cover
Contact Name
Kusroni
Contact Email
Jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Phone
+628563459899
Journal Mail Official
jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kedinding Lor 30 Surabaya 60129
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal KACA
ISSN : 23525890     EISSN : 25976664     DOI : https://doi.org/10.36781
KACA (Karunia Cahaya Allah) : Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin diterbitkan oleh Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Tafsir, Hadis, Tasawuf, Pemikiran Islam, dan kajian Islam lainnya. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Februari-Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1 (satu) spasi pada kertas ukuran B5 dengan panjang tulisan antara 15-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2017): Februari" : 2 Documents clear
Pluralisme Agama Islam di Indonesia Aris Imawan
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 7 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v7i1.306

Abstract

Mengenal sang khalik dapat dilakukan dengan berbagai cara, dan lebih mudahnya dapat dicapai dengan ayat-ayatnya (tanda-tanda keberadaannya). Ini berlaku pada setiap manusia yang ingin mengetahui hakekat dirinya, atau mau menggunakan potensi terhebat yang dititipkan oleh sang pencipta, yaitu akal. Bagi umat Islam untuk mengenal sang khalik (Allah swt) lebih cepat dapat ditempuh melalui agama, karena ia merupakan sarana awal untuk menguak berbagai dimensi yang mikrokosmos atau makrokosmos itu sendiri. Melalui Al-Qur’an sebagai buku panduan umat Islam akan mempermudah lagi dalam mengakses keberadaan sang khalik. Akan tetapi kemajemukan manusia terlebih umat Islam juga menjadi polemik sendiri ketika memaknai (mengartikulasi), menafsirkan dan memakai pedoman tersebut. Bukti konkrit polemik yang telah ada munculnya beragam sekte, aliran, bahkan di Indonesia sendiri tercatat lebih dari 60 aliran (golongan) yang bermunculan. Ini menjadi bukti pula bahwa Islampun menerima kemajemukan (pluralis) manusia dan aksinya. Sehingga dalam kesempatan ini penulis akan mencoba memaparkan pluralism agama Islam di Indonesia yan dikategorikan dalam kelompok besar (kelompok yang mempunyai masa)
Sekilas Membandingkan Sunan Abu Dawud dan Turmudzi Mohamad Anas
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 7 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v7i1.307

Abstract

Pengumpulan hadith pada masa awal ini masih sangat sederhana dan terus berkembang hingga sampai pada masa para ulama hadith seperti Imam Malik, Ahmad ibn Hambal, al-Bukhari, Muslim dan lainnya. Ketika masa ini, pengumpulan dan penulisan hadith sudah tertata dan tersusun secara sistematis dan terorganisir secara baik. Setelah Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, kini giliran Imam Abu Dawud dan juga al Tirmidzi, yang juga merupakan ahli hadis dan penghimpun hadis yang terkenal dan masuk dalam kategori kutub al-sittah. Dikenal dalam masyarakat awam khusunya umat Islam dengan nama kitab sunan. Sebagai ringkasan informasi awal bahwa kitab sunan adalah kitab yang disusun berdasarkan bab-bab hukum seperti taharah, salat, zakat yang bersumber dari Nabi Muhammad saw, sedangkan pendapat para sahabat tidak disebutkan didalamnya. Maka dalam karya ini penulis akan memaparkan tentang Sunan Abu Daud dan Al-Turmudzi serta karya-karyanya, sistematika penulisan dan kandungan sunannya, penilaian dan komentar ulama dan pakar, serta kitab-kitab syarahnya. Agar dapat membanding dua nama sunan yang sama baik sisi kelebihan atau kekurangannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 2