cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
iin_indrayani@polsri.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Sipil Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang - 30139 Telp: 0711-353414, Fax:0711-355918
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PILAR
ISSN : 19076975     EISSN : 27222926     DOI : -
Jurnal Pilar adalah jurnal dibidang Teknik Sipil dengan Bidang kajian : Sumber Daya Air Manajemen Rekayasa Geoteknik Struktur Transportasi
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2011): PILAR 06092011" : 7 Documents clear
PENGARUH DIAMETER PIPA KELUAR DAN DIMENSI BAK PENAMPUNG PADA ALIRAN AIR SISTEM VACUM Zainuddin Muchtar
PILAR Vol. 6 No. 2 (2011): PILAR 06092011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vakum merupakan suatu kondisi dari udara / gas sekitar lingkungan tertentu dimana tekanan udara dibawah tekanan atmosfir,  dimana proses sistem vakum pengambilan sumber air dari permukaan yang rendah ke tempat yang lebih tinggi dapat memberikan alternatif yang lebih efisien kepada masyarakat. Penelitian ini mempelajari pengaruh diameter pipa keluar dan dimensi bak penampung pada sistem vacum. Pembuatan sistem vacum  dilakukan pada beberapa variasi yaitu variasi diameter pipa keluar dengan ukuran ½”, ¾”, dan 1”.  Dan variasi dimensi bak penampung dengan volume 30/40 cm, 36/40 cm, 50/80 cm, 80/120 cm, 100/120 cm,dan 120/120 cm. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa diameter pipa keluar harus sama atau lebih kecil dari diameter pipa masuk agar debit yang dialirkan akan terus-menerus. Semakin besar diameter pipa keluar, semakin kecil debit air yang dihasilkan. Leher angsa berfungsi untuk mencegah udara dari luar tidak masuk ke dalam tabung yang dapat menyebabkan kekosongan di dalam tabung. Untuk mengalirkan air pada beda tinggi 2 m, maka ukuran bak penampung adalah 120/120cm, dengan pipa masuk ½”; pipa keluar ½”.
DRAINASE UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN LAHAN RAWA Effendy Effendy
PILAR Vol. 6 No. 2 (2011): PILAR 06092011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki lahan rawa yang cukup luas, diperkirakan sekitar 39,4 juta hektar rawa potensial yang tersebar di beberapa pulau, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Lahan rawa merupakan suatu ekosistem yang masih menyimpan banyak misteri yang belum terungkap, sehingga dalam berbagai tulisan mengenai rawa, dikatakan memiliki opsi masa depan. Di sisi lain lahan rawa merupakan pilihan akhir setelah yang lainnya tidak memungkinkan lagi untuk dieksploitasi. Belakangan,  sumberdaya yang tersimpan di daerah rawa mulai terungkap dan opsi untuk berbagai kegiatan telah dijatuhkan ke daerah rawa. Sebagai contoh, reklamasi rawa dan pembukaan lahan dilakukan sebagai suatu upaya untuk meningkatkan fungsi dan untuk kepentingan masyarakat luas, terutama yang bermukim di daerah sekitar. Usaha ini dilakukan dengan maksud untuk meningkatkan produksi pangan, meratakan penyebaran penduduk, mempercepat pembangunan di daerah dan ketahanan nasional. Produksi pangan akan meningkat, jika lahan rawa yang ada diberdayakan dengan usaha-usaha untuk meningkatkan kesuburan tanahnya. Keberhasilan program peningkatan produksi pangan melalui pemberdayaan lahan rawa sangat dipengaruhi oleh sistim drainase yang ada. Drainase secara umum dapat mempengaruhi kondisi tanah pertanian, yaitu terhadap aerasi tanah, kelembaban tanah, transportasi dan keefektifan nutrien dan pestisida, temperatur atau suhu tanah, bahan-bahan racun dan hama penyakit, erosi tanah dan banjir, kesuburan tanaman dan hasil tanaman. Kesemua pengaruh adalah positif dari perspektif pertanian dan menggambarkan nilai teknologi drainase untuk produksi pertanian. Agar pengaruh positif dari perspektif pertanian tersebut muncul, maka ada 2 konsep sistem drainase yang dilakukan yaitu dengan pencucian lahan (leaching) dan pembuatan saluran drainase dangkal. Pencucian lahan (leaching) dimaksudkan agar air di lahan tidak asam, yaitu dengan membuang bahan beracun (toxi) yang ada di lahan rawa dengan proses drainase, tanah yang dicuci adalah tanah pada zona perakaran. Sementara pembuatan saluran drainase dangkal dimaksudkan untuk membuang bahan beracun (toxi) dengan oksidasi dari drainase zona perakaran. Elevasi muka air tanah dijaga pada kedalaman 0.40 – 0.60 m dari muka tanah melalui pembuatan saluran parit dangkal.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN ALTERNATIF PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG DI POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA Sudarmadji Sudarmadji
PILAR Vol. 6 No. 2 (2011): PILAR 06092011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maintenance system for buildings at Politeknik Negeri Sriwijaya has been running Standard Operational Procedure (SOP) which made by Subag Tata Usaha, but the targets are not optimal, there are still many buildings maintenance actions that have not been in accordance with the purposes of the conditions in the field. The problem is caused by the absence of data base and decision support systems maintenance building alternative that can store, access, update and make decisions properly and correctly, so common maintenance activities that have been done are often not recorded and it is difficult to know the history of data events maintenance in the past, and the consequences, the decision making to determine the alternative maintenance and treatment is often not appropriate.The purpose of this study is to make alternative maintenance decision support system to determine the alternative priority of building maintenance based on “building condition index” and deviation of condition index divided by the cost of maintenance for effective use of budgets and create your simple database model that can be used to help access, preserve and renew building maintenance data. Early step of object in this research is the object of Phase I Building in Politeknik Negeri Sriwijaya; there are Gedung Kuliah Sipil, Gedung Laborarorium and Bengkel Sipil, Gedung Kuliah Mesin, Gedung Laboratorium Mesin and Gedung Bengkel Mesin. The weighting system use multi-criteria theory of Analytic Hierarchy Process (AHP) with the help from  Expert Choice Software.The results stated Door Sub Component has the lowest Condition Index value, it is 91,7%, and on the Room Function, Support Room, the Condition Index value is 95,4%, is the first priority in terms of handling damage, followed by Theory Room and Office / Staff Room. So, the general condition of Gedung Kuliah Sipil Building Phase 1 Politeknik Negeri Sriwijaya is good, while the maintenance priorities based on the comparison of Δ Condition Index / required maintenance fee, Sub Component of Doors with comparison value 2,594 x 10-7  is the first priority and based on room function, Library Room is first priority with comparison value 1,647 × 10-8.
THE INFLUENCE OF INITIAL PRESSURE ON THE CONCRETE COMPRESSIVE STRENGTH Lina Flaviana Tilik
PILAR Vol. 6 No. 2 (2011): PILAR 06092011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is aimed to find out the influence of initial pressure and the percentage of fly ash as partial substitution of cement on the value of concrete compressive strength. The test object used is cylindrical with a diameter 10 cm and a height of 20 cm. This study used independent variables of initial pressure of 25 kg/cm², 50 kg/cm², and 75 kg/cm², and dosages of fly ash of 5%, 10%, 15% and 20%. The concrete compressive strength with initial pressure is higher than which without initial pressure. The percentage of fly ash 5%, 10%, 15% and 20% given lower concrete compressive strength than the normal.  The result of study  that the composition of concrete mixture which is given an initial pressure of 75 kg/cm² produces a highest compressive strength is 41,08 MPa. 
PENGARUH GRADASI AGREGAT TERHADAP DAYA DUKUNG BASE A Sumiati Sumiati
PILAR Vol. 6 No. 2 (2011): PILAR 06092011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The road construction with flexible pavement generally is often happened damaged. One of damage cause what  material usage  which is do not fulfill specification. Gradation fulfilling specification that is gradation following equation of Fuller or at least following the specification of aggregate of Base A (SNI 03-6388-2000). The research will use three existing sampel where sampel 1 representing dominant aggregate  have the smooth gradation , sampel 2 have harsh gradation and sampel 3 have different gradation and also compare with analogical aggregate of Fuller or specification of Base A. Result of research of physical aggregate showed: Abrasi of Aggregate 18,50%, aggregate have the character of the non plastis, Iump of clay 0% and specific gravity 2,70. Result of compaction test indicate that aggregate gradation very influence  density at aggregate with equation Fuller is  2,29 gr/cm3, successive of sample  1, sample 2 and sample 3, that is ; 2,24 gr/cm3; 2,19 gr/cm3 and 2,15 gr/cm3. Progressively lower compaction  progressively lower bearing capacity , where bearing capacity highest at aggregate with equation of Fuller: 90,63% and successive of sampel 1, sample 2 and also sampel 3  is 85,69%, 80,82% and 75,28%. Gradation of Aggregate represent one of aspect which must be paid attention to, because this matter can, preventing incidence of damage of quicker road;street from age plan.
PENGARUH BANGKITAN LALU LINTAS KAMPUS POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA TERHADAP KINERJA RUAS JALAN DI SEKITARNYA Yusri Yusri
PILAR Vol. 6 No. 2 (2011): PILAR 06092011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) adalah merupakan salah satu dari tiga perguruan Tinggi (UNSRI, IAIN, POLSRI) yang ada di kota Palembang. Dengan kiprahnya sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi yang ada, dari tahun ke tahun akan terjadi peningkatan jumlah sarana, prasarana, civitas academika dan karyawan.  Peningkatan ini akan berpengaruh terhadap pelayanan ruas jalan di sekitar kampus, karena Politeknik merupakan pembangkit lalulintas dari ruas jalan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran lembaga ini dalam membangkitkan laulintas di sekitarnya terutama terhadap ruas jalan, mengingat kampus ini terletak berdekatan dengan jalan utama yaitu Jl. Sri jaya Negara, Jl. Lunjuk Jaya dan Jl.Demang Lebar Daun.                Dari hasil penelitian diperoleh volume jam puncak : Jl.Srijaya Negara = 1770,698 smp/jam; Jl.Akses Unsri = 911,280 smp/jam; Jl. Akses Polsri = 276,506 smp/jam; Jl. Lunjuk  Jaya = 455,625 smp/jam dan Jl. Demang Lebar daun = 3518,478 smp/jam.Kapasitas ruas jalan diperoleh : Jl.Srijaya Negara = 59948,64 smp/jam; Jl.Akses Unsri = 6175,95 smp/jam; Jl.Akses Polsri = 5595,348 smp/jam; Jl.Lunjuk Jaya = 2851,587 smp/jam dan Jalan Demang Lebar Daun = 6441,90 smp/jam.  Ratio volume terhadap kapasitas (v/c) untuk ruas  jalan: Jl.Srijaya Negara = 0,30; Jl.Akses Unsri = 0,14;  Jl.Akses Polsri = 0,05 ; Jl.Lunjuk Jaya =  0.16; Jl. Demang Lebar Daun = 0,55.  Ke lima ruas jalan tersebut  di atas,  masih dapat menampung arus lalulintas  dan belum diperlukan perubahan fisik jalan.  Pembebanan lalulintas (Unsri + Polsri) terhadap ruas Jalan Srijaya Negara =  67,8 %, sedangkan pembebanan Polsri terhadap ruas jalan Srijaya Negara = 15,6 %,  Jl. Lunjuk Jaya membebani jalan Demang Lebar Daun sebesar 12,95 %.  Kemacetan di depan kampus Unsri hanya disebabkan kendaraan angkot dan bus kota mengisi penumpang di mulut simpang.  Diperlukan koordinasi antara Polsri, Unsri dan Aparatur terkait dalam menanggulangi kemacetan pada jam puncak serta pemasangan rambu lalulintas.
PENGUJIAN PEMADATAN LUMPUR SAWIT DARI SISA PENGOLAHAN CRUDE PALM OIL (CPO) Masyita Dewi Koraia
PILAR Vol. 6 No. 2 (2011): PILAR 06092011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

South Sumatra producing Crude Palm Oil (CPO) in Indonesia. One of  factory is located in the Mariana, Banyuasin - South Sumatra, produces about 1500 tons of palm oil sludge/year. This huge untapped potential. It would be very advantageous if the waste palm oli can be widely used, among other soil stabilization. This research aims to determine the optimum composition of the compaction of sludge palm oil and clay. Compaction testing done to see the optimum water content (woptimum) and dry unit weight maximum (γd max). Variations optimal in mixture are sludge palm oil of 25% and 75% of the clay. The value obtained from the variation of this mixture is the optimum water content (woptimum) = 19.78% and the dry unit weight maximum (γd max) = 1.35 gr/cm3.

Page 1 of 1 | Total Record : 7