cover
Contact Name
Purbo Suwandono
Contact Email
purbo@widyagama.ac.id
Phone
+6282132697144
Journal Mail Official
purbo@widyagama.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin Widyagama University of Malang Jl. Taman Borobudur Indah No 3, Malang 65128, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
PROTON : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Mesin
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 20862962     EISSN : 27212874     DOI : 10.31328/jp
Ruang lingkup jurnal ini mencakup, tetapi tidak terbatas pada, bidang-bidang berikut: 1. Konversi Energi 2. Rekayasa dan Konstruksi Mesin 3. Ilmu dan Rekayasa Material 4. Proses dan Teknologi Manufaktur 5. Teknik Industri dan Sistem Produksi
Articles 143 Documents
PENGARUH JENIS KANVAS REM DAN PEMBEBANAN PEDAL TERHADAP PUTARAN OUTPUT RODA DAN LAJU KEAUSAN KANVAS REM PADA SEPEDA MOTOR Gatot Subyakto
PROTON Vol. 3 No. 2: Oktober 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i2.211

Abstract

Perkembangan dunia otomotif khususnya kendaraan roda dua kini semakin gencar. Pada setiap kendaraan bermotor kemampuan sistem pengereman menjadi suatu yang penting karena mempengaruhi keselamatan berkendara. Semakin tinggi kemampuan kendaraan tersebut melaju maka semakin tinggi pula tuntutan kemampuan sistem rem yang lebih handal dan optimal untuk menghentikan atau memperlambat laju kendaraan. Sistem rem yang baik adalah sistem rem yang jika dilakukan pengereman baik dalam kondisi apapun pengemudi tetap dapat mengendalikan arah dari laju kendaraannya. Rumusan masalahnya yaitu pengaruh jenis kualitas berbagai kanvas rem dan pembebanannya terhadap putaran output roda dan laju keausan kanvas rem pada sepeda motor. Rem tromol merupakan sistem rem yang telah menjadi metode pengereman standar yang digunakan sepeda motor kapasitas kecil pada beberapa tahun belakangan ini. Alasannya adalah karena rem tromol sederhana dan murah, sedangkan rem cakram dioperasikan secara hidrolis dengan memakai tekanan cairan. Pada rem cakram, putaran roda dikurangi atau dihentikan dengan cara penjepitan cakram (disc) oleh dua bilah sepatu rem (brake pads). Rem cakram mempunyai sebuah plat disc (plat piringan) yang terbuat dari stainless steel yang akan berputar bersamaan dengan roda. Pada saat rem digunakan plat disc tercekam dengan gaya bantalan piston yang bekerja sacara hidrolik. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Otomotif Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Widyagama Malang, variabel bebas dalam penelitian ini putaran roda input, waktu pengereman, jenis kanvas, pembebanan pedal dan variable bebas meliputi putaran roda output, temperatur, keausan kanvas. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa untuk penggunaan kanvas rem cakram original dan kanvas rem tromol original mempunyai temperatur yang lebih rendah/dingin dibandingkan dengan kanvas rem cakram chemco dan aspira serta kanvas rem tromol TM dan Federal terhadap beban pengereman 0,2 kg, 0,3 kg dan 0,4 kg dengan waktu pengereman 120 detik. Dari penelitian yang telah dilaksanakan memberikan kesimpulan bahwa tingkat kemampuan kanvas rem cakram dan tromol original mempunyai tingkat ketahanan panas yang lebih baik dibandingkan jenis lainnya, untuk laju keausan rem cakram original sebesar 2,17 x 10-6 kg/mm2.detik dan tromol original 2,31 x 10-6 kg/mm2.detik, rem original mempunyai kenaikan temperatur dan laju keausan yang lebih sedikit dengan reduksi putaran roda tertinggi Rem original mempunyai kenaikan temperatur dan laju keausan yang lebih sedikit dengan reduksi putaran roda tertinggi. Kata kunci : rem tromol, disc break, kanvas rem, temperatur, laju keausan.
PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR PADA RADIATOR TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN KADAR EMISI GAS BUANG DAIHATSU HIJET 1000 Agus Suyatno
PROTON Vol. 3 No. 2: Oktober 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i2.212

Abstract

Emisi gas buang adalah sisa hasil pembakaran bahan bakar didalam mesin pembakaran dan mesinpembakaran luar, yang dikeluarkan melalui sistem pembuangan mesin. Dari alat uji emisi ada 5 unsur dalamemisi gas buang yang akan dikaji yaitu CO, HC, CO2, O2 dan NOx. Dalam penelitian ini adalah melakukan suatu percobaan yaitu memberikan suatu treatment terhadapbahan bakar premium dengan memanaskan bakan bakar tersebut melalui pipa yang dipasang pada upper tankradiator, sehingga diharapkan memperoleh suatu kondisi dimana campuran bahan bakar dengan udaradiharapkan dapat lebih baik sehingga bahan bakar dapat terbakar dengan sempurna dan menghasilkan emisi gas buang yang relatif aman. Proses perlakuan pemanasan bahan bakar dilakukan dengan memanfaatkan fluida di radiator yang berada pada upper tank radiator yaitu dengan membuat saluran yang terbuat dari pipa tembaga melalui upper tank radiator dengan panjang pipa pemanas bahan bakar yaitu panjang 500 mm dan jenis bahan bakar yaitu : premium pada putaran mesin 1000, 1500, 2000, 2500 Rpm, serta temperatur keja mesin (60° – 80°C) dan beban output yang tetap sebesar 3Kg.Sistem pemanasan bahan bakar dengan media radiator, kadar kandungan emisi gas CO sebesar 0,21 %,CO 2 6,30 %, HC 849 ppm, O2 9,6%, dan NOx sebesar 1832,2 ppm.  Hal ini dapat dikatakan bahwa gas buang mobil daihatsu hijet 1000 tergolong ramah lingkungan.Kata kunci: radiator, bahan bakar dan gas buang.
PENGARUH MEDAN MAGNET TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN KINERJA MOTOR BAKAR BENSIN JENIS DAIHATSU HIJET 1000 Naif Fuhaid
PROTON Vol. 3 No. 2: Oktober 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i2.213

Abstract

Pemerintah menghadapi permasalahan akan semakin besarnya kebutuhan bahan bakar untuk kendaraan. Sehingga sekarang banyak orang berlomba menciptakan alat untuk menghemat bahan bakar, mulai alat berupacairan, tablet hingga pengaturan bakar yang masuk ke kalburator. Berbagai cara telah dilakukan untukmenciptakan alat mana yang dapat menghemat bahan bakar yang paling sempurna .Akan tetapi sekarang iniorang masih terus melakukan percobaan. Salah satunya adalah memberikan perlakuan terhadap bahan bakarsebelum memasuki ruang bakar atau sebelum mengalami proses pembakaran.  Metode penelitian dilakukan secara eksperimen, yaitu menguji dengan dan tanpa medan magnet (elektromagnet) pada saluran masuk bahan bakar dengan memberikan variasi  pada putaran mesin. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah penggunaan Elektromagnet dan variabel terikatnya adalah konsumsi bahan bakar dan putaran mesin. Adapun hasil penelitian adalah konsumsi bahan bakar yang dihasilkan menggunakan medan magnet lebih rendah dibandingkan tanpa menggunakan medan magnet pada setiap variasi putaran mesin. Daya dan Efisiensi yang dihasilkan menggunakan medan magnet lebih tinggi dibandingkan tanpa menggunakan medan magnet pada setiap variasi putaran mesin. Kata Kunci: medan magnet, konsumsi bahan bakar, daya dan efisiensi..
ANALISIS EFISIENSI POMPA CENTRIFUGAL PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR KAMPUNG DAMAI BALIKPAPAN Puji Saksono
PROTON Vol. 3 No. 2: Oktober 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i2.214

Abstract

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia selalu berusaha untuk menciptakan sistem pompa dengan performansi yang maksimal. Salah satunya dipakai untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih yang selalu meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penurunan nilaiefisiensi pada empat unit pompa yang dipasang secara paralel, sehingga nantinya dapat dipilih suatu solusi yang tepat untuk mengurangi biaya operasional yang tinggi akibat dari usia penggunaan pompa distribusi yang sudah lama. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penurunan nilai efisiensi dari berbagai jenis merk pompa tidak sama yaitu untuk pompa nomor 1,2 dan 3 sebesar 0,17 per tahun. Sedangkan untuk pompa nomor 4 sebesar 1,24 per tahun. Kata kunci: Pompa, Pemasangan paralel, Waktu pemakaian, Efisiensi.
PENGARUH PELAT PENYERAP GANDA MODEL GELOMBANG DENGAN PENAMBAHAN REFLECTOR TERHADAP KINERJA SOLAR WATER HEATER SEDERHANA Nova Risdiyanto Ismail
PROTON Vol. 3 No. 2: Oktober 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i2.215

Abstract

Telah banyak dilakukan usaha meningkatkan kinerja solar water heater diantaranya modifikasi pelat penyerap tunggal menjadi ganda, modifikasi aliran untuk meningkatkan penyerapan panas, modifikasi material dan pelat penyerap ganda model gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelat penyerap ganda model gelombang dengan penambahan reflector terhadap kinerja solar water heater sederhana. Dalam penelitian ini dilakukan secara eksperimen, untuk  embandingkan kinerja pelat penyerap ganda model gelombang dengan penambahan reflektor yang hasilnya dibandingkan dengan penelitian sebelumnya (Farid dan Ismail, 2010). Kinerja yang dicari adalah efisiensi solar water heater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solar water heater pelat ganda dengan penambahan reflektor dapat meningkatkan efisiensi solar water heater dengan efisiensi rata-rata sebesar 24,02 %, sedangkan nilai efisiensi penyerapan panas rata-rata pada solar water heater pelat penyerap ganda model gelombang tanpa reflektor sebesar 19,81. Kata kunci: Solar water heater, pelat penyerap ganda, model gelombang, reflektor.
PENGARUH PERUBAHAN TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN PADA DIRECT EVAPORATIVE COOLER Toni Dwi Putra; Nurida Finahari
PROTON Vol. 3 No. 1: Maret 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i1.216

Abstract

Teknologi evaporative cooler berawal dari konsep pendinginan udara dengan media air. Dimana evaporative merupakan komponen refrigerasi yang berfungsi untuk memindahkan panas dari udara, air atau obyek lainnya dengan  cara menyerap kalor untuk proses penguapan refrigeran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan temperatur media pendingin pada direct evaporative cooler. Penelitian dilakukan dengan eksperimen pada peralatan AC. Variabel penelitian adalah temperatur media pendingin sebesar 10, 20, 30, 40 dan 50oC. Kecepatan angin blower sebesar 2,95 m/dt. Data yang diambil meliputi data temperatur input bola kering dan bola basah serta temperatur output bola kering dan bola basah. Data-data tersebut digunakan untuk menentukan penurunan DB, kelembaban relatif, perbandingan kelembaban dan perubahan entalphi menggunakan diagram psikometrik. Hasilnya digunakan untuk menghitung efisiensi evaporative cooler. Hasil perhitungan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisa berdasarkan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Temperatur media pendingin (air) berpengaruh terhadap perubahan debit air, kelembaban udara dan efisiensi evaporator. Pengaruh perubahan temperatur media pendingin terhadap perubahan debit air yaitu jika temperatur air semakin besar maka debit air yang dihasilkan akan semakin kecil dan sebaliknya jika temperatur air semakin kecil maka debit air yang dihasilkan akan lebih besar. Pengaruh perubahan temperatur media pendingin air terhadap kelembaban udara ialah jika temperatur media pendingin semakin besar maka kelembaban udara yang dihasilkan juga semakin besar pula disebabkan besarnya tekanan parsial uap air yang terjadi oleh temperatur air tersebut. Pengaruh perubahan temperatur media pendingin terhadap efisiensi evaporator ialah jika temperatur media pendingin semakin besar maka hasil temperatur output yang diperoleh akan semakin besar pula sehingga efisiensi pendinginan evaporator tersebut menjadi rendah. Kata kunci : temperatur, media pendingin, kelembaban, entalphi, evaporative cooler
OPTIMASI KERJA KOLEKTOR TIPE SENG GELOMBANG MENGGUNAKAN HEAT STORAGE PADA ALAT PENGERING ENERGI MATAHARI Gatot Soebiyakto
PROTON Vol. 3 No. 1: Maret 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i1.217

Abstract

Pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi yang bersifat renewable telah lama diinginkan manusia, yang salah satunya dengan memanfaatkan kolektor surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi kerja (unjuk kerja) kolektor surya tipe seng gelombang yang menggunakan heat storage beserta efesiensi thermal kolektor tersebut. Peralatan tersebut akan digunakan untuk memproduksi panas yang optimum. Penelitian ini dilakukan dalam lima hari penelitian dengan mengukur radiasi total matahari yang diterima kolektor, temperatur masuk kolektor, temperatur plat absorber, temperatur heat storage dan temperatur udara panas keluar kolektor yang akan digunakan untuk pengeringan. Dari data-data yang telah diambil dilakukan analisa teoritis guna mendapatkan efesiensi thermal kolektor tersebut dan analisa grafik guna mendapatkan optimasi kerja kolektor tersebut yaitu nilai temperatur tertinggi dari temperatur udara panas keluar kolektor yang akan digunakan untuk pengeringan. Hasil penelitian didapati hasil optimum dari kerja kolektor beserta efesiensi thermalnya. Kesimpulan akhir penelitian ini didapati nilai temperatur tertinggi dari temperatur udara panas keluar kolektor sebesar 73,15oC dengan efesiensi thermal tertinggi sebesar 82,58oC.   Kata kunci : Energi Matahari, Kolektor, Temperatur udara panas keluar kolektor, Efesiensi thermal kolektor
VARIASI CAMPURAN BAHAN BAKAR DENGAN PERALATAN ELEKTROMAGNET TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MOTOR BAKAR BENSIN 3 SILINDER Agus Suyatno
PROTON Vol. 3 No. 1: Maret 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i1.218

Abstract

Berbagai cara telah dilakukan untuk menciptakan alat mana yang dapat menghemat bahan bakar yang paling sempurna dan dapat menghasilkan emisi gas buang yang sangat baik sehingga tidak terlalu mencemari kondisi udara disekitar . Akan tetapi sekarang ini orang masih terus melakukan percobaan. Salah satunya adalah memberikan perlakuan terhadap bahan bakar sebelum memasuki ruang bakar atau sebelum mengalami proses pembakaran. Metode yang dapat digunakan adalah aplikasi medan magnet (elektromagnet) karena peralatan ini menggunakan kumparan yang cukup sederhana. Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui variasi campuran bahan bakar dengan peralatan Elektromagnet terhadap emisi gas buang pada motor bakar bensin 3 silinder. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah Elektromagnet dan Variasi Campuran Premiun dan alkohol dengan perbandingan 90:10,    80:20, variabel terikatnya adalah Emisi Gas Buang dan Volume. Adapun hasil penelitian ini adalah dengan menggunakan elecktromagnet CO yang di hasilkan meningkat dengan rpm 2500, di karenakan CO2 tambahan Oksigen berkurang sehingga pembakaran tidak sempurna. Dengan menggunakan elecktromagnet pada rpm 2500 CO2 semakn tinggi,maka akan semakin baik dalam ruang bakar pada engine, di karenakan kadar CO berpengaruh terhadap lingkungan.Dengan menggunaka electromagnet HC yang di hasilkan mulai meningkat pada rpm 2500 sehingga AFR seimbang sehingga pembakaran tidak sempurna.   Kata kunci: Medan Magnet, Putaran, Volume  dan Emisi gas Buang  
PENGARUH MEDAN ELEKTROMAGNET TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MOTOR BENSIN 4 TAK 1 SILINDER Suriansyah -
PROTON Vol. 3 No. 1: Maret 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i1.219

Abstract

Semakin menipisnya persediaan bahan bakar serta mahalnya harga bahan bakar ini di Indonesia, maka para peneliti terus berusaha mencari sumber-sumber energi alternative, selain itu masalah bahan bakar dihadapkan dengan masalah Emisi gas buangi.Untuk mengatasi masalah emisi maka dilakukan penelitihan salah satunya  adalah  dengan menggunakan pengaruh medan elektromagnet terhadap emisi gas buang motor bensin merupakan penyumbang gas emisi yang berbahaya. Metodenya dilakukan dengan metode penelitian yaitu menguji secara langsung pengaruh medan magnet dan tanpa medan magnet terhadap emisi gas buang yakni CO,CO2,O2,HC,NOx . Pengujian dilakukan dengan pengulangan sampai 5 kali dengan Rpm tertentu, pengujian dijadikan acuan untuk menilai besarnya pengaruh pemakaian medan elektromagnet terhadap emisi gas buang yang dihasilkan. Dari analisa diatas dapat diketahui bahwa untuk pengaruh penggunaan medan magnet terhadap emisi gas buang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan medan magnet emisi gas buang dapat diturunkan hanya emisi gas Oksigen (O2) untuk penggunaan elektromagnet mengalami peningkatan  dibandingkan tanpa menggunakan elektromagnet. Kata kunci: Medan Elektromagnetik, Emisi Gas buang
PENGARUH KETEBALAN KOLEKTOR BETON COR TERHADAP EFISIENSI PENYERAPAN PANAS Nova Risdiyanto Ismail
PROTON Vol. 3 No. 1: Maret 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i1.220

Abstract

Telah banyak dilakukan usaha meningkatkan kinerja kolektor, diantaranya dengan menambahkan batu kerikil, melakukan pelapisan, kolektor model gelombang, komposisi kolektor dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh ketebalan kolektor beton cor terhadap efisiensi penyerapan panas. Dalam penelitian menggunakan metode eksperimen yaitu menguji menguji ketebalan kolektor. Kinerja yang dicari adalah efisiensi penyerapan panas kolektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan kolektor beton cor dengan ketebalan 2,5 cm mempunyai efisiensi tertinggi dalam menyerap panas dan  kolektor beton cor dengan ketebalan 5 cm lebih stabil dalam menyerap dan menyimpan panas energi matahari.   Kata kunci: pelat penyerap, ketebalan, efisiensi.

Page 7 of 15 | Total Record : 143