cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
J-CEKI
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 442 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2: Februari 2026" : 442 Documents clear
Kepatuhan Hukum Lingkungan Sebagai Bagian Dari Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Dian Utari; Anisa Hermawati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i2.15756

Abstract

Perkembangan kegiatan usaha di Indonesia mendorong pertumbuhan ekonomi, namun juga menimbulkan risiko terhadap kelestarian lingkungan hidup apabila tidak diimbangi dengan kepatuhan terhadap hukum lingkungan. Dalam praktiknya, kepatuhan lingkungan masih sering dipandang sebatas kewajiban administratif atau bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga belum terintegrasi secara substansial dalam tata kelola perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan kepatuhan hukum lingkungan dalam kerangka Good Corporate Governance (GCG) serta implikasinya terhadap tata kelola perusahaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Analisis dilakukan secara kualitatif terhadap regulasi hukum lingkungan, hukum perseroan, serta teori kepatuhan hukum dan tata kelola perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan hukum lingkungan merupakan elemen fundamental dalam penerapan GCG karena mencerminkan prinsip tanggung jawab dan akuntabilitas perusahaan. Integrasi kepatuhan lingkungan mendorong tata kelola berbasis keberlanjutan serta berfungsi sebagai instrumen pengendalian risiko hukum, reputasi, dan keberlangsungan usaha perusahaan.
Relevansi Tradisi Meugang dalam Pembentukan Identitas Kultural Sosial Keagamaan Masyarakat Aceh Chairunnisa, Chairunnisa; Fitri, Aulia
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i2.15795

Abstract

Meugang merupakan salah satu praktik budaya paling tua dan penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Tradisi yang dilaksanakan menjelang Ramadan, Idulfitri, dan Idul Adha ini tidak sekadar berfungsi sebagai kegiatan konsumsi daging, tetapi menjadi simbol religius dan kultural yang berperan dalam memperkuat identitas masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi tradisi Meugang dalam pembentukan identitas kultural-keagamaan masyarakat Tradisi Aceh dengan menelusuri sejarah, nilai-nilai religius, serta fungsi sosial yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, termasuk kajian historis Sejarah terhadap tradisi Meugang. Hasil analisis menunjukkan bahwa Meugang berperan sebagai media pewarisan nilai Islam, penguatan solidaritas sosial, serta pengikat identitas kultural masyarakat Aceh. Tradisi ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga berfungsi sebagai sarana internalisasi nilai syukur, sedekah, silaturahmi, dan penghormatan terhadap hari-hari besar Islam. Dengan demikian, Meugang memiliki relevansi yang signifikan dalam menjaga kesinambungan identitas kultural keagamaan masyarakat Aceh di tengah dinamika modernisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisi Meugang sebagai bagian integral dari warisan budaya dan pendidikan nilai di Aceh.