cover
Contact Name
Ira Puspita Dewi
Contact Email
irapuspitadewi@ulm.ac.id
Phone
+6282250285465
Journal Mail Official
mcsi.jurnal@ulm.ac.id
Editorial Address
https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/mcs/about/contact
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
MCSIJ (Marine, Coastal and Small Islands Journal) : Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Ilmu Kelautan
ISSN : -     EISSN : 25990454     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Marine, Coastal and Small Islands Journal adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian mahasiswa kelautan tentang wilayah, ekosistem pantai dan lautan: oseanografi, bio-ekologi pesisir dan laut, instrumentasi dan akustik kelautan, remote sensing dan SIG kelautan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024)" : 7 Documents clear
ANALISIS KELIMPAHAN KEPITING BAKAU (Scylla spp.) DAN HUBUNGANNYA DENGAN KERAPATAN MANGROVE SERTA PARAMETER LINGKUNGAN DI DESA MUARA KINTAP KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Arum, Riska Mustika Ambar; Tony, Frans; Dewi, Ira Puspita
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mcsij.v8i2.15070

Abstract

Desa Muara Kintap merupakan wilayah dengan kawasan muara dan ekosistem mangrove yang cukup bagus. Mayoritas pekerjaan masyarakatnya adalah sebagai nelayan dan petani taambak yang hampir 50% dari total jumlah penduduk yang adaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelimpahan kepiting bakau (Scylla spp.), hubungan kelimpahan kepiting bakau (Scylla spp.) dengan tingkat kerapatan mangrove, dan hubungan kelimpahan kepiting bakau (Scylla spp.) dengan parameter lingkungan. Peingambiilan data beirupa data keipiitiing bakau (Scylla spp.) (meiliiputii jeiniis, keiliimpahan, jumlah iindiiviidu, panjang tubuh, leibar karapas, diistriibusii jeiniis keilamiin, struktur populasii dan beirat rata-rata keipiitiing bakau), data mangrovei (meiliiputii jeiniis-jeiniis mangrovei, keirapatan mangrovei dan struktur veigeitasii mangrovei), data kualiitas aiir (meiliiputii suhu, pH, DO, saliiniitas, niitrat, fosfat dan substrat). Hasiil darii peineiliitiian iinii meinunjukkan bahwa teirdapat 3 jeiniis keipiitiing bakau dii kawasan mangrovei Muara Kiintap yaiitu Scylla oliivacei, Scylla seirrata dan Scylla paramamosaiin. Keipadatan teirtiinggii diidapatkan pada keipiitiing bakau jeiniis Scylla paramamosiian, pada seitiiap stasiiun diilakukan peingamatan keiliimpahan keipiitiing bakau. Parameiteir kualiitas liingkungan yang meimpeingaruhii keipiitiing bakau yaknii pH, saliiniitas dan fosfat.
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT (Pb, Cd, dan Cu) PADA SEDIMEN KAWASAN MANGROVE DAN NONMANGROVE DI MUARA SUNGAI MUSANG DAN PERAIRAN SEKITARNYA KECAMATAN ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Salsabila, Anggi Marista; Nursalam, Nursalam; Dewi, Ira Puspita
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mcsij.v8i2.15071

Abstract

Logam berat adalah kelompok unsur logam yang memiliki massa jenis lebih dari 5 gr/cm3 yang pada jumlah tertentu dapat berubah menjadi racun bagi lingkungan. Cemaran logam berat adalah masalah yang penting untuk ditangani karena dapat menyebabkan kerusakan pada ekosistem dan lingkungan secara keseluruhan. Sedimentasi terbentuk ketika logam berat yang ada di perairan turun dan mengendap di dasar perairan. Desa Sungai Musang merupakan salah satu desa di Kecamatan Aluh-Aluh yang kegiatan domestik hariannya terjadi di dekat atau di atas badan air dapat membahayakan ekosistem perairan karena masukkan zat pencemar. Lokasi penelitian berada pada kawasan mangrove dan nonmangrove di muara Sungai Musang dan perairan sekitarnya Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi logam berat (Pb, Cd, dan Cu) yang ditemukan pada sedimen . Untuk mengetahui berapa banyak logam berat yang ada pada sedimen, digunakan metode AAS (Atom Absorpsi Spectrometer) . Hasil pengujian konsentrasi kandungan logam berat kandungan logam berat Cd pada sedimen di semua stasiun bernilai <0,002 mg/kg. Konsentrasi kandungan Cu berkisar 1,486 – 2,578 mg/kg. Konsentrasi kandungan logam Pb senilai 0,13 – 0,608 mg/kg.
KANDUNGAN UNSUR HARA NITRAT DAN FOSFAT SERTA KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN MUARA SUNGAI MUSANG KECAMATAN ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Lestari, Putri; Hamdani, Hamdani; Nursalam, Nursalam
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mcsij.v8i2.15072

Abstract

Perairan muara Sungai Musang termasuk ke dalam kategori estuari yang terletak di kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Perairan ini termasuk ke dalam daerah aliran sungai yang bermuara dan terhubung langsung dengan Sungai Barito. Pada wilayah pesisirnya hingga sepanjang aliran sungai terdapat ekosistem mangrove, pemukiman, dan area persawahan. Adanya aktivitas masyarakat di sekitar aliran sungai diduga membuat kualitas perairan mengalami banyak perubahan diantaranya yakni nitrat dan fosfat. Kondisi tesebut akan mempengaruhi ekosistem perairan serta keberadaan organisme yang hidup di dalamnya termasuk fitoplankton. Untuk pertumbuhannya fitoplankton membutuhkan unsur hara nitrat dan fosfat. Tujuan dari penelitin ini yakni untuk memahami kandungan unsur hara nitrat dan fosfat, mengetahui kelimpahan fitoplankton. Kandungan nitrat dan fosfat dianalisis melalui laboratorium dengan mempergunakan alat spektrofotometer dan colorimeter. Pengamatan plankton dijalankan  dengan  mempergunakan metode lapang pandang dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian didapatkan kandungan nitrat berkisar antara 1 – 5 mg/l, termasuk dalam kategori perairan oligotrofik hingga mesotrofik. Sedangkan kandungan fosfat berkisar antara 1,4 – 11,8 mg/l, termasuk dalam kategori perairan hypertrofik. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 1.360 – 6.800 sel/l, termasuk dalam kategori perairan oligotrofik hingga mesotrofik.
PENGARUH SUBSTRAT PERAIRAN TERHADAP JENIS DAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI PESISIR MUARA SUNGAI KINTAP KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Akmalia, Aufa; Nursalam, Nursalam; Baharuddin, Baharuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mcsij.v8i2.15066

Abstract

Makrozoobentos adalah organisme bentik berukuran besar yang hidup di dasar perairan, baik di permukaan dasar maupun di dalam sedimen. Makrozoobentos hidup di berbagai substrat seperti lumpur, pasir, batu, kerikil, dan sampah organik, di laut, kolam, dan sungai. Kehadiran dan keanekaragaman makrozoobentos sering digunakan sebagai indikator kesehatan ekosistem perairan karena mereka sensitif terhadap perubahan lingkungan dan pencemaran. Studi ini menggunakan metode purposive sampling dengan tujuan mengetahui pengaruh parameter kualitas air dan kelimpahan makrozoobentos. Hasil studi ini diperoleh jenis makrozoobentos terdiri dari kelas bivalvia dan gastropoda terdiri dari 13 jenis makrozoobentos yaitu Cerithium zonatum, Donacidae, Mactra anticuata, Dosinia discus, Laevicardium fulvia, Cantharus cecillei, Tellina alternata, Terebidae, Acta conchyliorum, Soletellina adamsii, Asperitas, Gyrineum natator, dan Tegilarca granosa dengan jumlah total 1.760 individu. Dan ditemukan jenis makrozoobentos tertinggi ada pada bagian barat perairan yaitu  sebesar 5,28 ind/cm3 dengan jenis spesies Donacidae . dan pada bagian sungai dan timur perairan tidak ditemukan makrozoobentos. Hasil overlay ssebaran kelimpahan makrozoobentos terhadap ukuran butir dan statistik sedimen sangat penting untuk memahami dinamika ekosistem bentik dan untuk pengolahan seta konservasi lingkungan perairan.
ESTIMASI STOK KARBON BIRU (BLUE CARBON) PADA EKOSISTEM MANGROVE DESA KUALA TAMBANGAN KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Aprilia, Zahra Dhiva; Nursalam, Nursalam; Yuliyanto, Yuliyanto
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mcsij.v8i2.15067

Abstract

Salah satu desa di Kabupaten Tanah Laut yang memiliki ekosistem mangrove cukup luas adalah Desa Kuala Tambangan. Berdasarkan interpretasi citra luas ekosistem mangrove di Desa Kuala Tambangan yaitu 312,63 ha. Salah satu fungsi mangrove adalah sebagai penyerap karbon di atmosfer, maka dari itu perlu dilakukan penelitian mengenai kandungan karbon yang tersimpan pada ekosistem mangrove Desa Kuala Tambangan. Pengambilan data parameter lingkungan mangrove (pH, DO, salinitas, suhu dan substrat), kerapatan mangrove, volume pohon (tinggi pohon dan lingkar batang) dan massa jenis kayu (volume sampel kayu dan berat kering sampel). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 spesies mangrove yaitu Rhizophora apiculata, Exocecaria agallocha dan Xylocarpus granatum. Volume pohon tertinggi terdapat pada jenis Rhizophora apiculata dengan nilai rata-rata 296,17 m3/ha dan massa jenis kayu tertinggi juga dimiliki oleh jenis Rhizophora apiculata dengan nilai 839,99 kg/m3. Tingginya nilai massa jenis dan volume akan berdampak pada nilai biomassa dan karbon, dimana biomassa tertinggi adalah 248,77 Ton/ha dengan jenis Rhizophora apiculata sedangkan, nilai stok karbon tertinggi juga dimiliki oleh jenis Rhizophora apiculata dengan nilai 116,909 Ton C/ha. 
STUDI ESTIMASI SERAPAN KARBONDIOKSIDA BERDASARKAN SIMPANAN KARBON PADA MANGROVE DI MUARA TELUK SAMPIT KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Anjasmara, Anjasmara; Nursalam, Nursalam; Dewi, Ira Puspita
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mcsij.v8i2.15068

Abstract

Kabupaten Kotawaringin Timur tepatnya di pesisir Teluk Sampit memiliki luasan wilayah hutan mangrove berkisar 600 hektar menurut Akhmadi (2022). Hutan mangrove di Muara Teluk Sampit memerlukan dukungan dan pencapaian data lingkungan hidup sebagai bentuk upaya terhadap penanganan pemanasan global di dunia. Keadaan hutan mangrove ini juga belum diketahui dan memerlukan kajian lebih mendalam untuk melengkapi data penyerapan karbon belum diketahui dengan pasti sehingga diperlukan kajian untuk mengetahui seberapa besar kandungan karbon terutama pada batang dan daya serap terhadap karbondioksida untuk mengantisipasi pemanasan global serta peningkatan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), baik dari aktivitas perusahaan yang ada maupun aktivitas lainnya. Simpanan karbon yang ada di Muara Teluk Sampit memiliki nilai sebesar 24,99 ton.C/ha dengan total simpanan karbon sebesar 14.994 ton.C dari luas mangrove 600 Ha. Total serapan CO2  oleh kawasan mangrove di Muara Teluk Sampit sebesar 55.027,98 ton dari luas wilayah mangrove 600 Ha. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang stok karbon dan estimasi serapannya terhadap karbondioksida pada kawasan mangrove Muara Teluk Sampit Provinsi Kalimantan Tengah.
ANALISIS KANDUNGAN MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN PANTAI DI KECAMATAN TAKISUNG, KABUPATEN TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN Mustopa, Mustopa; Nursalam, Nursalam; Yuliyanto, Yuliyanto
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mcsij.v8i2.15069

Abstract

Mikroplastik adalah potongan plastik yang sangat kecil yang didefinisikan memiliki diameter kurang dari 5 mm dan dapat mencemari lingkungan. Mikroplastik dapat berdampak bagi biota yang ada di perairan seperti merusak sistem fungsional organ biota. Mikroplastik yang masuk ke dalam air akan masuk ke badan air dan akhirnya mengendap di sedimen. Mikroplastik yang terakumulasi di sedimen dapat diserap oleh organisme dasar, seperti bentos dan deposit feeder yang dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan organisme dan berpotensi masuk ke dalam rantai makanan manusia. Tujuan peneltian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis mikroplastik pada sedimen, antara lain bentuk, warna, dan ukuran, menganalisis kelimpahan mikroplastik pada sedimen, serta menganalisis pergerakan arus terhadap distribusi kelimpahan mikroplastik pada sedimen di pantai Kecamatan Takisung. Metode penelitian yang digunakan untuk pengambilan sampel sedimen yaitu dengan menggunakan sekop dengan kedalaman 0 – 10 cm dan diambil sebanyak 1 kg sampel sedimen dengan 2 kali pengulangan di setiap stasiun. Adapun pengambilan data arus diperoleh melalui website Copernicus yang kemudian akan diolah menggunakan software Surfer 16 dan ODV (Ocean Data View). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis mikroplastik dengan bentuk line, fragmen dan film dengan klasifikasi warna hitam, biru, kuning dan transparan. Adapun ukuran mikroplastik yang ditemukan berkisar 2000 – 5000 μm. Total kelimpahan mikroplastik yang ditemukan yaitu sebesar 2.880 partikel/m3 dengan kelimpahan tertinggi pada mikroplastik jenis line yang sangat mendominasi sebesar 2.060 partikel/m3 dan kelimpahan terendah yaitu pada jenis film dengan total kelimpahan 280 partikel/m3. Berdasarkan analisis pola pergerakan arus pada saat menuju surut menunjukkan pola arus dari arah timur berbelok ke arah selatan dengan kecepatan maksimum 0,41 – 0,45 m/s dan kecepatan minimum 0,01 – 0,005 m/s. Adapun pada saat menuju pasang pola pergerakan arus bergerak dari arah utara ke arah barat dengan kecepatan maksimum 0,28 – 0,03 m/s dan kecepatan minimum 0,02 – 0,05 m/s.

Page 1 of 1 | Total Record : 7