cover
Contact Name
Afiful Huda
Contact Email
aviv.huda18@gmail.com
Phone
6281225712856
Journal Mail Official
aviv.huda18@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Wahid Hasyim, No. 126 Krempyang Tanjunganom
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
USRATUNA: Jurnal Hukum Keluarga Islam
ISSN : -     EISSN : 25976680     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
USRATUNA: Journal of Islamic Family Law, published by the Ahwal al-Syakhsiyah Study Program, Department of Sharia, STAI Darussalam Nganjuk since 2018. Using a fair and consistent double-blind peer-review procedure, Usratuna continues to publish research and studies related to Islamic Family Law by various dimensions and approaches. The Usratuna journal is published twice a year, namely in June and December. The Usratuna Journal always places issues of Islamic Family Law and Gender as the focus of research.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 82 Documents
Rekonstruksi Pemikiran Imam Syamsuddin Al-Sarakhsi Tentang Aktivitas Media Sosial Perempuan Dalam Masa 'Iddah Afiful Huda
USRATUNA: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 9 No. 2 (2026): USRATUNA: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Prodi  Ahwal al-Syakhsiyah STAI Darussalam Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65356/usratuna.v9i2.1102

Abstract

The rapid development of social media has transformed patterns of social interaction from physical public spaces to digital public spheres, creating new challenges for the implementation of Islamic law, particularly the concept of ihdād for women during the 'iddah period. Previous studies have primarily focused on determining the legal status of social media use but have not developed a conceptual framework capable of reconstructing the meaning of ihdād in response to the transformation of digital society. This study aims to reconstruct Imam Syamsuddin al-Sarakhsi's legal thought on ihdād and examine its relevance to women's social media activities during the 'iddah period. This research employs a normative legal research design using a library research approach, supported by conceptual, philosophical, and Islamic legal theory (uṣūl al-fiqh) approaches. The primary sources include the Qur'an, Hadith, Al-Mabsūṭ by Imam al-Sarakhsi, classical and contemporary Islamic legal literature, maqāṣid al-sharī'ah studies, and recent scholarship on social media and Islamic family law. Data were analyzed through qualitative content analysis by interpreting the objectives of Islamic law (maqāṣid al-sharī'ah) and al-Sarakhsi's legal reasoning methodology. The findings reveal that, according to al-Sarakhsi, the essence of ihdād is not merely the restriction of women's physical mobility but the protection of honor, respect for the marital bond, and the regulation of conduct that preserves the meaning of mourning. Based on these findings, this study proposes the concept of Digital Ihdād, which reconstructs ihdād by focusing on digital conduct rather than prohibiting the use of social media itself. Educational, professional, economic, and family-related online activities remain permissible, whereas activities involving digital tabarruj, self-promotion for public attention, and romantic interactions are considered inconsistent with the objectives of ihdād. This concept contributes theoretically to the development of contemporary Islamic family law by integrating classical Islamic legal thought with the realities of the digital era through the framework of maqāṣid al-sharī'ah.
Tinjauan Maṣlaḥah Mursalah Terhadap Pelaksanaan Sidang Keliling oleh Pengadilan Agama Nganjuk Siti Nafi’ah; Abd. Basit Misbachul Fitri; Abdul Hafidz Miftahuddin
USRATUNA: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 9 No. 2 (2026): USRATUNA: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Prodi  Ahwal al-Syakhsiyah STAI Darussalam Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65356/usratuna.v9i2.1110

Abstract

Sidang keliling merupakan kebijakan Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk mendekatkan layanan hukum kepada masyarakat yang sulit menjangkau kantor Pengadilan Agama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan sidang keliling oleh Pengadilan Agama Nganjuk di Desa Tanjungtani, Kecamatan Prambon, pandangan masyarakat terhadapnya, serta meninjaunya dari perspektif maṣlaḥah mursalah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian lapangan (field research) bersifat deskriptif analitik. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi terstruktur dengan petugas pengadilan, kepala desa, tokoh masyarakat, dan peserta sidang, serta dokumentasi; dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sidang keliling di Desa Tanjungtani dilaksanakan secara insidentil di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Prambon pada 20 Juni 2025, menangani 18 perkara meliputi cerai gugat, cerai talak, isbat nikah, dispensasi kawin, dan perwalian dengan sistem hakim tunggal, sementara proses administrasi tetap dilaksanakan di kantor pengadilan. Masyarakat menilai sidang keliling memberikan kemudahan akses, efisiensi biaya dan waktu, serta secara bertahap meningkatkan kesadaran hukum, meski masih terbatas pada pihak yang berperkara. Ditinjau dari maṣlaḥah mursalah, kebijakan ini tergolong maṣlaḥah ḥājjiyyah yang sejalan dengan maqāṣid al-syarīʿah, memenuhi syarat kehujjahan menurut al-Syāṭibī dan ʿAbd al-Wahhāb Khallāf, serta termasuk kategori maṣlaḥah ẓanniyyah dan maṣlaḥah al-aghlāb/gālibah karena kemanfaatannya dirasakan oleh mayoritas masyarakat pencari keadilan.