cover
Contact Name
Muh Yunus
Contact Email
muhyunusnabbi@gmail.com
Phone
+6285256649684
Journal Mail Official
muhyunusnabbi@gmail.com
Editorial Address
Jl.Dr.wahidin Sudirohusodo BTN Indira Residence Blok E No.10
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS)
ISSN : 30465087     EISSN : 30321239     DOI : https://doi.org/10.1234/jupengmas.v1i1.65
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JUPENGMAS) Volume 1, Nomor 1 Juni 2024, dipublikasikan pada tanggal 1 Juni 2024. JUPENGMAS untuk edisi ini telah menerima kiriman artikel dengan jumlah yang cukup banyak, tetapi dalam prosesnya telah dipilih beberapa artikel terbaik sesuai dengan hasil review. Untuk mempermudah dan mempercepat dalam proses review dan penyuntingan, kami mengharapkan kepada penulis untuk selalu mengikuti template dan/atau petunjuk Penulisan. Naskah atau Artikel yang dikirimkan tetapi tidak sesuai dengan template maka akan dikembalikan sebelum masuk dalam proses review
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 27 Documents
PENTINGNYA PEMBERIAN EDUKASI PADA IBU NIFAS TENTANG POLA MAKAN DAN TINGKAT STRES DENGAN KELANCARAN PENGELUARAN ASI DI PUSKESMAS LAKESSI KOTA PAREPARE TAHUN 2025 Sari, Arini Purnama; Usman, Arifa; Rismawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 1 No 2 (2024): 20 Desember 2024
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v2i1.85

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) merupakan dimana seorang ibu hanya memberikan ASI saja tanpa memberikan makanan tambahan baik berupa makanan padat maupuncairan lain seperti jeruk, madu, susu formula serta air pada bayi usia 0-6 bulan. Setelah bayi memasuki usia 6 bulan, mulai dapat diberikan makanan tambahan atau makanan pendamping ASI yang sering disebut MPASI. Pemberian ASI harus tetap diberikan sampai dengan bayi memasuki usia 2 tahun (Ritonga et al, 2022). Kandungan gizi dari ASI sangat khusus dan sempurna, serta sesuai dengan kebutuhan bayi, meski demikian, tidak semua ibu mau menyusui bayinya karna berbagai alasan, sebagai contoh: takit gemuk, sibuk, payudara kendor, dan sebagainya. Pada lain pihak ada juga ibu yang ingin menyusui bayinya, tetapi mengalami kendala biasanya ASI tidak mau keluar atau produksinya kurang lancar (Aditama & sari 2021). Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya Ibu nifas di Wilayah kerja Puskesmas lakessi kota parepare tentang kendala ibu yang menyusui bayinya yaitu ASI tidak mau keluar atau produksinya kurang lancar. Rencana kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan untuk sosialisasi tentang pentingnya pola makan dan tingkat stress ibu dengan kelancaran ASI
PENYULUHAN KEBIDANAN BAGI IBU PASCA MELAHIRKAN UNTUK MENCEGAH INFEKSI DAN KOMPLIKASI KESEHATAN DI PUSKESMAS KAMPILI KECAMATAN PALLANGGA KAB. GOWA 2024 Ikawati, Nurul; Syam, Nurul Fitri Sugiarti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 1 No 2 (2024): 20 Desember 2024
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v1i2.90

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan reproduksi melalui penyuluhan kebidanan yang diselenggarakan di Puskesmas Kampili Kecamata Pallangga Kab. Gowa. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua bulan dan melibatkan 30 ibu hamil dari berbagai usia dan latar belakang. Hasil dari penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai perawatan kesehatan ibu hamil, tanda-tanda bahaya kehamilan, serta persiapan persalinan. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan di tingkat komunitas
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN GIZI SEIMBANG UNTUK MENCEGAH STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PEDESAAN DI DESA GENTUNG KECAMATAN LABAKKANG KAB. PANGKEP 2024 Sudirman; Muldaniyah; Irmawati S; Muammar, Yudi; Nurdin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 2 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v2i1.95

Abstract

Stunting pada balita merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai di berbagai wilayah, termasuk di daerah pedesaan. Di Desa Gentung, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, tingkat stunting masih tergolong tinggi, yang berdampak pada kualitas kehidupan anak-anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan edukasi dan pendampingan gizi seimbang kepada orang tua balita sebagai upaya pencegahan stunting. Program pengabdian ini melibatkan penyuluhan mengenai pentingnya pola makan yang bergizi, pemahaman tentang pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), serta cara-cara mengoptimalkan asupan gizi pada balita. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode penyuluhan langsung, pelatihan pembuatan menu gizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan balita. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, serta adanya penurunan angka stunting pada balita di Desa Gentung. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat menjadi model yang efektif dalam mencegah stunting di wilayah pedesaan melalui pendekatan berbasis edukasi dan pendampingan gizi.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI BAGI REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI DESA RANNALOE KAB. GOWA 2024 Nurhayati; Sulfiana; AR, Irmayanti; Gusnawati, Yesi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 2 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v2i1.96

Abstract

Pernikahan dini merupakan permasalahan yang masih sering terjadi di berbagai daerah, termasuk di Desa Rannaloe, Kabupaten Gowa. Dampak negatif pernikahan dini meliputi risiko kesehatan reproduksi, rendahnya tingkat pendidikan, serta permasalahan sosial dan ekonomi. Salah satu upaya strategis dalam pencegahan pernikahan dini adalah melalui edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi, dampak pernikahan dini, serta pentingnya perencanaan masa depan.Metode yang digunakan dalam kegiatan edukasi ini meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta simulasi kasus yang melibatkan remaja, orang tua, dan tenaga kesehatan. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi melalui kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi dan risiko pernikahan dini. Selain itu, keterlibatan orang tua dan tokoh masyarakat menjadi faktor pendukung dalam keberhasilan program ini.Dengan adanya edukasi kesehatan reproduksi, diharapkan remaja di Desa Rannaloe memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam menjaga kesehatan reproduksi dan mampu mengambil keputusan yang bijak terkait pernikahan. Program ini perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan dari berbagai pihak guna menciptakan generasi muda yang sehat dan berdaya.
PENYULUHAN TENTANG BABY GYM UNTUK STIMULASI PERKEMBANGAN ANAK DI TPMB NURLIA MAKASSAR Rosdianah; S, Irmawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 2 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v2i1.97

Abstract

Penyuluhan tentang baby gym merupakan salah satu upaya penting dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada orang tua dalam merangsang perkembangan fisik dan motorik anak. Kegiatan ini diadakan di TPMB Nurlia Makassar dengan tujuan untuk memperkenalkan pentingnya stimulasi perkembangan anak usia dini melalui gerakan-gerakan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak. Baby gym tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mendukung perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan orang tua dapat memahami dan menerapkan teknik-teknik stimulasi yang tepat untuk mendukung perkembangan anak secara optimal. Penyuluhan ini juga memberikan kesempatan kepada orang tua untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak sejak dini
PENTINGNYA PEMBERIAN INFORMASI PADA REMAJA TENTANG PERNIKAHAN DINI DI DUSUN BARUGA DESA BATETANGNGA KEC. BINUANG KAB. POLEWALI MANDAR Arifa Usman; Sari, Arini Purnama; Rismawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 2 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v2i1.101

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan di bawah usia 18 tahun. Pernikahan dini menyimpan risiko yang cukup tinggi bagi kesehatan perempuan, terutama pada saat hamil dan melahirkan. Risiko terjadinya kematian ibu dan kematian bayi yang baru lahir 50 % lebih tinggi dilahirkan oleh ibu di bawah usia 20 tahun dibandingkan pada wanita yang hamil di usia 20 tahun ke atas. Pernikahan dini (early marriage) merupakan suatu pernikahan formal atau tidak formal yang dilakukan dibawah usia 18 tahun (UNICEF, 2014). Pasal 6 ayat 2 Undang-Undang No.1 tahun 1974, ditetapkan bahwa untuk melangsungkan pernikahan, seorang yang belum mencapai umur 21 tahun harus mendapat izin dari kedua orang tuanya. Seorang anak yang belum cukup 21 tahun dianggap secara rohaniah belum cukup matang untuk membina rumah tangga. Menurut Qomariyah (2021), pernikahan dini menyimpan risiko yang cukup tinggi bagi kesehatan perempuan, terutama pada saat hamil dan melahirkan. Perempuan yang menikah di usia dini memiliki banyak risiko, sekalipun ia sudah mengalami menstruasi atau haid. Namun, secara psikis anak tersebut belum siap menghadapi beban rumah tangga. Komplikasi dari kehamilan dan persalinan merupakan penyebab utama kematian anak perempuan berusia 15 sampai 19 tahun di negara- negara berkembang. Dari 16 juta remaja perempuan yang melahirkan setiap tahun diperkirakan 90 % sudah menikah dan 50 ribu diantaranya telah meninggal. Selain itu risiko terjadinya kematian ibu dan dan kematian bayi yang baru lahir 50 % lebih tinggi dilahirkan oleh ibu di bawah usia 20 tahun dibandingkan pada wanita yang hamil di usia 20 tahun ke atas (WHO, 2021)
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG KESEHATAN MENTAL DI ERA DIGITAL DI DESA RANNALOE KECAMATAN BUNGAYA KAB. GOWA 2024 M.Kes, Muh Yunus; S, Irmawati; Resky, Shulystiawaty Desy
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 2 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v2i1.104

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu yang sering kali kurang mendapatkan perhatian, terutama di era digital saat ini dimana tekanan sosial dan informasi sangat cepat tersebar. Desa Rannaloe, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, menghadapi tantangan dalam pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental melalui edukasi dan pendampingan langsung. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, diskusi kelompok, dan penyebaran media informasi yang relevan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan sikap positif masyarakat terhadap kesehatan mental serta minat untuk menerapkan pola hidup sehat secara psikologis. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun komunitas yang peduli dan suportif terhadap isu kesehatan mental.
PENTINGNYA PEMBERIAN EDUKASI PADA IBU NIFAS TENTANG POLA MAKAN DAN TINGKAT STRES DENGAN KELANCARAN PENGELUARAN ASI DI PUSKESMAS LAKESSI KOTA PAREPARE TAHUN 2025 Usman, Arifa; Sari, Arini Purnama; Rismawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 2 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v2i1.99

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) merupakan dimana seorang ibu hanya memberikan ASI saja tanpa memberikan makanan tambahan baik berupa makanan padat maupuncairan lain seperti jeruk, madu, susu formula serta air pada bayi usia 0-6 bulan. Setelah bayi memasuki usia 6 bulan, mulai dapat diberikan makanan tambahan atau makanan pendamping ASI yang sering disebut MPASI. Pemberian ASI harus tetap diberikan sampai dengan bayi memasuki usia 2 tahun (Ritonga et al, 2022).Kandungan gizi dari ASI sangat khusus dan sempurna, serta sesuai dengan kebutuhan bayi, meski demikian, tidak semua ibu mau menyusui bayinya karna berbagai alasan, sebagai contoh: takit gemuk, sibuk, payudara kendor, dan sebagainya. Pada lain pihak ada juga ibu yang ingin menyusui bayinya, tetapi mengalami kendala biasanya ASI tidak mau keluar atau produksinya kurang lancar (Aditama & sari 2021).Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya Ibu nifas di Wilayah kerja Puskesmas lakessi kota parepare tentang kendala ibu yang menyusui bayinya yaitu ASI tidak mau keluar atau produksinya kurang lancar. Rencana kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan untuk sosialisasi tentang pentingnya pola makan dan tingkat stress ibu dengan kelancaran ASI.
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR DI DESA RANNALOE, KECAMATAN BUNGAYA, KABUPATEN GOWA TAHUN 2025 M.Kes, Muh Yunus; S, Irmawati; Kanang, Bau; HB, Erlina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 2 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v2i2.108

Abstract

Penyakit menular masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan, termasuk Desa Rannaloe, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa. Rendahnya literasi kesehatan serta keterbatasan akses informasi menyebabkan masyarakat kurang memahami cara pencegahan dan penanganan awal penyakit menular seperti ISPA, diare, penyakit kulit, dan demam berdarah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi terstruktur mengenai pencegahan penyakit menular. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, penyuluhan kesehatan, demonstrasi praktik cuci tangan dan sanitasi yang benar, serta pembagian media edukasi berupa leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sanitasi lingkungan, serta langkah-langkah pencegahan penyakit menular. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Rannaloe mampu menerapkan PHBS secara konsisten guna menurunkan risiko penularan penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.Literasi Kesehatan, Penyakit Menular, Edukasi Kesehatan, PHBS,
PELATIHAN PENGELOLAAN ADMINISTRASI DAN REKAM MEDIK UNTUK MENINGKATKAN MUTU LAYANAN DI PUSKESMAS BONTOMARANNU, KABUPATEN GOWA TAHUN 2025 Rosdianah; S, Irmawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 2 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v2i2.109

Abstract

Pengelolaan administrasi dan rekam medik yang baik merupakan salah satu pilar utama dalam peningkatan mutu layanan kesehatan di fasilitas pelayanan tingkat pertama, khususnya Puskesmas. Permasalahan yang masih sering dijumpai di Puskesmas Bontomarannu Kabupaten Gowa meliputi ketidakteraturan administrasi, ketidaklengkapan pengisian rekam medik, serta keterbatasan pemahaman tenaga kesehatan dan tenaga administrasi terkait standar pengelolaan rekam medik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan serta petugas administrasi dalam pengelolaan administrasi dan rekam medik melalui kegiatan pelatihan terstruktur.Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini meliputi ceramah, diskusi interaktif, simulasi pengisian rekam medik, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan terdiri dari tenaga kesehatan dan staf administrasi Puskesmas Bontomarannu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta terkait pengelolaan administrasi dan rekam medik, meningkatnya kepatuhan terhadap standar pengisian rekam medik, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya rekam medik sebagai alat dokumentasi, pelayanan, dan aspek legal. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi secara berkelanjutan dalam peningkatan mutu layanan kesehatan di Puskesmas Bontomarannu.

Page 2 of 3 | Total Record : 27