cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
PENGURANGAN ARUS NETRAL PADA SISTEM DISTRIBUSI TIGA FASA EMPAT KAWAT MENGGUNAKAN ZERO SEQUENCE BLOCKING TRANSFORMER T. Fakhrul Hadi; Zulkarnaen Pane
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.803 KB)

Abstract

Pada jaringan distribusi tiga fasa empat kawat, idealnya arus yang mengalir pada penghantar netral sama dengan nol. Akan tetapi apabila jaringan distribusi tiga fasa empat kawat melayani beban nonlinear dan atau beban tidak seimbang maka pada penghantar netral akan mengalir arus. Beban nonlinear ini membangkitkan arus harmonisa urutan nol. Arus yang mengalir pada penghantar netral didominasi oleh arus harmonisa urutan nol. Zero sequence blocking transformer memiliki impedansi yang besar terhadap arus harmonisa urutan nol dan impedansi yang rendah terhadap arus harmonisa urutan positif dan negatif. Sehingga pemasangannya pada sisi sumber pada sistem distribusi tiga fasa empat kawat yang melayani beban-beban nonlinear satu fasa dapat menahan arus harmonisa urutan nol dan melalukan arus urutan positif dan negatif. Pada tulisan ini digunakan dua jenis zero sequence blocking transformer dengan jenis belitan konvensional dan bifilar. Di mana setiap zero sequence blocking transformer terdiri dari tiga trasformator satu fasa dengan perbadingan belitan 1:1. Hasil ekperimen menunjukkan bahwa pada beban seimbang dan beban variasi penurunan arus  penghantar netral saat penggunaan zero sequence blocking transformer dengan jenis belitan konvensional dan bifilar mendekati 93%, dan penurunan tertinggi terjadi saat presentase beban 100%.
PENGARUH VARIASI KETIDAKSEIMBANGAN TEGANGAN TERHADAP KINERJA MOTOR INDUKSI TIGA FASA DENGAN NILAI FAKTOR KETIDAKSEIMBANGAN TEGANGAN YANG SAMA Ahmad Muntashir Aulia; Zulkarnaen Pane
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.992 KB)

Abstract

Tegangan suplai tiga fasa tidak seimbang merupakan fenomena yang terjadi ketika tegangan sistem yang seharusnya bernilai sama akan tetapi karena beberapa faktor terjadi adanya perbedaan yang cukup signifikan antara salah satu fasa dengan fasa yang lain. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap kinerja beban listrik yang membutuhkan tegangan yang seimbang untuk dapat bekerja secara optimal, salah satunya adalah motor induksi tiga fasa.Tegangan suplai tiga fasa yang tidak seimbang tentu saja berpengaruh terhadap kinerja dari motor induksi tiga fasa pada saat beroperasi. Pada penelitian ini, dilakukan simulasi dengan menggunakan perangkat lunak matlab / simulink untuk melihat pengaruh delapan kondisi ketidakseimbangan tegangan terhadap kinerja motor induksi tiga fasa dengan faktor ketidakseimbangan tegangan yang sama namun terlebih dahulu sudah dilakukan beberapa percobaan untuk mengetahui parameter motor. Setelah dianalisis pada kondisi steady state (tunak) terlihat bahwa adanya perbedaan pengaruh dari tiap kondisi ketidakseimbangan tegangan walaupun faktor ketidakseimbangan tegangannya bernilai sama. Pada faktor ketidakseimbangan tegangan 4%, kondisi  memiliki efisiensi paling rendah yaitu 78.97%, kondisi memiliki torsi terendah yaitu 8.247 Nm dan kondisi  memiliki penurunan kecepatan terbesar yaitu hingga 1388 Rpm.
ANALISIS LINK BUDGET PADA PEMBANGUNAN BTS ROOFTOP CEMARA IV SISTEM TELEKOMUNIKASI SELULER BERBASIS GSM Kevin Kristian Pinem; Naemah Mubarakah
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.259 KB)

Abstract

Teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan teknologi yang pertumbuhannya sangat cepat. BTS merupakan jaringan yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi seluler. Salah satu yang harus diperhitungkan dalam membangun sebuah BTS adalah  link budget. Link budget merupakan sebuah cara untuk menghitung mengenai semua parameter dalam transmisi sinyal mulai dari gain dan loss dari transmitter (Tx) sampai receiver (Rx) melalui media transmisi. Penelitian ini dilakukan pada BTS Rooftop yang berlokasi di Cemara IV. Adapun parameter yang dianalisis dalam link budget pembangunan BTS ini antara lain Coverage, Fresnel Zone, Free Space Loss, Effective Isotropic Radiated Power dan Received Signal Level. Analisis link budget dilakukan untuk memastikan bahwa level daya penerimaan lebih besar atau sama dengan level threshold ( RSL ≥ Rth ). Setelah melakukan perhitungan seluruh parameter link budget maka diperoleh nilai RSL pada BTS pancing sebesar  -31,2602 dBm dengan sensitivitas daya RAU (Rth) pada antena microwave BTS tersebut sebesar -76 dBm sedangkan nilai RSL pada MS sebesar -90,9799 dBm dengan sensitivitas MS (Rth) sebesar -101 dBm sehingga BTS Cemara IV layak on air.
PERBANDINGAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN PENERANGAN JALAN UMUM SOLAR CELL DENGAN PENERANGAN JALAN UMUM KONVENSIONAL Daniel Bimbingan Limbong; Surya Tarmizi Kasim
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.675 KB)

Abstract

Salah satu solusi dari pemerintah Indonesia akan menipisnya pasokan sumber energi konvensional yaitu dengan mengubah atau mengurangi pemakaian PJU (Penerangan Jalan Umum) konvensional menjadi  PJU solar cell. Perbedaan material antara PJU solar cell dengan PJU konvensional, menyebabkan perbedaan pada sisi teknis (kenyamanan) dan ekonomis (kehematan). Oleh karena itu, kita harus mengetahui perbedaan tersebut untuk mendapatkan PJU yang lebih menguntungkan dan layak dipakai. Pada paper ini diketahui PJU solar cell menggunakan lampu LED (43 watt) dan dihitung sistem penerangannya memiliki intensitas penerangan rata-rata E_(rata-rata)  = 6,2 lux. Sedangkan PJU konvensional menggunakan lampu SON T (250 watt) dan dihitung sistem penerangannya memiliki intensitas penerangan rata-rata E_(rata-rata)  = 23,6 lux, dan Break Even Point (BEP) atau titik balik biaya keseluruhan PJU konvensional versus biaya keseluruhan PJU solar cell terjadi pada tahun ke-6 dimana biaya pengeluaran PJU konvensional yang sebesar Rp 1.250.672.373 akan melewati atau lebih besar dari biaya pengeluaran PJU solar cell yang sebesar Rp 1.138.231.220 atau lebih ringkasnya pada tahun ke 6 PJU solar cell lebih hemat daripada PJU konvensional.
PENGOPTIMASIAN KANAL DINAMIK PADA KOMUNIKASI SELULER DENGAN ALGORITMA GENETIKA Rimhot Omri Tua; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.092 KB)

Abstract

Sistem komunikasi seluler saat ini tumbuh sangat pesat, sementara bandwidth yang dibutuhkan tidak tumbuh sejalan dengan permintaan. Hal ini dapat mengakibatkan banyak panggilan yang tidak dapat dilayani atau diblok. Perlu dicari solusi untuk dapat meminimalkan panggilan yang tidak dapat dilayani, yaitu dengan melakukan optimisasi pengalokasian kanal. Tulisan ini membahas pengoptimasian kanal dengan menggunakan Algoritma Genetika sebagai metode penyelesaiannya. Algoritma Genetika adalah salah satu metode pengoptimasian yang banyak digunakan dalam bidang keteknikan. Berlandaskan ilmu genetika, metode ini bertujuan mencari sifat-sifat unggul yang ada pada induk kemudian diturunkan kepada generasinya. Pada optimasi Algoritma Genetika ini, parameter yang  diubah adalah nilai cross over untuk nilai 0,1 mendapatkan kanal 157, untuk 0,5 mendapatkan kanal 163 dan 0,9 mendapatkan kanal 160. Parameter tipe Cross over satu titik, dua titik, dan banyak titik sama-sama memiliki jumlah kanal 149. Parameter nilai mutasi untuk nilai 0,005 memiliki jumlah kanal 162, untuk nilai 0,01 memiliki jumlah kanal 185, dan untuk nilai 0,1 memiliki jumlah kanal 373. Parameter tipe seleksi Roda Roulette, seleksi Ranking, dan Tournament memiliki jumlah kanal yang sama yaitu 149. Dan parameter string bit 6, 12, dan 33 memiliki jumlah kanal yang sama yaitu 149.  Hasil optimal dari prosedur Algoritma Genetika ini untuk 18 sel adalah 149 kanal.
PENGARUH PENGATURAN TAHANAN SHUNT DAN SERI TERHADAP PUTARAN DAN EFISIENSI MOTOR ARUS SEARAH KOMPON Andri Sitorus; Syamsul Amin
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.623 KB)

Abstract

Motor arus searah adalah suatu mesin yang berfungsi mengubah tenaga listrik arus searah menjadi tenaga gerak atau tenaga mekanik berupa putaran rotor. Putaran dan efisiensi merupakan besaran yang menentukan kinerja dari suatu motor arus searah. Paper ini akan membahas pengaruh pengaturan tahanan shunt dan seri terhadap putaran dan efisiensi motor arus searah kompon. Dengan pengaturan tahanan shunt, putaran motor arus searah kompon panjang rata-rata lebih cepat 7,78% dibanding motor arus searah kompon pendek dengan tegangan terminal 50 V. Sedangkan dengan pengaturan tahanan seri, putaran motor arus searah kompon panjang rata-rata hanya lebih cepat 0,847% dibanding motor arus searah kompon pendek dengan tegangan terminal 150 V. Efisiensi motor arus searah kompon panjang lebih baik dibanding motor arus searah kompon pendek dengan pengaturan tahanan seri, sebaliknya efisiensi motor arus searah kompon pendek lebih baik dibandingkan motor arus searah kompon panjang dengan pengaturan tahanan shunt.
STUDI PENGGUNAAN ALGORITMA ANT COLONY DALAM PENGALOKASIAN KANAL DINAMIK PADA KOMUNIKASI SELULER Beni Afnora Ganda; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.112 KB)

Abstract

Keterbatasan spektrum frekuensi atau kanal menjadi salah satu masalah pada  komunikasi seluler pada saat ini. Untuk itu perlu dicari solusi untuk dapat meminimalkan panggilan yang tidak dapat dilayani atau diblok, yaitu dengan melakukan optimasi pengalokasian kanal. Tulisan ini membahas penggunaan algoritma ant colony dalam pengalokasian kanal dinamik pada komunikasi seluler, sebagai metode penyelesaiannya. Dengan metode ini diharapkan persentase probailitas blocking menjadi lebih kecil. Hasil optimasi menggunakan metode Frequency Exhaustive Assignment (FEA) dengan jumlah kanal yang tersedia 64 kanal memiliki rata-rata probabilitas blocking 20.40 %, sedangkan hasil optimasi algoritma ant colony dengan parameter yang sama memiliki probabilitas blocking 14.40 %. Ini menunjukan bahwa pengalokasian kanal menggunakan algoritma ant colony mampu mengurangi probabilitas blocking.
PERANCANGAN VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK (VLAN) DENGAN DYNAMIC ROUTING MENGGUNAKAN CISCO PACKET TRACER 5.33 Fernadi Simanjuntak; Naemah Mubarakah
Singuda ENSIKOM Vol 10, No 28 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.033 KB)

Abstract

Semakin tinggi tingkat permintaan dan meningkatnya jumlah pengguna jaringan yang menginginkan suatu bentuk jaringan yang dapat memberikan hasil yang maksimal, baik dari segi efisiensi dan peningkatan keamanan jaringan itu sendiri, maka perlu untuk merancang konsep Virtual Local Area Network (VLAN) yang diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik. Cisco Packet Tracer dapat digunakan untuk simulasi yang mencerminkan gambaran dari koneksi jaringan komputer pada sistem jaringan yang digunakan. Pada tulisan ini dirancang jaringan VLAN menggunakan software Cisco Packet Tracer berdasarkan metode DynamicRouting RIPv2 pada sebuah gedung dengan empat lantai  untuk mengetahui kinerja delay, throughput dan packetloss. Dari analisis kinerja jaringan rancangan VLAN  didapat delay berturut-turut sebesar 7,75 ms, 18,75 ms, 20,75 ms dan 19,5 ms  serta throughput sebesar 33,03 kbps, 13,65 kbps, 12,33 kbps dan 13,12 kbps. Sementara packet loss pada perancangan adalah sama yaitu sebesar 0%.   Kata Kunci : Cisco Packet Tracer, VLAN, delay, throughput, packetloss
STUDI TENTANG RADIO FREQUENCY PHASE SHIFTER PADA SMART ANTENNA Dwi Purnama Sari; Arman Sani
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.555 KB)

Abstract

Teknologi smart antenna mengalami perkembangan yang pesat. Smart antenna adalah sistem antena yang mengombinasikan antena array dengan sistem pengolahan sinyal. Pola radiasi antena array dapat dikendalikan dengan mengatur fasa masing-masing elemennya. Phase shifter merupakan pengendali fasa smart antenna yang banyak digunakan. Tulisan ini menganalisis kinerja lumped element phase shifter dan high pass-low pass phase shifter. Perancangan tulisan ini dilakukan menggunakan Advance Design System (ADS) versi 2011.10 dengan frekuensi kerja 433 MHz. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa nilai phase error mendekati 0°, nilai insertion loss mendekati 0 dB, dan nilai return loss minimum pada frekuensi tengahnya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa phase shifter yang dirancang dapat bekerja dengan baik pada frekuensi yang diinginkan.
PENGARUH PENAMBAHAN KUTUB BANTU PADA MOTOR ARUS SEARAH PENGUATAN SERI DAN SHUNT UNTUK MEMPERKECIL RUGI-RUGI Al Magrizi Fahni; Syamsul Amin
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan motor DC akhir-akhir ini mengalami perkembangan, khususnya dalam pemakaiannya sebagai motor penggerak. Terutama untuk menggerakkan beban yang berat dan bervarisasi. Oleh sebab itu, diharapkan motor DC dapat bekerja secara efisien. Pada saat motor DC dibebani, akan mengalir arus jangkar yang mengakibatkan terjadinya reaksi jangkar. Arus jangkar yang terlalu besar akan mengakibat timbulnya rugi-rugi daya pada motor DC, salah satu cara untuk memperkecil rugi-rugi daya pada motor DC adalah dengan penambahan kutub bantu pada motor DC. Tulisan ini menganalisis pengaruh penambahan kutub bantu pada motor DC penguatan seri dan shunt untuk memperkecil rugi-rugi dengan menentukan nilai RL 50 ohm sampai 100 ohm dan Vt dijaga konstan 65 votl. Dari hasil pengujian, motor DC penguatan seri dan shunt dengan nilai RL tertinggi 100 ohm memiliki daya masukan 308,10 watt dan 228,150 watt, daya keluaran 57,954 watt dan 55,065watt, rugi-rugi total 250,146 watt dan 173,085 watt, dan pada saat nila RL terendah 50 ohm memiliki daya masukan 360,750 watt dan 272,350 watt, daya keluaran 57,260 watt dan 69,291 watt, rugi-rugi total 303,490 watt dan 203,059 watt.