cover
Contact Name
Irhas Syah
Contact Email
irhassyah@fdk.ac.id
Phone
+6281374501532
Journal Mail Official
irhassyah@fdk.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta, Kelurahan Manggis Ganting Kec. Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Physio Move Journal (PMJ)
ISSN : 29872456     EISSN : 29872456     DOI : -
Core Subject : Health,
Physio Move Journal (PMJ) merupakan jurnal penelitian yang diterbitkan oleh Program Studi Fisioterapi Universitas Fort De Kock Bukittinggi sebagai media untuk mempublikasikan hasil penelitian (original article), studi literature (literature review) dan laporan kasus (case report). Artikel Fisioterapi dalam jurnal ini antara lain meliputi bidang ilmu Fisioterapi. Jurnal ini akan terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juli dan Desember
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2022): Physio Move Journal" : 5 Documents clear
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI TERHADAP KASUS MULTIPEL FRAKTUR ; CASE STUDY rosadi, rakhmad; Ningsih, Fitriani; Sunaringsih, Sri
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 1, No 2 (2022): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v1i2.2181

Abstract

Fraktur multipel adalah fraktur yang biasa terjadi pada tulang lebih dari satu. Adapun contoh dari fraktur multiple yaitu fraktur radius distal dan fraktur tibialis. fraktur radius distal adalah fraktur ortopedi yang paling umum di dunia barat. Distribusi fraktur radius distal pada populasi umum adalah bimodal dengan puncak insiden pada pria muda dan wanita pasca menopause. Usia merupakan salah satu faktor risiko yang signifikan untuk kehilangan reduksi dan perpindahan fraktur sekunder. fraktur radius distal adalah fraktur paling umum kedua yang dirawat di Amerika Serikat, dengan perkiraan kejadian tahunan 643.000. fraktur radius distal adalah fraktur ekstremitas atas yang paling umum, terhitung seperempat dari semua fraktur ekstremitas atas. Sedangkan fraktur shaft tibialis merupakan fraktur tulang panjang mayor yang paling umum yang dirawat dengan pembedahan di Amerika Serikat, dengan insiden tahunan 17 per 100.000 orang di negara maju. Dari beberapa keluhan yang muncul setelah terjadi fraktur tersebut fisioterapi dapat membantu untuk meningkat ekstensibilitas jaringan lunak dan otot disekitar area cedera pada ekstemitas atas maupun bawah, dan latihan penguatan untuk meningkatkan aktivitas fungsional serta mengurangi dampak disablitas yang disebabkan oleh fraktur tersebut.
RESIKO JATUH PADA LANSIA BERHUBUNGAN DENGAN HYPERKIFOSIS DAN BODY MASS INDEX DI KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2022 syah, irhas; febriani, yelva; adenikheir, annisa
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 1, No 2 (2022): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v1i2.2392

Abstract

ABSTRACT : people, which is certain to continue to increase by 3 times in 2050. Overweight and underweight seniors have a high risk of falling with the same percentage, it can be explained that what affects the risk of falling is caused by the stability of the elderly posture, 60 elderlies with kyphosis posture 85% have poor static balance. The type of this study was cross sectional approach. The population was all elderly people at 60-69 years old. They were 62 people who were in Healthy Elderly Posbindu Kunci Limukan Worship. The results obtained from 62 respondents, 26 (41.9%) who experienced neutral and 14 (22.6%) and hyperkyphosis, namely 22 (35.5%), namely20 (32.3%) who had normal BMI, obesity as many as 18 respondents (29.0%) and 26 (41.9%) respondents who had a moderate fall risk, 16 respondents (25.8%). The results of statistical tests obtained p value <0.001 it can be concluded that there is a relationship between hyperkyphosis and the risk of falling in the elderly and with a p value of 0.000 that there is a relationship between BMI and the risk of falling in the elderly. It is suggested to community health center to carry out positive activities for the elderly such as elderly gymnastics to maintain the health of the elderly and provide health education about good nutrition for the elderly. Keywords: Hyperkyphosis, BMI, Fall Risk  ABSTRAK : Menurut WHO di kawasan Asia tenggara yang diatas umur 60 tahun berjumlah 142 juta orang yang mana dipastikan akan terus meningkat sampai 3  kali lipat ditahun 2050.  Lansia overweight dan underweight memiliki resiko jatuh tinggi dengan presentase yang sama ini dapat dijelaskan bahwa yang mempengaruhi resiko jatuh lebih disebabkan oleh kestabilan postur lansia, 60 lansia dengan postur kifosis 85% memiliki keseimbangan statis yang buruk Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia usia 60-69 tahun sebanyak 62 orang yang berada di Posbindu Lansia Sehat Kunci Ibadah Limbukan. Hasil penelitian didapatkan dari 62 responden yaitu 26 (41,9%) yang mengalami netral dan Hypokifosis yaitu 14 (22,6%) dan hyperkifosis yaitu 22 (35.5%), yaitu   20 (32,3%)   yang memiliki BMI normal, obesitas sebanyak 18 responden (29,0%) dan  26 (41,9%)   responden yang memiliki resiko jatuh sedang, resiko jatuh tinggi sebanyak 16 responden (25,8%).  Hasil uji statistik diperoleh diperoleh nilai p<0,001 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara hyperkifosis dengan resiko jatuh pada lansia dan dengan nilai p value 0,000 bahwa terdapat hubungan antara BMI dengan resiko jatuh pada lansia. Disarankan kepada puskesmas untuk dapat melaksanakan kegiatan yang positif kepada lansia seperti senam lansia  untuk menjaga kesehatan para lansia serta memberikan pendidikan kesehatan tentang gizi yang baik bagi lansia Kata Kunci       : Hyperkifosis, BMI, Resiko Jatuh
PHYSICAL ACTIVITY AND COGNITIVE FUNCCTION AND THE RISK OF FALLING IN THE ELDERLY sulung, neila; Hawako, Houri; Utami, Rindu Febriyeni; Febriani, Yelva
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 1, No 2 (2022): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v1i2.2383

Abstract

Latar belakang: Lansia adaIah sekeIompok orang yang mengaIami suatu proses perubahan secara bertahap daIam jangka waktu tertentu. Pada lansia akan terjadi penurunan fungsi kognitif dan aktivitas fisik yang akan berdampak pada resiko jatuh pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dan aktivitas fisik dengan resiko jatuh pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi. Desain penelitian menggunakan deskriptif koreIatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental samping. PeneIitian diIaksanakan pada buIan Agustus-September 2021, dengan jumlah populasi lansia sebanyak 1.997 orang usia 60-70 tahundi wilayah kerja Puskesmas Tigo Baleh bukitttinggi. Hasil penelitian Lebih dari sebagian (61,7%) responden adalah lansia dengan resiko jatuh termasuk kategori ringan, Lebih dari sebagian (75%) responden adalah lansia dengan fungsi kognitif termasuk kategori baik, Lebih dari sebagian (66,7%) responden adalah lansia dengan aktivitas fisik termasuk kategori baik, Terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi kognitif dengan resiko jatuh pada lansia, secara statistik didapatkan nilai p = 0,004 dan OR = 7,56, Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan resiko jatuh pada lansia, secara statistik didapatkan nilai p = 0,006 dan OR = 5,57. Disimpulkan terdapat hubungan fungsi kognitif dan aktivitas fisik dengan resiko jatuh pada lansia di wilayah kerja puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi. 
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS DISFUNGSI OTOT DASAR PANGGUL POST PARTUM DENGAN PILATES EXERCISE DAN PELVIC FLOOR: CASE STUDY Junaidi, Adi Saputra; Maharani, Sri
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 1, No 2 (2022): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v1i2.2396

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Disfungsi otot dasar panggul merupakan masalah kesehatan wanita, yang dapat menimbulkan berbagai gejala yang akan mengganggu kualitas hidup seperti inkontinensia urine/faecal, prolaps organ panggul dan disfungsiseksual yang disebabkan karena perubahan anatomis otot dasar panggul pada kehamilan dan persalinan, namun juga disebabkan trauma yang terjadi selama proses persalinan. Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dalam meningkatkan kekuatan otot dasar panggul dengan menggunakan metode pilates exercise dan pelvic floor muscle training. Metode : penelitian menggunakan metode case study. Pada seorang pasien Ny. N, umur 30 tahun, berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Studi kasus ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 di Jambi. Pemeriksaan kekuatan otot dasar panggul berdasarkan pengontrolan berkemih, kriteria yang digunakan dengan metode Modified Oxford Scale (MOS). Intervensi dilakukan sebanyak 6 kali dalam 6 hari. Hasil: Setelah dilakukan terapi sebanyak lima kali didapatkan hasil adanya peningkatan kekuatan otot dasar panggul dari T1 2 menjadi T6 4. Kesimpulan : Pilates exercise dan pelvic floor muscle training dapat meningkatkan kekuatan otot dasar panggul. Kata kunci :Disfungsi otot dasar panggul, pilates exercise, dan pelvic floor muscle training
ABDOMINAL MUSCLE RELAXATION TECHNIQUE UNTUK MENGURANGI NYERI PADA KONDISI DISMENORE ; CASE STUDY Rahmadina, Mauliddya; Syafitri, Vira
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 1, No 2 (2022): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v1i2.2401

Abstract

Abstract Dysmenorrhoea or menstrual pain accompanied by cramps and centered in the lower abdomen that occurs due to the decay of prostaglandins (uterine wall) during the menstrual period. According to WHO in 2015 the incidence of dysmenorrhea in the world is quite large, which is more than 50% of women in each country. One way to reduce dysmenorrhea pain is with Physiotherapy intervention. Physiotherapy intervention with Abdominal Muscle Relaxation Technique aims to provide a relaxing effect on the abdonimal muscles so that there is a mechanism of stimulation of painkillers, muscle relaxation, and vasodilation of blood vessels in the abdominal area. The Abdominal Muscle Relaxation Technique given is with Hotpack and Abdomina Stretching Exercise modalities. This study aims to determine the effect of Abdominal Muscle Relaxation Technique intervention on reducing dysmenorrhea pain. This type of research is a case study by means of observational and interventions. The research was conducted at the Siteba Poltekes Physiotherapy Laboratory to 4 (four) Siteba Poltekes students. From the study, the results of a decrease in dysmenorrhea pain measured using NRS before and after the intervention, namely on the first to third days of menstruation. Conclusion: Abdominal Muscle Relaxation Technique which is used Hotpack and Abdominal Muscle Scan reduce dysmenorrhea pain.AbstrakDismenorea atau nyeri menstruasi yang disertai kram dan terpusat pada perut bawah yang terjadi akibat peluruhan prostaglandin (dinding rahim) pada saat periode menstruasi. Menurut WHO tahun 2015 angka kejadian dismenore di dunia tergolong besar yakni lebih dari 50% wanita di setiap negara. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri dismenore adalah dengan intervensi Fisioterapi. Intervensi fisioterapi dengan Abdominal Muscle Relaxation Technique bertujuan untuk memberikan efek relaksasi pada otot-otot abdonimal sehingga terjadi mekanisme ransangan zat penghilang nyeri, relaksasi otot, dan vasodilatasi pembuluh darah di area abdominal. Abdominal Muscle Relaxation Technique yang diberikan adalah dengan modalitas Hotpack dan Abdomina Stretching Exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi Abdominal Muscle Relaxation Technique terhadap penurunan nyeri dismenore. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan cara observasional dan intervensi tindakan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisioterapi Poltekes Siteba kepada 4 (empat) orang mahasiswi Poltekes Siteba. Dari penelitian diperoleh hasil adanya penurunan nyeri dismenore yang diukur menggunakan NRS pada sebelum dan setelah intervensi yaitu pada hari pertama hingga ketiga menstruasi. Kesimpulan : Abdominal Muscle Relaxation Technique menggunakan metoda intervensi Hotpack dan Abdominal Muscle Stretching dapat menurunkan nyeri dismenore.Keywords: dismenore, stretching, hot pack, nyeri, abdominal muscle 

Page 1 of 1 | Total Record : 5