh terhadap peningkatan kadar asam urat pada mencit (Mus musculus L). Penelitian ini merupakan penelitian True Experimental Research dengan menggunakan design Pretest Posttest With Control Group. Pengelompokkan dilakukan berdasarkan rancangan acak sederhana (simple random sampling) dengan menggunakan hewan coba berupa mencit (Mus musculus L) jantan dengan berat badan berkisar 20-45 gram yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Hasil uji statistik menggunakan uji analysis of variance (ANOVA) one way menunjukkan P-value = 0,000 dan nilai signifikasinya ( p0,05 ) yang berarti bahwa terjadi peningkatan kadar asam urat darah yang bermakna antar kelompok perlakuan, sehingga dilanjutkan dengan uji Post Hoc metode Duncan dan didapatkan nilai p0,05. Kesimpulan pada penelitian ini, terjadinya peningkatan kadar asam urat darah pada mencit setelah mengkonsumsi emping melinjo dan adanya perbedaan peningkatan kadar asam urat darah setiap pemberian dosis emping melinjo. Kata kunci: Asam urat, emping melinjo, hiperurisemia, mencit Abstract. Based on a survey by the World Health Organization (WHO), Indonesia is the population with the largest gout disease in the world. The survey showed that gout occurred in men aged 34 years as much as 35%. Gout disease is the result of the end process of purine metabolism which is naturally produced by the body. When blood uric acid levels exceed normal levels, namely 7 mg/dl for men and 6 mg/dl, this condition is called hyperuricemia. This study aims to determine the relationship between the consumption of Aceh's emping melinjo (Gnetum gnemon L) to the increase in gout disease levels in mice (Mus musculus L). The research is a True Experimental  Research using Pretest Posttest With Control Group design. The grouping was done based on simple random sampling using experimental animals in the form of male mice (Mus musculus L) with bodyweight ranging from 20-45 grams which were divided into 4 treatment groups. The results of the statistical test using the one-way analysis of variance (ANOVA) test showed P-value = 0.000 and the significance value (p0.05) which means that there was a significant increase in blood uric acid levels between the treatment groups, so it was continued with the Post Hoc test. Duncan's method obtained a p value 0.05. The conclusion in this study was that there was an increase in blood uric acid levels in mice after consuming Aceh's emping melinjo and there were differences in the increase in blood uric acid levels for each dose of emping melinjo.Key Words: Emping melinjo, Gout Disease, , Hiperurisemia, Mice
Respon imun terhadap infeksi SARS-CoV-2 Fifi Nurliza Aini Tibar; Intanri Kurniati; Selvi Rahmawati; Agustyas Tjiptaningrum
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.25651

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome 2 (SARS-CoV-2) awalnya merupakan wabah virus terbaru yang muncul pada akhir tahun 2019 di provinsi Hubei, China. Awalnya virus ini menyebar ke seluruh China dan dalam waktu cepat kemudian menyebar ke seluruh dunia. Virus penyebab penyakit COVID-19 ini menyebabkan masalah kesehatan masyarakat yang serius di seluruh dunia, menyelidiki karakteristik SARS-CoV-2 dan memahami interaksinya dengan respon imun dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana patogen menyebabkan penyakit pada beberapa individu dan dapat menjadi langkah penting dalam bidang pengobatan. Respon imun terhadap infeksi SARS-CoV-2 dimulai saat virus memasuki sel inang dan melakukan invasi. Respon imun innate sebagai pertahanan awal akan menghasilkan produksi IFN-I, IFN-III, dan kemokin yang akan menarik sel imunitas bawaan seperti sel leukosit polimorfonuklear, monosit, sel Natural Killer (NK), dan sel dendritik (DC) untuk melawan virus ini. Sel-sel ini juga menghasilkan kemokin seperti MIG, IP-10, dan MCP-1 yang akan merekrut limfosit, dimana pada gilirannya akan mengenali antigen virus yang disajikan oleh DC. Hal inilah yang menstimulus terbentuknya respon imun adaptif, respon yang lebih spesifik dalam perlawanan terhadap SARS-CoV-2.
Korelasi suplementasi nutrisi terhadap ibu hamil kurang energi kronis untuk pencegahan kejadian stunting Salmon Charles Siahaan
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.25446

Abstract

Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia 2021, diketahui prevalensi stunting nasional terjadi penurunan hingga 1,6% per tahun, dimana tahun 2019 sebesar 27.7% menjadi 24,4% di tahun 2021. Hampir sebagian besar dari 34 provinsi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih ada 5 provinsi yang menunjukkan peningkatan. Stunting merupakan masalah gizi kronik akibat sosioekonomi, kondizi gizi ibu hamil, morbiditas bayi dan rendahnya asupan gizi. Masalah stunting berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif sehingga menjadi tidak optimal. Penelitian ini difokuskan pada korelasi multifaktorial pada ibu hamil KEK untuk pencegahan Stunting. Bertujuan untuk menganalisis hubungan multifaktorial ibu hamil KEK dengan berat badan bayi lahir. Penelitian uji eksperimental pre dan post test dengan randomnisasi pada kelompok ibu hamil KEK pada kecamatan Made Surabaya. Hasil: Berat badan (P = 0,001); LILA (P 0,0001); Hb (P = 0,014); Albumin (P = 0,791); Serum Besi (P = 0,298); TIBC (P = 0,287). Pada penelitian ini didapatkan adanya hubungan antara berat badan ibu hamil KEK dengan berat badan bayi lahir, kemudian adanya hubungan LILA ibu hamil KEK dengan berat badan bayi lahir, serta hubungan Hemoglobin dengan berat badan bayi lahir yang bermakna
Profil pasien kanker payudara terhadap ekspresi protein reseptor estrogen di RSUD. Dr. Pirngadi Medan tahun 2018-2019 Naomi Laksita Laras; Pimpin Utama Pohan
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.24056

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi dan menjadi penyebab utama kematian di dunia. Angka kejadian tersebut terus meningkat disebabkan oleh berbagai faktor risiko seperti faktor endogen maupun eksogen. Pemeriksaan imunohistokimia seperti reseptor estrogen berguna untuk menentukan terapi dan prognosis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana profil pasien kanker payudara terhadap ekspresi protein reseptor estrogen di RSUD. Dr. Pirngadi Medan Tahun 2018-2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan desain cross sectional dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Data diperoleh secara sekunder dari rekam medis pasien kanker payudara di RSUD. Dr. Pirngadi Medan Tahun 2018-2019. Dari 250 kasus kanker payudara periode 2018-2019, diambil sampel sebanyak 71 buah rekam medis. Dari 71 sampel, sebagian besar pasien terjadi pada kelompok usia 46-55 tahun dengan ER negatif sebanyak 18 orang (58.1%), sebanyak  13 orang (56.5%) pasien  memiliki ukuran tumor T4 dengan ER positif, sebagian besar pasien tidak mengalami metastasis pembuluh limfe, metastasis jauh, tidak memiliki riwayat keluarga dan penggunaan hormon dengan ER negatif dengan masing-masing sebanyak 26 orang (63.4%), 39 orang (66.1%), 36 orang (60%) dan 42 orang (62.7%), sebanyak 20 orang (66.7%)  memiliki IMT obesitas dengan ER negatif, tipe histopatologi duktal invasif dengan ER negatif paling banyak ditemukan sebanyak 41 orang (63.1%) dan grading histopatologi terbanyak pada grade 2 dengan ER negatif sebanyak 26 orang (57.8%). Disimpulkan bahwa hampir keseluruhan pasien berdasarkan karakteristik kanker payudara mayoritas memiliki ER negatif, kecuali pasien ukuran tumor T4 memiliki ER positif.
Effects of acetylcholinesterase inhibitor Donepezil on cognitive function and vital sign in patients with dementia Maria Yosita Ayu Hapsari; Fathu Thaariq Baihaqy; Muhana Fawwazy Ilyas; Pepi Budianto; Revi Gama Hatta Novika
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.27558

Abstract

The prevalence of people with dementia is increasing both in Indonesia and throughout the world. Donepezil is one of the dementia therapy options that has been shown to have benefits. This study aims to determine the relationship between the administration of donepezil with cognitive function and vital signs: systolic blood pressure (SBP), diastolic blood pressure (DBP), and heart rate (HR) in patients with dementia. The research was conducted at Dr. Moewardi Hospital (RSDM), Surakarta, Indonesia from September 2021 to February 2022 using a quasi-experimental design with different designs: one-group pretest-posttest design and time-series design. This study followed people with dementia who were given donepezil for 20 weeks. The patient was given donepezil 5 mg daily and scheduled for evaluation by the neurologist every 4 weeks to check vital signs. Cognitive function examination was performed with Mini-Mental State Examination (MMSE) at initial (before drug administration) and final (after 20 weeks). The analytical test included: repeated measures Anova, Friedman alternative, and paired T-test. A total of 27 patients were included in this study. There was an association between the administration of donepezil with cognitive function in patients with dementia at the RSDM (p0.004). Meanwhile, there was no significant association between the administration of donepezil and vital sign parameters (SBP, DBP, and HR).
Quantitative Evaluation of Antibiotic Usage in ICU Ward at West Nusa Tenggara Province Hospital in 2018 Oci Qonita Londo Woro; Dewi Suryani; Ni Made Amelia Ratnata Dewi
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.24796

Abstract

The number of antibiotic resistances in hospitals and healthcare is increasing. The resistances prevalence rate in Intensive Care Unit (ICU) room is 11,6-22,5%. This research aim is to evaluate the usage of antibiotics of patients in ICU at West Nusa Tenggara Provincial Hospital in 2018. This research is observational and applies a cross-sectional design that collects data retrospectively, with the total number of samples are 64 patients who met inclusion criteria and employs DDD/100 patient-days system analysis method. The result of this study shows, among 64 patients; there are 37 male and 27 female patients; 48 adult and 16 elderly patients. Among 11 groups of cases, the highest case is neurosurgery with 30 patients. The total length of stay (LOS) of all patients is 621 days, where the range of LOS is 1-69 days, and the median value is 6 days. According to the calculation, there are 17 types of antibiotics used in the ICU room of West Nusa Tenggara Hospital in 2018. Five varieties of most used antibiotics based on their DDD/100 patient-days are ceftriaxone (60,71), levofloxacin (29,15), meropenem (16,10), metronidazole (11,00), dan amikacin (6,24). The percentage value of those antibiotics respectively is 45,44; 21,82; 12,05; 8,24; dan 4,67%. Based on all types of antibiotics, the range value of DDD/100 patient-days is 60,71- 0,05 DDD/100 patient-days
Progressive trends in prenatal genetic screening Kirolos S. Eskandar
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.27105

Abstract

According to the global report on birth defects in 2021, it is estimated that 8 million children are born with birth defects of genetic origin annually. These birth defects vary in their degree of severity; where some types are mild and don’t require treatment but others may necessitate lifelong medications or even cause instant death just after birth. That is why prenatal screening is doubtless necessary to detect such genetic defects before birth aiming to drop the tragedy of these children off. Recently, this approach has been developing towards non-invasive techniques that reduce the risk of miscarriage which was common in the old-fashioned invasive ones. Non-invasive Prenatal Tests (NIPTs) like Chromosomal Microarray Analysis (CMA) and cell-free fetal DNA (cffDNA) caused a breakthrough in the screening methods of chromosomal aneuploidies. Thanks to their benefits, NIPTs are considered a fundamental clinical approach for pregnant women’ screening in multiple countries. Thence, this paper gives prominence to the recentness of NIPTs along with each’s assets, liabilities, and prospective recommendations. In addition, it would demonstrate the importance of modern molecular technologies like next-generation sequencing (NGS) which are enforced for the appliance of NIPTs.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Asam Mefenamat Pada Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Hijra Novia Suardi; Amida Jannatus Saleha; Dina Alia; Zahratul Aini; Hanifah Yusuf; Suryawati Suryawati; Vera Dewi Mulia
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.28717

Abstract

Swamedikasi adalah suatu perilaku pemilihan dan penggunaan obat-obatan sendiri yang dilakukan seseorang dalam mengobati gejala penyakit yang dialaminya tanpa menggunakan resep dokter. Jenis obat yang banyak digunakan untuk swamedikasi adalah obat anti nyeri asam mefenamat. Saat ini masih banyak masyarakat yang melakukan praktek swamedikasi secara tidak rasional sehingga menimbulkan masalah seperti efek samping yang berbahaya bagi tubuh. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana cara melakukan swamedikasi yang tepat, aman, dan rasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi obat asam mefenamat pada mahasiswa non kesehatan (Fakultas Hukum) Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara online dengan metode proportional random sampling pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Hasil penelitian dari 104 responden didapatkan sebanyak 52,9% responden memiliki pengetahuan swamedikasi yang cukup dan sebanyak 78,8% responden memiliki perilaku yang cukup mengenai swamedikasi obat asam mefenamat. Hasil uji korelasi Spearman antara pengetahuan dan perilaku didapatkan nilai r=0,032 dan p=0,018 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan prilaku swamedikasi asam mefenamat dengan korelasi yang lemah pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah kuala.

Page 1 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1: April 2023 Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022 JKS Edisi Khusus Oktober 2022 Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021 Vol 21, No 2 (2021): Volume 21 Nomor 2 Agustus 2021 Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021 Vol 20, No 3 (2020): Volume 20 Nomor 3 Desember 2020 Vol 20, No 2 (2020): Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020 Vol 20, No 1 (2020): Volume 20 Nomor 1 April 2020 Vol 19, No 3 (2019): Volume 19 Nomor 3 Desember 2019 Vol 19, No 2 (2019): Volume 19 Nomor 2 Agustus 2019 Vol 19, No 1 (2019): Volume 19 Nomor 1 April 2019 Vol 18, No 3 (2018): Volume 18 Nomor 3 Desember 2018 Vol 18, No 2 (2018): Volume 18 Nomor 2 Agustus 2018 Vol 18, No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 April 2018 Vol 17, No 3 (2017): Volume 17 Nomor 3 Desember 2017 Vol 17, No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Agustus 2017 Vol 17, No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 April 2017 Vol 16, No 3 (2016): Volume 16 Nomor 3 Desember 2016 Vol 16, No 2 (2016): Volume 16 Nomor 2 Agustus 2016 Vol 16, No 1 (2016): Volume 16 Nomor 1 April 2016 Vol 15, No 3 (2015): Volume 15 Nomor 3 Desember 2015 Vol 15, No 2 (2015): Volume 15 Nomor 2 Agustus 2015 Vol 15, No 1 (2015): Volume 15 Nomor 1 April 2015 Vol 14, No 3 (2014): Volume 14 Nomor 3 Desember 2014 Vol 14, No 2 (2014): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2014 Vol 14, No 1 (2014): Volume 14 Nomor 1 April 2014 Vol 13, No 3 (2013): Volume 13 Nomor 3 Desember 2013 Vol 13, No 2 (2013): Volume 13 Nomor 2 Agustus 2013 Vol 13, No 1 (2013): Volume 13 Nomor 1 April 2013 Vol 12, No 3 (2012): Volume 12 Nomor 3 Desember 2012 Vol 12, No 2 (2012): Volume 12 Nomor 2 Agustus 2012 Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 Nomor 1 April 2012 Vol 11, No 3 (2011): Volume 11 Nomor 3 Desember 2011 Vol 11, No 2 (2011): Volume 11 Nomor 2 Agustus 2011 Vol 11, No 1 (2011): Volume 11 Nomor 1 April 2011 Vol 10, No 3 (2010): Volume 10 Nomor 3 Desember 2010 Vol 10, No 2 (2010): Volume 10 Nomor 2 Agustus 2010 Vol 10, No 1 (2010): Volume 10 Nomor 1 April 2010 Vol 9, No 3 (2009): Volume 9 Nomor 3 Desember 2009 Vol 9, No 2 (2009): Volume 9 Nomor 2 Agustus 2009 Vol 9, No 1 (2009): Volume 9 Nomor 1 April 2009 Vol 8, No 3 (2008): Volume 8 Nomor 3 Desember 2008 Vol 8, No 2 (2008): Volume 8 Nomor 2 Agustus 2008 Vol 8, No 1 (2008): Volume 8 Nomor 1 April 2008 Vol 7, No 3 (2007): Volume 7 Nomor 3 Desember 2007 Vol 7, No 2 (2007): Volume 7 Nomor 2 Agustus 2007 Vol 7, No 1 (2007): Volume 7 Nomor 1 April 2007 Vol 6, No 3 (2006): Volume 6 Nomor 3 Desember 2006 Vol 6, No 2 (2006): Volume 6 Nomor 2 Agustus 2006 Vol 6, No 1 (2006): Volume 6 Nomor 1 April 2006 Vol 5, No 1 (2005): Volume 5 Nomor 1 April 2005 More Issue