cover
Contact Name
Mahmudi
Contact Email
livingsufismua@gmail.com
Phone
+6281775779221
Journal Mail Official
livingsufismua@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bukit Lancaran PP Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Living Sufism: Journal of Sufism and Psychotherapy
Published by Universitas Annuqayah
ISSN : -     EISSN : 29649188     DOI : 10.59005/ls
Core Subject : Religion, Social,
Living Sufism: Journal of Sufism and Psychotherapy merupakan jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep. Living Sufism: Journal of Sufism and Psychotherapy terbit dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember. Artikel yang diterima dan diterbitkan di Living Sufism: Journal of Sufism and Psychotherapy berkaitan dengan kajian tasawuf dalam berbagai perspektif, seperti perspektif klasik dan kontemporer, studi praktik tarekat, mistisisme dalam Islam, spiritualitas, psikologi Islam, psikoterapi sufistik, serta studi sosial tentang tasawuf (living sufism).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 02 (2023): December" : 6 Documents clear
GAMBARAN LAKU SPIRITUAL KH. AHMAD BASYIR ABDULLAH SAJJAD Muhammad Hadiyatullah
Living Sufism: Journal of Sufism and Psychotherapy Vol. 2 No. 02 (2023): December
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59005/ls.v2i02.295

Abstract

The aspect of spirituality today is very crucial in supporting the orientation of human life in the future, which is basically being hit by an existential crisis. Thus, it is necessary to present a figure who can be a role model in dealing with this existential crisis problem, namely KH. Ahmad Basyir Abdullah Sajjad. This aims to be a guideline for humans, therefore, they are not trapped in a materialistic and hedonistic life. This research is a qualitative research with a transpersonal psychology approach carried out by Abraham Maslow, with a biographical narrative research method. From the results of this study, it is evident that KH. Ahmad Basyir Abdullah Sajjad is a perfect figure in implementing a figure who has a high level of spirituality as stated by Abraham Maslow.
PERAN SANTRI DALAM EKO-SUFISME DI PONDOK PESANTREN ANNUQAYAH LUBANGSA PUTRI GULUK-GULUK SUMENEP Firda Usia
Living Sufism: Journal of Sufism and Psychotherapy Vol. 2 No. 02 (2023): December
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59005/ls.v2i02.311

Abstract

Krisis ekologis atau permasalahan lingkungan menjadi problem masa kini. Krisis ini mengundang manusia sejagat untuk mencari solusi bersama. Santri yang tinggal di pesantren diharapkan berperan aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan. Sebagaimana pondok pesantren Annuqayah Lubangsa Putri yang memulai gerakan pelestarian lingkungan dengan mendirikan komunitas Ekologi Lubangsa Putri. Kelompok ini melakukan gerakan pengelolaan sampah dan bercocok tanam. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah: peran santri dalam gerakan pelestarian lingkungan di PPA. Lubangsa Putri. Kemudian, nilai-nilai eko-sufisme dalam gerakan pelestarian lingkungan, dan faktor yang mempengaruhi gerakan pelestarian lingkungan berbasis nila-nilai eko-sufisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi etnografi. Sumber datanya adalah tim ekologi Lubangsa Putri dan dua santri aktif Lubangsa Putri. Peneliti menggunakan teori eko- sufisme Seyyed Hossein Nasr. Penelitian ini menghasilkan temuan, bahwa peran santri dalam gerakan pelestarian lingkungan di PPA. Lubangsa Putri meliputi: menjaga kelestarian lingkungan, menyebarkan kesadaran dan kepedulian pada masalah lingkungan, memberikan pemahaman terkait pengelolaan sampah dan bercocok tanam, dan mengurangi dampak buruk sampah. Adapun nilai-nilai eko-sufisme dalam gerakan pelestarian lingkungan di PPA. Lubangsa Putri, yaitu: nilai mahabbah, sabar, syukur, silaturahim (kekeluargaan), tadabbur alam, ikhlas. Kemudian faktor berdirinya komunitas ekologi Lubangsa Putri dalam gerakan pelestarian lingkungan di PPA. Lubangsa Putri terdapat dua faktor: faktor pendukung dan penghambat. Adapun faktor pendukung Internal yaitu untuk menindak lanjuti dari sekolah lingkungan di kebun Assalam Prancak Pasongsongan atas dukungan pengasuh dan ekternalnya adanya anggapan baik yaitu Annuqayah diakui sebagai pesantren yang berbasis eko-pesantren, dan relasi baik antar komunitas peletarian lingkungan luar daerah, sedang faktor penghambatnya kurangnya arahan untuk mengelola sampah dengan baik.
HUBUNGAN RELIGIOUSITAS DENGAN SIKAP TAWADLU’ PADA MAHASISWA FAKULTAS USHULUDDIN IAIN WALISONGO SEMARANG ANGKATAN 2012 Khusnul Khotimah
Living Sufism: Journal of Sufism and Psychotherapy Vol. 2 No. 02 (2023): December
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59005/ls.v2i02.314

Abstract

This research aims to identify the relationship between religiosity and tawadlu' attitudes among students at the Ushuluddin Faculty of IAIN Walisongo Semarang class of 2012. Religiosity, as the level of depth of a person's religious beliefs and practices, is believed to have the potential to influence various aspects of behavior, including tawadlu' or humility. The research method used was quantitative with a correlational approach, involving a randomly selected sample of Ushuluddin Faculty students. Data was collected through a questionnaire that measured students' levels of religiosity and tawadlu' attitudes. Data analysis was carried out using statistical techniques to identify significant relationships between the two variables. The results of the study show that there is a significant positive relationship between religiosity and tawadlu' attitudes, with higher levels of religiosity tending to be followed by greater tawadlu' attitudes. These findings provide insight into the role of religiosity in shaping the character of tawadlu' among students, as well as its implications in developing educational programs that can strengthen the values ​​of humility in academic contexts and everyday life.
KONTROVERSI KAUM SUFI DAN KAUM MUTAFAQQIH TENTANG FIQIH DAN AGAMA DALAM KITAB AL-LUMA’ Husnayain
Living Sufism: Journal of Sufism and Psychotherapy Vol. 2 No. 02 (2023): December
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59005/ls.v2i02.328

Abstract

Salah satu masalah yang terjadi dalam peradaban Islam adalah adanya pertentangan dan perdebatan antar sesama muslim dengan berbagai kontroversi yang tejadi sepanjang peradaban Islam. Salah satu kontroversi yang terjadi di kalangan kaum muslimin adalah adanya kontroversi antara kaum sufi dan kaum mutafaqqih tentang fiqih dan agama. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan persepsi antara kaum sufi yang pandangannya bersifat bathiniyah dan kaum mutafaqqih yang sifatnya lahiriah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami dan mengkritisi pemikiran Syekh Abu Nasr AlSarraj Al-Thusi tentang kontroversi kaum sufi terhadap kaum mutafaqqih tentang fiqih dan agama dalam kitab Al-Luma’. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka atau library research. Dalam menganalisis data penelitian ini, penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh A.J. Arberry dalam bukunya “An Account of The Mystic of Islam” tentang konsep kritik atau kontroversi yang dilakukan ulama‟ fiqih terhadap kaum sufi karena konsep yang dikemukakan A.J. Arberry sangat detail atas penyebab kontroversi yang terjadi sejak masa para sufi. Hasil dari penelitian ini yaitu pendapat Syekh Abu Nasr Sarraj memihak atas membenarkan kaum sufi beliau memberikan argumen-argumen yang sangat kritis untuk membuktikan kebenaran kaum sufi di balik tuduhan-tuduhan kaum mutafaqqih. Karena Al-Luma’ ditulis olehnya sebagai penengah atas pertentangan antara kaum sufi dan kaum mutafaqqih pada beberapa abad silam, utamanya tentang tuduhan-tudahan tidak benar yang diciptakan oleh kaum mutafaqqih. Jadi, Syekh Abu Nasr Al-Sarraj telah berusaha menengahi konflik antara dua kaum tersebut melalui kitab Al-Luma’.
MUATAN NAQSYABANDIYAH DALAM KITAB QURRAH AL- AṢFIYĀ’ KARYA KIAI ZAINULLAH MALANG: SEBUAH PENYELIDIKAN INTERTEKSTUAL Muhammad Hilal
Living Sufism: Journal of Sufism and Psychotherapy Vol. 2 No. 02 (2023): December
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59005/ls.v2i02.330

Abstract

Qurrah al-Aṣfiyā’ ‘alā Sharḥ Hidāyah al-Adhkiyā’ is a book written by Kiai Zainullah from Malang. The book explains the teachings and daily practices of sufism. However, the writer seems to have inserted some distinctive messages of the Naqshbandiyya tariqa. Therefore, this article aims to investigate and uncover those Naqshabandi contents. The analytical techniques used here are content analysis and intertextual study. After a deep investigation and analysis, this article concludes that there are three distinctive explanations of Naqshbandiyya tariqa: first, the discussion regarding the first chain of transmission (sanad) and the authority of Naqshbandiyya tariqa; second, the Naqshbandiyya’s chain of transmission, especially in Madura island, which ultimately reaches the author of Qurrah al-Asfiyā; thirdly, the discussion regarding the priority of silent remembrance (dhikr khafī) which is a typical remembrance technique of Naqshbandiyya tariqa.
INTERNALIZATION OF MORAL VALUES IN CULTIVATING ANTI-CORRUPTION CHARACTER AT PESANTREN Subna El Hidayah; Mohammad Takdir; Tatimmatul Umah
Living Sufism: Journal of Sufism and Psychotherapy Vol. 2 No. 02 (2023): December
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59005/ls.v2i02.584

Abstract

Corrupt behavior occurs not only outside educational institutions but also within the pesantren environment, which functions as a setting for acquiring religious knowledge. This study aims to clarify the assimilation of moral ideas among students in fostering an anti-corruption character at the Annuqayah Islamic boarding school. This study utilizes a qualitative field methodology comprising observation, interviews, and documentation techniques. The data analysis method utilizes the Miles and Huberman approach. The findings of this study identify three categories of moral principles that should be strengthened in students' character: understanding of morals, religion, and sharia. The factors affecting the establishment of moral principles in students arise from compliance and resistance to pesantren norms. The methodology utilized to instill anti-corruption ideals at the Annuqayah Islamic boarding school encompasses the dissemination of fundamental information through faith, ethics, and morals, the cultivation of discipline, and the promotion of respect for elders and compassion for the youth.

Page 1 of 1 | Total Record : 6