cover
Contact Name
Chazizah Gusnita
Contact Email
chazizah.gusnita@budiluhur.ac.id
Phone
+6281283205560
Journal Mail Official
jurnalanomie@budiluhur.ac.id
Editorial Address
Faculty of Social Sciences and Global Studies, Universitas Budi Luhur, Jl. Ciledug Raya, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakara Selatan, DKI Jakarta 12260
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kajian Kejahatan, Sosial dan Hukum
ISSN : -     EISSN : 2656484X     DOI : -
Core Subject : Social,
Anomie is a peer-reviewed, open-access, and free of charge journal published by Criminology Study Program, Faculty of Social Sciences and Global Studies, Universitas Budi Luhur. The articles in this journal are based on joint-research by criminology student and their supervisor. This Journal is published three times a year (April, August, and December). Anomie publishes articles on criminology issues with a particular focus on crime and society from a variety of perspectives. Deviance Jurnal Kriminologi is concerned with theories, concepts, narratives and myths of crime, criminal behaviour, social deviance, criminal law, morality, justice, social regulation and governance.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2020): April" : 5 Documents clear
Analisis Cyberbullying pada Remaja Berbasis Routine Acitivity Theory (Teori Aktivitas Rutin) di Media Sosial Instagram Haryo Bimo Waskito; Lucky Nurhadiyanto
Anomie Vol. 2 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi telah memberikan perubahan terhadap cara interaksi setiap individu dengan individu lainnya. Melalui perkembangan tersebut, hadirlah sebuah ruang digital yang disebut media sosial. Skripsi ini membahas mengenai berakibat buruk dari menggunakan media sosial, yaitu cyberbullying pada remaja di media sosial Instagram. Penulis memilih Instagram karena berdasarkan hasil survei yang penulis lakukan, dikatakan bahwa remaja memilih Instagram sebagai media sosial yang sering digunakan. Dan mereka setuju bahwa saat ini, cyberbullying sering terjadi di media sosial Instagram. Selanjutnya penulis ingin mengetahui bagaimana cyberbullying pada remaja di media sosial Instagram bisa terjadi menggunakan teori aktivitas rutin. Teori aktivitas rutin merupakan teori yang diciptakan oleh Cohen dan Felson. Mereka menganggap bahwa kejahatan dapat terjadi karena terdapat kesempatan dalam rutinitas sehari - hari. Adanya kesempatan dalam rutinitas sehari - hari dilihat berdasarkan 3 faktor yaitu (1) target yang sesuai, (2) perlindungan yang mampu, (3) pelaku yang termotivasi. Melalui penerapan teori aktivitas rutin, diharapkan dapat mengetahui bagaimana seorang pengguna Instagram bisa menjadi korban, mengapa seseorang bisa menjadi pelaku cyberbullying, serta bagaimana cara mencegah dan menghindari cyberbullying. Skripsi ini memakai pendekatan penelitian kualitatif dan dijelaskan menggunakan jenis deskriptif, penggabungan data dilakukan dengan interview, serta melakukan studi terhadap literatur atau dokumen yang terkait. Hasil pada penelitian ini telah melihat dan menggambarkan proses terjadinya cyberbullying di media sosial Instagram, dampak serta cara menghindari dan mencegah cyberbullying.
Proses Pembelajaran Remaja Menjadi Joki Balap Liar di Wilayah Pondok Aren Tangerang Selatan Rizky Ari Haryanto; Muhammad Zaky
Anomie Vol. 2 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penyimpangan remaja yang bergabung kedalam balap liar di Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Differential Association oleh Edwin Sutherland, teori ini menganggap bahwa sebuah kejahatan bukanlah perilaku yang diwariskan dari orang tuanya namun dipelajari di dalam lingkungan. Penyimpangan yang dilakukan oleh remaja berasal dari pembelajaran melalui interaksi di dalam kelompok teman sebaya. Pada penelitian ini terdapat 3 (tiga) narasumber yaitu Kepolisian Resort Tangerang Selatan dan 2 (dua) remaja sebagai pelaku balap liar di Kecamatan Pondok Aren. Hasil Penelitian ini yaitu melihat penyimpangan yang dilakukan oleh remaja melalui perspektif kriminologi seperti bagaimana para remaja mempelajari penyimpangan yang ada di lingkungan mereka.
Pembinaan Program Criminon Bagi Warga Binaan Kategori Pengguna Narkotika di Lapas Narkotika kelas IIA Jakarta Ahmad Zaimsyah; Nadia Utami Larasati
Anomie Vol. 2 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pembinaan narapidana dalam tindak pidana narkotika yang tergolong sebagai pengguna narkoba di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dengan mendeskripsikan program Criminon sebagai pengobatan yang diberikan kepada narapidana tindak pidana narkotika yang tergolong pengguna narkoba. Durasi program selama 3 (tiga) bulan dan selama program berlangsung, para warga binaan akan ditempatkan di ruangan yang berbeda dengan warga binaan lainnya. Jika mengacu pada filosofi pemasyarakatan, maka program Criminon sejalan dengan filosofi pemasyarakatan yang bertujuan memulihkan narapidana agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi pelanggaran. Selain itu, materi yang diberikan dalam program Criminon seperti peningkatan rasa percaya diri, peningkatan komunikasi dan hubungan interpersonal juga sejalan dengan tujuan layanan pemasyarakatan yang berupaya membangun manusia yang dapat diterima kembali oleh masyarakat dan dapat berperan aktif dalam kehidupan.
Analisis Keterlibatan Gembelan dalam Tawuran Antar Pelajar Ditinjau dari Teori Netralisasi Riskey Prabu Pandu Santoso; Yani Osmawati
Anomie Vol. 2 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan gembelan dalam tawuran antar pelajar ditinjau dari teori netralisasi. Gembelan adalah bagian dari tawuran pelajar dan gembelan sudah ada sejak lama. Sebagai tenaga bantu dalam tawuran, gembelan kadang juga melukai lawannya dan harus menang dalam tawuran. Lingkungan pertemanan yang bersinergi dalam perilaku negatif, saling mendapatkan keuntungan. Gembelan mendapatkan uang dan penyewa jasa mendapatkan dukungan tenaga tambahan bahkan pamor yang baik di kalangan pelajar lain karena selalu menang dalam tawuran. Penelitian ini dianalisis dengan teori netralisasi Gresham Sykes dan David Matza. Terlepas dari mendapatkan uang dari penyewa jasanya, gembelan mau melakukan tawuran tersebut karena didasari ingin membantu teman yang sedang kesusahan. Pelajar yang memaksakan untuk tawuran dengan sekolah lain di kala sedikitnya anggota mereka untuk berkelahi menjadikan gembelan sebagai alternatif untuk memenuhi kuota. Dengan bayaran yang cukup menggiurkan, gembelan menjadikan tawuran sebagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan mereka untuk uang tambahan. Para penyewa jasa mereka juga harus memberikan biaya tambahan jika gembelan membawa teman-temannya. Adapun bonus seperti pekerja kantoran jika berhasil menembus target perusahaan, gembelan pun juga mendapatkan bonus dari para pelajar jika berhasil melukai lawan pengguna jasa mereka.
Fenomena Anak Sebagai Penari Striptis dalam Konteks Victimless Crime di Klub X Wilayah Jakarta Barat Maretha Wahyu Handayani; Chazizah Gusnita
Anomie Vol. 2 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui Fenomena Anak Sebagai Penari Striptis Dalam Konteks Victimless Crime Di Klub X Wilayah Jakarta Barat. Anak merupakan karakteristik rentan korban apalagi sebagai korban eksploitasi seksual komersial. Penelitian ini menggunakan teori turunan yaitu Victimless Crime. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jelas orang dewasa yang memiliki peran penting dalam perekrutan menjadi penari striptis, objek seks, dan mengambil keuntungan dari anak yang menjadi penari striptis tersebut. Walaupun pada intinya Victimless Crime ini membuat seseorang lebih mudah terpengaruh sebab pelaku yang juga menjadi korban yaitu penari striptis. Mereka beranggapan bahwa apa yang dilakukan tidak merugikan orang lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 5