cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
jprokep@centamaku.ac.id
Phone
+6285727119988
Journal Mail Official
jprokep@centamaku.ac.id
Editorial Address
Jalan Lingkar Kudus-Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27760065     DOI : https://doi.org/10.31596/jprokep
Core Subject : Health,
Nursing: including Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
Penerapan Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Desa Wangunrejo KecamatanMargorejo Kabupaten Pati Mia Wahyu Apriliani; Jamaludin Jamaludin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v6i2.71

Abstract

ABSTRAK               Hipertensi adalah keadaan tekanan darah seseorang secara konsisten berada diatas 140/90 mmHg dengan salah satunya penyakit yang bisa menjadikan kematian paling atas didunia dengan resiko utama pada penyakit jantung, penyakit stroke, masalah sirkulasi pariferal dan juga penyakit pada ginjal. Untuk mengatasi hipertensi dengan menggunakan tindakan non farmakologis yaitu terapi Progressive Muscle Relaxation untuk menurunkan ketegangan otot, meningkatkan gelombang alfa otak yang terjadi ketika sadar mendapatkan perasaan rileks dan menurunkan tekanan darah tinggi. Metode dalam penulisan ini adalah desain penulisan deskriptif, yaitu suatu penulisan yang dilakukan untuk menggambarkan suatu fenomena yang terjadi didalam masyarakat. Sampelnya ada 3 responden yaituNy.F, Ny J dan Ny.K dilakukan di Desa Wangunrejo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. Data ini diperoleh dengan cara yaitu wawancara, observasi, pemeriksan fisik dan dokumentasi. Setelah dilakukan terapi Progressive Muscle Relaxation selama 7 hari dengan 7 kali pertemuan mengalami penurunan tekanan darah. Responden 1 pada Ny.F mengalami penurunan tekanan darah dari 170/110 mmHg menjadi 130/80 mmHg, responden 2 pada Ny.J mengalami penurunan tekanan darah dari 150/100 mmHg menjadi 110/70 mmHg, sedangkan responden 3 pada Ny.K mengalami penurunan tekanan darah dari 160/100 mmHg menjadi 120/80 mmHg. hal tersebut menunjukan bahwa pemberian terapi Progressive Muscle Relaxation dapat menurunkan tekanan darah. Kata Kunci : Lansia, Hipertensi, Progressive Muscle Relaxation. ABSTRACT                Hypertension is a condition of a person's blood pressure consistently above 140/90 mmHg with one of the diseases that can make the world's top death with a major risk for heart disease, stroke, pariffin circulation problems and also kidney disease. To overcome hypertension by using non-pharmacological actions, namely Progressive Muscle Relaxation therapy to reduce muscle tension, increase the brain's alpha waves that occur when consciously get a feeling of relaxation and reduce high blood pressure. The method in this writing is descriptive writing design, which is a writing that is done to describe a phenomenon that occurs in society. The sample was 3 respondents namely Ny.F, Ny J and Ny.K conducted in Wangunrejo Village, Margorejo Subdistrict, Pati Regency. This data is obtained by means of interviews, observation, physical examination and documentation. After the Progressive Muscle Relaxation therapy was carried out for 7 days with 7 meetings the blood pressure decreased. Respondent 1 to Ny.F had a drop in blood pressure from 170/110 mmHg to 130/80 mmHg, respondent 2 to Ny.J had a drop in blood pressure from 150/100 mmHg to 110/70 mmHg, while respondent 3 in Ny.K experienced drop in blood pressure from 160/100 mmHg to 120/80 mmHg. this shows that Progressive Muscle Relaxation therapy can reduce blood pressure Keywords : Elderly, Hypertension, Progressive Muscle Relaxation.
Terapi Musik Klasik Mozart Sonata No.6 Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Ferianto ferianto; ambarwati ambarwati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v6i2.66

Abstract

ABSTRAK            Stroke menjadi penyebab kecacatan nomor satu di dunia. Jumlah stroke di Indonesia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan mengalami peningkatan dari 10,9 per seribu penduduk tahun 2013 menjadi 14,7 per seribu penduduk tahun 2018. Perilaku penolakan terhadap kondisi yang muncul akibat serangan stroke misalnya, malu bertemu dengan orang lain, tidak percaya diri, dan merasa tidak berguna. Jika penerimaan diri seorang menjadi rendah, akan berdampak pada kondisi mentalnya seperti, depresi.Upaya untuk menurunkan tingkat depresi pada penderita stroke dengan terapi alternatif yaitu dengan memberikan terapi musik klasik Mozart sonata no.6. Terapi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat depresi pada pasien stroke non hemoragik di Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah metode evaluasi tindakan terapi musik klasik menurunkan tingkat depresi pada pasien stroke non hemoragik padaNy. D dan Tn. S  dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Setelah dilakukan pengelolaan selama  4 kali dalam 2 hari, hasil yang diperoleh pada Ny.D sebelum diberikan terapi di uji dengan menggunakanHRS-D menunjukkan skore 29 mengalami depresi sedang setelah diberikan terapi menjadi skore 21 mengalami depresi ringan dan Tn.S sebelum diberikan terapi skore 28 mengalami depresi sedangsetelah diberikan terapi skore menjadi 23 mengalami depresi  ringan. Rekomendasi tindakan hasil ini adalah sebagai alternatif dalam menurunkan tingkat depresi pada pasien stroke non hemoragik.Kata Kunci : Depresi, Stroke non hemoragik, Terapi musik klasik ABSTRACT                Stroke is the number one cause of disability in the world. The number of strokes in Indonesia based on the diagnosis of health workers has increased from 10.9 per thousand population in 2013 to 14.7 per thousand population in 2018. Behavior of rejection of conditions that arise due to stroke, for example, is embarrassed to meet other people, not confident, and feel useless. If a person's self acceptance becomes low, it will have an impact on his mental condition such as depression. Efforts to reduce the level of depression in stroke patients with alternative therapies, namely by providing classical music therapy Mozart sonata no.6. This therapy aims to determine the effect of giving classical music therapy to a decrease in the level of depression in non-hemorrhagic stroke patients in the Japanese Village of Mejobo District, Kudus Regency. The method used is a method of evaluating classical music therapy measures to reduce depression in non-hemorrhagic stroke patients in Ny. D and Mr. S with data collection techniques through interviews and observations. After managing it for 4 times in 2 days, the results obtained in Mrs. D before being given therapy were tested using HRS-D showed a score of 29 had moderate depression after being given therapy to score 21 having mild depression and Tn.S before being given score therapy 28 experienced moderate. depression after being given score therapy to 23 experienced mild depression. These recommendations for action results are an alternative in reducing depression rates in non-hemorrhagic stroke patients.Keywords: Depression, non-hemorrhagic stroke, classical music therapy
Pemberian Relaksasi Imajinasi Terbimbing Untuk Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Wilayah Puskesmas Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus Mia Oktaviani; Hirza Ainin Nur
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v6i2.72

Abstract

ABSTRACTHypertension is an increase in systolic blood pressure of at least 140 mmHg or a diastolic pressure of at least 90 mmHg. elderly are individuals who are over 60 years old who have signs of a decline in biological, psychological, social and economic functions. The treatment that will be carried out without drugs is by guided imagination relaxation techniques that are rarely done before. This study aims to determine the effect of Guided Imagination Relaxation Technique on the reduction of blood pressure in hypertensive patients. This study uses descriptive descriptive method by cases study and using the nursing process approach. Retrieving data by measuring blood pressure before and after doing relaxation of the imagination is guided. Guided imagination relaxation is done once a day for 14 days for 15 minutes. The results showed a decrease in respondent 1's blood pressure fluctuations from 160/100 mmHg to 140/90 mmHg, and respondents 2 from 170/110 to 150/90 mmHg. This shows that it is very effective to apply the relaxation of guided imagination to reduce blood pressure in elderly people with hypertension Keywords: Elderly, Hypertension, guided imagination relaxationABSTRAKHipertensi adalah suatu peningkatakan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg. Lanjut usia adalah individu yang berusia diatas 60 tahun memiliki tanda-tanda terjadinya penurunan fungsi-fungsi biologis, psiologis, sosial, dan ekonomi. Pengobatan yang akan dilakukan tanpa obat yaitu dengan teknik relaksasi imajinasi terbimbing yang jarang sekali di lakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Teknik Relaksasi Imajinasi Terbimbing terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi Di Wilayah Puskesmas Jepang Kudus . Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan studi kasus dan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Pengambilan data dengan melakukan pengukuran tekanan darah  sebelum dan sesudah  dilakukannya relaksasi imajinasi terbimbiing. Relaksasi imajinasi terbimbing dilakukan 1 kali dalam satu hari selama 14 hari dengan durasi 15 menit. Hasil penelitian didapatkan penurunan tekanan darah fluktuatif responden 1 dari 160/100 mmHg menjadi140/90 mmHg, dan responden 2  dari 170/110 menjadi 150/90 mmHg. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan relaksasi imajinasi terbimbing efektif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia  penderita hipertensiKata Kunci : Lansia, Hipertensi, Relaksasi imajinasi terbimbing
Penerapan Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap gula darah pada pasien Diabetes Mellitus di Desa Puncel Kecamatan Dukuh seti Kabupaten Pati Sukarmiasih Sukarmiasih; Icca Narayani Pramudaningsih
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v6i2.67

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan salah satu gangguan metabolik akibat pankreas yang tidak cukup memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah diproduksi secara efektif, yang ditandai dengan adanya peningkatan konsentrasi glukosa darah (hiperglikemia),  biasanya disertai dengan munculnya gejala utama yang khas, seperti terbuangnya glukosa bersama dengan urin (glukosuria)2. Pilar utama dalam pengelolaan diabetes mellitus langkah utama yang harus dilakukan adalah pengelolaan non farmakologis. Tindakan non farmakologis untuk penderita diabetes mellitus diantaranya adalah terapi Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif). Relaksasi otot progresif merupakan suatu prosedur untuk mendapatkan tegangan pada otot, dan melepaskan otot, kemudian memusatkan pikiran untuk menjadi rileks.Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif) terhadap gula darah pada pasien diabetes mellitus di Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati.Sempel yang ditemukan 2 responden. Motode dari penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif, data ini diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian pada pemeriksaan gula darah sebelum dilakukan terapi Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif) pada hari pertama pada Ny.T yaitu 486 mg/dl dan Ny.P yaitu 520 mg/dl.Sedangkan hasil pemeriksaan gula darah sesudah dilakukan terapi Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif) pada hari ketujuh pada Ny.T yaitu 107 mg/dl dan Ny.P yaitu 250 mg/dl.Terdapat pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation (relaksasi otot progresif) pada responden 1 dan responden 2 terhadap penurunan gula darah di Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati .Kata Kunci: DiabetesMellitus, Terapi Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif), gula darah. ABSTRACTDiabetes mellitus is one of the metabolic disorders due to pancreas that does not produce enough insulin or the body cannot use insulin that has been produced effectively, which is characterized by an increase in blood glucose concentration (hyperglycemia), usually accompanied by the appearance of typical main symptoms, such as wasting glucose along with urine (glucosuria). The main pillar in the management of diabetes mellitus the main step that must be taken is non-pharmacological management. Non-pharmacological actions for people with diabetes mellitus include progressive muscle relaxation. Progressive muscle relaxation is a procedure to get tension in the muscles, and release muscles, then focus the mind relaxed. The purpose of this case study is to describe the application of progressive muscle relaxation to blood sugar in patients with diabetes mellitus in Puncel Village, Dukuhseti District, Pati Regency. Semple found by 2 respondents. The method of this research is descriptive research design, this data is obtained by interview, observation, and documentation. The results of the study on blood sugar examination before progressive muscle relaxation therapy was carried out on the first day of Ny.T which was 486 mg/dl and Ny.P which was 520 mg/dl. While the results of blood sugar checks after progressive muscle relaxation therapy on the seventh day in Ny.T were 107 mg/dl and Ny.P which was 250 mg/dl. There is an effect of progressive muscle relaxation therapy in respondent 1 and respondent 2 on decreasing blood sugar in Puncel Village, Dukuhseti District, Pati Regency.Key Words : Diabetes Mellitus, Therapy Progressive Muscle Relaxation, blood sugar.
Terapi Relaksasi Otot Progresif Untuk Menurunkan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Akademi Keperawatan Krida Husada Kudus Fharunisa Fayzun; Luluk Cahyanti
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v6i2.68

Abstract

AbstrakStres merupakan respon tubuh terhadap penyebab stres yang menimbulkan ketegangan emosi seseorang. Mahasiswa tingkat akhir, sekelompok individu yang rentan mengalami stres. Prevalensi mahasiswa di dunia yang mengalami stres cukup tinggi berkisar 38–71%. Terapi relaksasi otot progresif yaitu terapi dengan memberikan ketegangan lalu merilekskan otot, rasa rileks yang ditimbulkan dinilai dapat menurunkan tingkat stres. Tujuan studi kasus, menggambarkan penerapan terapi relaksasi otot progresif untuk menurunkan tingkat stres. Metode menggunakan metode evaluasi dengan memfokuskan pada satu masalah penting yang telah dipilih. Hasil studi kasus pada reponden 1 dari stres berat menjadi stres sedang, pada responden 2 dari stres sedang menjadi stres ringan. Kesimpulannya terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir di Akper Krida Husada.Kata Kunci: Stres, Mahasiswa Tingkat Akhir, Terapi Relaksasi Otot Progresif.AbstractStress is the body’s response to the causes of stress which causes a person’s emotional. Final level college student, group of individuals who are prone to stress. The prevalance of college student in the world who experienced of stress is quite high ranging 38–71%. Progressive muscle relaxation is therapy with giving strain then relaxing the muscle, the sense of relaxation that caused is thought to reduce stress levels. The purpose of the case study, describe application progressive muscle relaxation therapy to reduce stress levels. The method uses the evaluation method by focusing one problem that has been chosen. The results of the case studies on respondent 1 from severe stress became moderate stress, in respondent 2 from moderate stress being undemanding stress. The conclusion that progressive muscle relaxation therapy can reduce stress levels in final level college student in nursing academy of Krida Husada Kudus.keywords: Stress, Final Level College Student, Progressive Muscle Relaxation Therapy.
Penerapan Hipnoterapi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Irma Febita; Vera Fitriana
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v6i2.69

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi menjadi salah satu silent killer karena gejala khas dari penyakit ini tidak dirasakan oleh penderitanya. Hipertensi dapat menyerang siapa saja, salah satunya adalah lanjut usia (lansia). Pada lanjut usia, hipertensi menjadi salah satu penyakit utama. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan keadaan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 80 mmHg.Angka kejadian hipertensi di dunia maupun di Indonesia cukup tinggi, bahkan pada tahun 2025 diprediksi 29% orang dewasa akan mengalami hipertensi. Penyakit  hipertensi pada lansia dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup lansia. Salah satu pengobatan non farmakologis yang dapat diterapkan adalah hipnoterapi.Tujuan:untuk menggambarkan penerapan hipnoterapi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.Metode studi kasus:metode yang digunakan  dalam studi kasus ini adalah metode evaluasi tindakan dengan jenis studi kasus deskriptif dan data pada studi kasus diperoleh  melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek pada studi kasus adalah 2 lansia yang menderita hipertensi.Hasil studi kasus : menunjukkan bahwa terdapat pengaruh hipnoterapi terhadap penurunan tekanan darah pada  lansia penderita hipertensi, tekanan darah pada responden 1 yaitu 140/100 mmHg menjadi 130/90 mmHg, sedangkan tekanan darah responden 2 yaitu 140/90 mmHg menjadi 130/90 mmHg.Simpulan :Hipnoterapi efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah, hal ini ditandai dengan adanya penurunan tekanan darah pada kedua klien. Kata kunci : Hipertensi, lansia, hipnoterapi.ABSTRACTBackground: Hypertension is one of the silent killers because the distinctions of this disease are not understood by sufferers. Hypertension can affect anyone, one of them is elderly (elderly). In the elderly, hypertension is one of the main diseases. High blood pressure is more than 120 mmHg and diastolic blood pressure is more than 80 mmHg. The incidence of hypertension in the world and in Indonesian is quite high, even in 2025 it is predicted that 29% of adults will experience hypertension. Hypertension in the elderly can cause a decrease in the quality of life of the elderly. One of the non-pharmacological treatments that can be applied is hypnotherapy. Objective: to evaluate the application of hypnotherapy to decrease blood pressure in elderly people with hypertension.Method of the case study: the method used in this case study is an action evaluation method with a type of descriptive case study and data in a case study obtained through observation, interviews and documentation. The subjects in the case study were 2 elderly who suffered from hypertension. Results:shows that there is an effect of hypnotherapy on decreasing blood pressure in elderly people with hypertension, blood pressure of respondent 1 is 140/100 mmHg to 130/90 mmHg, while the blood pressure of respondent 2 is 140/90 mmHg to 130/90 mmHg.Conclusion : hypnotherapy is effective in helping to lower blood pressure, in the case marked by a drecrease in blood pressure in both clients. Keywords: Hypertension, elderly, hypnotherapy.
Penerapan Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Desa Wangunrejo KecamatanMargorejo Kabupaten Pati Mia Wahyu Apriliani; Jamaludin Jamaludin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v6i2.70

Abstract

ABSTRAK               Hipertensi adalah keadaan tekanan darah seseorang secara konsisten berada diatas 140/90 mmHg dengan salah satunya penyakit yang bisa menjadikan kematian paling atas didunia dengan resiko utama pada penyakit jantung, penyakit stroke, masalah sirkulasi pariferal dan juga penyakit pada ginjal. Untuk mengatasi hipertensi dengan menggunakan tindakan non farmakologis yaitu terapi Progressive Muscle Relaxation untuk menurunkan ketegangan otot, meningkatkan gelombang alfa otak yang terjadi ketika sadar mendapatkan perasaan rileks dan menurunkan tekanan darah tinggi. Metode dalam penulisan ini adalah desain penulisan deskriptif, yaitu suatu penulisan yang dilakukan untuk menggambarkan suatu fenomena yang terjadi didalam masyarakat. Sampelnya ada 3 responden yaituNy.F, Ny J dan Ny.K dilakukan di Desa Wangunrejo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. Data ini diperoleh dengan cara yaitu wawancara, observasi, pemeriksan fisik dan dokumentasi. Setelah dilakukan terapi Progressive Muscle Relaxation selama 7 hari dengan 7 kali pertemuan mengalami penurunan tekanan darah. Responden 1 pada Ny.F mengalami penurunan tekanan darah dari 170/110 mmHg menjadi 130/80 mmHg, responden 2 pada Ny.J mengalami penurunan tekanan darah dari 150/100 mmHg menjadi 110/70 mmHg, sedangkan responden 3 pada Ny.K mengalami penurunan tekanan darah dari 160/100 mmHg menjadi 120/80 mmHg. hal tersebut menunjukan bahwa pemberian terapi Progressive Muscle Relaxation dapat menurunkan tekanan darah. Kata Kunci : Lansia, Hipertensi, Progressive Muscle Relaxation. ABSTRACT                Hypertension is a condition of a person's blood pressure consistently above 140/90 mmHg with one of the diseases that can make the world's top death with a major risk for heart disease, stroke, pariffin circulation problems and also kidney disease. To overcome hypertension by using non-pharmacological actions, namely Progressive Muscle Relaxation therapy to reduce muscle tension, increase the brain's alpha waves that occur when consciously get a feeling of relaxation and reduce high blood pressure. The method in this writing is descriptive writing design, which is a writing that is done to describe a phenomenon that occurs in society. The sample was 3 respondents namely Ny.F, Ny J and Ny.K conducted in Wangunrejo Village, Margorejo Subdistrict, Pati Regency. This data is obtained by means of interviews, observation, physical examination and documentation. After the Progressive Muscle Relaxation therapy was carried out for 7 days with 7 meetings the blood pressure decreased. Respondent 1 to Ny.F had a drop in blood pressure from 170/110 mmHg to 130/80 mmHg, respondent 2 to Ny.J had a drop in blood pressure from 150/100 mmHg to 110/70 mmHg, while respondent 3 in Ny.K experienced drop in blood pressure from 160/100 mmHg to 120/80 mmHg. this shows that Progressive Muscle Relaxation therapy can reduce blood pressure

Page 1 of 1 | Total Record : 7