cover
Contact Name
Muh. Mirwan Hariri
Contact Email
haririmirwan17@gmail.com
Phone
085655643187
Journal Mail Official
haririmirwan17@gmail.com
Editorial Address
Jalan Masjid No. 22, Kota Blitar, Jawa Timur Indonesia
Location
Kab. blitar,
Jawa timur
INDONESIA
MEKOMDA
ISSN : -     EISSN : 30645786     DOI : https://doi.org/10.28926/mekomda.v2i3
Core Subject : Education, Social,
Jurnal MEKOMDA : Media Komunikasi Dakwah merupakan jurnal Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Jurnal Media Komunikasi Dakwah menyediakan artikel ilmiah hasil penelitian empiris dan analisis-reflektif bagi para praktisi dan akademisi, yang diharapkan berkontribusi dalam mengembangkan teori dan mengenalkan konsep-konsep baru di bidang komunikasi penyiaran Islam dalam perspektif yang luas; Dakwah dan Penyiaran Islam, Media, Komunikasi Politik, Jurnalistik, Public Speaking. Jurnal Media Komunikasi Dakwah terbit secara berkala dalam kurun waktu 6 bulan sekali yakni Februari dan Agustus. Diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, Indonesia.
Articles 25 Documents
Analisis Pola Konsumsi Mahasiswa Perguruan Tinggi di Blitar Terhadap Berita Melalui Platform Berita Online Lokal Fitria, Nur Ida; Hariri, Muh. Mirwan
Mekomda: Media Komunikasi Dakwah Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 Nomor 1, Februari Tahun 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/mekomda.v3i1.2142

Abstract

Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, konsumsi berita melalui platform online menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan mahasiswa sebagai generasi digital native. Penelitian ini mengkaji pola konsumsi mahasiswa terhadap berita lokal yang disajikan melalui platform media daring di Blitar seperti, Persada, Patria, Mayangkara, Mahardika, Radar Blitar, dan Info Blitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui media lokal yang paling sering diakses, jenis berita yang menjadi pilihan utama mahasiswa, seberapa sering mereka mengakses berita lokal, serta sejauh mana kesadaran mereka dalam memverifikasi informasi yang dikonsumsi. Menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan dari 22 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Blitar, antara lain UNU Blitar, UNISBA, Universitas Terbuka, dan STIKes. Hasilnya menunjukkan bahwa Radar Blitar merupakan platform yang paling dominan diakses mahasiswa, dengan jenis berita hiburan, kriminal, dan kecelakaan lalu lintas menjadi yang paling populer. Mayoritas mahasiswa mengakses berita lokal hanya secara insidental, terutama ketika berita tersebut muncul di media sosial. Meskipun demikian, lebih dari 80% mahasiswa menyatakan melakukan verifikasi informasi sebelum mempercayainya, menandakan adanya kesadaran literasi media yang cukup tinggi, meskipun belum sepenuhnya merata. Temuan ini menggambarkan pentingnya peran media lokal dalam menyediakan informasi yang cepat, akurat, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda. Namun, kritik terhadap media lokal seperti keterlambatan peliputan, kurangnya verifikasi, serta gaya penyampaian yang belum sesuai dengan preferensi milenial menunjukkan perlunya peningkatan kualitas jurnalisme lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika konsumsi media digital lokal dan mendorong peningkatan kolaborasi antara media, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan kredibel di tingkat lokal.
NARRATIVE LITERATURE REVIEW: INVESTIGASI ETIKA INTERAKSI KOMUNIKASI DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI ISLAM Hariri, Muh. Mirwan; Aulia, Hanna; Ihsana, A.Fikri Amiruddin
Mekomda: Media Komunikasi Dakwah Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 Nomor 1, Februari Tahun 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/mekomda.v3i1.2143

Abstract

Mahasiswa merupakan aset agama, bangsa dan negara baik berperan sebagai individu, anggota masyarakat dan warga negara. Pengembangan diri di semua aspek kehidupan, fisik, psikologis sangatlah diperlukan dalam interaksi komunikasi. Sebagai ndividu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa, terjadi peralihan keterampilan berbahasa. Secara Psikologis, kedewasaan dikatakan pertama sebagai pemekaran diri sendiri (extension of the self), ditandai kemampuan menganggap orang atau hal lain sebagai dirinya sendiri, egoisme berkurang, tumbuhnya kemampuan mencintai orang lain dan alam sekitarnya, bertenggangrasa, dan berkembangnya ego ideal. Kedua, kemampuan melihat diri sendiri secara objective (self- objectivication) atau kemampuan mengetahui diri sendiri. Dan ketiga, memiliki falsafah- hidup (unifying philosophy of life) yakni di mana dirinya faham bagaimana seharusnya bertingkah-laku dalam lingkungannya. Dan keempat Realitas ini telah membawa masyarakat, termasuk masyarakat Muslim di Indonesia masuk ke dalam era masyarakat informasi, sehingga pengendalian yang tepat untuk memanfaatkan new media dan mengeliminir dampaknya menjadi penting. Alasan utama penekanan filsafat etika komunikasi Islam adalah (1) penelitian periode tertentu sangat dipengaruhi keinginan memecahkan masalah praktis berinteraksi; (2) lebih sulit mempelajari alih berbahasa pada tahap-tahap berkehidupan. Perkembangan berbahasa merupakan serangkaian perubahan progesif yang terjadi sebagai akibat proses kematangan, pengalaman sekaligus proses integrasi interaksi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks. Kehidupan berkomunikasi selalu mengalami perubahan baik aspek fisik, psikis, maupun sosial seiring perubahan waktu dan zaman serta membentuk jaringan informasi yang makin kompleks. Karakter ini menjadi penentu jati diri, mencari-cari format yang tepat untuk membentuk identitas dirinya, akhirnya perbedaan interaksi memunculkan konflik. Riset pendekatan kualitatif deskriptif ini menerapkan pendekatan narative literature review. Teknik observasi deskriptif sebagai upaya pemahaman dan interpretasi konten (teks dan konteks), dan pengumpulan data menggunakan analisis tekstual data kebahasaan sebagai dokumenter. Korpus data berupa satuan teks hasil review penelitian, serta implikasi permasalahannya. Hasil riset menunjukkan bahwa terdapat alasan utama pentingnya etika komunikasi tata cara berkomunikasi yang sesuai dengan nilai moral. Kata Kunci: etika interaksi, filsafat, moral, komunikasi Islam.
FOMO (Fear of Missing Out) dan Pengaruh Media Sosial terhadap Kepuasan Hidup Fitria, Nur Ida
Mekomda: Media Komunikasi Dakwah Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 Nomor 1, Februari Tahun 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/mekomda.v3i1.2146

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat telah menghadirkan berbagai dampak psikologis, salah satunya adalah munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat FOMO yang dialami pengguna media sosial dengan tingkat kepuasan hidup yang dirasakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri dari 162 pengguna aktif media sosial berusia 18–30 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Fear of Missing Out Scale (FoMOS) dan Satisfaction with Life Scale (SWLS). Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara FOMO dan kepuasan hidup (r = -0,472, p < 0,001). Semakin tinggi tingkat FOMO seseorang, semakin rendah tingkat kepuasan hidup yang dirasakannya. Temuan ini menekankan pentingnya literasi digital dan regulasi diri dalam penggunaan media sosial, agar individu dapat mempertahankan kesejahteraan psikologisnya di tengah arus informasi yang terus-menerus. Kata kunci: FOMO, media sosial, kepuasan hidup, kesejahteraan psikologis, pengguna muda
Dakwah Merealisasikan Ketakwaan Melalui Kitab Bidayatul Hidayah karya Syaikh Al-Ghazali Sofwan, Arif Muzayin
Mekomda: Media Komunikasi Dakwah Vol 4 No 1 (2025): Vol 4 Nomer 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/mekomda.v4i1.2175

Abstract

Dakwah merealisasikan ketakwaan dapat dilakukan melalui berbagai macam cara, baik secara lahir maupun batin. Penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan ini membahas tentang ajakan realisasi ketakwaan melalui Kitab Bidayatul Hidayah karya Syaikh Al-Ghazali. Teknik analisa datanya menggunakan analisis isi dengan memilah-milah hal-hal yang sesuai dengan fokus dan tujuan penelitian. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa ketaatan dengan realisasi menjalankan perintah Allah SWT dalam Kitab Bidayatul Hidayah karya Syaikh Al-Ghazali dilakukan mulai bangun tidur hingga terlelap tidur kembali, baik yang wajib maupun sunah, antara lain: saat bangun dari tidur, ketika masuk dan keluar kamar kecil, ketika berwudlu, mandi, bertayamum, pergi ke masjid, saat masuk ke dalam masjid, waktu mulai matahari terbit hingga terbenam, ketika bersiap melakukan shalat, saat tidur, shalat, menjadi imam dan makmum, saat hari Jumat, dan ketika berpuasa. Selain itu, realisasi ketakwaan dengan menjaga larangan Allah SWT terbagi menjadi dua, yaitu lahir dan batin. Menjaga larangan yang lahir dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan menjaga mata, telinga, lisan, perut, kemaluan, kedua tangan, dan kedua kaki. Sedangkan ketakwaan menjaga larangan yang batin dapat dilakukan dengan membersihkan hati dengan beberapa cara, yaitu membasmi sifat iri dengki, sifat pamer, dan sifat sombong. Kata kunci: Realisasi; Ketakwaan; Kitab Bidayatul Hidayah; Syaikh Al-Ghazali
Film Dokumenter Wayang Sarip sebagai Arsip Komunikasi Visual dan Ingatan Kolektif Fikri, M. Andi; Susilo, Joko
Mekomda: Media Komunikasi Dakwah Vol 4 No 2 (2025): Volume 4 Number 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/mekomda.v4i2.2206

Abstract

Di era digital, dokumenter film berperan tidak hanya sebagai representasi realitas, tetapi juga sebagai arsip komunikasi visual yang membentuk memori kolektif masyarakat. Penelitian ini fokus pada film dokumenter Wayang Sarip, yang merekam pertunjukan wayang Jekdong sebagai ekspresi budaya lokal Jawa Timur di luar arus utama tradisi keraton. Tujuan penelitian adalah memahami bagaimana dokumenter ini berfungsi sebagai arsip visual sekaligus media penyiaran nilai budaya dan spiritual dalam perspektif Komunikasi Penyusunan Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika visual dan observasi digital. Adegan kunci, seperti tokoh wayang Sarip, ornamen, tata cahaya, dan iringan gamelan, dianalisis sebagai unit tanda, sementara distribusi film di YouTube ditelaah untuk melihat bagaimana arsip ini diterima publik. Validitas temuan diperkuat melalui triangulasi dengan wawancara pembuat film dan telaah literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Wayang Sarip berfungsi sebagai arsip hidup yang tidak hanya mendokumentasikan tradisi, tetapi juga membuka ruang edukasi budaya bagi generasi muda. Selain itu, penelitian ini mengusulkan konsep baru, yakni dokumenter sebagai arsip dakwah visual, yaitu praktik komunikasi yang mengintegrasikan pelestarian budaya dengan penyiaran nilai moral dan spiritual dan film dokumenter digital berpotensi menjadi medium strategi untuk melestarikan tradisi, literasi budaya, sekaligus dakwah budaya di era digital. Kata kunci: Film Dokumenter; Wayang Sarip; Komunikasi Visual; Dakwah Budaya; Arsip Digital

Page 3 of 3 | Total Record : 25