cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
ANALISIS PEMANFAATAN ANTENA TV KABEL UNTUK MEMPERKUAT PENERIMAAN SINYAL SECOND CARRIER FREKUENSI 2100 MHZ PADA LAYANAN DATA PROVIDER TELKOMSEL Dedi Supriadi; Sihar P Panjaitan
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.123 KB)

Abstract

ABSTRAK Antena adalah suatu  alat yang digunakan untuk memancarkan gelombang elektromagnetik atau menerima gelombang elektromagnetik. Penerimaan dengan menggunakan antena akan memperkuat perolehan sinyal sesuai dengan kemampuan antena itu sendiri. Provider layanan GSM (Global System Mobile ) dengan keterbatasan jaringan yang dicakupnya menjadikan kebutuhan akan penguatan perolehan sinyal sangat besar. Antena TV Kabel adalah salah satu pilihan penguatan dalam perolehan sinyal. Antena TV Kabel memiliki komponen utama yaitu sebuah waveguide yang merupakan dipole aktif dan sebuah reflektor yang berfungsi untuk memantulkan pancaran dari waveguide. Pada antena TV Kabel yang telah dimodifikasi dilakukan pengkuran antena dengan menggunakan bantuan program TEMS Investigation 9.1.3. Antena ini ditujukan untuk menjadi media bantu dalam menerima dan memperkuat penerimaan sinyal second carrier provider Telkomsel. Hasil pembahasan dan analisis pengukuran diperoleh gain Antena Modifikasi pada Lantai 4 Departemen Teknik Elektro adalah 12.59 dBi pada Pukul 08.00WIB, 15.69 dBi pada Pukul 12.00 WIB, dan 13.49 dBi pada Pukul 18.00 dengan beamwidth sebesar 620.   Kata Kunci: Antena, Gain, Beamwidth
PENGARUH JUMLAH DAN JARAK MESH PERISAI TERHADAP INDUKSI TEGANGAN TINGGI PADA SALURAN TEGANGAN RENDAH tumbur harianja; Hendra Zulkarnain
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perisai (shielding) adalah suatu bahan yang penting dalam laboratorium tegangan tinggi. Perisai (shielding) yang dimaksudkan adalah perisai (shielding) untuk frekuensi 50-60 Hz, yakni untuk khusus untuk kasus medan elektromagnetik yang ditimbulkan oleh tegangan tinggi AC. Kemampuan perisai (shielding) untuk melindungi induksi tegangan  tergantung pada jenis bahan dan bentuk material  dari perisai (shielding) itu sendiri dan pengaruh dari lingkungan sekitar, seperti temperatur, kelembapan, dan tingkat kontaminasi udara sekitar. Dalam paper  ini akan dikaji pengaruh jumlah dan jarak mesh perisai terhadap induksi tegangan tinggi pada saluran tegangan rendah. Mesh perisai dirancang dengan berbahan kawat galvanis. Mesh perisai ini dibentuk dalam bentuk persegi dengan ukuran 24 inch2 yang disesuaikan dengan ukuran dari kawat BC (kawat yang bertegangan tinggi). Mesh perisai yang dirancang ada empat buah sesuai dengan jumlah mesh. Adapun jumlah mesh yang dirancang adalah 1 mesh/1 inch2, 4 mesh/1 inch2, 9 mesh/1 inch2, dan 16 mesh/1 inch2. Dalam penelitian ini, perisai mesh yang lebih bagus melindungi induksi tegangan tinggi adalah yang berukuran 16 mesh/1 inch2. Hal ini memperlihatkan bahwa semakin banyak jumlah mesh maka semakin bagus untuk melindungi induksi tegangan tinggi. Kata Kunci : Perisai, Induksi Tegangan, Medan Elektromagnetik.
ANALISIS PENGARUH DISPERSI TERHADAP RUGI-RUGI DAYA TRANSMISI PADA SERAT OPTIK SINGLE MODE REKOMENDASI ITU-T SERI G.655 Romaria Gultom; Muhammad Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.338 KB)

Abstract

Abstrak Serat optik sebagai salah satu media transmisi yang berkembang saat ini masih memiliki berbagai macam rugi-rugi, diantaranya rugi–rugi yang diakibatkan oleh dispersi. Dispersi merupakan peristiwa melebarnya pulsa optik yang merambat sepanjang serat optik sehingga bertumpang tindih dengan pulsa tetangganya, mengakibatkan  sejumlah bit error dalam transmisi bertambah besar sehingga mempengaruhi bit rate sinyal dan ukuran kapasitas informasi yang dikirim. Pada tulisan ini dibahas pengaruh dispersi pada serat optik single mode G.655 dengan membandingkan metode pengukuran dan perhitungan. Adapun hasil yang diperoleh dari analisis dispersi untuk panjang gelombang 1550 nm pada link Medan Centrum – Pulo Brayan sebesar  16,589 ps/km.nm dan link Pulo Brayan – Bandar Baru sebesar 8,214 ps/km.nm, nilai ini tidak jauh berbeda dengan hasil perhitungan yaitu 16,535 ps/km.nm untuk link Medan Centrum – Pulo Brayan dan 8,158 ps/km.nm untuk link Pulo Brayan – Bandar Baru. Nilai dispersi pada sistem harus lebih kecil dari nilai bit rate agar tidak mengganggu kinerja dari sistem. Untuk mengatasi dispersi, perlu dilakukan dispersion power penalty (Pd) yaitu menaikkan daya input yang dibutuhkan receiver untuk mengeliminasi degradasi pada BER (bit error rate) dengan nilai Pd < 2 dB.   Kata kunci : Serat Optik, Dispersi, Dispersion Power Penalty
STUDI TATA ULANG LETAK TRANSFORMATOR PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV APLIKASI PT.PLN (PERSERO) RAYON BINJAI TIMUR Raja Putra Sitepu; Eddy Warman
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.526 KB)

Abstract

Tata ulang  letak transformator khususnya pada jaringan distribusi 20 kV diperlukan guna mengetahui besar  tegangan  yang ada, masih dalam standar yang ditentukan PT. PLN (Persero), yakni jatuh tegangan tidak lebih dari 5 % sehingga dalam paper ini meneliti agar kondisi tersebut dapat tercapai. Letak transformator pada jaringan distribusi memiliki keterkaitan dengan besar jatuh tegangan, semakin jauh letak transformator tersebut maka jatuh tegangan semakin besar. Tegangan listrik merupakan salah satu besaran yang sangat penting diperhatikan, baik dari sisi pembangkitan, penyaluran, maupun distribusi tenaga listrik. Namun, terdapat suatu persoalan, yakni penyaluran tenaga listrik memiliki jarak yang cukup jauh dari Gardu Induk (GI) untuk sampai kepada konsumen tenaga listrik, yang juga tentunya konsumsi energi yang oleh konsumen menimbulkan arus listrik yang cukup besar, sehingga terdapat regulasi tegangan yang relatif cukup besar dari saluran ke konsumen. Memang tidak dipungkiri, pada faktanya terdapat tranformator distribusi, tetapi jaraknya cukup jauh dari Gardu Induk (GI) sehingga hal ini membuat terjadi voltage drop (jatuh tegangan)  yang diterima sisi primer transformator distribusi melebihi dari standar yang ditetapkan sehingga perlu ditata ulang berdasarkan analisa yang akan dilakukan  terhadap panjang saluran dari distribusi primer dengan mengatur letak transformator distribusi agar kinerja transformator distribusi sesuai standar yang diizinkan. Dalam hal ini, juga membahas Power Losses (Rugi – Rugi Daya) dimana aplikasi penelitian dilakukan pada Gardu Induk (GI) Paya Geli sampai pada transformator distribusi pada PT. PLN (Rayon Binjai Timur) . Setelah dianalisa terdapat terdapat dua  transformator distribusi yang mengalami jatuh tegangan yang melebihi standar sehingga perlu di tata letak ulang. Transformator tersebut, yakni dengan nomor gardu LB 30 -1 dari 26,65 kms dari jarak ke gardu induk ditata letak ulang  menjadi 26,554 kms, LB 28 – 1 dari 19,95 kms dari jarak ke gardu induk ditata letak ulang menjadi 19,894 kms.
STUDI KUALITAS VIDEO STREAMING MENGGUNAKAN PERANGKAT NSN FLEXYPACKET RADIO Auliya fadly; Arman Sani
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.874 KB)

Abstract

Abstrak Saat ini sistem komunikasi dengan mengunakan Video Streaming seringkali menjadi alternatif dalam berkomunikasi. Salah satu software pilihan untuk layananan Video Streaming adalah Windows Media Encoder yang dapat dimanfaatkan sebagai software server dan software VLC (VIdeoLAN Client) yang dapat dimanfaatkan sebagai software Client Video Streaming. Pada penelitian ini dilakukan analisis implementasi Video Streaming yang diaplikasikan pada perangkat NSN FlexiPacket Radio yang ada di Laboratorium Sistem Komunikasi Radio Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Adapun format Video Streaming yang diuji pada penelitian ini adalah FLV (Flash Video) dan Mp4. Dengan mengacu kepada kualitas Video Streaming yang ditetapkan standart ITU-T G. 1010 mengenai parameter QoS dan melakukan pengujian dengan variasi bandwidth 64 Kbps, 128 Kbps, 256 Kbps, 320 Kbps, 384 Kbps dan 448 Kbps. Video Streaming dengan format FLV (Flash Video) sudah memiliki kualitas yang baik pada minimum bandwidth 320 Kbps. Sedangkan Video Streaming dengan  format video Mp4, telah memiliki kualitas yang baik pada minimum bandwidth 384 Kbps.
Pemrograman Programmable Logic Controller (PLC) Pada Mesin Finger Joint Frans Gullit Simarmata; Riswan Dinzi
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa sekarang ini, pengoperasian motor–motor listrik biasanya diaplikasikan dengan beban jenis sequence, interlock, kombinasi antara keduanya, dan lain – lain. Sistem kontrol yang dipakai umumnya masih menggunakan sistem kontrol konvensional. Karena itu, diperlukan sistem yang mempergunakan alat kontrol otomatis yang lebih handal yang mempunyai banyak kelebihan–kelebihan yang lain yang tidak dimiliki sistem kontrol konvensional. Pemanfaatan PLC (Programmable Logic Controller) sebagai sistem kontrol yang lebih tepat. Dengan PLC, kita semakin mudah dalam hal wiring, karena hanya memasukkan kontrol yang sudah dirancang kedalam program PLC. Dengan PLC juga, semakin mudah melihat titik trouble saat ada kesalahan dalam pemrograman, karena PLC akan menunjukkan indikator yang mengindikasikan adanya trouble. Perumusan masalah dalam Paper ini adalah bagaimana cara memprogram Programmable Logic Controller (PLC) pada mesin Finger Joint. Finger Joint merupakan mesin yang populer di industri perkayuan saat ini. Mesin finger joint adalah mesin yang berproses membentuk finger – finger di ujung – ujung dari kayu – kayu yang masuk ke dalam mesin tersebut dan selanjutnya finger kayu yang satu dengan finger kayu yang lainnya  di satukan melalui proses jointing menjadi satu kesatuan yang utuh dan bernilai ekonomis. PLC sepenuhnya mengontrol kerja dari mesin finger joint tersebut. Pengoperasian program PLC pada mesin finger joint telah berjalan sesuai dengan perencanaan dan perancangan program yang telah dibuat. Semua sistem beroperasi sesuai dengan instruksi yang disimpan pada PLC, baik pada mode “auto” maupun pada mode “manual”. Untuk mode “manual”, selain berfungsi secara manual, mode ini bisa dimanfaatkan ntuk perawatan dan pemeliharaan mesin finger joint. Penggunaan penerapan PLC ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai dasar dan tolak ukur untuk kemajuan teknologi dimasa depan.
PERBANDINGAN METODE FAST-DECOUPLE DAN METODE GAUSS-SEIDEL DALAM SOLUSI ALIRAN DAYA SISTEM DISTRIBUSI 20 KV DENGAN MENGGUNAKAN ETAP POWER STATION DAN MATLAB (Aplikasi Pada PT.PLN (Persero Cab. Medan) Ken Kevin Samosir; Masykur Sj
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penyelesaian aliran daya telah semakin banyak dikembangkan sejalan dengan semakin berkembangnya konfigurasi aliran jaringan sistem tenaga, baik dalam perencanaan, pengembangan, maupun pengoperasian. Untuk sistem interkoneksi dengan jaringan yang lebih banyak metode Fast Decouple lebih unggul dibandingkan dengan metode lain, hal ini ditunjukkan dengan tingkat Error (max error = 0.0001) yang lebih kecil untuk mencapai konvergen yang lebih cepat dengan iterasi yang lebih sedikit dibandingkan dengan metode Gauss Seidel (max error = 0.000001) pada program Etap Power Station. Untuk metode Fast Decouple total losses ( 98.8 KW, 398.6 KVAR) sedangkan metode Gauss-Seidel (97.1 KW, 397.3 KVAR). Pada simulasi dengan menggunakan program Matlab diperoleh hasil rugi-rugi daya TL23 : SL23 = 1.2334, Daya aktif pada bus beban : P2 = 40.616 KW, Daya reaktif pada bus beban : Q2 = 263.9126 KVAR. Penerapan metode pendekatan aliran daya yang terdapat pada Etap Power Station dan Matlab  hasil simulasi akan membandingkan keandalan antara metode Fast-Decouple dan Gauss-Seidel dalam menyelesaikan masalah aliran daya.
ANALISIS LINK BUDGET UNTUK KONEKSI RADIO WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) 802.11B DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI RADIO MOBILE (STUDI KASUS PADA JALAN KARTINI SIANTAR – AMBARISAN) Fenni alfionita manurung; Naemah Mubarakah
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.461 KB)

Abstract

Abstrak   Sistem komunikasi semakin meningkat dan berkembang dengan cepat. Perkembangan tersebut memacu untuk menghadirkan teknologi sampai ke semua wilayah termasuk daerah terpencil di pedesaan dengan menggunakan teknologi WLAN meskipun mengalami kendala yang cukup berat  untuk mencapai ke sana. Untuk mendapatkan sebuah koneksi jaringan WLAN  perlu adanya  perencanaan agar jaringan dapat terhubung dengan baik dan mendapatkan performa yang memuaskan dengan menghitung link budget.  Analisis link budget ini diharapkan dapat menjadi referensi sebagai langkah awal dalam perencanaan pembangunan perangkat radio WLAN antara Soft Net sebagai penyedia layanan dengan Desa Ambarisan yang terletak di kabupaten Simalungun. Pada jurnal ini, akan dibandingkan hasil perhitungan  link budget koneksi radio WLAN a/b/g antara metode perhitungan menggunakan software Radio Mobile version 11.4.3 dengan teoritis. Analisis  link budget pada WLAN 802.11 b yang diperoleh secara teori ditunjukkan oleh System Operating Margin (SOM) yang bernilai 29,4 dBm dan secara simulasi bernilai 28,6 dBm, pada WLAN 802.11g secara teori bernilai 7,418 dBm dan secara simulasi bernilai 6,6 dBm sementara pada WLAN 82.11a, secara teori bernilai - 3,25 dBm dan secara simulasi bernilai -5,7 dBm  dimana WLAN 802.11a/g tidak memenuhi  batas minimal nilai SOM yang baik.   Kata Kunci: WLAN, Link budget, SOM
ANALISIS PENGARUH CROSSTALK PADA SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK TERHADAP JARINGAN DENSE WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING (DWDM) yolanda margareth sitompul; Muhammad Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.456 KB)

Abstract

Abstrak Konsep hubung silang (cross connect) pada teknologi DWDM atau yang dikenal sebagai optical cross connect (OXC) merupakan teknologi transport untuk menyalurkan berbagai jenis trafik (data, suara, dan video) secara transparan. Ketika sinyal dihubungkan dari kanal serat masukan ke kanal serat keluaran, OXC menghasilkan crosstalk. Hal ini dapat berdampak serius pada sinyal karena akan menjadi noise di saluran lain. Crosstalk dapat terjadi pada hampir semua komponen dalam DWDM, termasuk optical filter, multiplexer, demultiplexer, optical switch, optical amplifier, dan serat itu sendiri. Dalam jurnal ini dianalisis crosstalk pada optical cross connect menggunakan kombinasi optical switch. Adapun parameter yang diamati adalah pengaruh serat masukan (M), serat keluaran (N), daya input, gain dan bandwidth terhadap besarnya crosstalk. Dari Hasil Analisa diperoleh bahwa jika Kanal Masukan (M) = 6 dan Kanal Keluaran (N) = 5 diperoleh crosstalk sebesar -33,29 dB, Semakin besar jumlah kanal masukan dan kanal keluaran crosstalk semakin besar. Jika Daya Input (Ps) = -6 dBm diperoleh crosstalk sebesar -31,29 dB, maka cara mengurangi crosstalk, daya input sinyal harus dikecilkan. Untuk Gain =20 dB dengan Bandwidth (Bw)= 20 Hz diperoleh crosstalk = -166,7 dB, Semakin besar Bandwidth (Bw)  dan Gain (G)  crosstalk yang dihasilkan semakin besar.   Kata Kunci: Crosstalk, DWDM, OXC
RANCANG BANGUN ANTENA MIKROSTRIP PATCH SEGIEMPAT PADA FREKUENSI 2,4 GHz DENGAN METODE PENCATUAN INSET Denny Pasaribu; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.874 KB)

Abstract

Antena menjadi perangkat yang sangat penting dalam komunikasi nirkabel. Seiring dengan kemajuan teknologi dan berkembangnya teknologi semikonduktor memicu akan kebutuhan perangkat antena dengan dimensi kecil, mudah difabrikasi serta mudah diintegrasikan dengan perangkat komunikasi yang semakin kecil. Antena mikrostrip dapat menjadi solusi memenuhi kebutuhan antena tersebut. Pada Jurnal ini, dirancang sebuah antena mikrostrip patch segiempat yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHz (2,4 GHz – 2,5GHz) untuk aplikasi wifi. Antena dirancang menggunakan teknik pencatuan inset, dimana pencatuan ini merupakan turunan dari pencatuan microstrip feed line. Berdasarkan hasil pengukuran, bandwidth antena yang diperoleh sebesar 112 MHz (2,388 – 2,5 GHz) pada VSWR ≤ 2. Pada frekuensi tengah antena (2,45 GHz) diperoleh return loss sebesar -14,77 dB, VSWR sebesar 1,45, pola radiasi unidirectional, serta gain 6 dBi.