cover
Contact Name
DWI ATMOKO
Contact Email
atmokodwi120@gmail.com
Phone
+6285722699017
Journal Mail Official
jitkbhamada@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cut Nyak Dhien No. 16, Kalisapu, Slawi, Kab. Tegal
Location
Kab. tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal)
ISSN : 20884435     EISSN : 23553863     DOI : https://doi.org/10.36308/jik.v15i2
Core Subject : Health, Social,
JITK Bhamada adalah untuk diterbitkan, menyebarluaskan, dan membahas berbagai tulisan tentang penelitian kesehatan, yang membantu pendidik, pelaksana penelitian kesehatan, peneliti, dan membuat agar lebih efektif. JITK Bhamada dalam menerima artikel akan menyaring untuk keaslian, relevansi penelitian dan perbaikan pelayanan kesehatan. Setelah penyaringan awal artikel akan dikirim ke mitra bestari untuk diminta ulang isi artikel. Editor akan memutuskan menerima artikel dengan mempertimbangkan rekomendasinya dari mitra bestari yang telah ditunjuk. Editor berhak untuk mengubah artikel yang disetujui perlu, misal dengan memperpendek isi artikel atau menghilangkan bagan dan tabel.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2021)" : 14 Documents clear
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA BAYI USIA 7 BULAN DENGAN RIWAYAT LAHIR STUNTING Herlina Tri Damailia; Esti Rettiningsih
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i1.285

Abstract

Merujuk hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementrian Kesehatan tahun 2018 menunjukkan 17,7% balita masih mengalami masalah gizi dan balita stunting sebesar 37,2%. Stunting memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang anak dan juga perekonomian. Bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan memiliki manfaat bagi daya tahan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan bayi. Prevalensi balita stunting di Puskesmas Sempor II pada tahun 2019 sebesar 21,08% dan bayi lahir stunting sebesar 26,09%. Sedangkan angka pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Sempor II pada tahun 2019 di bawah target yaitu 41,7%. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada bayi usia 7 bulan dengan riwayat lahir stunting. Penelitian ini adalah survei analitik menggunakan desain case control dan pendekatan retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah bayi usia 7 bulan dengan riwayat lahir stunting di Puskesmas Sempor II sebanyak 35 bayi. Sampel didapatkan dengan cara teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, dianalisa dengan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 responden yang mengalami stunting, 88,9% tidak mendapatkan ASI eksklusif. Sedangkan dari 26 responden yang tidak stunting, 76,9% mendapatkan ASI eksklusif. Dari uji rank spearman didapatkan p value 0,000 sehingga ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada bayi usia 7 bulan dengan riwayat lahir stunting. Koefisien korelasi yang dihasilkan -0,645 yang berarti hubungan tersebut kuat dan arah hubungan berlawanan dimana tingginya angka pemberian ASI eksklusif diikuti dengan turunnya angka stunting. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan memberi perhatian khusus serta berinovasi dalam memberikan promosi kesehatan sehingga masyarakat khususnya ibu menyusui mau memberikan ASI eksklusif sehingga dapat mencegah terjadinya stunting.
TANGGUNG JAWAB HUKUM PERAWAT PRAKTEK MANDIRI TERHADAP ASUHAN KEPERAWATAN DALAM UPAYA PELAYANAN HOLISTIK (Studi di Puskesmas Margadana Kota Tegal) Deddy Utomo; Sarsintorini Putra; Endang Sutrisno
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i1.286

Abstract

Tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada individu, keluarga dan masyarakat adalah perawat. Dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan, perawat hanya diperbolehkan memberikan asuhan keperawatan baik di lembaga pelayanan kesehatan maupun dalam kegiatan praktek mandiri. Banyak perawat melakukan praktik mandiri tetapi dalam praktiknya mereka melakukan terapi diagnostik yang merupakan bidang medis atau dokter. Melihat permasalahan tersebut, maka penulis mencoba untuk menganalisis Tanggung Jawab Hukum Praktik Perawat Mandiri Terhadap Asuhan Keperawatan dalam Upaya Pelayanan Holistik, hal ini dikarenakan masih banyak perawat di Indonesia yang menjalankan praktik mandiri namun melakukan tindakan medis. Pelayanan holistik merupakan salah satu konsep yang mendasari tindakan keperawatan yang meliputi dimensi fisiologis, psikologis, sosiokultural, dan spiritual. Pelayanan holistik merupakan satu kesatuan utuh, jika salah satu diganggu maka akan mempengaruhi yang lain. Adapun rumusan masalah dari skripsi ini adalah: 1. Apa tanggung jawab hukum perawat praktik mandiri terhadap asuhan keperawatan dalam upaya pelayanan holistik, 2. Apa konsekuensi hukum dalam penerapan asuhan keperawatan pada perawat praktik mandiri. Tujuan utama yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tanggung jawab hukum perawat dalam melaksanakan praktik asuhan keperawatan mandiri dalam upaya pelayanan holistik, untuk mengetahui dan menganalisis akibat hukum dalam penerapan asuhan keperawatan pada perawat praktik mandiri. Metode penelitian dalam penyusunan skripsi ini menggunakan metode penelitian doktrinal, yaitu penelitian yang lebih menitikberatkan pada hukum yang dikonseptualisasikan sebagai suatu peraturan dalam arti peraturan perundang-undangan tertulis. Hasil penelitian menunjukan bahwa perawat cenderung melakukan tindakan medis dalam melaksanakan praktik mandiri adalah faktor ekonomi, faktor perilaku masyarakat, dan kepercayaan masyarakat terhadap program pengobatan gratis. Sedangkan akibat hukum dari pelanggaran yang dilakukan oleh perawat yang melakukan kegiatan praktik mandiri namun melakukan tindakan medis jika melanggar ketentuan hukum maka perawat akan dimintai pertanggungjawaban yang artinya akibat hukum atas tindakan yang dilakukan perawat tersebut. Saran yang dapat penulis sampaikan antara lain bagi perawat harus senantiasa meningkatkan kemampuan kompetensi yang menjadi tanggung jawabnya, dan dalam melaksanakan kegiatan praktik mandiri harus mematuhi dan memahami semua ketentuan dan peraturan yang telah tertuang dalam Undang-Undang Keperawatan secara khusus. bagi Pemerintah Daerah dan Organisasi Profesi (PPNI) agar senantiasa menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan bagi perawat yang melaksanakan kegiatan praktik mandiri.
EFEKTIVITAS SENAM NIFAS DAN LATIHAN KEGEL DALAM MENCEGAH INKONTINENSIA URIN MASA NIFAS Wahyu Pujiastuti; Bekti Yuniyanti; Masini Masini
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i1.288

Abstract

Masa pasca persalinan merupakan masa yang memerlukan perhatian intensif dikarenakan dimasa nifas terjadi penurunan daya tahan tubuh dan fungsi sistem tubuh. Kandung kemih yang tidak terjaga frekuensi pengosongannya pada masa nifas dapat melemahkan kontraksi uterus, resiko perdarahan karena gangguan kontraksi dan infeksi saluran perkemihan semakin meningkat, dikarenakan kandung kemih yang penuh akan menekan uterus sehingga terjadi kelemahan kontraksi dan gagal terjadi kompresi pembuluh darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas senam nifas dan Latihan kegel dalam mencegah inkontinensia urin masa nifas. Desain penelitian adalah analitik kuantitatif dengan jenis quasi eksperiment dan pendekatan post test only control group design dengan 30 responden ibu nifas yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi (senam nifas ditambah Latihan kegel) dan kelompok control (senam nifas), penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai November tahun 2017. Hasil uji Mann Whitney diperoleh pvalue 0,473 > 0,05 sehingga tidak terdapat perbedaan kecepatan pemulihan kejadian inkontinensia urin pada ibu yang mendapatkan perlakuan senam nifas ditambah kegel exercise dengan ibu yang hanya mendapat perlakuan senam nifas, namun nilai mean, median, standard deviasi, minimum dan maksimum pada kelompok intervensi lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok kontrol, yang berarti juga menunjukkan kecenderungan bahwa gangguan inkontinensi urin pada kelompok intervensi lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Bidan diharapkan mengajari dan membantu ibu nifas untuk melakukan senam nifas dan latihan kegel untuk mengurangi kejadian inkontinensia urin, dan ibu nifas untuk melaksanakan senam nifas dan latihan kegel dengan tehnik yang benar dan dilaksanakannya secara teratur.
GAMBARAN PELAKSANAAN CODE BLUE DI RSUD KARDINAH Nurcholis Nurcholis; Hudinoto Hudinoto; Maria Ulfa
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i1.289

Abstract

Latar Belakang : Insiden dan angka mortaltas akibat cardiac dan respiratory arrest cukup banyak oleh karena itu perlu penanganan yang cepat dan efektif ketika terjadi kejadian cardiac dan respiratory arrest dan keadaan gawat darurat lainnya. Mengambarkan pelaksanaan Code Blue di RSUD Kardinah Tegal. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah sampel yakni 21 kejadian Code Blue. Hasil : Dalam hal proses rekapitulasi: Penelitian menunjukkan, 90,5 % pelaksanaan algoritma Code Blue di ruang rawat inap dewasa dikatakan baik. Waktu tanggap menunjukkan 61,9 % waktu tanggap tepat dengan mean 270,29 detik (4 menit 30 detik) dengan standar deviasi 51,360 detik. Outcome pelaksanaan Code Blue menunjukkan 61,9 % tidak berhasil dan 38,1 % berhasil. Alasan pemanggilan Code Blue terbanyak yaitu cardiac arrest 47,6 %. Responden terbanyak yaitu pada kelompok usia manula 28,6% dengan jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki 61,9 %. Kesimpulan dan Saran: Mendasarkan hasil penelitian mengambarkan bahwa pelaksanaan Code Blue di RSUD Kardinah.dikatagorikan baik, dan waktu tanggapnya sesuai. Namun keluaran dari pelaksanaannya kebanyakan tidak berhasil. Harapkan kedepanya ada peningkatan mutu pelayanan dalam kegawat darurat di semua lingkungan rumah sakit.

Page 2 of 2 | Total Record : 14