cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
PERANCANGAN SISTEM PENGONTROLAN PENGUKURAN BERAT PADA TIMBANGAN KENDARAAN SECARA AUTOMATIS Julkarnine Marpaung; Eddy Warman
Singuda ENSIKOM Vol 10, No 27 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam hal pengukuran massa, pengukuran massa biasanya dilakukan secara manual dengan menggunakan timbangan manual. Timbangan merupakan alat bantu untuk mengetahui berat suatu benda Salah satu penggunaan timbangan dibidang perindustrian dan untuk jalan umum, untuk mengetahui berat muatan suatu kendaraan. Pada tulisan ini, dirancang suatu alat pengontrolan berat muatan kendaraan dengan menggunakan mikrokontroller ATmega 8535 sebagai pengendali.alat iniuntuk menimbang berat muatan kendaraan secara otomatis.Alat ini menggunakan satu buah sensor yaitu load cell. Sensor diletakkan ditengah agar alat dapat menimbang secara baik.pada saat alat mendeteksi adanya beban. Secara otomatis, sensor akan membaca dan mengirimkan sinyal ke mikrokontroller yang kemudian berat muatan kendaraantersebut ditampilkan oleh LCD disertakan mengirim pesan lewat sms. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dengan skala 1 : 1000 yang artinya 1 kg tampilan di LCD sama dengan berat 1 ton yang sebenarnya. Pesan normal load akan terkirim apabila berat muatan kendaraan diantara 2000 kg ≤ 5000 kg. Apabila berat muatan kendaraan melebihi dari 5000 kg maka pesan over load akan terkirim.
ANALISIS KARAKTERISTIK TORSI DAN PUTARAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA PADA KONDISI OPERASI SATU FASA DENGAN PENAMBAHAN KAPASITOR Antonius Pahala Nainggolan; Eddy Warman
Singuda ENSIKOM Vol 10, No 27 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.622 KB)

Abstract

Pengoperasian motor induksi tiga fasa biasanya menggunakan sistem tiga fasa, jika pengoperasian motor induksi tersebut dioperasikan pada kondisi satu fasa maka akan ada perbedaan  karakteristik yang terjadi pada motor tersebut. Perbedaan ini dipengaruhi oleh bentuk rangkaian pengoperasiannya maupun komponen tambahan yang digunakan untuk merubah bentuk rangkaian motor induksi tiga fasa yaitu berupa kapasitor. Pada tulisan  ini dibahas karakteristik torsi dan putaran motor induksi tiga fasa pada kondisi operasi satu fasa dengan penambahan kapasitor. Dari hasil pengujian motor induksi tiga fasa 1,5 kW rotor sangkar dengan kapasitor 20 14μ"> F untuk beban 20%, 40% dan 60%  dihasilkan torsi sebesar 2,75 Nm, 2,95 Nm dan 3,24 Nm. Sedangkan untuk putaran motor induksi tiga fasa untuk beban 20%, 40% dan 60%  sebesar  1400 rpm, 1380 rpm dan 1350 rpm. Kata Kunci: motor induksi 3 fasa, kapasitor, torsi output motor
ANALISIS PENGARUH HALF RATE DAN FULL RATE TERHADAP TRAFFIC CHANNEL DAN SPEECH QUALITY INDICATOR PADA JARINGAN GSM PT. XL AXIATA MEDAN May Hendra Panjaitan; Sihar Parlinggoman Panjaitan
Singuda ENSIKOM Vol 11, No 30 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.406 KB)

Abstract

Keterbatasan kanal telekomunikasi merupakan salah satu masalah dalam komunikasi seluler, sehingga untuk memperbanyak kanal maka digunakan kanal half rate 6,5 kbps. Tulisan ini membahas tentang pengaruh perubahan tipe kanal terhadap parameter trafik pada kanal dan kualitas suara dari sisi uplink. Operator meningkatkan jumlah kanal sebanyak dua kali lipat dari kanal yang semula full rate 13 kbps, namun kualitas suara menjadi menurun dan tidak sesuai dengan standar SQI (Speeh Quality Indicator) good rate yang ditetapkan perusahaan (lebih dari 80 %). Kualitas suara diperbaiki dengan mengatur ambang batas pengaktifan kanal half rate yakni dengan mengatur parameter Dynamic Half Allocation (DHA). Setelah parameter DHA diatur, SQI good rate meningkat menjadi 82,8039 % pada daerah Doktor Mansur, pada daerah Amplas menjadi 87,6327%, dan pada daerah TAMORA 3 menjadi 91,1083 %. Nilai TCH (Traffic Channel) congestion rate juga sesuai standar perusahaan (kurang dari 1,1 %) dengan nilai 0,3146 pada daerah Doktor Mansur, pada daerah Amplas 0,002 %, dan pada daerah TAMORA 3 sebesar 0,1953 %. Keterbatasan kanal telekomunikasi merupakan salah satu masalah dalam komunikasi seluler, sehingga untuk memperbanyak kanal maka digunakan kanal half rate 6,5 kbps. Tulisan ini membahas tentang pengaruh perubahan tipe kanal terhadap parameter trafik pada kanal dan kualitas suara dari sisi uplink. Operator meningkatkan jumlah kanal sebanyak dua kali lipat dari kanal yang semula full rate 13 kbps, namun kualitas suara menjadi menurun dan tidak sesuai dengan standar SQI (Speeh Quality Indicator) good rate yang ditetapkan perusahaan (lebih dari 80 %). Kualitas suara diperbaiki dengan mengatur ambang batas pengaktifan kanal half rate yakni dengan mengatur parameter Dynamic Half Allocation (DHA). Setelah parameter DHA diatur, SQI good rate meningkat menjadi 82,8039 % pada daerah Doktor Mansur, pada daerah Amplas menjadi 87,6327%, dan pada daerah TAMORA 3 menjadi 91,1083 %. Nilai TCH (Traffic Channel) congestion rate juga sesuai standar perusahaan (kurang dari 1,1 %) dengan nilai 0,3146 pada daerah Doktor Mansur, pada daerah Amplas 0,002 %, dan pada daerah TAMORA 3 sebesar 0,1953 %. Keterbatasan kanal telekomunikasi merupakan salah satu masalah dalam komunikasi seluler, sehingga untuk memperbanyak kanal maka digunakan kanal half rate 6,5 kbps. Tulisan ini membahas tentang pengaruh perubahan tipe kanal terhadap parameter trafik pada kanal dan kualitas suara dari sisi uplink. Operator meningkatkan jumlah kanal sebanyak dua kali lipat dari kanal yang semula full rate 13 kbps, namun kualitas suara menjadi menurun dan tidak sesuai dengan standar SQI (Speeh Quality Indicator) good rate yang ditetapkan perusahaan (lebih dari 80 %). Kualitas suara diperbaiki dengan mengatur ambang batas pengaktifan kanal half rate yakni dengan mengatur parameter Dynamic Half Allocation (DHA). Setelah parameter DHA diatur, SQI good rate meningkat menjadi 82,8039 % pada daerah Doktor Mansur, pada daerah Amplas menjadi 87,6327%, dan pada daerah TAMORA 3 menjadi 91,1083 %. Nilai TCH (Traffic Channel) congestion rate juga sesuai standar perusahaan (kurang dari 1,1 %) dengan nilai 0,3146 pada daerah Doktor Mansur, pada daerah Amplas 0,002 %, dan pada daerah TAMORA 3 sebesar 0,1953 %.
STUDI KEANDALAN (RELIABILITY) PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) LABUHAN ANGIN SIBOLGA Oloni Togu Simanjuntak; Syamsul Amin
Singuda ENSIKOM Vol 10, No 26 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin Sibolga merupakan salah satu pembangkit yang terinterkoneksi di sumatera bagian utara (SUMUT), yang dibuat untuk membantu meningkatkan pelayanan listrik sumut. PLTU ini sendiri adalah salah satu pembangkit listrik yang dalam pengoperasiaannya menggunakan peralatan (komponen-komponen) yang saling berkaitan antara satu dan yang lainnya seperti boiler, turbin uap, generator, trafo, dan lain sebagainya. Tulisan ini menganalisis tentang keandalan dari data kegagalan komponen trafo dan generator , karena seringnya kegagalan atau tidak berfungsinya secara baik pembangkit, banyak diakibatkan tidak seringnya untuk mengecek peralatan (komponen) pembangkit. Sehingga perlu diketahui keandalan dari masing-masing peralatan (komponen) agar pembangkit tersebut dapat beroperasi dengan baik. Dari hasil perhitungan pada masing-masing komponen yaitu generator dan trafo,  didapatkan nilai keandalan terendah selama 17520 jam adalah Exiter yaitu pada generator sebesar 0,0005248 (hampir mendekati 0%). Sedangkan komponen dengan nilai Availability terbaik adalah Lube Oil pada trafo, yaitu sebesar 99,95%, Availability terburuk adalah Isolasi Slip Ring pada generator, yaitu sebesar 99,90%. Komponen dengan nilai Preventive Maintenance terbaik yaitu Isolasi Slip Ring pada generator yaitu 4750 jam, yang berarti komponen Isolasi Slip Ring mempunyai waktu yang paling lama untuk dilakukan maintenance dibandingkan komponen lainnya.
ANALISIS PENGARUH TEGANGAN INJEKSI TERHADAP KINERJA MOTOR INDUKSI TIGA FASA ROTOR BELITAN Tondy Zulfadly Ritonga; Syamsul Amien
Singuda ENSIKOM Vol 10, No 26 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada berbagai peralatan industri karena kelebihannya dan rancangannya yang sederhana, murah dan mudah didapat. Dalam tulisan ini dibahas pengaruh besar tegangan yang diinjeksikan ke rotor terhadap kecepatan motor, dari pengajuan yang telah dilakukan diperoleh bahwa makin besar tegangan injeksi maka kecepatan motor berkurang tetapi sebaliknya torsi akan makin besar. Namun dalam penggunaannya motor induksi diperlukan untuk beroperasi pada kecepatan yang di inginkan dan lebih baik untuk pengoperasian kinerja motor. Sehingga untuk mengatur kecepatan motor induksi rotor belitan dapat dilakukan berbagai cara, salah satunya adalah dengan metode injeksi tegangan pada rotor. Dengan mengatur besar tegangan yang diinjeksikan pada rotor akan diperoleh pengaturan kecepatan motor.
APLIKASI SOFTWARE LD-MICRO PADA PEMROGRAMAN MIKROKONTROLER PIC16F877 SEBAGAI PENGGANTI PLC – APLIKASI PADA PERANCANGAN SISTEM KONTROL TEMPAT PARKIR MOBIL Indra Budiman; T Ahri Bahriun
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.313 KB)

Abstract

  Sistem kontrol automatis pada tempat parkir mobil yang ada pada gedung-gedung perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan ataupun plaza, pada saat ini masih hanya pada pengaturan buka tutup palang pintu masuk dan pintu keluar. Dalam tulisan ini membahas tentang perancangan sebuah alat sebagai kontroler tempat parkir mobil. Pengendali utama pada alat ini menggunakan mikrokontroler  PIC16F877, yang diprogram dengan menggunakan bahasa pemrograman berbentuk atau berdasarkan ladder diagram, dan program ini merupakan aplikasi dari software LD-Micro. Sistem yang dikontrol oleh alat ini antara lain adalah, pengaturan buka tutup palang pintu masuk dan pintu keluar areal parkir,  display penunjukan jumlah tempat parkir yang tersedia, display penunjukan tidak ada tempat parkir yang tersedia dan sistem pelumasan pada bagian mekanikal palang pintu masuk ataupun palang pintu keluar.  
STUDI PENGGUNAAN LOGIKA FUZZY UNTUK PENGALOKASIAN KANAL DINAMIK PADA KOMUNIKASI SELULER Sony E Naibaho; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 10, No 27 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.503 KB)

Abstract

Tuntutan komunikasi nirkabel yang handal dan kapasitas sistem yang tinggi tidak terlepas dari ketersediaan resource berupa kanal frekuensi yang cukup. Dalam tulisan ini dibahas penggunaan Logika Fuzzy (fuzzy logic) dan Frequency Exhaustive Assignment (FEA) sebagai metode alokasi kanal. Pemanfaatan kanal secara efisien yang semaksimal mungkin dengan interferensi yang bisa ditoleransi adalah tujuan penting dari alokasi kanal. Permasalahannya adalah mendapatkan alokasi kanal yang tepat untuk dapat memaksimalkan kapasitas penggunaan kanal dengan tetap memperhatikan kualitas sinyal yang baik. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh rata-rata probabilitas bloking dengan fuzzy logic adalah 26,94275% jauh lebih rendah dari FEA.
ANALISIS ALOKASI KANAL DINAMIK PADA KOMUNIKASI SELULER DENGAN ALGORITMA ARTIFICIAL BEE COLONY Agus Noble; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 10, No 28 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.173 KB)

Abstract

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi seluler/bergerak telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Hal ini didasari oleh perkembangan tekonologi yang meningkat. Ini dapat dilihat dengan semakin bertambah banyaknya jumlah BTS. Akan tetapi pertambahan tersebut tidak diikuti dengan bertambah banyaknya jumlah spektrum frekuensi. Hal ini menyebabkan permintaan kanal yang maksimal akan tetapi tidak didukung dengan ketersediaan kapasitas saluran yang tersedia. Hal tersebut akan mengakibatkan banyak panggilan yang tidak dapat dilayani atau diblok. Untuk mencegah hal tersebut maka diperlukan solusi pemecahan salah satunya dengan pengoptimalan kanal. Tulisan ini      membahas optimasi pengalokasian kanal dinamis pada GSM dengan menggunakan Algoritma Artificial Bee Colony sebagai metode penyelesaiannya. Algoritma ini menggunakan sekumpulan lebah yang saling bekerja sama untuk mengeksplorasi solusi-solusi yang memungkinkan. Dari hasil pemodelan yang dilakukan diperoleh besarnya jumlah kanal yang dapat dialoaksikan sebesar 124 kanal dengan nilai call demand tertinggi 26 panggilan yang terletak pada sel 11. Dengan nilai partikel cii=6 maka diperoleh panggilan yang dapat dilayani sebesar 287 panggilan dan blocking sebanyak 15 panggilan dari total seluruh panggilan sebanyak 287 panggilan dengan utilisasi kanal sebesar 94,78%.
PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN BIAYA PARKIR SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) Charles P M Siahaan; Surya Tarmizi Kasim
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.396 KB)

Abstract

Sistem perparkiran yang terstruktur dengan baik dan mampu menawarkan berbagai macam solusi dari permasalahan perparkiran yang ada merupakan sistem perparkiran yang sangat dibutuhkan saat ini. RFID (Radio Frequency Identification) bisa menjadi jawaban untuk membangun sistem tersebut. Tulisan ini membahas tentang perancangan sistem pembayaran biaya parkir secara otomatis dengan menggunakan RFID. ID yang ada di dalam tag akan dibaca oleh RFID reader. ID tersebut diolah di database untuk mengetahui identitas pemilik ID ketika masuk ke tempat parkir maupun akan keluar dari tempat parkir. Sistem ini sangat membantu pengguna layanan parkir agar tidak antri ketika masuk maupun keluar tempat parkir. Sistem ini juga memberikan kemudahan bagi pengelola parkir dalam penyebaran informasi menjadi lebih aman, cepat dan akurat.
ANALISIS DROP CALL PADA JARINGAN 3G PADA BEBERAPA BASE STATION DI KOTA MEDAN Donny Panggabean; Naemah Mubarakah
Singuda ENSIKOM Vol 10, No 27 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.452 KB)

Abstract

Availability merupakan salah satu komponen dalam kualitas suatu layanan telekomunikasi. Tingkat terputusnya suatu komunikasi masih dapat diterima bila masih berada pada nilai tertentu, namun diperlukan upaya untuk mengurangi bahkan menghilangkan kondisi tersebut. Tulisan ini membahas penyebab terjadinya drop call pada jaringan 3G di beberapa Base Station (BTS) pada operator telekomunikasi dengan cara drive test menggunakan software NEMO Analyze. Parameter yang diamati adalah Energy Carrier Per Noise (Ec/No) dengan nilai -6 dB s/d -9 dB dan Received Signal Code Power (RSCP) dengan nilai -65 dBm s/d -80 dBm. Dari hasil pengukuran, drop call yang terjadi disebabkan oleh gagalnya proses handover antar BTS, dimana BTS tetangga yang menerima handover memiliki nilai Ec/No lebih kecil dari -9 dB dan lebih rendah dari Ec/No BTS yang sedang melayani panggilan.