Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada publishes research articles, conceptual articles, and field study reports (Focus and Scope). This journal article is published twice a year, in June and December, and is published by the Nursing Academy/Polytechnic Sandi Karsa Research and Community Service Institute, Makassar, Indonesia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, first published in 2013, presents articles based on research in health studies. The objective of the journal is to provide a forum for lecturers, researchers, students, and practitioners to present their ideas, concepts, and new theories in health and to disseminate theory, research, and teaching reviews to the academic community of health studies in Indonesia and abroad. This journal has SINTA 5 accreditation from the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia, indexed by DOAJ, Ebsco.
Articles
604 Documents
Pengaruh Tingkat Pengetahuan Perawat Dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Nosokomial Pada Diruang Perawatan Rs Tajuddin Chalik Makassar
Maria Sumaryati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiskh.v6i2.202
Infeksi nosokomial merupakan masalah utama yang harus dihadapi setelah pemasangan kateter. Selama pasien dirawat di bangsal perawatan, perawat adalah orang yang bertanggung jawab dalam observasi dan upaya pencegahan infeksi nasokomial, yaitu dengan memberikan tekhnik perawatan yang aman dan nyaman bagi pasien dan dengan berdasarkan pada prinsipprinsip tehnik aseptik. Merupakan salah satu upaya pencegahan dan atau meminimalkan onset dan penyebaran infeksi nosokomial Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pendidikan dan lama kerja perawat terhadap upaya pencegahan infeksi nosokomial Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Populasi pada penelitian ini yaitu perawat pelaksana yang melakukan perawatan kateter. Jumlah sampel sebanyak 24 responden. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan dalam upaya pencegahan infeksi Hasil penelitian diperoleh menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik dan memiliki perilaku pencegahan infeksi nosokomial dengan baik adalah sebesar 10 orang (38,5%) sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang Baik dan perilaku pencegahan infeksi nosokomial dengan baik sebesar 5 orang (19,2%). Responden yang memiliki pengetahuan rendah dan kurang mampu dalam melakukan upaya pencegahan infeksi nosokomial dengan baik adalah sebesar 10 orang (38,5% Kesimpulan dalam penelitian ini adalah upaya pencegahan infeksi nosokomial pada pemasangan kateter dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang baik sebagai pemotivasi dalam meningkatkan kesadaran untuk melakukan hal-hal positif terutama dalam menerapkan keterampilan yang dimiliki. Saran perlu adanya peningkatan sumber daya manusia utamanya perawat melalui pendidikan atau pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keterampilan khususnya dalam Pengendalaiandan pencegahan infeksi nosokomial.
Pengaruh Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Tb Di Wilayah Kelurahan Pallantikan Kabupaten Maros
Maria Kurni Menga
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiskh.v6i2.203
Penyakit tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang masih tetap merupakan masalah kesehatan di dunia. World Health Organization (WHO) dalam Annual Report On Global TB Control 2003, mengatakan terdapat 22 negara dikategorikan High Burden Countries terhadap TBTujuan diketahuinya pengaruh pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan TB di wilayah Kelurahan pallantikan Kabupaten Maros. Jenis penelitian yang digunakan adalah bersifat survey deskriptif dengan menggunakan pendekatan observasional yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap atau variabel bebas (independen) dengan variabel terikat (dependen) pencegahan TB. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan pallantikanKota Makassar selama 1 minggu mulai tanggal 6 sampai dengan 12 Juli 2013, dengan pengambilan data primer melalui wawancara dan pengisian kuisioner oeh pasien yang menjalani rawat jalan Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. cross sectional ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Artinya, tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status Pengetahuan responden tentang penyakit tuberculosis baik 26 responden dan yang pengetahuannya kurang sebanyak 24 responden karena kurangnya responden menggunakan alat inderanya untuk mencari informasi tentang penyakit tuberculosis. Sikap responden tentang penyakit tuberculosis positif yaitu 32 responden dengan cara menghindar penderita tuberculosis,dan sikap negatif yaitu 18 responden karena responden tidak tau cara penangana atau menghindar penderita tuberculosis .Sikap responden terhadap upaya pencegahan tuberculosis sangat baik
Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Lanjut Usia Di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar
Suprapto Suprapto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiskh.v6i2.207
Diare adalah suatu penyakit dengan adanya tanda-tanda perubahan pada tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi BAB (buang air besar) 3 kali atau lebih dalam satu hari. Faktor yang mempengaruhi diare adalah lingkungan, gizi, kependudukan, pendidikan, sosial ekonomi dan perilaku masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menambah wawasan dan pengetahuan peneliti tentang hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada lanjut usia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Populasi semua lanjut usia yang di RW 04 Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar berjumlah 43 0rang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling, di dapatkan 30 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan observasi langsung. Data diolah dan dianalisa dengan menggunakan komputer program microsoft excel dan program statistik (SPSS) versi 16.0. Analisa data mencakup analisa univariat dengan mencari distribusi frekuensi, analisa bivariat dengan uji chi-square (α=0,05). Hasil analisa bivariat didapatkan ada hubungan antara penyediaan air bersih dengan kejadian diare (ρ<0.045), ada hubungan antara pengolahan sampah rumah tangga dengan kejadian diare (ρ<0,049) terdapat hubungan antara penggunaan jamban dengan kejadian diare (ρ<0,045), dan terdapat hubungan antara penggunaan SPAL dengan kejadiaan diare(ρ<0,049). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara penyediaan air bersih, pengelolaan sampah rumah tangga,penggunaan jamban keluarga,dan penggunaan SPAL dengan kejadian diare pada lanjut usia di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar
Tingkat Pengetahuan Peran Kader Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Samataring Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai
Trimaya Cahya Mulat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiskh.v6i2.208
Pembangunan bidang kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional yang secara keseluruhannya perlu digalakkan. Hal ini telah digariskan dalam sistem kesehatan nasional antara lain disebutkan bahwa, sebagai tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk atau individu agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan pembanguann nasional.Metode penelitian ini yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh kader posyandu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Samataring Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai yang berjumlah 75 orang dan sampel penelitian yaitu 35 orang responden (total sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuissioner kepada responden untuk diisi dan observasi langsung terhadap peran kader posyandu yang dilakukan oleh peneliti Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu mulai dari tanggal 22 sampai tanggal 24 Juli 2013. Selama penelitian berlangsung, didapatkan sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 35 orang responden. Setelah data diolah dan dianalisa, maka didapatkan hasil kader posyandu baik sebayak 28 (80%) orang responden, sedangkan kader posyandu cukup baik sebanayk 7 (20%) orang responden. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Hasil penelitian diperolehnya kader di wilayah kerja Puskesmas Samataring Kecamatan Sinjai Timur kabupaten sinjai, kader posyandu memiliki pengetahuan tentang peran kader posyandu yang baik dan cukup baik, yang mana kader dengan pengetahuan yang baik sebanyak 28 orang responden (80%), sedangkan kader dengan pengetahuan yang cukup baik sebanyak 7 orang responden (20%)
Gambaran Efektivitas Penerapan Program Rehabilitasi Stroke Berbasis Rumah di Kota Makassar
Yudi Hardianto;
Rijal Rijal;
Fadhia Adliah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.210
This study aims to see a picture of the effectiveness of implementing a home-based stroke rehabilitation program. This research is a preliminary study involving 10 research subjects divided into 2 groups. Group 1 was given a rehabilitation program in the form of a physiotherapist's visit to provide exercise once a week. Group 2 was given 3 visits a week. A home-based stroke rehabilitation program in both groups was carried out for 1 month. In both groups, measurements of muscle strength, risk of falling and independence were measured. Each of the three variables was measured using a dynamometer, timed-up and go test, and functional independence measure (FIM). The results showed that group 2 had better muscle strength, risk of falls, and independence than group 1. This showed that in implementing a home-based stroke rehabilitation program, visits were more routine, at least 3 times a week, more recommended than visits that were only 1 time a week.
Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Gangguan Sistem Pencernaan “Gastritis”
Suprapto Suprapto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.211
The purpose of applying nursing care by using a nursing process approach with priority problems meeting the basic needs of pain. The research method used with the case study approach is designed descriptively, which in this case study will explain the cases experienced by patients with gastritis. The results of research from the results of case studies that people with gastritis will be worse if he experiences stress. In addition to stress, the entry of air through the mouth when consuming food can also cause an increasingly bloated stomach and increased belching frequency. Conclusions obtained from the main complaints of patients say uluhati like pricked and felt at mealtime or late eating with the nature of complaints disappearing arise. The objective data is that the general condition of the patient is weak, the patient seems to wince The main nursing diagnoses are pain related to gastric mucosal irritation, nutritional changes less than the body's needs related to inadequate intake and the risk of lack of fluid volume associated with nausea and vomiting. In planning the writer involves the family in determining the priority of the problem of choosing the right action in the nursing process of gastritis. Interventions carried out adjusted to interventions contained in the theory. The implementation phase is based on a plan that has been prepared by the author together with the client and family. In evaluating the nursing process in clients with gastritis always refers to the purpose of meeting the needs of the client. The results of the evaluation conducted for three days showed that all problems could be overcome.
Hubungan Merokok Dan Riwayat Keturunan Dengan Kejadian Hipertensi
Nanang Dismiantoni;
Anggunan Anggunan;
Nia Triswanti;
Rina Kriswiastiny
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.214
Background: Smoking is an overt behavior in which smokers inhale tobacco rolls. In this case, it means that smoking is inhaling a roll of tobacco that wrapped in a paper. History of descent is if both parents have a history of the disease, then their descent will be at risk for getting the disease because of the genetics influence. Hypertension is a condition when the systolic blood pressure ≥ 140 mmHg and diastolic ≥ 90 mmHg on two blood pressure measurement examinations within 5 minutes and in a relaxed state. Methodology: The type of research that is used is patients that are suspected of having hypertension in the working area of Community Health Center (PUSKESMAS observational analytic method with cross-sectional approach by using a questionnaire. The population of this study was all) Simbarwaringin in Trimurjo district of Central Lampung in 2019. As well as sampling using purposive sampling method, with a total of 88 samples. The data were analyzed by Chi-Square test. Result: In this study, out of 42 respondents who have a smoking habit, most experienced hypertension as many as 36 people (85.7%). Similarly of the 59 respondents who have hereditary factors, most experienced hypertension as many as 48 people (81.4%). By using the Chi-Square test, shows that a p-value = 0.016 which is less than the value of significance of 5%. It shows a significant relationship between smoking habit with the incidence of hypertension and also a relationship of hereditary with the incidence of hypertension by using Chi-Square showed a p-value = 0.023 which is less than the value of significance of 5% (0.05). Conclusion: There is a relationship between smoking and the history of descent with hypertension events in the working area of Community Health Center (PUSKESMAS) Simbarwaringin in Trimurjo district of Central Lampung in 2019.
Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Angka Kejadian Dermatitis Seboroik
Eka Silvia;
Anggunan Anggunan;
Arif Effendi;
Isma Nurfaridza
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.216
Background : The incidence of seborrheic dermatitis is related to several risk factors, one of them is gender. Men have a two times greater incidence than women, associated with androgen hormone stimulation, resulting in sebaceous activity to produce more sebum. Increased sebum can induce Malassezia proliferation and trigger seborrheic dermatitis. Purpose : To determine the correlation between gender and incidence rate of seborrheic dermatitis in dermatovenerology polyclinic of regional general hospital dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung 2019. Method : Using an observational analytical design with a cross-sectional approach. The samples were collected by using total sampling technique. Data collection was done by recording in medical records and registration books and then analyzed them using the Chi-Square test. Results : There were 217 samples collected. There were 52 male patients (63%) and 31 female patients (37%) with dermatitis seborrheic, while in atopic dermatitis based on gender, 58 male patients (43%) and 76 female patients (57 %) were found. Chi-Square statistical test results obtained p = 0.008 (p <0.05) which meant a significant correlation between gender and incidence rate of seborrheic dermatitis. Conclusion : The final results show that the male sex, has a greater risk to trigger seborrheic dermatitis.
Efektivitas Madu Murni dan Propolis Terhadap Bakteri Pencemar Susu Penyebab Foodborne Disease pada Produk Susu Kemasan
Fidati Hanifa;
Ratna Purwaningrum;
Festy Ladyani Mustofa;
Zulfian Zulfian
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.217
Milk is nutritious food, but it is easily contaminated with bacteria. Bacteria-contaminated milk if it consumed can cause foodborne disease. One of the functions of foodborne is antibiotic, however, the usage of the antibiotic synthesis needs to focus more to prevent the resistance. Pure honey and propolis are the natural substances that are believed to have an antibiotic effect. Purpose: The purpose of this research is to know the effectiveness of pure honey and propolis towards milk pollutant bacteria caused by foodborne disease in packaged milk products. Research Method: This research is using an experimental research method. Data obtained descriptively and qualitatively. The result: Pure honey with 100% concentration has an average diameter of obstacles zone 16.75 mm. Propolis with 100% concentration has an average diameter of obstacles zone 20.25 mm. Conclusion: The effectiveness of propolis towards milk pollutant bacteria caused foodborne disease in packaged milk products which has an average diameter of obstacles zone 20.25 mm, the effectiveness of pure honey towards milk pollutant bacteria caused foodborne disease in packaged milk products which has an average diameter of obstacles zone 16.75 mm.
Manfaat Edukasi terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pasien Obesitas Rumah Sakit Mardi Waluyo
Mertha Dewi;
Firhat Esfandiari;
Ratna Purwaningrum;
Muhamad Yunus
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.218
Obesity is a disease caused by an imbalance between incoming and outgoing energy so that in the body there is an accumulation of fat tissue. One effort to reduce blood cholesterol can be done through consultation or counseling. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between the benefits of education with changes in lifestyle behavior to reduce cholesterol levels in obese patients at Mardi Waluyo Hospital in 2019. Method This study uses an observational analytic approach with a cross-sectional design. The sampling technique in this study used a purposive sampling method and obtained a total sample of 30 people. Data analysis using the T-Test Dependent test. The results are known to Obesity Patients aged 20-29 years as many as 3 people (10%), aged 30-39 years as many as 5 people (17%), aged 40-49 years as many as 9 people (30%), aged 50-59 as many as 8 people (26%) and aged 60-69 years as many as 5 people (17%) and most of the female sex as many as 22 people (73%). By conducting education on obese patients before and after it is very influential in reducing cholesterol levels