cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI UNTUK IDENTIFIKASI BEBAN LEBIH DAN ESTIMASI RUGI-RUGI PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH Yoakim Simamora; Panusur Tobing
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dalam sistem 3 fasa, ketidakseimbangan beban transformator sangat sering terjadi. Hal ini merupakan akibat beban listrik yang tidak sama maupun karena banyaknya penambahan beban-beban listrik yang tidak memperhatikan ketidakseimbangan beban sistem. Pada saat perencanaan pembagian beban transformator pada sisi R, S, T pada umumnya dirancang secara seimbang. Akan tetapi pada kenyataan yang terjadi, pembagian bebannya tidak dapat seimbang. Apabila tidak diperhatikan dengan baik, beban listrik yang mengakibatkan ketidakseimbangan beban pada transformator dapat juga menngakibatkan beban lebih pada sistem kelistrikan serta rugi-rugi pada jaringan tegangan rendah. Bila hal ini terjadi kerja transformator menjadi tidak handal. Perhitungan besarnya ketidakseimbangan beban transformator dibutuhkan untuk mengantisipasi  terjadinya beban lebih pada transformator akibat penambahanbebanlistrik yang tidak memperhatikan ketidakseimbangan. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis ketidakseimbangan bebantransformator distribusi untuk identifikasi beban lebihdan dapat juga mengetahui besarnya rugi-rugi pada jaringan tegangan rendah akibat arus netral, setelah dilakukan perhitungan dan simulasi diperoleh persentase pembebanan tertinggi sebesar 127,02% pada transformator ML 227, dan rugi-rugi jaringan tegangan rendah adalah sebesar 1,0 kW dan 13,0 kVAR pada transformator ML059, serta ada 3 transformator yang di identifikasi berbeban lebih yaitu ML059, ML 354, dan ML425.
ANALISIS QUALITY OF SERVICE (QoS) JARINGAN INTERNET DI SMK TELKOM MEDAN Rahmad Saleh Lubis; Maksum Pinem
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.322 KB)

Abstract

Kualitas Layanan atau Quality of Service merupakan metode pengukuran tentang seberapa baik jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefiniskan karakteristik dan sifat dari suatu servis. Mengacu pada dibuatnya layanan pembelajaran online dilingkungan SMK Telkom Medan yang memiliki 3 gedung yaitu Gedung A, Gedung B dan Gedung C dan total siswa 828 siswa dengan kapasitas bandwith internet 24Mbps maka diperlukan pengukuran untuk mengetahui seberapa besar kualitas layanan yang harus dipenuhi. Pada tulisan ini, dibahas metode action research dengan model sistem monitoring QoS. Dari hasil analisis pengukuran paramater QoS yang terdiri dari Packet Loss, Delay, Jitter dan Throughput maka didapat nilai QoS untuk gedung A dengan indeks 93,81 dengan kategori “Memuaskan”, nilai QoS untuk gedung B dengan indeks 94,87 dengan kategori “Memuaskan”, dan nilai QoS untuk gedung C dengan indeks 94,60 dengan kategori “Memuaskan”.
ANALISIS PERBANDINGAN PENGARUH BEBAN SEIMBANG DAN TIDAK SEIMBANG TERHADAP REGULASI TEGANGAN DAN EFISIENSI PADA BERBAGAI HUBUNGAN BELITAN TRANSFORMATOR TIGA FASA Yuliana Tanjung; Rachman Hasibuan
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.253 KB)

Abstract

Transformator merupakan sebuah alat listrik statis yang dapat menyalurkan energi listrik dalam bentuk AC melalui gandengan magnet yang dapat menaikkan atau menurunkan tegangan. Transformator yang digunakan untuk menyalurkan energi listrik adalah transformator tiga fasa. Pada transformator tiga fasa terdapat berbagai hubungan belitan yaitu hubungan Y, ∆ dan Z. Masing-masing hubungan tersebut memiliki efisiensi dan regulasi tegangan yang berbeda-beda. Pada tulisan ini dilakukan penelitian untuk mendapatkan nilai daya, cos pi dan arus beban pada setiap fasa dengan tegangan awal konstan 220 Volt dengan variasi beban kombinasi RLC. Penelitian menggunakan hubungan belitan Yy0, Yd11, Dd0 dan Dy5 sehingga dari parameter-parameter tersebut akan diperoleh nilai efisiensi dan regulasi tegangan. Nilai efisiensi yang terbaik adalah pada hubungan belitan Yy0 pada saat beban tidak seimbang terhubung wye yaitu sebesar 97,8%. Sedangkan regulasi tegangan yang terendah adalah pada beban tidak seimbang terhubung delta hubungan transformator Dy5 sebesar 2,32%.
ANALISIS KINERJA ROUTING DINAMIS DENGAN TEKNIK RIP (ROUTING INFORMATION PROTOCOL) PADA TOPOLOGI RING DALAM JARINGAN LAN (LOCAL AREA NETWORK) MENGGUNAKAN CISCO PACKET TRACER Febri uswatun hasanah; Naemah Mubarakah
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.735 KB)

Abstract

Abstrak Perkembangan jaringan komputer saat ini begitu pesat, monitoring jaringan komputer menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan. Koneksi jaringan komputer merupakan suatu hal yang mendasar dalam suatu jaringan, karena bila koneksi itu bermasalah, maka semua jenis aplikasi yang dijalankan melalui jaringan komputer akan menghasilkan kinerja yang buruk. Begitu juga unjuk kerja dari sebuah jaringan, bila suatu parameter dari sebuah jaringan bermasalah, kualitas jaringan tersebut juga akan berkurang. Pada paper ini, akan dianalisis kinerja jaringan LAN menggunakan teknik pe-routing-an dinamis RIP (Routing Information Protocol) pada topologi ring menggunakan software Cisco Packet Tracer dengan menghubungkan empat buah gedung di mana  setiap gedung mempunyai sepuluh PC, satu switch dan satu router. Adapun kinerja jaringan yang akan dianalisis adalah delay, packet loss, dan througput. Nilai rata-rata delay yang dihasilkan dari masing-masing pengujian adalah 111 ms, 133 ms, dan 108 ms. Nilai rata-rata packet loss yang dihasilkan dari masing-masing pengujian adalah 2,5%. Sementara nilai rata-rata throughput dari masing-masing pengujian adalah 1 kbps, 0,584 kbps, dan 0,763 kbps.   Kata Kunci: LAN, Topologi Ring, Router Dinamis RIP, Cisco Packet Tracer.
ANALISIS KINERJA ROUTING DINAMIS DENGAN TEKNIK OSPF (OPEN SHORTEST PATH FIRST) PADA TOPOLOGI MESH DALAM JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) MENGGUNAKAN CISCO PACKET TRACER Yovie Dwi Villasica; Naemah Mubarakah
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.692 KB)

Abstract

Abstrak Salah satu jaringan telekomunikasi yang sedang berkembang adalah jaringan Local Area Network (LAN).  LAN telah menjadi suatu teknologi yang sangat banyak digunakan baik di perusahaan, kantor, kampus, sekolah ataupun di perumahan. Local Area Network (LAN) adalah sekumpulan komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu area tertentu yang tidak begitu luas. Tulisan ini menganalisis perancang sebuah jaringan LAN  mengunakan teknik peroutingan dinamis OSPF (Open Shortest Path First) pada topologi mesh untuk menghubungkan 4 buah gedung yang dimasing-masing gedungnya mempunyai 10 PC,satu switch dan satu router. Selain itu, juga membahas kinerja jaringan LAN dengan routing dinamis, yaitu menganalisa parameter  kinerja jaringan LAN antar gedung seperti delay, packet loss, dan throughput. Berdasarkan hasil pengujian didapat nilai  delay yaitu 76.6 ms, 96.5 ms dan 90.3 ms, nilai  packet loss untuk setiap pengujian pada masing-masing gedung yaitu sebesar 2,5% dan untuk rata-rata hasil throughput yaitu 0,998 kbps, 1,066 kbps dan 1,0608 kbps.   Kata Kunci: LAN, Topologi Mesh, Router Dinamis Teknik OSPF, Cisco Packet Tracer.
ANALISIS KINERJA JARINGAN ATM MENGGUNAKAN SIMULATOR OPNET Aprial Umardi; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.654 KB)

Abstract

Jaringan ATM merupakan jaringan yang mengintegrasikan semua jenis trafik baik data, suara, maupun video ke dalam paket-paket kecil berukuran 53 byte yang disebut sel yang kemudian dikirimkan melalui jaringan ke tujuannya. Kemampuan jaringan ini melakukan transfer data dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi dan kemampuannya menyediakan Quality of Service (QoS) dengan berbagai kategori layanan yang berbeda menjadikan jaringan ini dipilih oleh ITU-T untuk menjadi jaringan backbone untuk teknologi B-ISDN. Analisis kinerja jaringan ATM dapat dilakukan dengan metode simulasi menggunakan bantuan software komputer. Dalam tulisan ini, digunakan perangkat lunak OPNET untuk memodelkan dan mendapatkan kinerja jaringan ATM. Parameter kinerja yang akan dianalisis adalah Cell Transfer Delay (CTD), Cell Delay Variation (CDV), dan Cell Loss Ratio (CLR), dengan mengamati pengaruh jumlah node, kapasitas buffer, trafik imbalance, dan juga trafik bursty. Hasil dari simulasi yang dilakukan menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah node, maka semakin besar nilai CTD, CDV, dan CLR. Trafik imbalance dapat memperbesar CTD, CDV, dan CLR. Semakin kecil kapasitas buffer, maka nilai CTD semakin kecil sedangkan nilai CDV dan CLR semakin besar. Hasil simulasi juga menunjukkan bahwa semakin besar trafik bursty, maka CTD, CDV, dan CLR juga semakin besar.
ANALISIS BANDWIDTH KANAL CATV MENGGUNAKAN MODULATOR TELEVES 5857 DAN ZINWEL C1000 Mulia raja harahap; Maksum Pinem
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam jaringan community antenna television, modulator memegang peranan penting untuk merubah sinyal audio video dari receiver satellite menjadi sinyal radio frekuensi. Sistem modulasi dari modulator tersebut adalah amplitudo modulasi. Modulasi yang digunakan adalah double-sideband atau vestigial-sideband. Untuk mencapai kualitas jaringan community antenna television yang memenuhi standar, perlu diperhatikan tipe modulator yang digunakan. Paper ini menganalisa bandwidth kanal community antenna television dan perbandingan carrier to noise (C/N) menggunakan modulator Televes 5857 dan modulator Zinwel C1000-UVM. Dari hasil pengukuran dan perhitungan diketahui bahwa modulator Zinwell C1000-UVM menggunakan modulasi vestigial-sideband, bandwidth kanal 7 MHz dan ratio carrier to noise 62,2 dB. Modulator Televes 5857 menggunakan modulasi dual-sideband, bandwidth kanal 12 MHz dan ratio carrier to noise 62,2 dB. Besarnya bandwidth berbanding lurus dengan noise yang ditimbulkan. Modulator Zinwell C1000-UVM cocok digunakan untuk jaringan community antenna television yang lebih luas. Sedangkan modulator Televes 5857 cocok digunakan untuk jaringan yang lebih kecil. Kata kunci : Jaringan CATV, Bandwith dan C/N
ANALISIS KINERJA JARINGAN SWITCHING BANYAN Louis Putra Yudha Sirait; M Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.403 KB)

Abstract

Jaringan Banyan, Probabilitas Blocking, Crosspoint, Retrial
SIMULASI MODEL ANTENA MIKROSTRIP PATCH SEGIEMPAT DENGAN PENCATUAN APERTURE COUPLED UNTUK APLIKASI WIMAX 2,35 GHz Giat Fransisco Batubara; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.74 KB)

Abstract

Abstrak WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Acces) merupakan teknologi wireless yang menawarkan jasa telekomunikasi dengan bandwidth yang lebar dan bit rate yang besar sehingga mampu menyediakan berbagai aplikasi meliputi suara, video dan data dengan kecepatan yang tinggi. Untuk mencakup area yang sangat luas serta mampu melayani subscriber dengan keadaan Line Of Sight (LOS) maupun  Non-Line Of Sight maka dibutuhkan salah satu perangkat pada sistem WiMAX adalah antena. Salah satu antena yang digunakan pada sistem WiMAX ini adalah  antena mikrostrip. Antena mikrostrip merupakan antena yang sangat popular memiliki keunggulan dan memenuhi permintaan akan antena yang kecil dan ringan sehingga kompatibel dan mudah diintegrasikan.  Antena mikrostrip terdiri dari 3 komponen yaitu patch yang merupakan lapisan teratas, substrat yang menggunakan bahan dielektrik, dan groundplane yang merupakan bagian paling bawah. Tujuan dari paper ini adalah mensimulasikan model sebuah antena mikrostrip patch segiempat dengan pencatuan aperture coupled dapat digunakan untuk aplikasi WiMAX 2,35 GHz dengan ukuran dimensi patch 52 x 41 mm, ukuran saluran pencatu 3 x 1,9 mm, ukuran substrate 74 x 69,5 dan ukuran slot aperture 46 x 3 mm. Antena mikrostrip yang dihasilkan bekerja pada frekuensi 2,35 GHz. Adapun hasil yang didapat setelah dilakukan simulasi berupa VSWR 1,30 serta gain 1,354407.  
PENGARUH STANDAR DEVIASI SHADOW FADING TERHADAP KINERJA ALGORITMA SUBOPTIMAL SIGNAL DEGRADATION HANDOFF (SDH) Mediska Simanjuntak; Maksum Pinem
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.329 KB)

Abstract

Abstrak     Untuk kelangsungan komunikasi seluler, handoff sangat diperlukan agar percakapan yang terjadi antar pelanggan tetap berlangsung tanpa terputus, meskipun pelanggan berpindah sel/wilayah. Apabila terjadi kegagalan handoff berakibat dropcall yaitu terputusnya hubungan saat percakapan sedang berlangsung. Paper ini, membahas tentang bagaimana pengaruh standar deviasi shadow fading terhadap parameter kinerja, yaitu jumlah sinyal degradasi, delay, dan jumlah handoff. Algoritma handoff yang dievaluasi yaitu algoritma suboptimal Signal Degradation Handoff (SDH), dimana cost(c) adalah parameter pengendalian daya. Dari hasil simulasi, seiring meningkatnya nilai standar deviasi shadow fading yang telah divariasikan antara 3 dB sampai 12 dB, pada cost(c) 0,0045 sampai 0,1 kejadian handoff semakin sering terjadi. Pada cost(c) 0,0045 sampai 0,65 jumlah sinyal degradasi mengalami kenaikan, tetapi ketika nilai cost(c) 0,0045 sampai 0,1 waktu tunda (delay) semakin singkat. Kata kunci: Standar deviasi shadow fading, algoritma suboptimal Signal Degradation Handoff (SDH).