cover
Contact Name
ahmad yani
Contact Email
ahmad.yani@bakrie.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ahmad.yani@bakrie.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Communication Spectrum: Capturing New Perspectives in Communication
  • Journal_Communication_spectrum
  • Website
Published by Universitas Bakrie
ISSN : 20878850     EISSN : 26226405     DOI : -
Journal Communication Spectrum Capturing New Perspectives in Communication, terbit dua kali setahun (Februari dan agustus) diiterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie (FEIS UB) sebagai media atau wacana persepektif baru di bidang ilmu Komunikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2017): August 2017 - January 2018" : 7 Documents clear
URGENSI PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM MENINGKATKAN KOMITMEN ORGANISASI Studi Kasus pada Sektor Industri Perbankan Indonesia (Inisial: PTBank XYZ, Tbk) Suharyanti, Suharyanti
Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication Vol 7, No 2 (2017): August 2017 - January 2018
Publisher : Department of Communication Science, Bakrie University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jcs.v7i2.1778

Abstract

Di era kompetisi global seperti sekarang ini, berbagai perusahaan yang sudah go public berlomba-lomba untuk menerapkan Corporate Social Responsibility. Namun sayangnya, penerapan Corporate Social Responsibility kadang-kadang hanya disandingkan untuk pihak eksternal saja tanpa memperhatikan pihak internal seperti karyawan yang merupakan ujung tombak dari eksistensi perusahaan di masa sekarang dan di masa depan. Sehubungan dengan fenomena tersebut, tulisan ini mengulas tentang pentingnya penerapan Corporate Social Responsibility untuk karyawan dalam meningkatkan komitmen organisasi dan kepercayaan organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan Corporate Communication sebagai departemen yang menaungi program Corporate Social Responsibility supaya menyadari arti pentingnya penerapan Corporate Social Responsibility untuk karyawan. Penelitian ini dilakukan di PTBank XYZ, Tbk dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun hasil dan temuan dari penelitian ini adalah bahwa memberikan kesejahteraan kepada karyawan PTBank XYZ, Tbk berupa aspek ekonomi adalah salah satu kunci untuk mempertahankan komitmen karyawan dalam perusahaan. Sedangkan kepercayaan organisasi di PTBank XYZ, Tbk dapat terbentuk apabila pimpinan bersikap lebih terbuka dalam berinteraksi dengan karyawan dalam arti pimpinan bersedia berdiskusi, menerima kritik dan masukan dari karyawan.
FENOMENA AKUN ANONIM DI MEDIA SOSIAL SEBAGAI SUMBER INFORMASI DAN EKONOMI (Analisis Wacana pada Akun Instagram Lambe Turah) Kurnia, Ari
Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication Vol 7, No 2 (2017): August 2017 - January 2018
Publisher : Department of Communication Science, Bakrie University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jcs.v7i2.1780

Abstract

Kebutuhan informasi dan hiburan menjadi salah satu alasan seseorang memanfaatkan sosial media untuk mendapatkan salah satu dan atau keduanya. Kemajuan teknologi dan kepadatan aktivitas seseorang menjadi alasan pemanfaatkan telepon pintar (smartphone) sebagai media mobile untuk mendapatkan informasi dan hiburan, hingga membaginya ke banyak orang secara berantai (broadcast). Peran sosial media, khususnya Instagram yang awalnya sebagai media dokumentasi dan berbagai foto maupun video, beralih menjadi sarana bisnis. Sukses sebagai sarana bisnis, Instagram menjadi sarana berbagi berita baik yang bersifat informatif hingga hiburan, namun tidak sedikit akun anonim yang mengatasnamakan perorangan, organisasi, hingga pemerintahan, dimana pengelola akun tersebut tidak diketahui identitasnya. Tidak seperti media yang memiliki tanggung jawab menghasilkan konten yang objektif, sosial media Instagram justru menjadi ajang popularitas. Penelitian ini melihat bagaimana akun anonim di sosial media Instagram khususnya. Penelitian fenomenologi dibagi ke dalam tiga tahap penting, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Tujuan penelitian ini untuk melihat dan menganalisis akun anonim Instagram yang saat ini beralih peran sebagai “akun gosip” yang menggantikan tayangan infotainment di televisi. Teori yang digunakan adalah use and gratification, yang memandang audiens sebagai individu yang aktif dalam mencari media untuk dikonsumsi dengan mempertimbangkan kepuasan yang akan didapat setelah mengkonsumsi. Penelitian ini menggunakan metode konstruktivis kualitatif dengan analisis wacana berupa observasi terhadap akun anonim Lambe Turah di Instagram. Hasil penelitian menunjukan, Instagram menggantikan sumber informasi bagi program infotainment di televisi, justru infotainment di televisi yang mengambil sejumlah berita di akun Instagram Lambe Turah.
MODEL KOMUNIKASI UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA GUNUNG MERAPI MELALUI APLIKASI PLEWENGAN Barata, Galih Kartika; Lestari, Puji; Hendariningrum, Retno
Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication Vol 7, No 2 (2017): August 2017 - January 2018
Publisher : Department of Communication Science, Bakrie University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jcs.v7i2.1782

Abstract

Gunung Merapi adalah gunung berapi yang paling aktif di antara 129 gunung berapi di Indonesia. Ada komunikasi dalam penanggulangan bencana untuk mengurangi risiko bencana. Ini disebut Aplikasi Plewangan yang dikembangkan oleh Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Aplikasi Plewangan akan di realeased 2015 sehingga dibutuhkan dukungan dari pemangku kepentingan utama seperti Kepolisian Sleman, BPBD DIY. Rumah Sakit Dr. Sardjito, Petugas Pelindung, Departemen Kesehatan yang mampu mengoperasikan aplikasinya. Selain itu, Primary Stakeholder seperti warga negara dan akademisi mengetahui tekniknya dan mampu mendapatkan akses mudah ke aplikasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk membangun warga perusahaan yang mampu mengatasi bencana. Sasaran khusus dari penelitian ini adalah pemberian pengetahuan, kesadaran akan kebangkitan, dan pengaruh pembuatan kebijakan. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dan melakukan wawancara dengan staf BPPTKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (DIY), Petugas Polisi Sleman, dr. Staf Rumah Sakit Sardjito, dan Petugas Departemen Kesehatan. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara dengan akademisi dan warga negara. Teknik pengumpulan data adalah studi pustaka, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Kesiapan Aplikasi Plewangan Plewangan tidak bisa digunakan secara optimal melalui smartphone android, target penontonnya adalah masyarakat Yogyakarta, kesiapan lembaga pendukung seperti BBPTKG sudah siap, media digunakan untuk berbagi informasi dalam bentuk media massa, tradisional, media sosial, dan menemukan model komunikasi untuk Aplikasi Plewangan yang melibatkan Pemangku Kepentingan Utama, Pemangku Kepentingan Premiere, Pemangku Kepentingan Sekunder yang dapat diketahui, tertarik, akhirnya dapat mengakses sehingga fungsi penerapan Aplikasi Plewangan bisa tepat. target dan optimal.
MODEL PERAN PERADILAN ETIK DALAM MERAIH KEPERCAYAAN PUBLIK (Studi Kasus Penyelenggara Pemilu Berintegritas Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Periode 2012-2017) Gusfa, Henni; Irmawanti, Irmawanti
Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication Vol 7, No 2 (2017): August 2017 - January 2018
Publisher : Department of Communication Science, Bakrie University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jcs.v7i2.1807

Abstract

This study describes communication constitutes organizing the Election OrganizerHonorary Council (DKPP) in realizing election organizers with integrity. Using the casestudy method, the results show that, 1) DKPP is a judicial role model of the professionalcode of ethics which in its work shows its integrity with innovation through open judicial,2) effective communication among fellow members in preparing membershipformations, as well as with related parties such as the Secretariat General of the ElectionSupervisory Body (Bawaslu) and the Ministry of State Apparatus Empowerment andBureaucratic Reform (Kemenpan-RB) in formulating the structure of the DKPPsecretariat, 3) communication with key partners namely the General ElectionCommission and Bawaslu to legalize the code of ethics, 4) communication in the divisionof work among DKPP membersKeywords: Organisation communication, communicationconstitutive organisation, DKPP, ethic code judicature, integrity election organizer.
WARUNG KOPI, MEDIA DAN KONSTRUKSI RUANG PUBLIK DI MAKASSAR Faisal, Andi; Putra, Heddy Shri Ahimsa; Nugraha, Wisma Ch. R.
Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication Vol 7, No 2 (2017): August 2017 - January 2018
Publisher : Department of Communication Science, Bakrie University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jcs.v7i2.1839

Abstract

In the last 15 years, especially in Makassar, there was a tendency for private and public activities at coffee shops. This study aims to reveal the practices and power relations that shape the reality of the public space of coffee shops in Makassar, both as public space and as a public sphere by using ethnographic methods and cultural studies analysis approach. The primary data collection was carried out through participant observation and in-depth interviews, while secondary data through note-taking techniques and photo documentation. The results showed that mass media had a significant role in shaping the reality of coffee shops. Strategic coalitions between coffee shop owners, radio stations (such as Mercurius FM and Fajar FM) and coffee connoisseurs have an impact on the commodification of public spaces in coffee shops. Print media such as Fajar and Tribun Timur also contribute in constructing reality with its own framing to obtain "news value that sells". Therefore, coffee shops in Makassar are not merely becoming spaces of (social) politics, but are also politicized through the politics of space for the benefit of each party.
GENDER TYPING PADA PRODUK TEKNOLOGI DALAM KOMUNITAS ONLINE Kania, Dessy; Faruk, Faruk; Budiawan, Budiawan
Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication Vol 7, No 2 (2017): August 2017 - January 2018
Publisher : Department of Communication Science, Bakrie University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jcs.v7i2.1888

Abstract

The growing usage of technological products such as smartphones has an evitable consequence in social practices in terms of smartphone consumptions. These practices are not only related to class construction and social status, but also identity struggles in terms of gender construction particulary in one of the Apple’s largest online communities on Instagram; @idevice.indonesia. Using cultural studies approach, this paper exposes the meanings behind the practice of gender typing towards iPhone products within the @idevice.indonesia community. Gender typing is a process in which a person associates him/herself with a particular gender and then behaves accordingly to the values ​and the attributes adopted with the particular sex that they identify as his/hers. From this analysis an insightful picture was produced regarding the meanings behind the practice of gender typing towards product technology in Indonesia that can provide critical inspiration for consumers as well as contribution for technology producers.
VILLAGE AND RURAL BRANDING: Strategies for Developing Distinctive Values in Rural Areas Wijaya, Bambang Sukma
Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication Vol 7, No 2 (2017): August 2017 - January 2018
Publisher : Department of Communication Science, Bakrie University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jcs.v7i2.2125

Abstract

The development of geographical branding has made any place and space valuable if it is well communicated. This is no exception in the context of village and rural branding. Countries with rich villages and rural areas, such as Indonesia, should consider village and rural branding as a distinctive strategy in increasing the value of an area both economically, socially, culturally, and politically. Some research on village branding and a little on rural branding shows that there are complications and vagueness about the meaning of both. Moreover, the two terms' concepts are almost indistinguishable from other geographical branding concepts, such as place branding, city branding, destination branding, nation branding, or even tourism branding. Using self-reflectivity and in-depth literature review methods, this article clarifies the differences and similarities between the village and rural branding concepts. The seven strategic dimensions for developing village and rural distinctiveness are locality, rurality, spatiality, cultural identity, communality, naturalness, and homeliness. The difference between village branding and rural branding is related to the region's scope, the character of the space, and governmental administration.   PEMEREKAN DESA DAN PEDESAAN: Strategi untuk Mengembangkan Nilai-nilai Khas di Area PedesaanBerkembangnya geographical branding menjadikan tempat dan ruang apapun menjadi bernilai jika dikomunikasikan dengan baik. Tak terkecuali dalam konteks village dan rural branding. Negara-negara yang memiliki desa dan pedesaan yang kaya, seperti Indonesia, patut mempertimbangkan village dan rural branding sebagai strategi distingtif dalam meningkatkan nilai suatu wilayah baik secara ekonomis, sosial, budaya, dan politis. Beberapa riset tentang village branding dan sedikit tentang rural branding menunjukkan adanya komplikasi dan kompleksitas tentang makna keduanya. Bahkan, konsep kedua istilah itu hampir tak dapat dibedakan dengan konsep-konsep geographical branding lain seperti place branding, citybranding, destination branding, nation branding, atau bahkan tourism branding. Menggunakan metode self-reflectivity dan in-depth literature review, artikel ini mengklarifikasi perbedaan dan kesamaan konsep village dan rural branding, sehingga peneliti dapat mengidentifikasi yang mana yang paling tepat untuk menjadi kerangka teoretik riset mereka. Beberapa dimensi strategis untuk mengembangkan potensi kekhasan desa dan pedesaan adalah locality, rurality, spatiality, cultural identity, communality, naturalness, dan homeliness.  Perbedaan village branding dan rural branding terletak pada cakupan wilayah, karakter ruang, dan administrasi pemerintahan. To cite this article (7th APA Style):Wijaya, B. S. (2017). Village and Rural Branding: Strategies for Developing Distinctive Values in Rural Areas. Journal Communication Spectrum: Capturing New Perspectives in Communication, 7(2), 261-272. http://dx.doi.org/10.36782/jcs.v7i2.2125

Page 1 of 1 | Total Record : 7