cover
Contact Name
Chazizah Gusnita
Contact Email
chazizah.gusnita@budiluhur.ac.id
Phone
+6281283205560
Journal Mail Official
jurnalanomie@budiluhur.ac.id
Editorial Address
Faculty of Social Sciences and Global Studies, Universitas Budi Luhur, Jl. Ciledug Raya, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakara Selatan, DKI Jakarta 12260
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kajian Kejahatan, Sosial dan Hukum
ISSN : -     EISSN : 2656484X     DOI : -
Core Subject : Social,
Anomie is a peer-reviewed, open-access, and free of charge journal published by Criminology Study Program, Faculty of Social Sciences and Global Studies, Universitas Budi Luhur. The articles in this journal are based on joint-research by criminology student and their supervisor. This Journal is published three times a year (April, August, and December). Anomie publishes articles on criminology issues with a particular focus on crime and society from a variety of perspectives. Deviance Jurnal Kriminologi is concerned with theories, concepts, narratives and myths of crime, criminal behaviour, social deviance, criminal law, morality, justice, social regulation and governance.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2021): Desember" : 5 Documents clear
Analisis Teori Aktivtas Rutin terhadap Korban Eksibisionisme Rianti Zahrotul Aini; Nadia Utami Larasati
Anomie Vol. 3 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana Eksibisionisme dapat terjadi di berbagai tempat. Pelaku Eksibisionisme seharusnya mendapat perhatian khusus dari aparat berwajib maupun dari orang sekitarnya termasuk keluarga. Kebanyakan pelaku Eksibisionisme tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya akan merugikan dan meresahkan masyarakat khususnya bagi korban. Teori aktivitas rutin digunakan dalam penelitian ini untuk melihat bagaimana seseorang dapat menjadi korban Eksibisionisme yaitu karena adanya pelaku yang termotivasi, target atau korban yang sesuai, dan ketiadaan penjagaan. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, hal tersebut karena dapat berinteraksi langsung dengan pelaku dan korban agar mendapatkan data yang valid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eksibisionisme terjadi ketika ada pelaku yang termotivasi, ini ditandai dengan rasa keinginan dalam diri guna memenuhi hasrat seksualitas, target yang sesuai yaitu korban yang masih berusia muda serta lingkungan sekitar yang tidak terlalu ramai, dan ketiadaan penjagaan yaitu saat korban yang biasanya berjalan sendirian.
Studi Kasus Fenomena Balap Liar Kalangan Remaja Komunitas GP25 di BSD Kota Tangerang Selatan Gigih Puwin Asrika; Supriyono B. Sumbogo
Anomie Vol. 3 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini adalah kenakalan remaja, khususnya balap liar di BSD, yang terletak di daerah Alam Sutera Kota Tangerang Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena balap liar yang dilakukan remaja di daerah Alam Sutera BSD. Analisis masalah ini membahas masalah ini dengan menggunakan teori Kontrol Sosial, Travis Hirschi, dan Pencegahan Kriminal untuk mengetahui apa yang menyebabkan balap liar dan tindakan pencegahan yang dilakukan oleh pihak keamanan setempat. Pada penulisan ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan meminta informasi secara langsung dari narasumber untuk mendapatkan data yang diperlukan untuk memahami analisis yang terkait dengan masalah ini. Selain itu, penulis menggunakan metode deskriptif untuk mempelajari status kelompok manusia, objek, set kondisi, sistem pemikiran, dan kelas peristiwa saat ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan, teman sebaya, dan keluarga adalah beberapa faktor yang mendorong remaja untuk berlomba liar. Sementara itu, upaya pencegahan dan penindakan kasus balap liar telah dilakukan oleh Patroli Alam Sutera BSD dan Satlantas BSD Polres Kota Tangerang Selatan, tetapi tidak ada efek jera terhadap pelaku balap liar dan kurangnya kerja sama dari orang tua pelaku untuk membimbing anaknya.
Prostitusi Online di Jejaring Media Sosial Twitter Ditinjau dari Alasan Pelaku Berdasarkan Teori Pilihan Rasional Gerard Fatah Ardianto; Untung Sumarwan
Anomie Vol. 3 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini adalah prostitusi online yang terjadi di media sosial Twitter. Secara keseluruhan, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan deskriptif. Dalam penelitian ini, teori pilihan rasional James S. Coleman menekankan dua elemen penting: aktor/pelaku dan aksesibilitas. Dalam penelitian ini, ada empat narasumber: dua PSK (Pekerja Seks Komersial), satu mucikari, dan satu pelanggan. Hasil penelitian ini menjelaskan mengapa para pelaku, atau PSK (Pekerja Seks Komersial), mucikari, dan pelanggan memilih untuk melakukan praktik, aktivitas, dan transaksi di jejaring media sosial Twitter. Alasan untuk pilihan ini termasuk nilai pasar yang tinggi dari Twitter, fleksibilitas jam kerja yang lebih besar dibandingkan dengan bisnis offline, keengganan untuk menggunakan mucikari, kepercayaan pelanggan yang lebih tinggi, dan demografi yang lebih muda. Selanjutnya, temuan penelitian ini menjelaskan berbagai metode pemasaran dan pencarian/pemesanan prostitusi online, termasuk menggunakan hastag prostitusi online, pesan langsung sebagai opsi komunikasi, layanan promosi prostitusi online baik yang berbayar maupun gratis, tweet/cuitan yang menjelaskan aturan dan kisaran harga, dan kolom pencarian Twitter. Terakhir, tetapi tidak kurang penting, kolom Top, terbaru, orang, foto, dan video digunakan sebagai opsi bagi pelanggan yang ingin menentukan jasa prostitusinya.
Analisis Perilaku Menyimpang Terapis di Panti Pijat Tradisional X Wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan Abdoe Rachim Kusumayudha; Monica Margaret
Anomie Vol. 3 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Analisis Perilaku Menyimpang Terapis di Panti Pijat Tradisional X Wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Teori Anomie oleh Emille Durkheim dan Robert K. Merton. Pada penelitian ini terdapat 1 (Satu Narasumber) Terapis Panti Pijat Tradisional X yang melakukan prostitusi, dan 1 (Satu Informan) Pengguna Jasa Panti Pijat Tradisional. Hasil penelitian ini yaitu faktor yang menyebabkan terapis melakukan prostitusi di dalam panti pijat tradisional X diantaranya faktor untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, dan faktor tempat bekerja yang dianggap aman dan menghasilkan pendapatan yang lumayan jika berbuat prostitusi.
Studi Kasus Bullying SMA X Jakarta Ditinjau dari Teori Differential Association Hosea Krisna Setiawan; Yani Osmawati
Anomie Vol. 3 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih banyak kasus bullying yang masih terjadi di Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain dengan tujuan untuk menyakiti mereka dan dilakukan secara konsisten dikenal sebagai pelecehan. Remaja juga sering mengalami kekerasan fisik sebagai bagian dari bullying yang terjadi. Siswa mengalami berbagai jenis kekerasan di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana remaja belajar menjadi pelaku pelecehan di SMA X. Pembahasan masalah ini dianalisis dengan menggunakan teori asosiasi perbedaan untuk mengetahui bagaimana remaja belajar menjadi pelaku pelecehan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lima narasumber digunakan dalam penelitian ini, masing-masing memenuhi kriteria yang diinginkan oleh peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa di sekolah X mungkin menjadi pelaku pelecehan karena mereka melihat dan mencontoh apa yang terjadi di sekitar sekolah mereka. Teori perbedaan asosiasi, yang Sutherland buat dalam sembilan preposisi, juga membantu siswa di sekolah X mempelajari perilaku pelecehan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5