cover
Contact Name
Hery Sahputra
Contact Email
herysahputra@uinsu.ac.id
Phone
081263505256
Journal Mail Official
jurnalijaz@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan 20371, Sumatera Utara, Indonesia. Program Studi Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-I'jaz:Jurnal Kewahyuan Islam
ISSN : 23551275     EISSN : 2685628X     DOI : 10.30821
Core Subject : Religion,
Al‑Iʿjāz: Journal of Revelation Studies publishes scholarly work on revelation studies that engages with contemporary issues. Submissions may be conceptual articles, empirical research reports, or book reviews.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, NO 1 (2025)" : 5 Documents clear
Tradisi Suluk Tarekat Naqsyabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam Dalam Perspektif Alquran Surah Almaidah/5: 35 Islaila, Tri; Hidayat, Muhammad; Munandar, Munandar
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 11, NO 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v11i1.25633

Abstract

AbstrakAlquran mengajarkan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui perjalanan spiritual yaitu suluk. Penelitian ini membahas tentang tradisi suluk tarekat Naqsabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam dalam perspektif Alquran surah Almaidah/5: 35, dengan tujuan mengetahui apa saja praktik yang dilakukan selama suluk dan bagaimana perspektif Alquran surah Almaidah/5: 35 terhadap praktik suluk tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah agar menambah kecintaan kepada Allah SWT.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat lapangan (Field Reserch) dan kepustakaan (Library Reserch), dengan mengumpulkan data melalui wawancara, dokumentasi dan menggunakan karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan suluk tarekat Naqsyabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa praktik suluk tarekat Naqsyabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam adalah bai’at, solat, puasa, rabiṭah mursyid, tawajjuh, zikir dan khatam. Praktik ini sudah sesuai dengan konsep mendekatkan diri kepada Allah dalam Alquran surah Almaidah/5: 35, yaitu dengan mencari jalan menuju Allah, mematuhi perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.Kata Kunci: Suluk, Dayah Hidayatullah, tarekat Naqsyabandiyah.
Korelasi Fenomena Gempa Bumi Dengan Perbuatan Manusia Dalam QS. Asy-Syura/42:30 Nafsiah, Nafsiah; Hidayat, Muhammad; Is, Fadhilah
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 11, NO 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v11i1.25637

Abstract

AbstrakDalam kajian teologis, Islam memberikan pemahaman bahwa bencana alam merupakan musibah yang sering kali dikaitkan dengan dosa yang diakibatkan oleh perbuatan manusia. Penelitian ini membahas tentang korelasi fenomena gempa bumi dengan perbuatan manusia dalam QS. asy-syura/42: 30, dengan tujuan agar mengetahui bagaimana ajaran Islam memandang musibah sebagai konsekuensi dari perbuatan manusia yang melanggar etika lingkungan, serta menghubungkan fenomena gempa bumi dengan perbuatan destruktif manusia terhadap alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat kepustakaan (Library Research), dengan mengumpulkan data melalui artikel, penafsiran Alquran oleh para ulama, serta karya intelektual para ilmuwan atau cendekiawan yang telah diuji dan dianggap relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bencana alam, termasuk gempa bumi merupakan salah satu akibat dari perbuatan manusia yang merusak keseimbangan alam sesuai dengan ajaran Islam. Perbuatan manusia berupa eksploitasi sumber daya alam, serta praktik destruktif lainnya seperti fracking, pertambangan dan peledakan besar-besaran dapat mempengaruhi kestabilan tanah dan struktur geologis gunung yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi. Kata Kunci: Gempa bumi, Bencana Alam, Alquran.
KONSEP TALABUL ’ILMI DALAM Q.S AL-‘ALAQ AYAT 01-05 STUDI ANALISIS DALAM KITAB TAFSIR AL MISHBAH Masliha, Siti
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 11, NO 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v11i1.25638

Abstract

AbstrakAlquran merupakan petunjuk hidup bagi manusia, dan telah sepatutnya kita memahami isi yang terkandung di dalamnya terlebih untuk para penuntut ilmu, Alquran menjadi acuan penting agar sampai pada niat dan tujuan kita sebagai manusia maka dari itu pemahaman atas konsep menuntut ilmu mestilah kita kuasai. Penjelasan Quraish Shihab tentang konsep menuntut ilmu atau mencari ilmu dengan pandangan kita sebagai umat muslim merujuk pada ayat di dalam surah Al-‘alaq. Adapun  salah satu kandungan pemikiran dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1-5 tafsir Al-Mishbah yang di bahas ialah makna dari kalimat ayat tersebut di jelaskan dan di teliti satu persatu dari segi bhalaghah, dan susunan ayatnya yang sangat bertepatan hingga menjadi sebuah konsep atau nilai nilai dalam menuntut ilmu atau Talibul ‘ilmi. Hasil penelitian menemukan bahwa didalam kandungan Q.S Al-‘Alaq ini Quraish Shihab dalam pemikirannya bisa mengeluarkan beberapa macam nilai-nilai yang terkandung di dalam ayat tersebut contohnya seperti , nilai-nilai pendidikan islam, nilai akidah, nilai akhlaq, serta nilai pendidikan akal. Berdasarkan analisa  tafsir al misbah dalam surah Al-Alaq ayat 1-5 ada beberapa point yang terdapat dalam ayat tersebut dalam konsep Thalabul ilmi, penulis mengklasifikasikan 3 kata yakni, اقرأ (Iqra’), علم (‘Allama), dan  قلم (Qalam) Dan beberapa ruang lingkup yang terdapat dalam ayat ini tentang tujuan menuntut ilmu.Kata Kunci : Talibul ilmi, Al-Alaq, Konsep
SIKAP HIPOKRISI DALAM ALQURAN SURAH AL–BAQARAH AYAT 8–20 MENURUT SYEKH ABDUL QADIR AL–JAILANI DALAM TAFSIR AL–JAILANI Sabillah, Indah
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 11, NO 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v11i1.25631

Abstract

AbstrakPenulisan jurnal ini dilatarbelakangi oleh metode tafsir tentang sikap Hipokrisi yang berada pada surah Al–Baqarah ayat 8–20 menggunakan kitab karya Syekh Abdul Qadir Al–Jailani.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai Hipokrisi dan juga untuk mengetahui tentang Tafsir Hipokrisi dan Substansinya dalam Surah Al–Baqarah ayat 8–20 di dalam Tafsir Al–Jailani.Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan studi kepustakaan library research  dengan cara meneliti dan membaca karya–karya yang mempunyai relevansi dengan kajian yang dibutuhkan dalam penelitian ini, supaya dapat dipastikan kebenarannya.Hasil dari penelitian ini menunjukkan menurut penafsiran dari Syekh Abdul Qadir Al–Jailani bahwa seseorang mempunyai sifat hipokrisi yakni orang–orang yang melupakan janji terdahulu yang telah mereka ucapkan di fitrah asalnya dan selalu hidup dalam kepura–puraan. Sedangkan substansi Surah Al–Baqarah ayat 8–20 di dalam tafsir Al–Jailani menjelaskan bahwa penyakit hati yang melekat pada diri seseorang yang sering berdusta akan keimanannya merupakan orang yang memiiki unsur dari sifat munafik.Kata – Kata Kunci : Hipokrisi, munāfiqīn, kāfirīn, muttaqīn
TELAAH KATA NABAŻA DALAM AL-QUR’AN MENURUT MUHAMMAD QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISHBAH HAYATI, HUSNUL
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 11, NO 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v11i1.25632

Abstract

AbstrakAl-Qur'ah adalah kalamullah yang diturunkan dalam bahasa Arab sehingga menjadi bahasa persatuan umat Islam. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua umat Islam mampu memahami makna kata dan kalimat dalam Al-Qur'an. Kata Nabaża disebutkan beberapa kali dalam Al-Qur'an, yang berarti “melemparkan”, namun ada beberapa perbedaan makna Nabaża dalam beberapa aspek, ada beberapa konteks ketika dimaknai sebagai mengingkari dan mengasingkan diri. Oleh karena itu, penulis bermaksud mengkaji lebih dalam tentang tafsir ayat-ayat tentang kata Nabaża dalam Al-Qur'an.Rumusan masalah dalam penelitian ini hanya didasarkan pada: Bagaimana Telaah Kata Nabaża dalam Al-Qur’an Menurut Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (Library Research).Nabaża menjadi kata kunci dalam Al-Qur’an yang akan dilihat dalam tafsir al-Mishbah. Sebagai pembahasan lebih lanjut penulis menggunakan metode tafsir maudu’iy dengan mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an yang bertema sama yaitu kata Nabaża dalam Al-Qur’an. Kemudian, ayat-ayat tersebut ditafsirkan oleh pendapat Quraish Shihab untuk kemudian dianalisis penafsirannya tersebut.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kata Nabaża disebutkan sebanyak 12 kali, tersebar di 10 ayat dalam Al-Qur'an.Kata Nabaża yang digunakan dalam Al-Qur’an mempunyai 4 makna yaitu (1) Mengingkari (janji), (2) menolak, (3) mengasingkan, (4) mencampakkan. Kata Nabaża di dalam Al-Qur’an muncul dalam konteks pembahasan mengenai (1) Janji, baik di antara sesama manusia maupun di antara manusia dengan Allah. (2) Kitab dan ajaran Allah SWT. (3) Kisah-Kisah para nabi dan keluarganya.Kata Kunci: Telaah; Nabaża; Al-Qur’an; Quraish Shihab

Page 1 of 1 | Total Record : 5