cover
Contact Name
Dwi Viora
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
admin@ijoed.org
Editorial Address
Perumahan Mutiara Cadika Blok A5 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Indonesia Kode Pos 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
IJoEd: Indonesian Journal on Education
ISSN : -     EISSN : 30646146     DOI : https://doi.org/10.70437/ijoed
Core Subject : Education,
Indonesian Journal on Education (IJoEd) is a peer-reviewed open-access journal established for disseminating state-of-the-art knowledge in the field of education. This journal is published annually in March, June, September, and December by LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan. Indonesian Journal on Education (IJoEd) is research and Community services related to education, including; the development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution, development assessment, child development psychology, child empowerment, learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in education and various fields related education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2025)" : 23 Documents clear
Pemanfaatan Media Karuta dalam Pembelajaran Bahasa Jepang: Suatu Tinjauan Pustaka Rustanti, Nita
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.318

Abstract

Pembelajaran bahasa Jepang di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan seiring dengan meningkatnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang. Bahasa Jepang tidak hanya dipelajari di tingkat universitas, tetapi juga telah menjadi mata pelajaran pilihan di berbagai sekolah menengah atas (SMA) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan menganalisis temuan-temuan penelitian terdahulu mengenai pemanfaatan media karuta dalam pembelajaran bahasa Jepang. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis enam artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan, mencakup penggunaan karuta dalam pembelajaran huruf, kosakata, keterampilan menyimak, serta pengembangan karuta berbasis digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa media karuta secara konsisten memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar dan hasil pembelajaran siswa, meskipun tingkat efektivitasnya bervariasi tergantung pada konteks implementasi dan desain penelitian. Kesimpulan Penelitian ini menemukan bahwa (1) Media karuta memiliki potensi sebagai media pembelajaran bahasa Jepang yang efektif, terutama untuk pembelajaran kosakata ketika dirancang dengan pendekatan multi-modal (huruf, kata, gambar), (2) Efektivitas karuta bervariasi tergantung pada desain karuta, aspek bahasa yang menjadi fokus, durasi penggunaan, dan tingkat kemampuan awal pembelajar, (3) Karuta memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, interaksi sosial, dan kesadaran akan kesulitan pengucapan, yang tidak selalu terukur dalam tes penguasaan konvensional, serta (4) Perkembangan karuta digital membuka peluang pembelajaran mandiri, meskipun perlu mempertimbangkan cara mempertahankan aspek sosial dan kompetitif yang menjadi keunggulan karuta tradisional.
Komunikasi Tertulis pada Orang Dewasa Pakaya, Qhanadya Eka Putri; Gani, Salwiya H.; Totoke, Sulastri
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.319

Abstract

Komunikasi tertulis merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan orang dewasa, terutama ketika peserta didik memiliki tingkat literasi yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas berbagai bentuk komunikasi tertulis seperti modul, buletin, leaflet, pamflet, dan jurnal, serta menilai risiko kesalahpahaman yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana teknologi modern seperti WhatsApp, Google Docs, dan platform e-learning dapat memperkuat peran komunikasi tertulis dalam mendukung pembelajaran orang dewasa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data dari diskusi kelompok, contoh kasus nyata, dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leaflet dan pamflet lebih efektif bagi peserta didik dengan literasi rendah karena menyajikan informasi secara ringkas dan visual. Risiko kesalahpahaman dapat menurunkan motivasi dan menimbulkan konflik, namun dapat diminimalisasi dengan instruksi yang jelas dan konsisten. Teknologi digital terbukti memperluas akses komunikasi tertulis, meningkatkan partisipasi, serta mendukung dokumentasi pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi tertulis tetap relevan di era digital dengan keunggulan kejelasan, konsistensi, dan aksesibilitas ulang.
Pola dan Tren Penggunaan AI dalam Pembelajaran Bahasa Jepang: Studi pada Lembaga Pelatihan Kerja Bandung Rustanti, Nita; Dewi Utami Hamid, Nuke
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.293

Abstract

Penggunaan AI terus meluas dalam berbagai lini kehidupan, tidak terkecuali bidang pendidikan, khususnya vokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tren dan pola pembelajaran bahasa Jepang berbantuan AI di Lembaga Pelatihan Kerja Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner online kepada 28 peserta pelatihan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Temuan menunjukan bahwa tren penggunaan AI dalam pembelajaran bahasa Jepang didominasi oleh ChatGPT (67,9%) dan Google Translate (46,4%). Pola penggunaan AI dalam pembelajaran bahasa Jepang menunjukkan karakteristik pembelajaran mandiri dengan frekuensi 1-2 kali per minggu, durasi kurang dari 30 menit, dan dilakukan secara mandiri menggunakan smartphone setelah jam kelas tanpa bimbingan pengajar. Temuan ini mengonfirmasi bahwa AI berfungsi sebagai media pembelajaran tambahan yang mendukung, bukan menggantikan pembelajaran formal di kelas.

Page 3 of 3 | Total Record : 23