cover
Contact Name
Ira Puspita Dewi
Contact Email
irapuspitadewi@ulm.ac.id
Phone
+6282250285465
Journal Mail Official
mcsi.jurnal@ulm.ac.id
Editorial Address
https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/mcs/about/contact
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
MCSIJ (Marine, Coastal and Small Islands Journal) : Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Ilmu Kelautan
ISSN : -     EISSN : 25990454     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Marine, Coastal and Small Islands Journal adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian mahasiswa kelautan tentang wilayah, ekosistem pantai dan lautan: oseanografi, bio-ekologi pesisir dan laut, instrumentasi dan akustik kelautan, remote sensing dan SIG kelautan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2021)" : 7 Documents clear
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DI DESA ANGSANA KABUPATEN TANAH BUMBU P, Yulmaela Matu; Hamdani, Hamdani
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v5i2.11804

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem unik dengan fungsi yang unik dalam lingkungan hidup oleh adanya pengaruh laut dan daratan, di kawasan mangrove terjadi interaksi komplek antara sifat fisika dan ekologi. Selain memiliki fungsi ekologis dan fisik, ekosistem mangrove juga memiliki fungsi ekonomi yang dimana potensi yang dimiliki hutan mangrove dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, misalnya dengan mengidentifikasi potensi sumberdaya alam yang layak dikembangkan sebagai daerah tujuan ekowisata. Pemanfaatan mangrove untuk ekowisata ini akan berkembang jika memiliki daya tarik bagi para masyarakat setempat maupun wisatawan. Desa Angsana memiliki potensi ekowisata yang belum dikembangkan yaitu salah satunya kawasan ekosistem mangrove. Kawasan mangrove tersebut berada di wilayah estuari, memiliki luas sekitar ±45,71 ha, pada sisi sungai sebelah barat di dekat muara dicirikan dengan landscape yang berbukit. Sedangkan pada sisi timurnya cenderung datar dan berupa lahan basah. Pemandangan dari bukit ke arah muara sungai cukup menarik, di sisi lain sungainya mudah untuk di jelajahi dengan perahu. Terdapat vegetasi Rhizopora dengan akar yang berukuran besar mencapai 3 m dan juga terdapat primate seperti bekantan dan monyet ekor panjang di bagian hulu sungai. Penelitian ini dikumpulkan berdasarkan dari data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan dengan wawancara dan pengisian kuisioner terhadap 10 orang responden serta pengukuran langsung terhadap beberapa parameter jenis ekowisata. Data sekunder berupa hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan di lokasi yang sama dan laporan yang terkait. Kemudian dari hasil yang didapatkan dari data tersebut akan disusun strateginya dalam analisis SWOT.
ANALISIS KERENTANAN PANTAI TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT MENGGUNAKAN METODE COASTAL VULNERABILITY INDEX (CVI) Rachmayanti, Mitha Sari; Baharuddin, Baharuddin; Dewi, Ira Puspita
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v5i2.11799

Abstract

Pantai Takisung yang berada di pesisir barat Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak dari perubahan iklim. Hal ini disebabkan karena wilayah ini berhadapan langsung dengan  Laut Jawa yang memiliki frekuensi dan ketinggian gelombang yang tinggi terutama pada musim barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan Pantai Takisung dengan pendekatan metode Coastal Vulnerability Index (CVI) dengan berbasis area (luasan). Hasil dari overlay seluruh parameter Coastal Vulnerability Index (CVI) diketahui bahwa kondisi Pantai Takisung didominasi oleh kerentanan tinggi. Nilai indeks yang menunjukkan kerentanan tinggi tersebut adalah kelas 4 dengan nilai interval 15 – 25 luas 25,793 (56,466%) disusul kerentanan menengah yaitu kelas 3 dengan interval (10 – 15) luas 12,234 ha (26,783%) kemudian kerentanan rendah yaitu kelas 2 dengan interval (5 – 10) luas 6,621 ha (14,494%) dan kerentanan sangat rendah yaitu kelas 1 dengan interval (1 – 5) luas 1.081 ha (2,36%). Pantai yang memiliki bangunan pelindung pantai memiliki kerentanan yang lebih rendah dibandingkan pantai yang tidak terlindungi oleh bangunan pantai. Pantai bagian selatan memiliki kerentanan yang paling rendah karena selain dilindungi oleh pelindung pantai juga daerah tersebut memiliki kelerengan dan sedimentasi yang lebih tinggi daripada bagian lain.
ANALISIS KUALITAS AIR SECARA SPASIAL MENGGUNAKAN METODE INDEKS PENCEMARAN DI PERAIRAN TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT Annisa, Rima; Dewi, Ira Puspita; Baharuddin, Baharuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v5i2.11801

Abstract

Perairan Takisung masih mendapat pengaruh dari Sungai Barito serta Sungai Takisung dan Sungai Angsau yang bermuara langsung ke perairan tersebut. Berbagai aktivitas terdapat di pesisir maupun perairan Takisung seperti pemukiman, wisata pantai, alur pelayaran, dan industri rumahan. Tingginya intensitas aktivitas tersebut mempengaruhi kualitas perairan Takisung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara spasial mengenai kualitas perairan Takisung baik secara fisika, kimia dan biologi. Pengukuran dan pengambilan data sampling dilakukan dengan metode purposive sampling, baik secara insitu maupun eksitu. Metode pengukuran kualitas air di Indonesia mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sedangkan penentuan status mutu perairan dan tingkat pencemaran di Indonesia sudah diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Perairan Takisung untuk parameter fisika tergolong d.alam kondisi baik hingga tercemar ringan. Parameter kimia tergolong dalam kondisi tercemar ringan hingga tercemar sedang, sedangkan parameter biologi tergolong dalam kondisi baik.
ESTIMASI STOK KARBON PADA PADANG LAMUN DI PERAIRAN DESA TANJUNG SUNGKAI KABUPATEN KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Agustiana, Tiara Arum; Nursalam, Nursalam; Lestarina, Putri Mudhlika
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v5i2.11802

Abstract

Ekostistem lamun memiliki peran dalam penyerapan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air, kerapatan, biomassa dan stok karbon lamun. Penelitian ini dilakukan di perairan Desa Tanjung Sungkai, Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimatan Selatan.  Lamun yang didapat di perairan Desa Tanjung Sungkai berjumlah 7 spesies antara lain Cymodecea rotundata, Cymodecea serrulata, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Halodule uninervis, Syringodium isoetifolium dan Thalasia hemprichii. Stok karbon dianalisis dengan metode Loss On Ignition (LOI). Nilai biomassa yang tersimpan pada bagian atas substrat berkisar 1,20 – 222,64 gbk/m2, sedangkan nilai biomassa yang tersimpan pada bagian bawah substrat berkisar 393,81 – 1,84 gbk/m2. Total stok karbon lamun di perairan Desa Tanjung Sungkai adalah sebesar 517,32 Mg C/ha. Total stok karbon pada bagian atas substrat sebesar 293,12 Mg C/ha, sedangkan total stok karbon pada bagian bawah substrat yakni 224,04 Mg C/ha.
KELIMPAHAN JENIS FITOPLANKTON PADA SAAT SURUT DI PERAIRAN ESTUARI KUSAN KABUPATEN TANAH BUMBU Normalasari, Normalasari; Hamdani, Hamdani; Tony, Frans
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v5i2.11797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui jenis dan kelimpahan fitoplankton pada saat surut di perairan estuari Kusan, Menganalisis simiralitas jenis dan kelimpahan fitoplankton antar kelompok stasiun berdasarkan posisi geografis di lingkungan Perairan estuari Kusan, Mengetahui nilai parameter kualitas air, suhu, kecerahan, salinitas, DO, pH, nitrat dan fosfat di Perairan estuari Kusan, Menganalisis hubungan kelimpahan jenis fitoplankton dan kualitas air. Penelitian dilakukan di daerah Perairan Estuari Kusan Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Pengambilan sampel fitoplankton dengan cara mengambil sampel air pada fase awal dan fase akhir menggunakan ember berukuran 10liter sebanyak 10 kali pengulangan, kemudian di tuangkan ke dalam plankton net yang berukuran 25 mikrometer dengan tujuan menyaring fitoplankton. Air yang sudah disaring menggunakan plankton net, dimasukkan ke dalam botol sampel fitoplankton (50 ml) kemudian tetesi dengan lugol sebanyak 1 tetes ke dalam dengan tujuan untuk mengawetkan sampel fitoplankton. Dari hasil penelitian ini ditemukan 43 jenis fitoplankton dengan kelimpahan fitoplankton di perairan Estuari Kusan pada fase awal berkisar antara 300 sel/l – 1160 sel/l. dan pada fase akhir surut berkisar antara 1580 sel/l – 3090 sel/l, Kesamaan jenis antar zona pada fase awal surut dan fase akhir surut terbagi menjadi 2 kelompok, Kondisi parameter di perairan estuari Kusan berada dalam kisaran normal untuk pertumbuhan fitoplankton, Berdasarkan korelasi antara kelimpahan fitoplankton dengan Kualitas air pada fase awal surut dan fase akhir surut menghasilkan nilai positif dan nilai negatif.
PEMODELAN BANJIR ROB DAN SUNGAI MENGGUNAKAN HECRAS DAN CITRA SENTINEL-1 DI WILAYAH PELAIHARI – TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT Briantara, Toni Ocxa; Baharuddin, Baharuddin; Dewi, Ira Puspita
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v5i2.11803

Abstract

Banjir yang melanda Kalimantan Selatan pada awal tahun 2021 merupakan banjir terbesar dalam kurun waktu 50 tahun terakhir dan melanda 11 kabupaten/kota. Salah satu wilayah yang terkena dampak cukup besar yakni DAS Tabanio. Sungai Tabanio merupakan sungai utama di DAS Tabanio yang memiliki potensi kejadian banjir Rob dan sungai dengan kategori tinggi dan sangat tinggi pada tanggal 9 – 14 Januari 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi banjir Rob dan sungai dan menganalisis luas genangan banjir menggunakan HECRAS dan membandingkan dengan citra sentinel-1. Pendekatan model yang digunakan adalah Unsteady Flow Model secara 2D. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi banjir diantaranya adalah topografi, batimetri, pasang surut, curah hujan dan debit banjir. Sedangkan pada luas genangan, hasil model luasan banjir menggunakan HECRAS sebesar 13597,87 Ha dan citra Sentinel-1 sebesar 13314,24 Ha, terjadi perbedaan sebesar 283,63 Ha.
STATUS KEKRITISAN LAHAN DI PESISIR TANJUNG DEWA Apriliani, Linda; Baharuddin, Baharuddin; Nursalam, Nursalam
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v5i2.11798

Abstract

Tanjung Dewa merupakan pesisir yang terletak di Barat Kabupaten Tanah Laut. Ketiga wilayah tersebut sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan memiliki geomorfologi pantai yang landai sehingga berpotensi sebagai tempat tumbuhnya mangrove. Tuntutan pembangunan di wilayah pesisir dan aktivitas konversi lahan menjadi budidaya, permukiman maupun lain sebagainya berdampak pada kondisi mangrove disekitarnya. Eksploitasi mangrove yang berlebihan tanpa diiringi kelestarian lingkungan turut mengancam keberadaan mangrove di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi mangrove melalui status kekritisan lahan mangrove. Analisis status kekritisan lahan mengacu pada Pedoman Inventarisasi dan Identifikasi Lahan Kritis Mangrove oleh Departemen Kehutanan tahun 2005 yang sudah di modifikasi dengan menggabungkan metode survey lapangan dan penginderaan jauh yang diolah menggunakan metode Sistem Inormasi Geografis (SIG).  Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa lahan dengan status rusak berat sebesar 16,91 Ha, lahan kategori rusak sebesar 14,50 Ha sedangkan lahan dengan status tidak rusak sebesar 72,65 Ha dengan total luas kajian 102,38 Ha. Secara keseluruhan lahan mangrove di pesisir Tanjung Dewa didominasi oleh lahan dengan status tidak rusak.

Page 1 of 1 | Total Record : 7