cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+622178894043
Journal Mail Official
jurnal.jikm2000@gmail.com
Editorial Address
Jl. Harapan No.50, RT.2/RW.7, Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12610
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
ISSN : 22524134     EISSN : 23548185     DOI : https://doi.org/10.33221/jikm.v13i05
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) membahas kesehatan masyarakat sebagai disiplin ilmu dan praktik yang terkait dengan tindakan preventif dan promotif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang menerapkan berbagai teknik. Fokus ini mencakup area dan ruang lingkup seperti biostatistik, epidemiologi, pendidikan dan promosi kesehatan, kebijakan dan administrasi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan seksual dan reproduksi, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini menggunakan mekanisme peer-review di mana setiap artikel yang dikirimkan harus ditinjau secara anonim oleh rekan ahli yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dapat berupa artikel asli dan artikel tinjauan undangan.
Articles 382 Documents
Kepuasan Pasien pada Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Meriem Meisyaroh S; Murtini Murtini; Haslinda Haslinda
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i03.1853

Abstract

Kepuasan pasien menjadi tolak ukur dalam mutu pelayanan kesehatan, salah satu bagian tenaga kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam pemberian pelayanan kesehatan adalah perawat karena pelayanan keperawatan merupakan salah satu faktor penentu baik buruknya mutu dan citra puskesmas, akan tetapi seperti yang kita lihat diberbagai puskesmas masih banyak perawat yang mempunyai kinerja yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang datang berobat di Puskesmas yang masuk kriteria Inklusi sebanyak 50 responden. Hasil penelitian ini, menunjukkan 88% responden menilai kinerja baik, 70% menilai pelayanan baik dan 90% menilai komunikasi baik. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa faktor pelayanan (P-value = 0,006) dan komunikasi (P-value = 0,006) berhubungan secara signifikan dengan kepuasan pasien. Sedangkan faktor kinerja tidak berhubungan (P-value = 0,242) dengan kepuasan pasien. Kesimpulan dari penelitian ini kinerja pelayanan kesehatan sudah baik kepada pasien sehingga tidak ditemukan masalah mengenai kinerja dengan kepuasan pasien, sedangkan pelayanan dan komunikasi petugas kesehatan terhadap pasien sangat berpengaruh dengan kepuasan pasien di Puskesmas, adapun saran bagi Puskesmas yaitu, Puskesmas harus selalu mengutamakan kepuasan pasien.
Determinan Penerimaan Vaksin COVID-19 pada Masyarakat Muslim di Kota Tasikmalaya Sri Maywati; Nur Lina; Yuldan Faturrahman
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i02.1855

Abstract

Pengendalian pandemi dengan penerapan protokol kesehatan telah membantu melandaikan kurva epidemi, namun belum dapat mengontrol penyebaran COVID-19 sehingga diperlukan strategi kekebalan kelompok (herd immunity) melalui program vaksinasi. Keraguan vaksin dan informasi yang salah menyebabkan hambatan besar untuk mencapai cakupan dan Herd Immunity di banyak negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerimaan vaksin COVID-19 dan determinannya pada masyarakat muslim di Kota Tasikmalaya. Sampel sebanyak 350 orang dipilih secara random pada populasi masyarakat muslim kota Tasikmalaya yang memenuhi syarat. Variabel sebagai determinan penerimaan vaksin COVID-19 dalam penelitian ini adalah umur, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, dan kepercayaan terhadap Vaksin COVID-19. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah responden yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 sebesar 44%. Faktor yang berhubungan dengan penerimaan Vaksin COVID-19 adalah pendidikan (P-value = 0,016), pekerjaan (P-value = 0,022), dan kepercayaan terhadap vaksin (P-value = 0,000). Adapun faktor yang tidak berhubungan dengan penerimaan vaksin yaitu umur, jenis kelamin dan status pernikahan. Perlu riset yang mendalam untuk memahami kepercayaan masyarakat terhadap vaksin COVID-19 khususnya pada masyarakat yang berpendidikan tamat SD sederajat dengan status pekerjaan tidak bekerja atau bekerja pada institusi non formal.
Hubungan antara Aktivitas Fisik, Denyut Nadi dan Status Gizi Peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Provinsi Jawa Tengah Supriyono Supriyono; Maria Magdalena
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.1864

Abstract

Salah satu cara untuk mengetahui tingkat kebugaran adalah dengan mengukur denyut nadi. Frekuensi denyut nadi untuk orang normal jumlahnya sama dengan denyut jantung. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, denyut nadi, dan status gizi pada peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS). Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang peserta. Denyut nadi diukur dengan melakukan perabaan pada ujung lengan, yang dilakukan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Kemudian untuk status gizi dengan cara mengukur tinggi badan dalam satuan centimeter dan berat badan dengan satuan kilogram. Kemudian dihitung dengan rumus indeks masa tubuh (IMT). Hasil pada penelitian ini menunjukkan peserta laki-laki (83,33%) mempunyai denyut nadi awal lebih rendah dibandingkan peserta wanita (36,37%). Sedangkan untuk nadi akhir, rata-rata denyut nadi hampir sama, untuk peserta wanita (89,90%) dan peserta laki-laki (88,80%). Perubahan denyut nadi, peserta laki-laki (59,20%) lebih baik dibandingkan dengan peserta wanita (51,18%). Selain itu, status gizi berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) laki-laki lebih banyak yang memiliki berat abdan normal (77,8%) dibandingkan wanita (59,3%). Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna antara jenis kelamin dengan denyut nadi awal (nilai p = 0,002). Seseorang yang melakukan latihan fisik secara teratur dapat mempengaruhi dan meningkatkan denyut nadi.
Faktor Biologis dan Sosial yang Berpengaruh terhadap Kejadian Wasting pada Balita Nunik Ike Yunia Sari; Estin Gita Maringga
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1884

Abstract

Gizi buruk merupakan kondisi kekurangan zat gizi dalam kurun waktu yang lama, yang juga dipengaruhi oleh penyakit infeksi yang menyebabkan terganggunya proses metabolisme pencernaan dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko yang berpengaruh terhadap kejadian wasting pada balita. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian case control. Jumlah responden dalam penelitian ini sebesar 100 orang balita, yang terdiri dari 32 responden kelompok kasus dan 68 responden kelompok kontrol. Kelompok kasus yang dipilih adalah anak-anak di bawah lima tahun dengan wasting sedangkan kelompok kontrol adalah anak-anak di bawah lima tahun dengan berat badan normal. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (P-value = 0,001) , pendidikan (P-value = 0,001), pekerjaan (P-value = 0,001), pemberian ASI (P-value = 0,001), BB lahir (P-value = 0,013), imunisasi (P-value = 0,001), dan infeksi (P-value = 0,001) terhadap kejadian wasting pada balita. Hasil regresi logistic menunjukkan jenis kelamin memiliki resiko lebih tinggi terhadap kejadian wasting pada anak (P-value = 0,06; OR= 10,28). Diperlukan suatu upaya pencegahan terhadap kejadian wasting pada balita dan deteksi dini secara rutin, untuk meminimalkan risioko morbiditas maupun mortalitas pada balita.
Ketersediaan Ruang Laktasi terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja : Scoping Review Ria Muji Rahayu; Asri Hidayat
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1886

Abstract

Ibu bekerja yang menyusui menunjukkan kecenderungan ibu berhenti menyusui lebih awal atau tidak menyusui bayinya. Hal ini salah satunya disebabkan tidak tersedianya fasilitas ruang laktasi di tempat ibu bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bukti tentang ketersediaan ruang laktasi terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. Metode yang digunakan adalah Scoping review menggunakan ceklist PRISMA-ScR. Penulis menggunakan kerangka Arksey dan O’Malley. Alat pencarian di database Proquest, Pubmed dan EBSCO dilakukan untuk mencari artikel mulai dari 2016-2021, original artikel, artikel dalam bahasa inggris (full text dan open access). Seleksi review dan karakterisasi dilakukan dengan penilaian critical appraisal menggunakan The Joanna Briggs Instititute (JBI). Dari 1.054 artikel yang berpotensi relevan, 9 artikel digunakan. Penelitian berasal dari 5 negara yang berbeda dengan metode kuantitaif dan kualitatif digunakan pada penelitian ini. Hasilnya disajikan dalam dua tema, yaitu ibu bekerja yang berhenti menyusui dan faktor resiko penyebab ibu bekerja yang berhenti menyusui. Kesimpulan studi ini mengungkapkan sebagian ibu berhenti menyusui dikarenakan tidak tersedianya fasilitas untuk mendukung ibu menyusui di tempat kerja. Oleh karena itu, ibu bekerja membutuhkan tempat yang mendukung dan nyaman untuk memfasilitasi ibu menyusui ibu bekerja.
Analisis Kepuasan Pemasok terhadap Proses Pengadaan Barang dan Jasa serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di RSUP Dr. Kariadi Semarang Dian Andriani; Septo Pawelas Arso; Mursid Raharjo
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1887

Abstract

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan berkomitmen pada keselamatan pasien, pengunjung, dan stafnya. Kebutuhan sarana dan prasarana untuk pelayanan dipenuhi melalui proses pengadaan barang dan jasa. Rumah sakit wajib memberikan kepuasan kepada pemasok dalam kerjasama pengadaan barang dan jasa sebagai pelanggan eksternal rumah sakit. Kepuasan pemasok merupakan hal penting bagi rumah sakit agar pemasok loyal kepada rumah sakit. Loyalitas pemasok dapat dicapai apabila kepuasan pemasok terpenuhi. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pemasok barang dan jasa di RSUP Dr. Kariadi pada masa non pandemi. Pada masa pandemi proses pengadaan barang dan jasa berjalan dalam kondisi tertentu sehingga tidak bisa mewakili proses pengadaan barang dan jasa pada umumnya. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 269 pemasok yang pernah bekerja sama dengan RSUP Dr. Kariadi pada tahun 2019. Metode pengambilan sampel secara proportional random sampling dengan sampel sebanyak 75 responden berdasarkan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat hubungan signifikan antara kualitas layanan (P-value = 0,002), komunikasi (P-value = 0,000), komitmen (P-value = 0,000), prosedur pengadaan (P-value = 0,005), dan kebijakan pembayaran (P-value = 0,000) dengan kepuasan pemasok. Hasil uji regresi logistik menunjukkan kebijakan pembayaran memiliki pengaruh paling besar terhadap kepuasan pemasok.
Pengaruh Implementasi Rujukan Berjenjang terhadap Skor Faktor Risiko Ibu Bersalin Renata Ndaru Kusuma; Suryani Yuliyanti; Ratnawati Ratnawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i02.1915

Abstract

Rujukan pelayanan kesehatan merupakan faktor yang dapat menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Namun, banyaknya fasilitas kesehatan yang memiliki angka rujukan yang tinggi, menunjukkan bahwa sistem rujukan belum berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi rujukan berjenjang terhadap faktor risiko ibu bersalin di Poli Obgyn Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional dilakukan pada 754 ibu bersalin yang dirawat di Poli Obgyn Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang (RSISA). Penelitian ini menggunakan data rekam medis dan Kartu Skor Poedji Rochjati. Data penelitian diuji menggunakan Uji Non parametrik Mann-Whitney. Terdapat 596 ibu bersalin sebelum dan 158 ibu bersalin setelah implementasi rujukan berjenjang dengan rerata skor Poedji Rochjati masing-masing adalah 12,61 dan 12,24. Terdapat perbedaan skor faktor risiko ibu bersalin sebelum dan sesudah implementasi rujukan berjenjang (P-value = 0,01). Kebijakan rujukan berjenjang efektif dalam menyeleksi kasus persalinan dengan risiko tinggi di rumah sakit tersier yang terlihat dari peningkatan rerata skor Poedji Rochjati bagi ibu bersalin setelah implementasi rujukan berjenjang di RSISA (12,24 vs. 14,00). Evaluasi lebih lanjut terkait skor risiko pasien di Rumah sakit tersier dan sekunder diperlukan sebagai salah satu indikator efektifitas rujukan berjenjang.
Perkembangan Motorik Kasar dengan Pemberian ASI Eksklusif: Scoping Review Hidayati, Nurma; Astuti, Dhesi Ari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.1916

Abstract

Air Susu ibu (ASI) eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi dari umur 0-6 bulan tanpa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral). Penelitian ini bertujuan untuk menggali bukti tentang pemberian ASI Eksklusif dengan perkembangan motorik kasar. Desain penelitian menggunakan scoping review dengan metode ceklist PRISMA-ScR. Penulis menggunakan kerangka Arksey dan O’Malley. Database jurnal yang digunakan adalah Proquest, Pubmed, Wiliy dan EBSCO dilakukan untuk mencari artikel mulai dari Desember 2015- Desember 2021. Seleksi review dan karakterisasi dilakukan dengan penilaian critical appraisal menggunakan Joanna Briggs Instititute (JBI). Dari 598 artikel yang berpotensi relevan, 7 artikel digunakan. Penelitian berasal dari 5 negara yang berbeda dengan metode kuantitatif digunakan pada penelitian ini. Hasilnya disajikan dalam dua tema yaitu pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik kasar dan factor risiko. Studi ini mengungkapkan bahwa perkembangan motorik kasar dipengaruhi oleh pemberian ASI, bayi tidak premature, lingkungan, dan obesitas. Perlu adanya penelitian selanjutnya yang menggali lebih dalam hal pengaruh perkembangan motorik kasar.
Perception and Behavior of PLWHA towards Out-of-Pocket Costs when Accessing Antiretroviral Treatment Raihana Nadra Alkaff; Dela Aristi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1927

Abstract

Out-of-pocket costs are defined as direct and indirect costs when accessing antiretroviral (ARV) treatment at healthcare centers that aren’t subsidized by the government. While ARV treatment can be accessed for free, costs for diagnostic tests, consultation, and treatment for opportunistic infections are the main factor behind the low number of People Living with HIV/AIDS (PLWHA) accessing ARV treatment post-diagnosis. This study aims to understand PLWHA’s behaviors that are related to ARV treatment access based on perceived barriers to out-of-pocket costs. This study used a qualitative approach with 8 PLWHA informants and 1 healthcare worker informant that works at a care, support, and treatment (CST) clinic at a private hospital. This study was conducted for four months from August to November 2021. Results found that behaviors in accessing ARV treatment in PLWHA are influenced by their perceived seriousness of HIV, perceived barriers in the national healthcare insurance referral process, and self-efficacy. Perceived out-of-pocket cost barriers were not identified as the informants’ reason for deciding to start ARV treatment or discontinue ARV treatment. This study recommends increasing the availability of clinical psychologists that can provide psychological support for PLWHA, specifically within the first 6 months of diagnosis, supplemented by peer support groups.
Gejala Klinis dan Riwayat Komorbid pada Dewasa Muda terhadap Status Kesembuhan COVID-19 di DKI Jakarta Nunuk Nugrohowati; Melly Kristanti; Boenga Nur Cita
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1928

Abstract

Usia dewasa muda memiliki kerentanan dalam paparan COVID-19 dan resiko kematian, meskipun pada saat ini diketahui manifestasi klinis pada usia muda lebih ringan dibandingkan dengan usia dewasa. DKI Jakarta ditemukan kasus mencapai 270.494 orang terinfeksi COVID-19 rentang usia 5-28 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gejala klinis pasien pada usia muda yang terinfeksi COVID-19 dengan desain studi cross sectional menggunakan data sekunder Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021 pada trimester pertama. Jumlah sampel 3.851 orang terpilih melalui inklusi dan eksklusi. Variabel yang diteliti adalah jenis kelamin, riwayat penyakit komorbid dan status kepulangan pasien, dengan analisis data chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien COVID-19 usia dewasa muda pulang dengan status sembuh (99,71%), kasus meninggal lebih banyak pada laki-laki (54,5%), Pasien COVID-19 yang meninggal berusia dewasa muda lebih banyak ditemukan di wilayah Jakarta utara dan Jakarta timur (27,3%), pasien dengan kondisi sembuh dan riwayat hipertensi 21%, gejala awal yang dirasakan paling banyak demam (52,1%), batuk (49%) dan anosmia (37,7%). Analisis bivariat tidak terdapat hubungan gejala klinis dan riwayat komorbid terhadap status kesembuhan pasien (P-value < 0,05). Meskipun usia muda perlu diperhatikan kondisinya jika terkena COVID-19 terutama pada pasien yang memiliki gejala awal seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, hilang/berkurang indera pengecap, sesak nafas, mual dan muntah dan anosmia, karena tidak menutup kemungkinan pasien itu akan sembuh. Maka dari itu tingkatkan daya tahan tubuh dan laksanakan vaksinasi booster COVID-19.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2s (2025): Special Issue: The 3rd International Conference on Health Sciences 2024 Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 06 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 01 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 4 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue