cover
Contact Name
Yugni Maulana Aziz
Contact Email
yugnimaulana1@gmail.com
Phone
+6285888444240
Journal Mail Official
silatene.saf@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Persada Banten, Blok D3 No 1, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang-Banten - Email : silatene.saf@gmail.com
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Silatene : Jurnal Sosial Humaniora
ISSN : -     EISSN : 27765385     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Silatene : Jurnal Sosial Humaniora is an open-access, peer-reviewed academic journal managed by the Suwaib Amiruddin Foundation. Jurnal Silatene Sosial & Humaniora publishes diverse theoretical perspectives, empirical studies, and critical analyses on Sociology, Political Economy, Public Policy, Public Management, Law, Anthropology, Politics, Communication, Government, Community Development, Empowerment, and Social Welfare, as well as related interdisciplinary studies. All submitted manuscripts undergo a rigorous evaluation process by a panel of expert reviewers. The journal employs a double-blind peer-review system, ensuring the anonymity of both authors and reviewers throughout the assessment process. Carefully review and comprehend the journal submission guidelines before submitting your work. Manuscripts sent to Jurnal Silatene Sosial & Humaniora must strictly adhere to these guidelines. Submissions that fail to follow the required structure or formatting standards will be declined during initial screening without proceeding to peer review. Only papers conforming to all specified criteria will be considered for publication.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): Maret" : 5 Documents clear
Implikasi Konsep Tri Hita Karana terhadap Aktivitas Masyarakat di Desa Panglipuran Ananta, Radite Ranggi; Putri, Dinda Rizka; Azzahra, Muzakia; Cahyana, Kresna Febri; Shintya, Hanik Rahma
Jurnal Silatene Sosial Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Suwaib Amiruddin Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53611/v9b94k54

Abstract

Desa Adat Panglipuran merupakan contoh nyata keberhasilan integrasi nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat melalui penerapan konsep Tri Hita Karana. Konsep ini menekankan keseimbangan antara individu, alam, dan Tuhan sebagai landasan utama dalam membangun kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Tri Hita Karana di Desa Panglipuran serta dampaknya terhadap kesejahteraan sosial, kelestarian lingkungan, dan perkembangan spiritual masyarakat. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan kunci, serta analisis data sekunder dari berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Tri Hita Karana di Desa Panglipuran tidak hanya berperan dalam mempererat hubungan sosial masyarakat, tetapi juga dalam pelestarian lingkungan melalui praktik pertanian berkelanjutan dan pengelolaan tata ruang yang berbasis hukum adat. Selain itu, dimensi spiritual dari Tri Hita Karana tercermin dalam berbagai ritual dan upacara adat yang dilakukan secara rutin, memperkuat identitas budaya desa. Studi ini menegaskan bahwa integrasi nilai budaya dengan kesadaran lingkungan dapat menjadi strategi efektif dalam menciptakan pembangunan desa yang berkelanjutan dan harmonis. Dengan demikian, konsep Tri Hita Karana memiliki relevansi yang luas dalam berbagai konteks, baik dalam pengembangan masyarakat maupun dalam kajian akademik terkait keberlanjutan sosial dan ekologis.
Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual Di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Silvina, Silvina Gitamalia, Hasuri, Listyaningsih
Jurnal Silatene Sosial Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Suwaib Amiruddin Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53611/2kdbvz77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana implementasi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Berdasarkan teori pendekatan kebijakan publik George Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian meliputi sivitas akademika dan nonakademisi sebanyak 27.494 orang, dengan sampel sebanyak 343 orang yang dipilih menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji hipotesis one-sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi peraturan tersebut kurang optimal, ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar -18,19 yang lebih kecil dari t tabel sebesar 1,649, dengan capaian hanya 65% dari target minimal 75%. Faktor penghambat utama adalah kendala komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi yang belum sepenuhnya teratasi.
Analisis Penggunaan Frasa Endosentrik Apositif pada Plang dan Spanduk di Kebun Binatang Ragunan Khusnun A’nillah, Khusnun A’nillah, Fannisa Akmal
Jurnal Silatene Sosial Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Suwaib Amiruddin Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53611/vn0bcb19

Abstract

Frasa merupakan satuan gramatikal yang terdiri atas gabungan kata nonpredikatif. Frasa endosentrik terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah frasa endosentrik apositif, yaitu frasa yang memiliki unsur yang diterangkan (D) dan unsur yang menerangkan (M) dengan distribusi yang sama. Penggunaan frasa ini sering ditemukan dalam berbagai bentuk komunikasi tertulis, salah satunya pada plang dan spanduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan frasa endosentrik apositif pada plang dan spanduk di Kebun Binatang Ragunan dengan pendekatan sintaksis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode distribusional untuk mengidentifikasi struktur frasa endosentrik apositif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa endosentrik apositif banyak digunakan dalam plang informasi sebagai bentuk keterangan tambahan yang memperjelas makna utama. Ditemukan bahwa penggunaan frasa ini berfungsi dalam memberikan kejelasan makna, mengurangi ambiguitas, serta meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kepada pembaca. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa frasa endosentrik apositif cenderung digunakan dalam konteks peraturan, peringatan, dan informasi edukatif, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengunjung terhadap lingkungan kebun binatang. Dalam kajian linguistik, frasa endosentrik apositif memiliki distribusi yang khas dan sering ditemukan dalam berbagai konteks komunikasi. Studi ini memperkuat temuan sebelumnya mengenai pentingnya analisis frasa dalam sintaksis bahasa Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap kajian sintaksis dalam linguistik bahasa Indonesia serta menjadi acuan dalam analisis struktur bahasa pada media publik.
Implementasi Program Smart Village di Kabupaten Tangerang (Studi Kasus Desa Sodong) Muhamad Rohaedi Rafliudin, Muhamad Rohaedi Rafliudin, Riny Handayani, Riswanda
Jurnal Silatene Sosial Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Suwaib Amiruddin Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53611/jw5bgm86

Abstract

Desa sebagai aset vital pembangunan Indonesia harus menjadi fokus utama dalam upaya pembangunan nasional. Dengan sebagian besar wilayah Indonesia yang terdiri dari daerah pedesaan, pembangunan desa dapat berdampak signifikan terhadap kemajuan nasional. Namun, tantangan seperti angka kemiskinan yang tinggi, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya literasi digital menghambat pembangunan. Program Desa Pintar yang memanfaatkan teknologi digital dipandang sebagai solusi transformatif untuk meningkatkan kesejahteraan pedesaan. Penelitian ini mengkaji implementasi program Desa Pintar di Kabupaten Tangerang dengan fokus Desa Sodong, menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III (komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi). Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa meskipun aspek komunikasi dan disposisi relatif terlaksana dengan baik, tantangan masih ada pada optimalisasi sumber daya, koordinasi birokrasi, dan prosedur operasi standar (SOP). Kurangnya indikator keberhasilan yang jelas dan koordinasi yang terfragmentasi antara pemangku kepentingan menghambat efektivitas program. Rekomendasi meliputi penguatan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan peningkatan koordinasi birokrasi untuk memastikan pembangunan Desa Pintar yang berkelanjutan. 
Representasi Konflik Budaya Terkait Pertentangan Nilai Adat dan Cinta Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk Aji, Irfan Aji Pratama
Jurnal Silatene Sosial Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Suwaib Amiruddin Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53611/58k49468

Abstract

Konflik budaya merupakan salah satu tema yang sering muncul dalam karya sastra, karena budaya memiliki peran penting dalam membentuk identitas individu dan masyarakat. Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA menggambarkan pertentangan antara nilai adat Minangkabau dan cinta pribadi, terutama dalam hubungan antara Zainudin dan Hayati.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara fokus penuh pada karya sastra sebagai struktur yang jelas dengan koherensi yang melekat dengan memahami dan menginterpretasikan makna serta struktur internal karya sastra melalui analisis mendalam terhadap unsur-unsur intrinsiknya. Selain dari pada itu, penelitian ini juga akan menganalisis bagaimana konflik budaya pertentangan cinta dan nilai adat direpresentasikan dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis objektif yang disajikan sebagai hasil penelitian. Selain dari pada itu, pendekatan analisis studi pustaka juga menjadi alat analisis yang digunakan dalam mengkaji pembahasan novel ini. Hasil dan pembahasan dalam novel ini adalah melalui analisis unsur-unsur intrinsik pada novel, terlihat bahwa HAMKA berhasil menggambarkan konflik budaya antara nilai adat dan cinta. Novel ini menunjukkan bagaimana adat yang kaku dapat menghalangi kebahagiaan individu, serta menyoroti perjuangan seseorang dalam menghadapi tekanan sosial dan budaya. Cinta adalah kekuatan universal yang melampaui batasan budaya, agama, dan perbedaan lainnya. Setiap agama mengajarkan cinta dan kasih sayang, menjadikannya elemen pemersatu umat manusia meskipun terdapat perbedaan keyakinan. Dalam hubungan lintas budaya, cinta memungkinkan individu untuk memahami, menghormati, dan merayakan perbedaan, sehingga menciptakan ikatan yang kuat dan harmonis. Dengan demikian, cinta tidak dibatasi oleh budaya atau perbedaan lainnya, melainkan menjadi jembatan yang menyatukan manusia dalam keberagaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 5