cover
Contact Name
Tahta Herdian Andika
Contact Email
tahta.herdian.a@gmail.com
Phone
+6289612626394
Journal Mail Official
tahta.herdian.a@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani No. 1 A Tambak Rejo, Wonodadi, Kec. Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung 35372
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi)
ISSN : -     EISSN : 30467829     DOI : -
Core Subject : Science,
Focused topics of interest of Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi) are: 1. Information Systems and Technologies 2. Multimedia 3. Software Engineering 4. Information Technology Education 5. Other topics that related to Information Technology
Articles 37 Documents
PENGEMBANGAN KOMIK DIGITAL SEJARAH BERBASIS PERISTIWA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Dewi, Sri Febrina; Pratama, Rendy Yudha
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi) Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/diteksi.v4i2.2009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa komik digital sejarah berbasis peristiwa lokal yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMP. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sejarah yang bersifat naratif dan monoton. Dengan mengintegrasikan elemen visual, cerita lokal, dan teknologi digital, diharapkan komik yang dikembangkan mampu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan mendorong siswa berpikir kritis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Hasil validasi ahli media dan materi menunjukkan bahwa komik digital ini sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Uji coba terbatas pada siswa kelas VIII SMP menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan media ini.
Pendidikan Tinggi dan Sosial Climbing: Sejauh Mana Status Pendidikan Mampu Mengatasi Latar Belakang Sosial di Era Teknologi Digital Sukmawati, Intan; Isni Kurnia , Ulfa
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/diteksi.v5i1.2229

Abstract

Pendidikan Tinggi, Mobilitas Sosial, Social Climbing, Inovasi Pendidikan, Kesenjangan Digital
Pemanfaatan Teknologi Digital sebagai Penguat Modal Sosial-Budaya dalam Pendidikan Karakter Siswa Pedesaan nurwahid, rizky12; Awaliyani, Ikna
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/diteksi.v5i1.2235

Abstract

This research examines how digital technology can help strengthen social and cultural capital in the character education of students living in rural areas. Currently, technology is widely used in schools, but its use is still limited to communication and assignment submission. However, technology can be utilized more effectively to support local cultural values ​​and strengthen relationships between teachers, parents, and the community. Furthermore, villages possess strong social and cultural capital, such as the practice of mutual cooperation (gotong royong), a sense of togetherness, and local traditions and values ​​that are still practiced daily. These values ​​form the foundation for children's character education. A literature review of various studies found that technology can be a bridge to introduce and preserve local culture, for example through the creation of cultural videos, documentation of traditions, or other digital media. When local culture is packaged in digital form, students become more engaged and more easily understand the character values ​​being taught. The results of this study indicate that character education in rural areas will be stronger if technology is combined with existing social and cultural capital. Thus, technology is not simply a modern tool, but can be a new way to maintain cultural identity and shape students' character, keeping it relevant to current developments.
Peran Orangtua dan Kerabat dalam Pembentukan Karakter Anak di Institusi Pendidikan di Era Digital.: Peran Orangtua dan Kerabat dalam Pembentukan Karakter Anak di Institusi Pendidikan di Era Digital. Halwa Auni, Azzah; Yudha Pratama, Rendy
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/diteksi.v5i1.2236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peranan krusial orangtua dan sanak keluarga dalam pengembangan karakter anak, serta kerjasama mereka dengan lembaga pendidikan di era digital. Kontribusi orangtua sangat signifikan dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa melalui kebiasaan dan perilaku yang dicontohkan. Selain orangtua, anggota keluarga seperti kakek, nenek, paman, dan bibi juga berperan sebagai pengasuh ekstra yang memberikan dukungan emosional, sosial, dan pendidikan sehari-hari. Pada era digital ini, masalah muncul dari ketergantungan terhadap perangkat teknologi dan kecerdasan buatan yang berdampak pada interaksi sosial anak. Karya ini menerapkan metode tinjauan literatur untuk meneliti bagaimana lingkungan keluarga yang positif dapat berkolaborasi dengan perkembangan teknologi dalam membentuk karakter anak yang kokoh
PERAN TEKNOLOGI DALAM PEMBENTUKAN WUJUD KEBUDAYAAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA rahmadona, laila; Syaifurrohman, Amir
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/diteksi.v5i1.2238

Abstract

Kajian ini bertujuan menganalisis peran teknologi dalam memengaruhi tiga wujud kebudayaan (gagasan, perilaku, dan benda) pada siswa SMP melalui metode Tinjauan Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi memiliki peran ganda yang signifikan dalam membentuk budaya baru, seperti budaya media dan pola hidup pragmatis. Dalam wujud gagasan, teknologi membentuk nilai-nilai yang cenderung instan, sedangkan dalam wujud perilaku, teknologi menyebarkan tren melalui media sosial dengan cepat. Sekolah merupakan lingkungan yang efektif untuk mengarahkan siswa yang berada di pusaran teknologi ini agar dapat memanfaatkan perangkat digital secara bertanggung jawab dan memperkuat karakter.
Literatur Review: Media Sosial dan Implikasi Terhadap Pola Pikir Peserta Didik Sekolah Menengah Atas Yusuf, Rahman; Septasari, Dita
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/diteksi.v5i1.2249

Abstract

Social media has transformed into a digital ecosystem inseparable from the lives of Senior High School (SMA) students, bringing complex implications for the development of their thinking patterns. This literature review aims to analyze and synthesize current empirical evidence regarding the impact of social media on various domains of high school students' thinking patterns, encompassing cognitive, socio-emotional, and academic aspects. The method employed is a literature review of 15 research articles from various international databases and accredited national journals. The analysis reveals that excessive social media use correlates with attention disorders, decreased working memory, and erosion of students' intrinsic learning motivation. In the socio-emotional domain, passive usage patterns accompanied by social comparison contribute to increased anxiety, depressive symptoms, and decreased socio- emotional skills. Nevertheless, research also uncovers the positive potential of social media when used purposefully for collaborative learning. Key moderating factors determining the impact of social media use are students' self-regulation abilities and intrinsic motivation. Referring to the complexity of these impacts, this review recommends the integration of Critical Digital Literacy into the curriculum as a fundamental strategy for building digital resilience. Critical Digital Literacy equips students with a critical thinking framework to analyze content, understand platform mechanisms, manage online identity reflectively, and utilize technology constructively. Thus, high school students can become intelligent, critical, and responsible users within their digital ecosystem.
PENERAPAN METODE DIGITAL STORYTELLING PADA PEMBELAJARAN DAN MEMBENTUK KARAKTER SISWA: Indonesia Lestari, Fina Aulika; Nurrohmah , Nisa; Syaifurrohman, Amir; Setyazi, Gama
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/diteksi.v5i1.2363

Abstract

Abstrak Seiring dengan perkembangan zaman, dunia pendidikan saat ini berada dalam era revolusi digital yang secara signifikan mengubah cara pandang dan pola belajar peserta didik. Ketertarikan terhadap penggunaan media digital meningkat ketika model pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik dan profil peserta didik melalui pemanfaatan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan digital storytelling pada pembelajaran dan membentuk karakter siswa.. metode penelitian ini adalah literature review menggunakan analisis deskriptif berdasarkan publikasi jurnal nasional tentang digital storytelling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa digital storytelling merupakan metode pembelajaran yang efektif karena mampu meningkatkan minat literasi, mengembangkan aspek afektif dan sikap siswa, melatih keterampilan abad ke-21, serta membentuk karakter peserta didik secara holistik. Penggunaan metode digital storytelling merupakan salah satu bentuk inovasi guru dalam memanfaatkan teknologi di dunia pendidikan agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak menimbulkan kejenuhan di dalam kelas. Penggunaan digital storytelling tidak hanya meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, tetapi juga menyediakan media yang kontekstual dan menarik untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif.

Page 4 of 4 | Total Record : 37