cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+622178894043
Journal Mail Official
jurnal.jikm2000@gmail.com
Editorial Address
Jl. Harapan No.50, RT.2/RW.7, Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12610
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
ISSN : 22524134     EISSN : 23548185     DOI : https://doi.org/10.33221/jikm.v13i05
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) membahas kesehatan masyarakat sebagai disiplin ilmu dan praktik yang terkait dengan tindakan preventif dan promotif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang menerapkan berbagai teknik. Fokus ini mencakup area dan ruang lingkup seperti biostatistik, epidemiologi, pendidikan dan promosi kesehatan, kebijakan dan administrasi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan seksual dan reproduksi, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini menggunakan mekanisme peer-review di mana setiap artikel yang dikirimkan harus ditinjau secara anonim oleh rekan ahli yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dapat berupa artikel asli dan artikel tinjauan undangan.
Articles 382 Documents
Analisis Faktor Risiko Stunting pada Anak Usia 12-59 Bulan Noordiati Noordiati; Nurul Hikmah; Seri Wahyuni; Wahidah Sukriani; Greiny Arisani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1807

Abstract

Stunting adalah masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor dan terjadi secara lintas generasi. Di Indonesia masyarakat sering beranggapan bahwa tubuh pendek atau tinggi adalah keturunan. Persepsi yang salah di masyarakat perlu mendapatkan perhatian yang serius dari masyarakat dan pemerintah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan. Desain penelitian adalah cross sectional dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Ketapang Kotawaring Timur. Populasi penelitian adalah anak yang berusia 12-15 bulan berjumlah 396 dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menujukkan bahwa pendidikan ibu (P-value = 0,010; OR = 4,4), pekerjaan ibu (P-value = 0,025; OR = 5,4), pemberian ASI eksklusif (P-value = 0,016; OR = 5,8) dan kejadian infeksi pada anak (P-value = 0,027; OR = 3,6) berhubungan dengan kejadian stunting. Sedangkan penghasilan, jenis kelamin anak, dan status imuniasasi anak tidak menunjukkan hubungan bermakna (P-value > 0,05). Stunting diakibatkan oleh multifaktor yang dimulai sejak kehamilan hingga masa prasekolah sehingga harus dicegah sedinini mungkin melalui kesehatan ibu, pemberian ASI, makanan yang bergizi, pencegahan penyakit infeksi dan lingkungan yang bersih.
Hubungan Status Imunisasi DPT terhadap Kasus Difteri di Kota Surabaya Riky Hamdani; Dian Muspitaloka Hikmayati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1808

Abstract

Difteri merupakan salah satu kasus penyakit menular yang ada di Provinsi Jawa Timur. Kasus difteri di Provinsi Jawa Timur paling tertinggi terdapat di Kota Surabaya dengan jumlah kasus sebesar 80 Kasus. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status imunisasi terhadap kejadian difteri di Kota Surabaya. Studi ini merupakan studi kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Variabel dalam studi ini yaitu status imunisasi serta kejadian difteri. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang didapat dari pencatatan serta pelaporan kasus difteri di seksi surveilans dan imunisasi Dinas Kesehatan Kota Surabaya tahun 2018. Hasil studi diperoleh bahwa status imunisasi responden paling banyak yakni status imunisasi lengkap sebesar 51,2%. Kejadian difteri konfirmasi pada responden sebanyak 8,8%. Responden yang mengalami difteri konfirmasi 85,7% mempunyai status imunisasi tidak lengkap serta tidak melaksanakan imunisasi. Hasil analisis memakai uji Fisher’ s Exact Test menampilkan kalau tidak ada hubungan yang signifikan antara status imunisasi terhadap kasus difteri( P-value = 0,054). Cakupan Imunisasi DPT perlu ditingkatkan di Kota Surabaya untuk mengendalikan dan mengeleminasi kejadian difteri di Kota Surabaya.
Hubungan Antara Social Support dengan Resiliensi Pada Mahasiswa Rantau Penyintas COVID-19 Eunike Vesca Pakau; Arthur Huwae
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1813

Abstract

Pandemi COVID-19 yang terjadi pada saat ini berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Begitu pula dengan mahasiswa rantau yang menjadi penyintas COVID-19. Para mahasiswa rantau penyintas COVID-19 diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri dan menjalankan berbagai protokol kesehatan lainnya untuk mencegah penularan COVID-19. Perubahan-perubahan tersebut mengakibatkan mahasiswa rantau penyintas COVID-19 mengalami kecemasan, ketakutan, dan kesepian. Oleh karena itu, mahasiswa rantau penyintas COVID-19 semestinya memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan baik atau memiliki kemampuan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social support dengan resiliensi pada mahasiswa rantau penyintas COVID-19. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain korelasional dan teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 68 mahasiswa rantau penyintas COVID-19 di Indonesia yang terkonfirmasi positif COVID-19 di tempat rantau. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai pearson correlation sebesar 0,572 dengan P-value = 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara social support dengan resiliensi pada mahasiswa rantau penyintas COVID-19. Dukungan yang diterima oleh mahasiswa rantau penyintas COVID-19 mampu membantu mahasiswa untuk bertahan dari kesulitan yang dialami yakni terpapar COVID-19.
Pengaruh Penyuluhan Tentang Bahaya Merokok terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga Abil Rudi; Kafi Pangki Suwito; Rika Yuanita Pratama; Rudiansyah Rudiansyah; Yunida Haryanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i04.1818

Abstract

Merokok merupakan kebiasaan menghisap rokok yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Rokok merupakan salah satu zat adiktif yang menimbulkan ketergantungan bagi pemakainya. Sifat adiktif rokok berasal dari nikotin, yang dapat berdampak pada kesehatan, terutama pada wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang bahaya merokok terhadap pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga di Desa Mertiguna, Kabupaten Sintang. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu kelompok pre-test dan post-test. Populasi sebanyak 859 orang dan 87 sampel diambil dengan menggunakan teknik systematic random sampling. Terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan (nilai p = 0,008) dan sikap (nilai p = 0,001) ibu rumah tangga tentang bahaya merokok sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Desa Mertiguna Kabupaten Sintang.
Analisis Faktor Lingkungan Abiotik Sebagai Sumber Penularan Leptospirosis di Indonesia: Literature Review Arief Nugroho; Mateus Sakundarno Adi; Nurjazuli Nurjazuli
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1821

Abstract

Leptospirosis hingga saat ini masih menjadi problematika kesehatan di seluruh dunia terutama di negara tropis dan subtropis salah satunya Indonesia. Manusia dapat terjangkit leptospirosis akibat kontak dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan abiotik sebagai sumber penularan leptopspirosis di Indonesia. Studi ini merupakan literature review dengan metode PRISMA. Kata kunci yang digunakan untuk penelurusan artikel adalah faktor lingkungan abiotik dan leptospirosis serta abiotic environmental factors and leptospirosis. Artikel yang berkaitan dengan topik ditelusuri menggunakan data base google scholar, nature, dan Pubmed dan ditemukan lima artikel yang relevan. Studi menunjukkan bahwa adanya faktor lingkungan abiotik yaitu curah hujan, suhu, dan kelembaban udara, serta pH berpengaruh dalam penularan leptospirosis di Indonesia. Masyarakat harus selalu menjaga kebersihan lingkungan serta terus berperilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan leptospirosis di lingkungan.
Hubungan Persepsi Risiko Pandemi COVID-19 dan Pengetahuan dengan Kepatuhan terhadap Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Sitti Raodhah; Yudi Adnan; Munawir Amansyah; Syamsul Alam
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1839

Abstract

Beberapa penelitian yang menguji kepatuhan dan persepsi masyarakat menjalankan program kesehatan penanggulangan COVID-19 telah dilakukan. Namun dari beberapa penelitian itu, kami belum menemukan gambaran tingkat kepatuhan masyarakat di kota Makassar terhadap program kesehatan dan vaksinasi pemerintah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat terhadap program kesehatan pada masyarakat di Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di Makassar dengan jumlah responden yang memiliki smartphone sebanyak 100 orang (purposive sampling) oleh karena jumlah populasi yang tidak diketahui. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat kota Masyarakat berada pada kategori tinggi sebesar 89%, persepsi masyarakat mengenai resiko COVID-19 berada pada kategori cukup sebesar 90% dan pengetahuan masyarakat mengenai resiko COVID-19 dalam kategori cukup sebesar 87%. Selain itu, ada hubungan yang bermakna persepsi (P-value = 0,000) dan pengetahuan (P-value = 0,033) dengan kepatuhan program vaksin dan protokol kesehatan pada masyarakat kota Makassar. Kota Makassar agar tetap mempertahankan tingkat kepatuhan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19 dengan cara selalu mengkomunikasikan bagaimana bahaya pandemik dan resikonya, memahami pentingnya perilaku pencegahan untuk menjaga, memelihara dan menjaga kesehatan diri sendiri maupun orang lain untuk mencegah terjadinya penularan virus COVID-19.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Perawat Mustakim Mustakim; Rafni Asnita Putri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1840

Abstract

Stres kerja pada perawat akan selalu mengalami peningkatan dan akan menjadi trend yang tidak akan bisa diabaikan karena berkaitan erat dengan keselamatan perawat dan pasien. Angka kasus stres kerja setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Permata Pamulang. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 90 perawat dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil studi menunjukkan adanya hubungan antara beban kerja dengan stres kerja (P-value = 0,001). Sedangkan variabel lainnya tidak berhubungan yaitu jenis kelamin (P-value = 0,688), status pernikahan (P-value = 0,949), tingkat pendidikan (P-value = 0,573), usia (P-value = 0,257), masa kerja (P-value = 0,702), shift kerja (P-value = 0,433) dan hubungan interpersonal (P-value = 0,240). Diharapkan rumah sakit mampu untuk meningkatakan lingkungan kerja yang nyaman dan melakukan analisis untuk beban kerja pada setiap ruangan.
Literature Review: Peran Pendamping dan Peer Educator dalam Edukasi Pencegahan COVID-19 Secara Online pada Kelompok ODHA Farandi Agesti Ramadhan; Hadi Pratomo; Putri Diyah Patni; Reza Dara Pertiwi; Dame Artha Ria; Ruri Muchtia Ichwan; Andi Muhammad Yusuf Ridwan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i03.1842

Abstract

Kerentanan ODHA terhadap risiko penularan COVID-19 dan meningkatnya jumlah kasus COVID-19, meningkatkan kesadaran untuk mencegah COVID-19. Peneliti menggunakan studi Literature Review berdasarkan pengumpulan data dari rentang waktu antara tahun 2015-2020 dengan kata kunci COVID-19, Pendidikan Online, HIV/AIDS, Peer Support Groups (KDS), Empowerment. Data yang ada dikoleksi dari dalam maupun luar negeri telah dipelajari dan dipilih bersumber dari Google Scholar, Proquest, Researchgate dan Springerlink. Hasil proses pencarian artikel menunjukkan bahwa terdapat 34 artikel yang berkaitan dengan penelitian berdasarkan rentang waktu antara 2015-2020 dan sesuai dengan kata kunci Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Setelah data ditinjau dan dipilih kembali, tersisa 17 artikel sesuai dengan kriteria inklusi dan relevan dengan tujuan dari penelitian ini. Kesimpulan dari hasil review jurnal menunjukkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan daring terkait pencegahan COVID-19 dengan melibatkan peran pendampingan dan pemberdayaan pendidik sebaya dalam kelompok ODHA.
Faktor Kejadian Stunting Pada Balita : Systematic Review Hikmatul Khoiriyah; Ismarwati Ismarwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1844

Abstract

Abstrak Masalah kesehatan yang terjadi pada balita salah satunya adalah kejadian stunting. Stunting merupakan kondisi balita mengalami kekurangan asupan nutrisi dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga anak mengalami gangguan pertumbuhan yaitu tinggi badan lebih pendek dari standar usia. Penyebab kejadian stunting adalah ketidakseimbangan asupan nutrisi dalam 1000 hari pertama kehidupan. Systematic review ini bertujuan untuk menemukan bukti berdasarkan artikel yang telah dipublikasikan terkait faktor kejadian stunting pada balita. Kriteria yang termasuk pada review ini adalah artikel original, artikel yang diterbitkan dalam Bahasa Inggris, artikel yang membahas tentang faktor kejadian stunting pada balita dan jurnal terbitan tahun 2017-2022. Metode review menggunakan systematic review dengan menggunakan PRISMA For Systematic Review,yang didapatkan dari database Ebsco, Pubmed, Scient direct, Proquest. Hasil review didapatkan 15 dari 1006 artikel yang dipilih. Kejadian stunting pada balita dikelompokkan dalam 4 tema yaitu faktor anak, faktor ibu, faktor lingkungan dan pola makan. Kesimpulan pada review ini didapatkan artikel terkait faktor penyebab stunting sehingga disarankan peneliti selanjutnya melakukan penelitian terkait penanganan stunting berdasarkan faktor penyebabnya. Hal tersebut bertujuan agar masalah stunting pada balita dapat terselesaikan.
Pengaruh Perilaku Higiene Perorangan terhadap Kejadian Pityriasis Versicolor pada Santri Dientyah Nur Anggina; Thia Prameswarie; Riliani Hastuti; M. Renaldi Fahlevi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i02.1852

Abstract

Pityriasis Versicolor merupakan penyakit yang cukup banyak ditemukan di Indonesia. Penyakit ini adalah penyakit infeksi kulit superfisial kronik yang disebabkan oleh genus Malassezia. Pondok pesantren merupakan tempat potensial terjadinya penyakit Pityriasis Versicolor karena memiliki higiene perorangan yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku higiene perorangan terhadap kejadian Pityriasis Versicolor pada santri. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 88 santri yang diambil dengan metode proportional stratified random sampling. Uji statistik chi-square digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Hasil penelitian diperoleh data 57 responden (64,8%) menderita Pityriasis Versicolor dan 41 responden (83,7%) memiliki perilaku higiene perorangan yang buruk. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara perilaku higiene perorangan dengan kejadian Pityriasis Versicolor pada santri (P-value = 0,00005; OR = 7,367). Perilaku higiene perorangan jika ditinjau dari aspek perilaku mandi, tukar menukar handuk dan pakaian berpengaruh secara statistik terhadap kejadian Pityriasis Versicolor (P-value = 0,013; 0,030; 0,001). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perilaku higiene perorangan dengan kejadian Pityriasis Versicolor pada santri.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2s (2025): Special Issue: The 3rd International Conference on Health Sciences 2024 Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 06 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 01 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 4 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue