Journal of Islamic Economics and Finance
Journal of Islamic Economics and Finance is a national journal as a scientific study media results of research, thinking, and critical-analytical studies on research in the fields of Islamic economics, Islamic microfinance, Islamic philanthropy (zakat and waqf), Halal economy, Islamic Banking, Islamic Finance, Islamic Macroeconomics, Islamic Monetary Economics, Islamic Social Finance, Islamic Microfinance, Islamic Fintech, Islamic Economic Thoughts, Islamic Political Economics, Integrated Islamic Commercial and Social Finance, Islamic Macro and Micro Prudential, Islamic Public Finance, Islamic Ethics, Islamic Economics: Micro and Macro, Islamic Economic Thought and History, Islamic Business, Islamic Banks and Non-Bank Islamic Financial Institutions, Islamic Accounting, Muamalah / Islamic Economic Law, Jurisprudence and ZISWAF Management, slamic Jurisprudence, Islamic Microeconomy, Islamic Monetary Economy, Zakah, Waqf and Sadaqoh, Economics of Natural Resource and Environment in Islamic Economics, Fundamentals, trends, and opportunities in Islamic finance, Islamic banking and financial markets, Risk Management, Corporate finance, Investment strategy, Islamic Sosial Finance, Financial Planning, Housing Finance, Legal and regulatory issues.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 2 (2025): November"
:
15 Documents
clear
TEORI PROSPEK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI DI PASAR MODAL INDONESIA
Robby Sagara;
Imelia Kontesa;
Sella Nopaleo Sapitri;
Yusmaniarti, Yusmaniarti
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70248/joieaf.v2i2.3320
Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Teori Prospek dan implikasinya terhadap pengambilan keputusan investasi di pasar modal Indonesia, khususnya perilaku investor ritel. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pencarian literatur dari Google Scholar menggunakan kata kunci terkait Teori Prospek, Behavioral Finance, loss aversion, risk seeking, dan framing effect, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor Indonesia sering bertindak tidak rasional karena pengaruh bias psikologis seperti loss aversion, risk seeking, efek framing, herding behavior, dan overconfidence. Fenomena ini memengaruhi strategi dan keputusan investasi, termasuk kecenderungan menahan saham yang rugi, menjual terlalu cepat saham yang menguntungkan, dan mengikuti perilaku mayoritas tanpa analisis mendalam. Simpulan, bahwa pemahaman Teori Prospek membantu investor mengenali bias perilaku, meningkatkan literasi keuangan, serta membuat keputusan investasi lebih rasional dan optimal di pasar modal Indonesia. Kata kunci: Teori Prospek, Behavioral Finance, Keputusan Investasi, Loss Aversion, Herding Behavior
EFISIENSI PORTOFOLIO DENGAN TEORI MARKOWITZ: STUDI PADA SAHAM BLUE CHIP INDONESIA
Nabila, Azzah;
Lorenza, Alda;
Gea Az-Zahra, Fiona;
Yusmaniarti, Yusmaniarti
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70248/joieaf.v2i2.3323
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi portofolio saham blue chip Indonesia dengan menggunakan Teori Markowitz serta mengkaji perannya dalam mengoptimalkan keseimbangan antara risiko dan tingkat pengembalian investasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelusuri artikel ilmiah periode 2020–2025 melalui Google Scholar, kemudian diseleksi menggunakan kriteria inklusi dan dianalisis dengan pendekatan SPIDER (Sample, Phenomenon of Interest, Design, Evaluation, Research Type) untuk mengidentifikasi temuan-temuan empiris terkait penerapan Model Markowitz pada saham LQ-45 dan IDX30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Markowitz mampu membentuk portofolio efisien melalui pendekatan mean-variance dengan mempertimbangkan varians dan kovarians antar saham, sehingga diversifikasi yang dilakukan tidak hanya menyebar aset, tetapi juga mengoptimalkan kombinasi berdasarkan korelasi antar saham; portofolio optimal yang terbentuk umumnya hanya terdiri dari sebagian saham blue chip yang memiliki kontribusi risiko paling rendah terhadap portofolio secara keseluruhan, serta menghasilkan kombinasi return maksimal pada tingkat risiko tertentu atau risiko minimal pada tingkat return yang diharapkan. Selain itu, dibandingkan dengan Model Indeks Tunggal, Model Markowitz memiliki keunggulan dalam ketepatan analisis kovarians, meskipun lebih kompleks dalam perhitungan. Simpulan, bahwa Teori Markowitz efektif sebagai dasar pembentukan portofolio saham blue chip yang rasional dan terukur di pasar modal Indonesia, karena mampu meningkatkan efisiensi investasi melalui optimasi risiko dan return, sehingga dapat menjadi acuan strategis bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi.
STUDI LITERATUR : PENERAPAN PRINSIP SYARIAH DALAM INVESTASI ESG
Heki, Heki marzadi;
Yogi Tri Katazon
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian dan integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan maqāṣid syariah dalam praktik investasi dan keuangan Islam, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi penguatannya. Metode penelitian Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti protokol PRISMA terhadap artikel ilmiah periode 2020–2025 yang diperoleh dari basis data Scopus, Web of Science, dan portal e-journal nasional, sehingga terpilih 25 artikel yang dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip ESG memiliki tingkat keselarasan yang signifikan dengan maqāṣid syariah, terutama dalam aspek perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs), perlindungan harta (ḥifẓ al-māl), keadilan sosial, dan tata kelola yang bertanggung jawab. Integrasi tersebut tercermin dalam pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan seperti green sukuk, namun implementasinya masih menghadapi tantangan berupa belum adanya standar ESG berbasis syariah yang komprehensif, keterbatasan regulasi, serta rendahnya literasi ESG di kalangan praktisi keuangan Islam. Simpulan, bahwa ESG dan maqāṣid syariah bersifat kompatibel dan saling memperkuat, sehingga diperlukan pengembangan indikator ESG berbasis maqāṣid, penguatan regulasi, dan peningkatan literasi untuk mendukung sistem investasi syariah yang berkelanjutan dan beretika.
ANALISIS REGULASI IZIN PIRT DAN SOLUSI STRATEGIS PENGURUSAN IZIN BPOM UNTUK KELANGSUNGAN USAHA MINUMAN SIAP MINUM PADA CV WINNA SARI
M. Mirza Pratama;
Muhammad Imdad Fadlillah
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi regulasi izin PIRT dan kendala pengurusan izin BPOM serta merumuskan solusi strategis yang mendukung keberlangsungan usaha minuman siap minum pada CV Winna Sari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV Winna Sari telah memenuhi perizinan PIRT namun belum mampu melanjutkan pengurusan izin BPOM karena keterbatasan fasilitas produksi, ketidaksiapan dokumen administratif, serta kurangnya pemahaman teknis terhadap prosedur regulasi. Di sisi lain, legalitas BPOM dinilai berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, dan memperkuat keberlanjutan usaha. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemenuhan izin PIRT dan BPOM bukan hanya kewajiban administratif, tetapi strategi penting bagi keberlangsungan UMKM; oleh karena itu, perbaikan sarana produksi, penyusunan dokumen standar, serta pendampingan teknis menjadi solusi strategis yang diperlukan bagi CV Winna Sari dan UMKM sejenis.
PERILAKU INVESTOR RITEL DAN INSTITUSIONAL ANALISIS PERBEDAAN STRATEGI INVESTASI SLR
Cardila Vertiwi, Ezzy;
Kurniati, Novitri;
Anjellina Putri, Tiara
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perilaku dan strategi investasi antara investor ritel dan investor institusional di pasar modal Indonesia serta mengkaji faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengambilan keputusan investasi pada kedua kelompok tersebut di Bursa Efek Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui Systematic Literature Review (SLR) dengan prosedur PRISMA untuk menyeleksi dan mensintesis literatur yang relevan terkait perilaku investor, analisis teknikal dan fundamental, serta pengaruh faktor eksternal dan psikologis terhadap keputusan investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor ritel cenderung lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti overconfidence, herding behavior, sentimen pasar, serta tingkat literasi keuangan, dan lebih responsif terhadap informasi media serta fluktuasi jangka pendek, sedangkan investor institusional menunjukkan perilaku yang lebih rasional, terstruktur, dan berbasis analisis fundamental serta teknikal yang mendalam dengan dukungan sumber daya dan sistem manajemen risiko yang lebih kuat; selain itu, integrasi faktor eksternal melalui model Behavioral Dynamic External Impact Model (BDEIM) dan Model Integratif Respon Eksternal Investor (MIREI) mampu menjelaskan dinamika respons investor terhadap perubahan kondisi makroekonomi dan kebijakan publik. Simpulan, bahwa perbedaan karakteristik, kapasitas analisis, serta tingkat literasi dan pengelolaan risiko menyebabkan perbedaan strategi investasi antara investor ritel dan institusional, sehingga peningkatan literasi keuangan, transparansi informasi, serta penguatan tata kelola pasar menjadi faktor penting dalam mendorong perilaku investasi yang lebih rasional dan berkelanjutan di pasar modal Indonesia.