cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
ANALISA PENENTUAN UKURAN SLOT PADA KARATERISTIK ANTENA MIKROSTRIP PATCH SEGIEMPAT DENGAN PENCATU Hisar Fransco Sidauruk; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 10, No 27 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.698 KB)

Abstract

Antena mikrostrip dengan pencatuan aperture coupled memiliki dua lapisan substrat yang terpisahkan dari ground plane. Substrat berfungsi sebagai bahan dielektrik dari antena mikrostrip yang membatasi peradiasi dan pentanahan. Slot merupakan suatu celah yang berada didalam groundplane dan tegak lurus terhadap saluran mikrostrip, medan radiasi dihasilkan oleh saluran pencatu terhadap celah yang berada pada bidang groundplane. Tulisan ini membahas tentang  analisis penentuan ukuran slot (aperture) terhadap karateristik antena mikrostrip patch segiempat dengan pencatu aperture coupled.. Adapun pembahasan yang akan dianalisis adalah panjang dan lebar ukuran slot, gain, bandwidth, dan VSWR (Voltage Standing Wave Ratio). Semakin besar  ukuran slot maka frekuensi resonansi akan semakin kecil. Pada ukuran slot 0,1λ (12.2x1.22mm)  diperoleh nilai VSWR sebesar 6.762 dengan frekuensi resonansi 2.203 GHz, Return Loss sebesar 0.74179 dengan frekuensi resonansi 2.2 GHz,  pola radiasi unidireksional dan gain sebesar 5.021 dB.
PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP MULTI-PATCH COPLANAR DIPOLE DUAL BAND UNTUK APLIKASI WIMAX Eva Smitha Sinaga; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 10, No 27 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.604 KB)

Abstract

Perkembangan antena mikrostrip dewasa ini sangat meningkat terutama dalam hal desain, sehingga banyak diaplikasikan pada peralatan telekomunikasi modern. Salah satu teknologi aplikasinya adalah WiMAX. WiMAX merupakan teknologi broadband yang menawarkan kecepatan akses yang tinggi dengan  kecepatan data yang besar (sampai 70 Mbps) dan jangkauan yang luas.  Tulisan  ini membahas tentang perancangan antena mikrostrip multi-patch coplanar dipole dual band yaitu pada frekuensi 3.35 GHz dan 5.85 GHz. Pada perancangan terdapat dua buah antena dipole yang disusun paralel pada sebuah substrat untuk menghasilkan dual band yang berbeda. Perancangan dilakukan dengan menggunakan simulator AWR Microwave 2004. Bandwidth yang diperoleh pada VSWR ≤ 2 untuk band 3.3 GHz adalah 63 MHz dan untuk band 5.8 GHz adalah 95 MHz.
PERANCANGAN SISTEM PENGENAL DIGIT ANGKA METER AIR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN KOHONEN Teguh Triantoro; Fakhruddin Rizal Batubara; Fahmi Fahmi
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.725 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah metode pengenalan angka pada meter air PDAM Tirtanadi di kota Medan dari citra hasil pemotretan kamera digital telepon selular menggunakan jaringan syaraf tiruan model Kohonen. Terdapat beberapa proses yang dilakukan dalam pembuatan sistem yaitu proses akuisisi citra, preprocessing, segmentasi, pelatihan menggunakan jaringan syaraf tiruan Kohonen dan proses identifikasi digit angka. Berdasarkan simulasi menggunakan 15 data, diperoleh hasil pengenalan untuk masing-masing digit angka dengan tingkat akurasi 95,56% dan pengenalan keseluruhan pembacaan meter air dengan tingkat akurasi 86,67%.
ANALISIS KINERJA SISTEM ANTRIAN M/D/1 Rudi Mangiring Manullang; Muhammad Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 11, No 29 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.355 KB)

Abstract

Sistem antrian sering dijumpai dalam kehidupan nyata, seperti antrian di bank, pembayaran SPP, aliran paket pada jaringan data dan lainnya. Untuk menyelesaikan masalah antrian seperti pada jaringan paket data, biasanya laju pelayanan akan lebih dioptimalkan daripada laju kedatangan paket. Oleh karena itu, akan dicari solusi menyelesaikan masalah antrian yaitu dengan memakai simulasi sistem antrian. Tulisan ini mengkaji kinerja sistem antrian M/D/1 melalui analisis matematis dan simulasi dimana kedua metode tersebut akan dibandingkan. Dalam mendesain simulasi antrian ini digunakan software program bahasa C DOSBox 0.74. Adapun parameter yang  diamati dari studi simulasi sistem antrian ini yaitu rata-rata jumlah paket dalam sistem antrian, rata-rata jumlah paket yang antri, rata-rata waktu pelayanan, rata-rata waktu di antrian, dan rata-rata dalam sistem antrian. Dari analisis yang dilakukan diperoleh bahwa hasil simulasi dan hasil perhitungan teori dalam setiap asumsi utilitas sistem (p) yaitu untuk p = 0,5, 0,7, dan 0,9 yang dilakukan memperlihatkan hasil yang mendekati antara kedua metode tersebut.
ANALISIS KARAKTERISTIK SERAT OPTIK SINGLE MODE “NDSF (NON DISPERSION SHIFTED FIBER)” DAN “NZDSF (NON ZERO DISPERSION SHIFTED FIBER)” TERHADAP KINERJA SISTEM DWDM Waldi Saputra Harahap; Muhammad Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 11, No 29 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.971 KB)

Abstract

Persaingan antar penyedia jasa layanan di dunia telekomunikasi saat ini semakin ketat.Sehingga setiap penyedia jasa layanan telekomunikasi harus meningkatkan kinerja pelayanan.Oleh sebab itu, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk merencanakan jaringan serat optik yang menghubungkan Kota Bakongan dengan Kota Tapak Tuan. Tulisan ini membahas tentang serat optik single mode“NDSF (Non Dispersion Shift Fiber)” dan “NZDSF (Non Zero Dispersion Shift Fiber)” terhadap karakteristik dari DWDM, dimana karakteristik DWDM yang akan di pengaruhi adalah Dispersi dan  Redaman kabel maksimum dengan membandingkan metode perhitungan dengan pengukuran. Adapun hasil yang diperoleh dari analisis redaman kabel maksimum menggunakan serat optik single mode “NDSF (Non Dispersion Shifted Fiber)  pada link Bakongan – Kota Fajar dengan jarak 30,71295 Km sebesar 0,296 dB/Km dan serat optik single mode “NZDSF (Non Zero Dispersion Shifted Fiber) pada link Kota Fajar – Tapak Tuan dengan jarak 31,91916 Km sebesar 0,293 dB/Km.Adapun hasil yang diperoleh dari analisis dispersi untuk panjanggelombang 1550 nm pada link Bakongan – Kota Fajar sebesar  16,359 ps/km.nm, dengan hasil perhitungan yaitu 16,448 dan link Kota Fajar – Tapak Tuan sebesar 7,957 ps/km.nm, dengan hasil perhitungan yaitu7,399 ps/km.nm.
ANALISIS KINERJA METODE AKSES TOKEN RING PADA LOCAL AREA NETWORK Muhammad Andri Azhari Lubis; Muhammad Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 11, No 29 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.65 KB)

Abstract

Local Area Network (LAN) dapat digunakan untuk pemakaian resource secara bersama, seperti printer, memory dan akses internet. Topologi ring adalah salah satu topologi yang di pakai pada jaringan LAN. Pengiriman data dalam topologi ring sering mengalami masalah. Delay adalah waktu jeda antara waktu pengiriman dan penerimaan data di dalam jaringan. Delay utama dalam jaringan topologi ring adalah delay propagasi. Selain delay, throughput juga sangat berpengaruh pada kualitas data yang ditransmisikan. Pada studi ini dilakukan analisis delay dan throughput pada jaringan topologi ring dan sampel diambil pada jarak 2 km. Dari analisis yang dilakukan di peroleh bahwa delay bertambah secara linier dengan gradient yang berpengaruh untuk pertambahan jumlah stasiun, yaitu untuk 10 stasiun 22,55μs, 20 stasiun 25,06μs, 30 stasiun 27,57μs, 40 stasiun 30,08μs, 50 stasiun 32,59μs. Sementara, throughput naik secara linier terhadap jumlah stasiun, yaitu untuk 10 stasiun 0,025, 20 stasiun 0,05, 30 stasiun 0,075, 40 stasiun 0,1, dan 50 stasiun 0,125.
ANALISIS RUGI-RUGI SERAT OPTIK DI PT.ICON+ REGIONAL SUMBAGUT Winarni Agil; Muhammad Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 11, No 29 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.612 KB)

Abstract

Serat optik merupakan media transmisi yang memiliki keunggulan signifikan yaitu memiliki bandwith yang besar, redaman transmisi kecil, ukuran kecil, performansi yang lebih baik, dan jaringan transport yang handal. Dalam penulisan ini dianalisis rugi-rugi serat optik yaitu rugi-rugi konektor, rugi-rugi prnyambungan (splicing), dan rugi-rugi pembengkokan (bending) serta untuk menentukan kelayakan sistem yang dianalisis dengan parameter power link budget. Dari hasil analisa diperoleh untuk rugi-rugi konektor, hasil perhitungan dengan pengukuran jauh berbeda hal ini dikarenakan pada saat perhitungan hanya memperhitungan daya yang masuk dan daya yang keluar setelah titik koneksi. Pada rugi-rugi penyambungan (splicing) didapatkan hasil perhitungan di lapangan yang berbeda-beda hal ini dipengaruhi oleh daya input, daya output dan alat yang yang digunakan yaitu fusion splicer. Pada rugi-rugi pembengkokan (bending) hasil perhitungan didapatkan tidak adanya pembengkokan (bending) pada serat optik. Sedangkan dalam perhitungan power link budget didapat nilai Margin diatas 0 yaitu 10,844 dB ini mengindikasikan bahwa link tersebut layak.
ANALISIS KINERJA JARINGAN SWITCHING KNOCKOUT Deni Destian Harahap; Muhammad Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 10, No 28 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.656 KB)

Abstract

Switching knockout adalah sebuah arsitektur packet switching dengan performansi yang tinggi menggunakan topologi jaringan switching terkoneksi penuh dimana masing-masing input mempunyai jalur langsung ke setiap output sehingga blocking yang terjadi pada switch output hanya ketika paket datang secara simultan dari input yang berbeda menuju output yang sama. Switching knockout menggunakan concentrator yang dirancang di setiap output. Pada tulisan ini dianalisis kinerja jaringan switching knockout dengan tolak ukur kinerja yang digunakan adalah probabilitas blocking dan throughput pada setiap utiliti yang berbeda. Setelah dilakukan analisis probabilitas blocking pada jaringan switching knockout, bahwa untuk 8 input to 4 output pada setiap utiliti 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5; 0,6; 0,7; 0,8; 0,9 diperoleh hasil probabillitas sel hilang 0,0001664 x 10-3; 0,002597 x 10-3; 0,01289 x 10-3; 0,03951 x 10-3; 0,09392 x 10-3; 0,1897 x 10-3; 0,3424 x 10-3; 0,5697 x 10-3; 0,8884 x 10-3 dan diperoleh nilai throughputnya yaitu 0,099999833; 0,199997403; 0,29998711; 0,39996049; 0,49990608; 0,5998103; 0,6996576; 0,7994303; 0,8991116.
ANALISIS DISAIN MULTIWARNA TUBULAR LAMP TERHADAP PENGGUNAAN TRANSFORMATOR NEON SIGN Faya Efdika Yasseff; Surya Tarmizi Kasim
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neon Sign Transformator (NST) adalah salah satu jenis trafo yang dapat mengubah tegangan dari 120-347 V menjadi tegangan tinggi, biasanya berkisar 2 sampai 15 kV dan NST biasanya digunakan untuk lampu hias yang berjenis Tubular Lamp (TL). Tulisan ini menganalisis pengaruh penggunaan transformator neon sign dengan menggunakan disain multiwarna tubular lamp dengan menentukan tegangan primer yaitu 220 volt. Pengoperasian tubular lamp dilakukan dengan gas yang dibantu oleh daya listrik untuk mengeksitasi uap raksa yang terdapat pada lampu itu. Uap raksa yang tereksitasi itu menghasilkan gelombang cahaya ultra ungu yang pada selanjutnya menyebabkan lapisan fosfor berpendar dan menghasilkan cahaya kasat mata. Lampu Neon Sign mampu menghasilkan cahaya secara lebih efisien dari pada lampu pijar. Data hasil pengujian yang didapat adalah arus primer dan tegangan sekunder, dan untuk beban yang dilakukan pada percobaan ini adalah “ 50 th Elektro Emas 1965 – 2015”.
ANALISA PERBANDINGAN EFISIENSI MOTOR DC KOMPON PENDEK DENGAN MOTOR DC KOMPON PANJANG AKIBAT PENAMBAHAN KUTUB Fuad Rahim Sitompul; Syamsul Amin
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor listrik merupakan perangkat elekromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor DC memerlukan tegangan searah pada kumparan medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan sebagai penggerak peralatan listrik seperti pompa,penggerak kipas angin, lift dan lain-lain. Kinerja suatu motor DC(Direct Current) dikatakan baik jika efisiensi motor tersebut tinggi. Hal ini dapat dicapai dengan mengatur bagian-bagian tertentu dari motor. Perubahan posisi sikat pada motor DC mempengaruhi efisiensinya. Pada jurnal ini membahas tentang analisis perbandingan efisiensi motor DC kompon pendek dengan motor DC kompon panjang akibat penambahan kutub. Adapun hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi motor DC kompon panjang lebih efektif dari pada efisiensi motor DC kompon pendek. Nilai efisiensi tertinggi dari motor DC kompon panjang akibat penambahan kutub adalah 81.92% terhadap torsi beban 0.6 kg. Efisiensi tertinggi dari motor DC kompon pendek akibat penambahan kutub adalah 80.16% terhadap torsi beban 0.6 kg.