cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan Integratif
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 9 Documents clear
PEMANFAATAN PELEPAH DAUN KELAPA SAWIT FERMENTASI DENGAN Aspergilus niger DAN LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT PADA PERFORMANS SAPI BALI JANTAN MUSA SENO IBRAHIM
Jurnal Peternakan Integratif Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian pelepah daun kelapa sawit fermentasi dalam pakan memberi nilai ekonomis dan meningkatkan keuntungan penggemukan sapi bali jantan lepas sapih. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun 1 (Sembat) Nagori Marihat Baris Kecamatan Dolok Marlawan Kabupaten Simalungun.Penelitian ini telah dilaksanakan selama tiga bulan yang dimulai pada bulan Januari 2013 sampai Mei 2013. Penelitian ini menggunakan 12 ekor sapi bali jantan dengan rancangan acak kelompok, terdiri atas 4 kelompok yang dibedakan berdasarkan bobot badan sapi. Ada tiga perlakuan yaitu P0 (ransum dengan 25% pelepah daun kelapa sawit segar), P1 (ransum dengan 20% pelepah daun kelapa sawit fermentasi) dan P2 (ransum dengan 30% pelepah daun kelapa sawit fermentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaatan Pelepah Daun Kelapa Sawit yang difermentasi Aspergillus niger terhadap Performans Sapi Bali Jantan terhadap konsumsi pakan (kg/ekor/hari) 7,01; 7,42; 7,05. Rataan pertambahan bobot badan (g/ekor/hari) 0,46; 0,65 dan 0,53. Konversi pakan 15,23; 11,66 dan 13,43. Uji statistik menunjukkan bahwa pelepah daun kelapa sawit fermentasi berbeda nyata (P<0.05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan menurunkan konversi pakan sapi bali jantan. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fermentasi pelepah daun kelapa sawit dengan menggunakan Asprgillus niger dapat meningkatkan konsumsi dan pertambahan bobot badan serta menurunkan konversi pakan sapi bali dibandingkan dengan pelepah kelapa sawit segar.
ANALISIS USAHA PEMANFAATAN DAUN KELAPA SAWIT FERMENTASI DENGAN ASPERGILLUS NIGER DAN LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT TERHADAP PERFORMANS SAPI BALI JANTAN DANI JEFRI
Jurnal Peternakan Integratif Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian pelepah sawit fermentasi dalam pakan memberi nilai ekonomis dan meningkatkan keuntungan penggemukan sapi bali jantan lepas sapih. Penelitian ini akan dilaksanakan di Dusun 1 (sembat) Nagori Marihat Baris Kecamatan Dolok Marlawan Kabupaten Simalungun.Penelitian ini akan dilaksanakan selama tiga bulan yang dimulai pada bulan Januari 2013 sampai Mei 2013. Penelitian ini menggunakan 12 ekor sapi bali jantan dengan rancangan acak kelompok, terdiri atas 4 kelompok yang dibedakan berdasarkan bobot badan sapi. Ada tiga perlakuan yaitu P0 (ransum dengan 25% pelepah kelapa sawit segar), P1 (ransum dengan 20% pelepah kelapa sawit fermentasi) dan P2 (ransum dengan 30% pelepah kelapa sawit fermentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan laba tertinggi adalah pada perlakuan P1 memberikan keuntungan sebesar Rp. 315.254.- dan terkecil pada perlakuan P0 dengan memberikan keuntungan sebesar Rp. 138.245.-. Rataan return cost ratio (R/C) tertinggi adalah pada perlakuan P1 sebesar 1.05 dan terkecil pada perlakuan P0 sebesar 1.02. Rataan Income Over Feed Cost (IOFC) tertinggi pada perlakuan P1 sebesar Rp. 394.754.- dan yang terendah pada perlakuan P0 sebesar Rp. 217.745.-. Kesimpulan adalah pemanfaatan daun kelapa sawit  yang difermentasai dengan Aspergillus niger dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif pada pakan sapi bali.   Kata kunci : analisis usaha, pelepah daun kelapa sawit, fermentasi, Aspergillus niger, sapi bali jantan
STUDI PERILAKU MAKAN DAN BERKUBANG KERBAU LUMPUR (B. bubalis carabanesis) DI KECAMATAN MUNTE, KECAMATAN KABANJAHE DAN KECAMATAN MARDINGDING KABUPATEN KARO Berry Regbuna
Jurnal Peternakan Integratif Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.189 KB)

Abstract

ABSTRACT   Mud buffalo (B. bubalis carabanesis) is very suitable to be developed buffalo in North Sumatra, Indonesia . In recent years , the buffalo population has declined each year . One was caused by a lack of knowledge of the biological behavior of farmers in buffalo so do not reproduce as expected . This research  aims to determine the behavior of  ingestive and wallow of mud buffalo ( B. bubalis carabanesis ) in Munte District , Kabanjahe District District   and Mardingding District , Karo Regency. This research  was conducted to 6 buffaloes that adult male buffalo , buffalo young male , adult female buffalo , buffalo young female , male calves and female calves in each district . This study uses the Zero One 15 minute intervals performed at 09.00 am - 04.00 pm. The results showed the highest activity of ingestive and rumination on Kabanjahe District and Mardingding is equal to 9.23 times and 5.06 times , and the lowest was on Munte District is equal to 8.74 times and 2.67 times . Frequency Wallow  behavior is highest in Kabanjahe District is equal to 1.40 times / day . As well as the lowest was in Munte District and Mardingding District is equal to 1.00 times/day . While the highest duration of wallowing   in Mardingding District  is 30.55 minutes , and the lowest was in Kabanjahe District is 11.57 minutes. Keywords :  Ingestive  Behavior, Wallowing Behavior, Mud Buffalo.   ABSTRAK   Kerbau lumpur (B. bubalis carabanesis) merupakan kerbau yang sangat cocok dikembangkan di Sumatera Utara, Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir,  populasi kerbau semakin menurun tiap tahunnya. Salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan peternak dalam tingkah  laku biologis kerbau sehingga tidak bereproduksi seperti yang diharapkan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku makan dan tingkah laku berkubang kerbau lumpur (B. bubalis carabanesis) di Kecamatan Munte, Kabanjahe dan Mardingding, Kabupaten Karo. Penelitian ini dilakuakn terhadap 6 ekor kerbau yaitu kerbau jantan dewasa, kerbau jantan muda, kerbau betina dewasa, kerbau dara, anak kerbau jantan dan anak kerbau betina di tiap kecamatan. Penelitian ini menggunakan metode One Zero dengan interval 15 menit dilakukan pada pukul 09.00 – 16.00 WIB.        Hasil penelitian menunjukkan aktivitas makan dan ruminasi tertinggi pada Kecamatan Kabanjahe  dan Mardingding yaitu sebesar 9,23 kali dan 5,06 kali serta yang terendah terdapat pada Kecamatan Munte yaitu sebesar 8,74 kali dan 2,67 kali. Frekuensi tingkah laku berkubang tertinggi terdapat pada Kecamatan Kabanjahe yaitu sebesar 1,40 kali/hari. Serta yang terendah terdapat di Kecamatan Munte dan Mardingding yaitu sebesar 1,00 kali/hari. Sedangkan durasi berkubang tertinggi terdapat di Kecamatan Mardingding yaitu 30,55 menit, dan yang terendah terdapat di Kecamatan Kabanjahe yaitu 11,57 menit.   Kata kunci : Tingkah Laku Makan, Tingkah Laku Berkubang, Kerbau Lumpur.
ANALISIS PROFIL PETERNAK TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN PANCUR BATU KABUPATEN DELI SERDANG arief permana
Jurnal Peternakan Integratif Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.058 KB)

Abstract

ABSTRACT This research was conducted at subdistrict of Pancur Batu district of Deli Serdang North Sumatera, began on September 2012 until Januari 2013. These research aims to know analysis of farmer profile for farmer income. This study used survey method with a unit of  family who maintains beef cattle. Sampels obtained through  Proportional Stratified Random Sampling method and retrieved 147 people farmers in the sample, which was from the Baru village, Tuntungan II village, Sukaraya village, Sei Glugur village, Tanjung Anom village and  Tuntungan I village, each amounted to 36, 31, 29, 21, 18 and 12 farmers. The results showed that business scale positive effect on the  farmer income. Education level and farmer family obligation negative effect on the farmer income. Farmer age, farming experience, level of generation farmer and system management no significant effect  on the farmer income at subdistrict of Pancur Batu district of Deli Serdang North Sumatera. Keywords: Farmer Profile, Farmer  Income, Beef Cattle, ABSTRAK   Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara mulai September 2012 sampai Januari 2013.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis profil peternak terhadap pendapatan peternak.Penelitian ini menggunakan metode survei dengan unit responden keluarga yang memelihara ternak sapi potong.Sampel diperoleh melalui metode Proportional Stratified Random Sampling dan diperoleh 147 orang peternak sebagai sampel, yaitu dari desa Baru, desa Tuntungan II, desa Sukaraya, desa Sei Glugur, desa Tanjung Anom dan desa Tuntungan I, masing-masing berjumlah 36, 31, 29, 21, 18 dan 12 orang peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala usaha berpengaruh positif terhadap pendapatan peternak.Tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga berpengaruh negatif terhadap pendapatan peternak.Umur peternak,pengalaman beternak,tingkat generasi peternak dan sistem pemeliharaan menberikan pengaruh yangtidak signifikan terhadap pendapatan peternak sapi potong di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.   Kata Kunci : Profil Peternak, Pendapatan Peternak, Sapi Potong,
PEMANFAATAN JERAMI PADI DENGAN BERBAGAI TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN TERHADAP PERSENTASE NON KARKAS DAN PERSENTASE DAGING TANPA TULANG PADA DOMBA JANTAN LOKAL deniel turnip
Jurnal Peternakan Integratif Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.185 KB)

Abstract

ABSTRACT Rice straw is an agricultural waste in Indonesia that can be used as animal feed. This research aimed to determine the effect of feed processing technologies for non carcass percentage boneless percentage on the local ram (± 6 – 8 month). The design used in this research was completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. Treatment consists of P1 (mechanically treated rice straw with chopper), P2 (chemically treated rice straw with 2-3 % NaOH), P3 (biologically treated rice straw with Aspergillus niger) and P4 (rice straw treated mechanically,chemically and biologically).The results show the percentage of head weight (%) in the treatment of P1, P2, P3 and P4 is 9.06; 9.81; 9.36, and 9.65, the percentage of foot weight (%) 4.41; 4.84; 4.21, and 4.64, the percentage of skin weight (%) 7.07; 8.65; 8.88 and 8.79, the percentage of internal organs weights (%) 12.77; 11.66; 12.56 and 11.20 and boneless percentage (%) 64.47ab; 63.43a; 69.21b, and 65.04ab. Results of variance analysis showed that the rice straw feed processing technology  significantly decreased the percentage weight of the head, feet, skin and internal organs (P> 0.05), but significantly increased the percentage of boneless meat (P< 0.05). Conclusion of the study the use of feed technology on rice straw were not give significantly different effect on  percentage weight of the head, feet, skin and internal organs and give significantly effect on  percentage of boneless meat. Keywords: Ram, Rice Straw,Aspergillus niger, non carcass and Boneless   ABSTRAK Jerami padi merupakan limbah pertanian yang terbesar di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi pengolahan pakan pada jerami padi terhadap persentase non karkas dan persentase daging tanpa tulang pada domba jantan lokal umur ± 6 – 8  bulan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas P1 (jerami padi diolah secara mekanik dengan chopper), P2 (jerami padi diolah secara kimiawi dengan NaOH konsentrasi 2-3%), P3 (jerami padi diolah secara biologi dengan Aspergillus niger) dan P4 (jerami padi diolah secara mekanik, kimiawi dan biologi). Hasil penelitian menunjukkan persentase bobot kepala (%) pada perlakuan P1, P2, P3 dan P4 adalah 9,06; 9,81; 9,36; dan 9,65, persentase bobot kaki (%) 4,41; 4,84; 4,21; dan 4,64, persentase bobot kulit (%) 7,07; 8,65; 8,88 dan 8,79, persentase bobot organ dalam (%) 12,77; 11,66; 12,56 dan 11,20 dan persentase boneless (%) 64,47ab; 63,43a; 69,21b; dan 65,04ab. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian jerami padi dengan pengolahan teknologi pakan secara signifikan menurunkan persentase bobot kepala, kaki, kulit dan organ dalam (P>0,05), tetapi secara signifikan menaikkan persentase daging tanpa tulang (P>0,05). Kesimpulan hasil penelitian penggunaan teknologi pakan pada jerami padi memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap persentase bobot kepala, kaki, kulit dan organ dalam dan memberikan perbedaan yang nyata terhadap persentase daging tanpa tulang. Kata kunci: Domba, Jerami Padi, Aspergillus niger, Non Karkas, dan Daging tanpa Tulang
ANALISIS USAHA PEMANFAATAN POD KAKAO (Theobroma cacao L.) YANG DIFERMENTASI DENGAN Rhizopus sp, Saccharomyces sp dan Lactobacillus sp TERHADAP BABI JANTAN PERANAKAN LANDRACE idris pardosi
Jurnal Peternakan Integratif Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.837 KB)

Abstract

ABSTRACT   This research aims to examine the financial analysis of the utilization of cacao pod fermented by Rhizopus sp, Lactobacillus sp and Sacharomyces sp in feed  for swine fattening. Financial analisis concist of profit and loss, IOFC (Income Over Feed Cost) and R /C ratio (Revenue Cost Ratio). The experiments    was  conducted  at  Jalan Pintu Air Kwala Bekala Medan from July until  September 2012. The  research  using 20 male  swine  landrace crossbreed with an average initial body weight  for  group 1-5 : 24.76 ± 1.31 kg, 29.73 ± 1.15 kg, 36.30 ± 4.41 kg, 43.38 ± 2.22 kg, and 49.43 ± 2.32 kg, respectively. The treatments was given  P0 (0%), P1 (10%), P2 (20%) and P3 (30%) cacao pod fermented in diet. This result indicated that treatments gave different results, Total Cost  (Rp/head) for treatments for P0, P1, P2 and P3 were 1.545.410,6, 1.489.161,7, 1.451.537,5 and 1.465.170,6, respectively, Total income (Rp/head) were 1.953.840, 1.888.880, 1.850.800 and 1.760.640, respectively, Profit and loss (Rp/head) were  430,829.38; 422,118.34; 421,662.49; and 317,869.4, respectively , while for IOFC (Rp/head)  were 901, 600; 875 280; 841 680; and 722. 960, respectively and for  R/C ratio were 1.28; 1.28l; 1.29; and 1,21, respectively. The conclusion of  this research is fermented cacao pod by Rhizopus sp, Saccharomicyes sp and Lactobacillus sp feasible for swine diet. Keyword : Analysis of Financial, Fermented Cacao Pods, Swine ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui analisis usaha dari pemanfaatan pod kakao difermentasi dengan Rhizopus sp, Sacharomyces sp dan Lactobacillus sp pada ternak babi peranakan landrace selama  penggemukan. Analisis usaha yang dapat dilihat dari Laba-rugi, IOFC (Income Over Feed Cost) dan R/C ratio (Revenue Cost Ratio). Penelitian dilaksanakan di Jalan Pintu Air Kwala Bekala Medan Johor dari bulan Juli  sampai bulan  September 2012. Penelitian menggunakan 20 ekor ternak babi jantan peranakan Landrace dengan rataan bobot badan awal kelompok 1-5 : 24,76±1,31 kg; 29,73±1,15 kg; 36,30±4,41 kg;  43,38±2,22 kg; dan 49,43±2,32 kg. Perlakuan yang diberikan adalah P0 (0%), P1 (10%), P2 (20%) dan P3 (30%) pod kakao fermentasi dalam ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis  usaha pemanfaatan kulit kakao yang difermentasi dengan Rhizopus sp, Saccharomicyes sp dan Lactobacillus sp memberikan hasil yang berbeda. Hasil penelitian untuk perlakuan P0, P1, P2 dan  P3: nilai Biaya produksi (Rp/ekor) berturut-turut 1.545.410,6, 1.489.161,7, 1.451.537,5 dan 1.465.170,6, Hasil produksi (Rp/ekor) berturut-turut 1.953.840, 1.888.880, 1.850.800 and 1.760.640, Laba-rugi (Rp/ekor)  berturut-turut 430.829,38; 422.118,34; 421.662,49 dan 317.869,4, IOFC berturut-turut (Rp/ekor)  901.600; 875.280; 841.680; dan 722.960, R/C ratio berturut-turut 1,28; 1,28; 1,29; dan 1,21. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah usaha pemanfaatan pod kakao yang difermentasi dengan Rhizopus sp, Saccharomicyes sp dan Lactobacillus sp layak pada ternak babi.   Kata Kunci: Analisis Usaha, Pod Kakao, Fermentasi, Babi.
PRODUKTIVITAS PASTURA CAMPURAN PADA BERBAGAI TINGKAT NAUNGAN DAN LEVEL PEMUPUKAN maradona berutu
Jurnal Peternakan Integratif Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.88 KB)

Abstract

ABSTRACT The research is a step to address the narrow land productivity by fostering higher quality forage to the influence of nutrients on the plants and the sun setting directly into the plant. The purpose of this study was to determine the response of pasture mixtures at various levels of shade and fertilization on forage production (dry matter), and nutrition. The method used is the design of plots divided (Split-split plot), where the main plot is the shade (without shade, shade by shade density of 1,7 mm and 0,2 mm density), is the subplot level of fertilization (T0: without fertilization, and T1: 100 kg Urea + 50 kg SP-36 + 50 kg KCl per hectare), and the kids are pasture plots consisting of (P0: Arachis glabrata + Calopogonium muconoides + Centrocema pubescens. P1: Stenotaphrum secundatum + Brachiaria humidicola + Pueraria  javanica + Arachis glabrata, P2: Stenotaphrum secundatum + Brachiaria humidicola + Pueraria javanica + Calopogonium muconoides and P3: Stenotaphrum secundatum + Brachiaria humidicola + Pueraria javanica + Centrocema pubescens). The results showed that the dry matter pastures are not significantly different effect on the level of shade and fertilizer levels. Highest dry matter results found in N2T1P1 is equal 1.7065,60 kg / ha / year. Meanwhile, crude protein content give different influences evident, where the highest crude protein content in treatment N2T1P1 taker 19,51%. The gross fibers give different influences evident, where the highest crude fiber content in treatment N0T0P2 taker 42,49%. The gross fat give influence significantly different, where the highest The gross fat in treatment N2T1P1 taker 4,07%. Keywords: Productivity pastures, pasture mixture, shade, fertilizer, nutrition. ABSTRAK Penelitian ini merupakan langkah untuk mengatasi masalah lahan yang sempit yaitu dengan cara meningkatkan produktivitas hijauan yang lebih berkualitas dengan pengaruh unsur hara pada tanaman dan pengaturan sinar matahari langsung ke tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pastura campuran pada berbagai tingkat naungan dan pemupukan terhadap produksi hijauan (bahan kering),  dan kandungan nutrisi,. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan petak-petak terbagi (Split-split Plot), dimana sebagai petak utama adalah naungan (tanpa naungan, naungan dengan kerapatan 1,7mm dan naungan dengan kerapatan 0,2mm), anak petak adalah level pemupukan (T0 : tanpa pemupukan, dan T1: 100kg Urea + 50kg SP-36 + 50kg KCl per hektar), dan anak-anak petak yaitu pastura yang terdiri dari (P0: Arachis glabrata + Calopogonium muconoides + Centrocema pubescens. P1: Stenotaphrum secundatum + Brachiaria humidicola + Pueraria  javanica + Arachis glabrata, P2: Stenotaphrum secundatum + Brachiaria humidicola + Pueraria javanica + Calopogonium muconoides dan P3: Stenotaphrum secundatum + Brachiaria humidicola + Pueraria javanica + Centrocema pubescens). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan kering pastura tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada tingkat naungan dan level pemupukan. Hasil bahan kering paling tinggi terdapat pada N2T1P1 yaitu sebesar 17.065,60 kg/ha/tahun. Sementara itu, kandungan protein kasar memberikan pengaruh yang berbeda nyata, dimana kandungan protein kasar paling tinggi terdapat pada perlakuan N2T1P1 yaitu sebesar 19,51%. Serat kasar memberikan pengaruh  yang berbeda nyata, dimana kandungan serat  kasar paling tinggi terdapat pada perlakuan N0T0P2 yaitu sebesar 42,49%. Lemak kasar memberikan pengaruh berbeda nyata, dimana lemak kasar paling tinggi terdapat pada perlakuan N2T1P1 yaitu sebesar 4,07%.   Kata kunci: Produktivitas pastura, pastura campuran, naungan, pemupukan, kandungan nutrisi
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN SIEMPAT NEMPU HULU KABUPATEN DAIRI sartika bancin
Jurnal Peternakan Integratif Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.855 KB)

Abstract

ABSTRACT Beef cattle fattening business the sideline majority of the community in the Siempat Nempu Hulu subdistrict where there are differences in the profile of the community. Therefore need to analyze farmer income beef cattle in these subdistricts. This research was conducted in the Siempat Nempu Hulu subdistrict Dairi district, which began on Juny  until September 2013. This study used respondents, who had  beef cattle traditional fattening. Samples obtained through proportional stratified random sampling method and retrieved 69 farmers, there was 42 respondens of Gunung Meriah, 21 respondens of Silumboyah and  6 respondens of Sungai Raya. Income data analysis methods using multiple linear regression analysis. The results showed that the scale of business, education level farmer positive effect on increasing revenue beef cattle. While age, ecperience and number of dependents negatively affect earnings beef cattle farmers in Siempat Nempu Hulu subdistrict Dairi district. Keywords: Farmer Profile, Income Farmers, Beef Cattle Fattening ABSTRAK Peternakan sapi potong penggemukan merupakan usaha sampingan mayoritas masyarakat di Kecamatan Siempat Nempu Hulu dimana terdapat perbedaan profil dari masyarakat tersebut.  Oleh sebab itu perlu diketahui analisis pendapatan peternak sapi potong di kecamatan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi Propinsi Sumatera Utara mulai bulan Juni sampai  September 2013. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan unit responden keluarga yang memelihara ternak sapi potong. Sampel diperoleh melalui metode Proportional Stratified Random Sampling dan diperoleh 69 orang peternak , yaitu dari desa Gunung Meriah berjumlah 42 responden, desa Silumboyah berjumlah 21 responden dan desa Sungai Raya berjumlah 6 responden. Metode analisis data pendapatan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa skala usaha, pendidikan peternak berpengaruh positif terhadap pendapatan peternak sapi potong sedangkan umur, pengalaman beternak dan jumlah tanggungan keluarga berpengaruh negatif terhadap pendapatan peternak sapi potong.   Kata Kunci:  Profil  Peternak,  Pendapatan  Peternak,.Penggemukan Sapi
PEMANFAATAN KULIT DAGING BUAH KOPI FERMENTASI DENGAN MIKROORGANISME LOKAL TERHADAP PERFORMA KERBAU MURRAH JANTAN wesly sihombing
Jurnal Peternakan Integratif Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.263 KB)

Abstract

ABSTRACT Pod coffee fermented with local microorganism can be increase the protein content of feed that has implications for the increased quality of feed. The objective of this research to determine the effect of pod coffee fermented with local microorganism in concentrate on feed intake, average daily gain and feed conversion ratio of males murrah buffalo (Bubalus bubalis). The research conducted at the Balai Pembibitan Ternak Unggul Babi dan Kerbau  in Silangit village, Siborong-borong Subdistrict at North Tapanuli District, North Sumatra Province on April 2012 until September 2012. The research used four head males Murrah buffaloes with initial body weight 174,23 ± 11,57 kg. The design of this experiment used latin square design (LSD) with 4 treatments. The treatments consist of P0 (20% pod coffee non fermented on concentrate); P1 (10% pod coffee fermented on concentrate); P2 (20% pod coffee fermented on concentrate) and P3 (30% pod coffee  fermented on concentrate). The result of this research showed that the average feed intake (kg/head/day) on treatments P0, P1, P2 and P3 is 6,51; 7,06; 6,93 and 6,87 respectively. Average daily gain (kg/head/day) on treatments P0, P1, P2 and P3 is 0,46; 0,67; 0,58 and 0,53 respectively. Average feed conversion ratio on treatments P0, P1, P2 and P3 is 14,29; 10,53; 12,60 and 12,90 respectively. Statistically shows that the ultilization of pod coffee fermented with local microorganism significantly different (P<0,05) on feed intake and feed conversion, but very significantly different (P<0,01) on average daily gain of murrah buffalo. The conclusion of this research is pod coffee fermented with local microorganism give a positive effect on feed intake, average daily gain, feed conversion ratio and can be used as an alternative feedstuff until 30% on concentrate of murrah buffalo. Keywords: Pod coffee, fermentation, local microorganism, murrah buffalo   ABSTRAK Kulit daging buah kopi yang difermentasi dengan mikroorganisme lokal  meningkatkan kandungan protein yang berimplikasi pada peningkatan kualitas pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kulit daging buah kopi yang difermentasi dengan mikroorganisme lokal dalam konsentrat terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan kerbau murrah jantan (Bubalus bubalis). Penelitian dilaksanakan di Balai Pembibitan Ternak Unggul Babi dan Kerbau di desa Silangit Kecamatan Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada bulan April 2012 – September 2012. Penelitian ini menggunakan empat ekor kerbau Murrah jantan dengan rataan bobot awal 174,23 ± 11,57 kg. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan bujur sangkar latin (RBSL) dengan 4 perlakuan. Perlakuan terdiri atas P0 (20% kulit kopi tanpa fermentasi dalam konsentrat); P1 (10% kulit kopi fermentasi dalam konsentrat); P2 (20% kulit kopi fermentasi dalam konsentrat) dan P3 (30% kulit kopi fermentasi dalam konsentrat). Hasil penelitian menunjukkan rataan konsumsi pakan berdasarkan bahan kering (kg/ekor/hari) pada perlakuan P0, P1, P2  dan P3 berturut-turut adalah 6,51; 7,06; 6,93 dan 6,87. Rataan pertambahan bobot badan (Kg/ekor/hari) pada perlakuan P0, P1, P2  dan P3 berturut-turut adalah 0,46; 0,67; 0,58 dan 0,53. Rataan konversi pakan pada perlakuan P0, P1, P2  dan P3 berturut-turut adalah 14,29; 10,53; 12,60 dan 12,90. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian berbagai level kulit kopi fermentasi dengan mikroorganisme lokal berbeda nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan dan konversi pakan, namun berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan kerbau murrah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kulit daging buah kopi yang difermentasi dengan mikroorganisme lokal memberikan pengaruh positif terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif sampai level 30% dalam konsentrat kerbau Murrah (Bubalus bubalis). Kata kunci: kulit daging buah kopi, fermentasi, mikroorganisme lokal, kerbau murrah

Page 1 of 1 | Total Record : 9