cover
Contact Name
Muh. Mirwan Hariri
Contact Email
haririmirwan17@gmail.com
Phone
085655643187
Journal Mail Official
haririmirwan17@gmail.com
Editorial Address
Jalan Masjid No. 22, Kota Blitar, Jawa Timur Indonesia
Location
Kab. blitar,
Jawa timur
INDONESIA
MEKOMDA
ISSN : -     EISSN : 30645786     DOI : https://doi.org/10.28926/mekomda.v2i3
Core Subject : Education, Social,
Jurnal MEKOMDA : Media Komunikasi Dakwah merupakan jurnal Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Jurnal Media Komunikasi Dakwah menyediakan artikel ilmiah hasil penelitian empiris dan analisis-reflektif bagi para praktisi dan akademisi, yang diharapkan berkontribusi dalam mengembangkan teori dan mengenalkan konsep-konsep baru di bidang komunikasi penyiaran Islam dalam perspektif yang luas; Dakwah dan Penyiaran Islam, Media, Komunikasi Politik, Jurnalistik, Public Speaking. Jurnal Media Komunikasi Dakwah terbit secara berkala dalam kurun waktu 6 bulan sekali yakni Februari dan Agustus. Diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, Indonesia.
Articles 42 Documents
PUTUSNYA RANTAI PESAN: DAMPAK FATAL BURUKNYA KOMUNIKASI GURU DAN ORANG TUA Sugiman Sugiman; Muhammad Faizin
Mekomda: Media Komunikasi Dakwah Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3 Number 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/mekomda.v1i1.2563

Abstract

Penelitian ini menyoroti fenomena kritis dalam dunia pendidikan Indonesia, dimana sekolah sering kali dianggap sekadar "tempat penitipan anak" yang legal, menciptakan stigma bahwa kewajiban orang tua selesai setelah membayar biaya sekolah dan tugas guru berakhir saat bel pulang berbunyi. Fenomena ini memperburuk hubungan antara sekolah dan orang tua, menciptakan "jurang pemisah" yang memutus rantai pesan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fatal dari putusnya komunikasi antara guru dan orang tua terhadap perkembangan karakter siswa, serta merumuskan solusi strategis untuk merevitalisasi kemitraan tri-sentra pendidikan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif analitis dengan kerangka teori Ekologi Bronfenbrenner (Mesosystem) dan model kemitraan Joyce Epstein. Analisis dilakukan terhadap fenomena sosial terkini, termasuk studi kasus kekerasan terhadap guru (Jambi, Subang, Trenggalek) dan kebijakan nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskomunikasi menyebabkan dampak sistemik berupa: (1) Inkonsistensi disiplin yang memicu "disonansi moral" dan perilaku manipulatif siswa; (2) Eskalasi kriminalisasi guru akibat hilangnya mekanisme tabayun; (3) Kegagalan deteksi dini masalah kesehatan mental dan adiksi gawai (doom scrolling); serta (4) Risiko kegagalan program MBG akibat tidak adanya sinkronisasi data medis dan alergi siswa. Kesimpulan penelitian: Komunikasi dua arah adalah syarat mutlak. Diperlukan transformasi peran komite sekolah menjadi forum mediasi substantif, penerapan protokol "Tabayun Mandatory" bersama aparat hukum, serta penggunaan sistem satu pintu informasi digital untuk memastikan sinergi yang berkelanjutan demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa. Kata Kunci: Komunikasi Guru-Orang Tua, Teori Ekologi Bronfenbrenner, Kriminalisasi Guru, Makan Bergizi Gratis (MBG), Pendidikan Karakter.
Dampak Media Online Gus Iqdam terhadap Jamaah Majlis Taklim di Desa Sambidoplang M fikri Ainun najib
Mekomda: Media Komunikasi Dakwah Vol. 1 No. 1 (2026): volume 1 No 1 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak media online Gus Iqdam pada jamaah Majlis Taklim di Desa Sambidoplang. Menggunakan Teori Kegunaan dan Gratifikasi dengan pendekatan kualitatif studi kasus, studi ini mengungkap motivasi jamaah dalam mengakses konten dakwah. Hasil menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan kognitif (ilmu praktis), afektif (hiburan dan ketenangan), serta integrasi sosial menjadi pendorong utama. Terpenuhinya kebutuhan ini menghasilkan dampak positif berupa peningkatan pemahaman keagamaan substantif, perubahan sikap sosial yang lebih toleran, dan justru memperkuat partisipasi dalam kegiatan majlis taklim luring, bukan menggantikannya. Kata kunci: Media, Dakwah, Gus Iqdam.