cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
iin_indrayani@polsri.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Sipil Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang - 30139 Telp: 0711-353414, Fax:0711-355918
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PILAR
ISSN : 19076975     EISSN : 27222926     DOI : -
Jurnal Pilar adalah jurnal dibidang Teknik Sipil dengan Bidang kajian : Sumber Daya Air Manajemen Rekayasa Geoteknik Struktur Transportasi
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 2 (2020): Pilar: September 2020" : 5 Documents clear
ANALISIS KUAT LENTUR CAMPURAN BETON MENGGUNAKAN LIMBAH B3 SEBAGAI BAHAN ADIKTIF (58-63) Marguan Fauzi; Desti Ayu Lestari
PILAR Vol. 15 No. 2 (2020): Pilar: September 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermasalahan beton yang terjadi pada daerah pantai adalah beton akan bercampur dengan air garam yang mengandung Natrium Klorida yang dapat meresap ke dalam beton sehingga dapat merusak beton. Tujuan penelitian ini mengetahui presentase kuat lentur beton optimum dan pengaruh Fly Ash dan GGBFS sebagai zat additive Ordinary Portland Cement (OPC) terhadap kuat lentur beton rencana fs 5 Mpa dengan perendaman menggunakan air laut. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk balok dengan 7 variasi campuran yaitu beton normal, beton dengan penambahan Fly Ash 2%, 4%, 6% dan GGBFS 2%, 4%, 6%. Berdasarkan hasil pengujian kuat lentur beton optimum didapat pada variasi Fly Ash 4% sebesar 3,98 MPa. Sedangkan kuat lentur beton optimum pada GGBFS didapat pada variasi GGBFS 6% sebesar 4,90 MPa. Bisa disimpulkan bahwa pengaruh yang dihasilkan pada penambahan Fly Ash 2% dan 6% dapat menurunkan kuat lentur beton karena sifatnya yang mudah menggumpal. Sedangkan pengaruh yang dihasilkan pada penambahan GGBFS 2%, 4%, 6% dapat meningkatkan nilai kuat lentur beton. Semakin bertambahnya persentase penambahan GGBFS mempengaruhi nilai kuat lentur beton dengan perendaman menggunakan air laut yang mengandung asam sulfat sebesar 57,1 Mg/L. Kata kunci : Fly Ash, GGBFS, Semen OPC, Kuat Lentur Beton.
TINGKAT PELAYANAN KORIDOR ANGKUTAN PUBLIK (STUDI KASUS DI KOTA PALEMBANG) (31-34) REVIAS NOERDIN; Hamdi Hamdi; Dafrimon Dafrimon; Soegeng Harijadi; Yusri Bermawi
PILAR Vol. 15 No. 2 (2020): Pilar: September 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan yang ditempuh dengan menambah jenis angkutan seperti Bus Rapid Transit serta jumlah armadanya, merupakan kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang dalam rangka peremajaan angkutan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar BRT Transmusi berkontribusi terhadap pelayanan ruas jalan pada koridor yang di lalui serta bagaimana agar angkutan publik ini beroperasional dengan tingkat pelayanan yang optimal. Metoda pengamatan arus lalulintas langsung di ruas jalan/lapangan.  Hasil penelitian diperoleh rerata dari: Headway koridor PS Mall-Pusri, waktu tempuh /waktu perjalanan dari PS Mall-Pusri-Ps Mall,waktu pelayanan mengisi dan atau menurunkan penumpang, lebih kecil dari standar operational manjemen. Load factor rerata pada hari sibuk  dan rerata pada hari sepi/tidak sibuk: juga relative kecil.   Tingkat pelayanan (V/C) pada ruas jalan Cik Agung Kimas pada jamsibuk pada level : F. Kata kunci : BRT Transmusi, pelayanan ruas jalan, koridor angkutan
ANALISIS RESAPAN LAPANGAN SEPAKBOLA (STUDI KASUS : STADION LAPANGAN HATTA, KOTA PALEMBANG) Rio Marpen; M Sang Gumilar panca putra; Norca Praditya; Abdullah Uwais
PILAR Vol. 15 No. 2 (2020): Pilar: September 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Palembang akan melakukan kegiatan Renovasi Lapangan Sepak bola Stadion Kamboja Kota Palembang menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dan harus tersedia agar dapat menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi sehingga dapat mandiri, karena olahraga yang sifatnya kompetisi / turnamen, sarana olahraga yang memenuhi standar sangat dibutuhkan. Selain itu perbaikan ini sebagai persiapan Pesta Olahraga Piala Dunia U-20 tahan 2020 di Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang. Oleh karena itu dilakukan analisis untuk mendapatkan desain Resapan Lapangan Sepak bola yg memenuhi standar Internasional.Tujuan penelitian ini adalah memperbaiki kondisi lapangan sepakbola Stadion Hatta yang belum memiliki sistem drainase baik dan perawatan lapangan berstandar Internasional sehingga turut membantu mewujudkan pembangunan masyarakat baik secara jasmani maupun rohani. Manfaat studi ini juga memberikan masukan atau informasi kepada Dinas Pekerjaan Pemuda dan olahraga Kota Palembang dalam upaya perencanaan perbaikan kondisi Lapangan Stadion Lapangan Hatta.Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan analisis hidrologi dengan analisis frekuensi data hujan, metode distribusi terbaik adalah distribusi log person 3. Intensitas curah hujan maksimum untuk kala ulang 2 tahun adalah 97,492 mm/jam, untuk kala ulang 5 tahun sebesar 111,216 mm/jam dan untuk kala ulang 10 tahun sebesar 118,406 mm/jam. Setelah dilakukan analisis kebutuhan  pipa maka direncanakan pipa drain utama yang adalah Ø 6 inchi (16,5 cm) dan pipa sekunder Ø 4 inchi (11, 4 cm) dengan skema pemasangan pipa berbentuk sirip ikan. Selain itu untuk Lapisan Subdrain yang digunaka terdiri dari top layer (rumput,pupuk : pasir Urug 2:1), pasir urug, pasir murni,kerikil dan kerakal dengan ketebalan total 0,55 m. 
Perbandingan Kondisi Jalan Menggunakan Metode IRI dengan SDI (Studi Kasus: Jalan Nasional di Kota Palembang) (45-50) Norca Praditya; M.Sang Gumilar; Rio Marpen; Abdullah Uwais
PILAR Vol. 15 No. 2 (2020): Pilar: September 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah melakukan pemeliharaan penanganan jalan nasional melalui instansi Kementerian PU PR. Pemeliharaan penanganan jalan memerlukan data kondisi jalan nasional, untuk itu Kementerian PU PR menggunakan 2 metode survey kondisi jalan, yaitu berdasarkan IRI dan SDI. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan perbandingan 2 metode tersebut. Hasil yang dicapai adalah data kondisi jalan berdasarkan IRI dan SDI.Terjadi perbedaan nilai kondisi jalan berdasarkan IRI dan SDI. Pada tahun 2015 kondisi jalan berdasarkan IRI, baik 99,7 km, sedang 37,29 km, rusak ringan 23,6 km dan rusak berat 0.5 km, sedangkan kondisi jalan berdasarkan SDI, baik 121.21 km, sedang 23,5 km, rusak ringan 15,58 km dan rusak berat 0.8 km. Pada tahun 2016 kondisi jalan berdasarkan IRI, baik 46,18 km, sedang 98,74 km, rusak ringan 14,34 km dan rusak berat 1,83 km, sedangkan kondisi jalan berdasarkan SDI, baik 77,71 km, sedang 56,6 km, rusak ringan 25,22 km dan rusak berat 1,5 km. Perbedaan ini disebabkan karena metode menggunakan IRI menggunakan sensor membaca kerataan jalan, sedangkan metode SDI menggunakan survey manual yang menyajikan kerusakan struktual. The government maintains national roads through the Ministry of Public Works and Public Housing. Road maintenance  requires national road condition data, in order to do that Ministry of PUPR uses 2 survey methods of road conditions, based on IRI and SDI. This study aimed to present a comparison between two methods. The results showed road condition data based on IRI and SDI.There was a difference in the value of road conditions based on IRI and SDI. In 2015, the road conditions based on the IRI were good 99.7 km, moderate 37.29 km, 23.6 km lightly damaged and 0.5 km heavily damaged, while the road conditions based on SDI were 121.21 km, 23.5 moderate km, it was slightly damaged 15.58 km and heavily damaged 0.8 km. In 2016, the road conditions based on IRI were either 46.18 km, moderate 98.74 km, 14.34 km lightly damaged and 1.83 km heavily damaged, while the road conditions based on SDI were 77.71 km, 56.6 km, lightly damaged 25.22 km and heavily damaged 1.5 km. This difference was due to RI method used a sensor to read road flatness, while the SDI method used a manual survey which presented structural damage.
ANALISIS MODULUS RESILIEN CAMPURAN LAPIS AUS ASPAL MODIFIKASI DENGAN SERBUK BAN BEKAS MENGGUNAKAN ALAT UMATTA (51-57) Tanya Audia Balqis
PILAR Vol. 15 No. 2 (2020): Pilar: September 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kekuatan suatu campuran lapis aus aspal dengan pengaruh serbuk ban bekas yang digunakan. Penelitian dilakukan dengan metode pengujian laboratorium menggunakan alat Universal Material Testing Apparatus (UMATTA) untuk mengetahui besaran nilai Modulus Resilien (MR). Pengujian modulus resilien merujuk pada pedoman ASTM D4132.Penelitian dilakukan pada campuran lapis aus aspal dengan modifikasi serbuk ban bekas sebesar 15 % dan  kadar aspal optimum (KAO) 5,9 %. Penentuan campuran ditentukan berdasarkan pengujian marshall sebelumnya. Pengujian marshall sebelumnya dilakukan dengan variasi campuran kadar serbuk ban bekas sebesar 0 %, 5 %, 10%, 15 % dan 20 % terhadap berat agregat. Hasil pengujian umatta didapat bahwa nilai MR pada kadar serbuk ban bekas 15 % adalah sebesar 1560,5 Mpa untuk temperatur pengujian normal yaitu 25°C. Sedangkan nilai MR pada suhu maksimum 40°C dihasilkan nilai sebesar 234 Mpa. Penentuan suhu tersebut diambil sesuai pedoman perencanan perkerasan lentur Pd-T-05-2005-B. Berdasarkan hasil tersebut didapat bahwa penurunan suhu mempengaruhi nilai modulus resilien campuran beraspal yaitu sebesar 85 %. Kemudian berdasarkan Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 diketahui bahwa nilai MR campuran lapis aus aspal pada suhu normal adalah sebesar 1100 Mpa. Berdasarkan uraian diatas diperoleh perbandingan kenaikkan nilai MR sebesar 29,5 % antara campuran normal dengan campuran serbuk ban bekas 15 %. Maka secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan modulus resilien pada penambahan serbuk ban bekas sebesar 15% yang dapat memberikan penambahan nilai kekuatan campuran lapis aus aspal dalam menahan beban kendaraan.Kata kunci : Lapis Aus Aspal, Serbuk Ban Bekas, Modulus Resilien, UmattaABSTRACT The purpose of this study was to determine the strength of an asphalt wear layer mixture with the influence of used Crumb Rubber (CR). The research was conducted by using laboratory testing methods using the Universal Material Testing Apparatus (UMATTA) to determine the Resilient Modulus (MR) value. Resilient modulus testing refers to ASTM D4132 guidelines. The study was carried out on a mixture of asphalt wear layers with modified tire powder by 15% and an optimum asphalt content (KAO) of 5.9%. The determination of the mix was determined based on previous Marshall testing. Previous marshall testing was carried out by varying the mixture of used CR content of 0%, 5%, 10%, 15% and 20% of the aggregate weight. The results showed that the MR value on the 15% used tire powder content was 1560.5 MPa for the normal test temperature of 25°C. While the MR value at a maximum temperature of 40°C resulted in a value of 234 MPa. The temperature determination was taken according to the flexible pavement planning guidelines Pd-T-05-2005-B. Based on these results, it was found that the decrease in temperature affected the resilient modulus of the asphalt mixture by 85%. Then based on Road Pavement Design Manual 2013, it is known that the MR value of the asphalt wear layer mixture at normal temperatures is 1100 MPa. Based on the description above, the ratio of the increase in MR value is 29.5% between the normal mixture and the used tire powder mixture of 15%. So overall it can be concluded that there is an increase in resilient modulus in the addition of used tire powder by 15% which can increase the strength value of the asphalt wear layer mixture to withstand vehicle loads.Keywords : Asphalt Concrete Wearing Course, Crumb Rubber, Resilient Modulus, Umatta

Page 1 of 1 | Total Record : 5