cover
Contact Name
Ira Puspita Dewi
Contact Email
irapuspitadewi@ulm.ac.id
Phone
+6282250285465
Journal Mail Official
mcsi.jurnal@ulm.ac.id
Editorial Address
https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/mcs/about/contact
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
MCSIJ (Marine, Coastal and Small Islands Journal) : Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Ilmu Kelautan
ISSN : -     EISSN : 25990454     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Marine, Coastal and Small Islands Journal adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian mahasiswa kelautan tentang wilayah, ekosistem pantai dan lautan: oseanografi, bio-ekologi pesisir dan laut, instrumentasi dan akustik kelautan, remote sensing dan SIG kelautan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2022)" : 7 Documents clear
IDENTIFIKASI, KOMPOSISI, BERAT DAN LAJU PERTAMBAHAN SAMPAH LAUT (Marine Debris) DI KAWASAN PESISIR DESA BAWAH LAYUNG Lestari, Putri Jayanti; Nursalam, Nursalam; Salim, Dafiuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v6i1.11809

Abstract

Sampah laut di sepanjang garis pantai menimbulkan acaman terhadap ekosistem pesisir, limbah padat ini mengakibatkan kematian langsung spesies hewan karena terlilit atau menghambat penyerapan unsur hara di ekosistem mangrove. Desa Bawah Layung merupakan desa pesisir dimana terdapat ekosistem mangrove yang terletak di muara Sungai Bawah Layung. Aktivitas penggunaan lahan di daerah tersebut berupa pemukiman, persawahan, dan perikanan tangkap, yang memberikan kontribusi pencemaran sampah di pesisir, masuk melalui sungai dan dapat terdistribusi ke ekosistem mangrove. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan analisis mengenai komposisi jenis, berat, kepadatan dan laju pertambahan sampah laut yang terdapat di pantai dan ekosistem mangrove. Memetakan distribusi spasial sampah laut yang terdapat di pantai dan ekosistem mangrove. Menganalisis hubungan kepadatan sampah laut terhadap kerapatan mangrove di ekosistem mangrove. Hasil dari penelitian ini Jenis sampah laut yang ditemukan berupa plastik, busa plastik, kain, kaca dan keramik, logam, kertas dan kardus, karet, kayu, bahan lainnya. Komposisi sampah laut di lokasi mangrove yang mendominasi yaitu jenis sampah plastik sebesar 912,14 gram/m2 dan di lokasi pantai yaitu jenis kayu sebesar 170,80 gram/m2. Berat total sampah laut yang ditemukan di mangrove tertinggi (44 gram/m2) adapun berat total sampah laut yang ditemukan di pantai didapatkan nilai tertinggi (16,13 gram/m2). Total kepadatan sampah laut di lokasi mangrove sebesar 9,44 jenis/m2 dan di lokasi pantai sebesar 1,94 jenis/m2. Laju pertambahan jumlah potongan item tertinggi di minggu pertama 15 item/hari, dan pertambahan berat sampah tertinggi di minggu pertama 72,11 gram/hari. Distribusi sampah laut berdasarkan ukuran dan jenis yang diendapkan pada pesisir Desa Bawah Layung menunjukkan variasi spasial yang signifikan di mangrove dan pantai. Kepadatan sampah laut menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kerapatan mangrove tingkat pohon dengan nilai koefisien determinasi 0,67. Kategori pancang dan semai tidak menujukkan hasil yang signifikan terhadap kepadatan sampah laut.
PEMETAAN GARIS PANTAI PESISIR TABANIO KABUPATEN TANAH LAUT MENGGUNAKAN WAHANA UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) Hadaita, Ana; Baharuddin, Baharuddin; Dewi, Ira Puspita
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v6i1.11805

Abstract

Pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial, garis pantai dibagi atas dasar kondisi pasang surut air laut, yakni garis pantai pasang tertinggi (HAT), tinggi muka air laut rata-rata (MSL) dan surut terendah (LAT). Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tanah Laut tahun 2017 – 2036, kawasan Pesisir Tabanio termasuk dalam kawasan rawan bencana abrasi/gelombang pasang. Ketersediaan data posisi garis pantai dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi perencanaan pengelolaan dan pemanfaatan di kawasan ini. Penelitian ini bertujuan adalah untuk memetakan posisi garis pantai Tabanio pada saat HAT, MSL dan LAT menggunakan wahana Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai muka air laut pesisir Tabanio pada saat MSL sebesar 132,59 cm, untuk HAT sebesar 242,17 cm atau 109,58 cm terhadap MSL, sedangkan nilai LAT sebesar 23 cm atau -109,58 cm terhadap MSL. Posisi garis pantai di wilayah Utara penelitian antara pada saat HAT dengan MSL rata-rata sebesar 15 – 35 meter, namun posisi garis pantai pada saat LAT cenderung jauh dengan selisih jarak 100 – 400 meter dengan posisi garis pantai MSL. Adapun posisi garis pantai di wilayah Selatan (wisata pantai) memiliki selisih jarak antara pada saat HAT dengan MSL sejauh 10 – 30 meter, sedangkan perbedaan selisih jarak antara garis pantai pada saat MSL dan LAT yakni sebesar 20 – 180 meter.
LAJU DEKOMPOSISI SERASAH Avicennia marina DI DESA PAGATAN BESAR KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Prasasti, Kemala Paramita; Salim, Dafiuddin; Lestarina, Putri Mudhlika
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v6i1.11810

Abstract

Serasah yang dihasilkan oleh mangrove memiliki peran dalam menyumbangkan bahan organik sebagai mata rantai utama dalam jaring-jaring makanan pada ekosistem mangrove. Serasah tersebut akan terdekomposisi oleh dekomposer agar dapat dimanfaatkan oleh organisme yang berada dibawah tegakan pohon mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas dan laju dekomposisi serta unsur hara yang terkandung pada serasah Avicennia marina, mengetahui persentase tutupan kanopi mangrove dan menganalisis hubungan laju dekomposisi dengan tutupan kanopi mangrove di Desa Pagatan Besar. Litter trap merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk menyaring guguran serasah daun Avicennia marina, sedangkan untuk mengetahui persentase tutupan kanopi mangrove menggunakan metode Hemispherical Photography. Hasil penelitian menunjukan bahwa produktivitas serasah daun Avicennia marina tertinggi berada di stasiun 1, sedangkan pada 15 hari pertama merupakan laju dekomposisi tertinggi pada masing-masing stasiun. Adapun kandungan unsur hara C lebih tinggi dibandingkan dengan N dan P. Status ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar dilihat dari tutupan kanopi termasuk baik dengan kategori sedang. Hubungan tutupan kanopi mangrove dengan laju dekomposisi menunjukkan hasil korelasi yang cukup lemah.
MODEL TRANSFORMASI GELOMBANG MENGGUNAKAN MODUL CMS-WAVE DARI BERBAGAI MODEL PENANGANAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PANTAI TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Saputra, Aprianor Teguh; Baharuddin, Baharuddin; Yuliyanto, Yuliyanto
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v6i1.11806

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2020 – Mei 2022 di Pantai Takisung Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Bertujuan untuk mengetahui pola transformasi gelombang dari berbagai model penanganan bangunan pengaman pantai terhadap kondisi kedalaman saat HAT, MSL dan LAT dengan menggunakan modul CMS-Wave pada software SMS 11.2. Pola transformasi gelombang di perairan Takisung berbeda disetiap kondisi kedalamannya, dengan tiap simulasi bangunan pengaman pantai berupa breakwater, groin dan reveretment. Pada saat HAT dan MSL pola transformasi yang dihasilkan berupa refraksi, difraksi dan refleksi, dan pada saat LAT pola transformasi yang terlihat berupa refraksi. Breakwater dengan lokasi pembangunan pada kedalaman MSL memiliki efektifitas yang lumayan tinggi dalam mereduksi energi gelombang.
KLASIFIKASI SUBSTRAT DASAR HABITAT BENTIK MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-2 DI PULAU DENAWAN KABUPATEN KOTABARU Risman, Risman; Syahdan, Muhammad; Tony, Frans
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v6i1.11811

Abstract

Habitat bentik pada perairan dangkal di daerah tropis didominasi oleh substrat lumpur, pasir, pecahan karang, batu, alga, karang mati, karang lunak, karang keras dan lamun. Beberapa fungsi habitat bentik diantaranya sebagai tempat mencari makan, bertelur dan berpijah biota laut, pelindung pantai dari gelombang, menyerap karbon, serta sebagai tempat pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan klasifikasi substrat dasar habitat bentik di Pulau Denawan mengguanakan data citra Sentinel-2B dengan metode Object Based Image Analysis dan data lapangan berupa persentase tutupan substrat dasar menggunakan metode Rapid Reef Inventory yang diklasifikasikan dengan metode Agglomerative Hierarchical Clustering. Hasil penelitian menunjukan terdapat 4 kelas dominan penyususn habitat bentik di Pulau Denawan yaitu kelas campuran (rubble, sand dan dead coral alga) dengan luasan 20,49 Ha; makro alga 7,53 Ha; dead coral 7,23 Ha; hard coral 23,53 Ha. Nilai total akurasi yang dihasilkan yaitu 90,48%.
ESTIMASI SERAPAN GAS CO2 TERHADAP TUTUPAN LAHAN MANGROVE MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DI WILAYAH PT ARUTMIN TAMBANG KINTAP DESA MEKARSARI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Khadafi, Faraluna Putri; Syahdan, Muhammad; Tony, Frans
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v6i1.11807

Abstract

Keberadaan ekosistem mangrove di wilayah penelitian berkontribusi sebagai penyerap dan penyimpan karbon (C) terutama dalam menyerap CO2 dalam upaya mitigasi perubahan iklim (global climate change). Untuk mengetahui tutupan luas lahan mangrove pada suatu wilayah dapat dilakukan dengan mengidentifikasi tutupan lahan mangrove menggunakan teknologi penginderaan jauh, sehingga memberikan kemudahan dalam pemantauan tutupan lahan dan perhitungan kemampuan penyerapan gas CO2 di atmosfer. Perhitungan serapan gas CO2 di wilayah penelitian memiliki hasil rata-rata sebesar 2,1913 ton CO2/ha dengan kisaran nilai antara 0,35 ton/ha – 7,59 ton/ha, nilai tersebut di kalikan dengan luas tutupan lahan mangrove yang sebelumnya telah dihitung menggunakan citra SPOT 7 PMS ORT, sehingga dapat diketahui kemampuan luas tutupan mangrove terhadap penyerapan CO2 di wilayah penelitian yaitu sebesar 28,9254 ton CO2/ha dengan luas tutupan lahan ekosistem mangrove yaitu 13,2 ha, hasil estimasi serapan gas CO2 di wilayah penelitian tersebut dikategorikan tergolong baik, sehingga pada ekosistem mangrove di lokasi penelitian mampu berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim global (global climate change).
PEMETAAN PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGUNAKAN CITRA QUICKBIRD DAN PENGUKURAN TERESTRIS DI PANTAI TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT Setiawan, Iwan Dwi; Baharuddin, Baharuddin; Yuliyanto, Yuliyanto
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v6i1.11808

Abstract

Wilayah Pantai Takisung pada dasarnya senantiasa mengalami proses penyesuaian yang terus menerus menuju keseimbangan alami terhadap dampak dari pengaruh eksternal dan internal baik alami maupun pengaruh campur tangan manusia. Wilayah ini mendapat pengaruh dari Laut Jawa dan Sungai Barito serta input suplai sedimen sungai-sungai yang bermuara di sepanjang pesisir Takisung sehingga berdampak terhadap keseimbangan pantai pada berbagai elevasi garis pantai.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan perubahan garis pantai berdasarkan referensi pasang surut HAT, MSL dan LAT di Pantai Takisung menggunakan metode penginderaan jauh dengan citra satelit Quickbird tahun 2012 dan 2016 serta hasil pengukuran terestrial (batimetri dan topografi) dan drone tahun 2020. Perubahan garis pantai HAT 2012 – 2020 Pantai Takisung mengalami abrasi sebesar 3,67 ha dan sedimentasi sebesar 2,34 ha. Perubahan garis pantai MSL Pantai Takisung 2012 – 2020 mengalami abrasi sebesar 6,38 dan sedimentasi sebesar 3,15 ha. Sedangkan Perubahan garis pantai LAT Pantai Takisung 2012 – 2020 mengalami abrasi sebesar 5,41 ha dan sedimentasi sebesar 1,58 ha. Perubahan garis pantai ini dominan terjadi dikeranakan adanya pembangunan bangunan pantai berupa breakwater dan jetty pada tahun 2016 dan 2020.

Page 1 of 1 | Total Record : 7