cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
PERANCANGAN SISTEM VERIFIKASI KEANGGOTAAN DENGAN KARTU CERDAS NIRKONTAK BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 Reza Al Kautsar Lubis; Soeharwinto Soeharwinto
Singuda ENSIKOM Vol 11, No 30 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.68 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana melindungi hak-hak anggota suatu organisasi berdasarkan status keanggotaannya karena hak-hak yang disediakan oleh organisasi tentunya hanya diperuntukkan bagi anggota organisasi saja. Hak-hak anggota yang disediakan oleh organisasi pada umumnya adalah hak untuk mendapatkan berbagai izin akses, hak untuk mendapatkan izin penggunaan fasilitas serta hak untuk mendapatkan pelayanan. Kurangnya tingkat keamanan dalam suatu organisasi dapat menyebabkan hak-hak tersebut digunakan oleh orang asing yang bukan bagian dari anggota. Penggunaan kartu cerdas nirkontak sebagai kartu identitas anggota dapat menjadi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Kartu cerdas nirkontak menyimpan serangkaian serial ID yang unik. Untuk memastikan pemilik kartu tersebut adalah pemilik aslinya maka ditambahkan sebagian citra sidik jari yang dibaca dengan modul ZFM-20 untuk kemudian ditanamkan didalam kartu. Sidik jari dijadikan sebagai objek permanen kepemilikan kartu. Proses menanamkan informasi sebagian citra sidik jari menggunakan Arduino kit. Dari hasil pengujian pembacaan sidik jari menggunakan Arduino kit ditemukan bahwa data hasil pembacaan sidik jari tidak lengkap karena hanya ditemukan 1 data packet dari yang seharusnya ditemukan adalah 287 data packet.
ANALISIS KINERJA JARINGAN KOMPUTER DI SMK DARUSSALAM MEDAN DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE CISCO PACKET TRACER Teuku Muhammad; M Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 12, No 33 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.926 KB)

Abstract

Dua komputer dapat dikatakan saling terkoneksi dalam sebuah jaringan jika keduanya mempunyai kemampuan untuk saling berkomunikasi dan bertukar informasi. Penulis memilih tempat yang di sekolah SMK Darussalam Medan. Menganalisis kinerja jaringan komputer tersebut menggunakan topologi star. Pada tulisan ini, disimulasikan jaringan komputer yang di SMK Darussalam Medan, dengan menggunakan software cisco packet tracer sebagai alat simulasi. Data simulasi diperoleh dari ruang kantor, ruang Lab TKJ (Teknik Komputer Jaringan) dan ruang Lab MM (Multi Media). Masing-masing ruang Lab memiliki 2 switch, 1 switch diruang kantor dan 1 wireless router berada diluar ruangan. Kinerja yang dianalisis yaitu packet loss, delay dan throughput. Hasil simulasi dengan menggunakan software cisco packet tracer menunjukkan nilai delay yang terjadi diruang kantor sebesar 30,4 ms, untuk ruang Lab TKJ 43,4 ms dan Lab MM 50,2 ms. Sedangkan untuk seluruh ruangan tidak mengalami packet loss saat proses simulasi. Hasil throughput untuk ruang kantor sebesar 0,51 kbps, untuk ruang Lab TKJ 0,38 kbps dan Lab MM 0,37 kbps.   Kata kunci : Cisco,  packet loss, delay, throughput
STUDI KONSUMSI ENERGI PERANGKAT KOMUNIKASI BERGERAK UNTUK APLIKASI VIDEO STREAMING Yosua Nainggolan; Suherman Suherman
Singuda ENSIKOM Vol 12, No 33 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.833 KB)

Abstract

Perangkat komunikasi bergerak mendapatkan energi dari baterai. Aplikasi yang rutin berpengaruh pada umur pengecasan. Oleh karenanya diperlukan efisiensi program yang berjalan. Salah satunya adalah transport layer protocol. Ada dua protokol standar: User Datagram Protocol (UDP) dan Transmission Control Protocol (TCP). Tulisan ini membandingkan konsumsi energi perangkat komunikasi bergerak jika menggunakan kedua protokol tersebut. Aplikasi video streaming dipilih sebagai aplikasi yang berjalan. Eksperimen menggunakan arduino sebagai pengukur energi dan perangkat bergerak yang ditinjau adalah handphone Nokia E63. Dari eksperimen diperoleh bahwa UDP mengkonsumsi rata-rata  0,0173 Joule per paket, sementara TCP 0,285 Joule per paket. Konsumsi energi TCP berkisar 16 kali lipat dari UDP. Namun demikian, UDP mengalami packet loss yang sangat tinggi mencapai 92%, berkisar 7,8 kali lebih tinggi dari TCP.
PENGUKURAN TINGKAT HARMONISA PADA BEBERAPA MERK JUICER (DENGAN STANDAR IEC 61000 3-2) Vitra Juniva; Rachman Hasibuan
Singuda ENSIKOM Vol 13, No 35 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.599 KB)

Abstract

Harmonisa adalah gejala dari pembentukan gelombang sinus dengan gelombang fundamental yang apabila digabungkan dengan frekuensi harmonisa akan terjadi nya gelombang yang terdistorsi. Apabila hal ini terjadi maka akibatnya peralatan listrik akan mengalami efek buruk. Beberapa standar internasional seperti IEC dan IEEE telah mengeluarkan tingkat harmonisa yang diizinkan pada peralatan listrik. Tulisan ini membahas tentang pengukuran tingkat harmonisa pada beberapa merk juicer dengan menggunakan acuan standar IEC 61000 3-2. Pengukuran tingkat harmonisa pada beberapa merk juicer menggunakan alat Fluke 435 power Quality Analyzer. Alat ini dapat mengukur besar kecilnya harmonisa yang dihasilkan oleh juicer sehingga dapat diketahui apakah juicer-juicer tersebut memiliki harmonisa yang melebihi standar atau tidak yang diizinkan oleh IEC 61000 3-2.
RANCANG BANGUN ANTENA MIKROSTRIP PATCH ARRAY SEGI EMPAT TRIPLE -BAND PADA FREKUENSI 2,3, 3,3 GHz DAN 5,8 GHz Ramli Qadar Lubis; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 12, No 33 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.96 KB)

Abstract

Antena triple band merupakan suatu jenis antena yang dapat bekerja secara bersamaan pada tiga range frekuensi yang berbeda tanpa memerlukan tiga buah antena yang berbeda fisik. Kelebihan lainnya dapat mengurangi drop call dan gangguan network busy. Tulisan ini merancang antena mikrostrip patch segiempat yang bekerja pada tiga frekuensi BWA yaitu 2,3 GHz, 3,3 GHz dan 5,8 GHz yang digunakan untuk aplikasi antena dengan bandwidth yang besar. Antena mikrostrip ini terdiri dari tiga buah patch segiempat yang disusun secara array dan dihubungkan oleh junction pada saluran pencatunya. Hasil yang didapatkan dalam pengukuran antena ini adalah antena bekerja pada frekuensi 2,3 GHz – 2,4GHz dengan gain pada simulasi 5,72 dB dan VSWR minimum 1,21 dan pola radiasi cenderung unidirectional. Frekuensi kedua bekerja dari 3,3 GHz – 3,4 GHz dengan gain pada simulasi 7,63 dB dan VSWR minimum 1,63 dan pola radiasi cenderung omniderctional. Frekuensi ketiga bekerja dari 5,7 GHz-5,8 GHz dengan gain pada simulasi 5,8 dB dan VSWR minimum pada simulasi 1,404.
PENGARUH ARUS NETRAL TERHADAP RUGI-RUGI BEBAN PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI PLN RAYON JOHOR MEDAN Rendy Faisal Sibarani; Syamsul Amien
Singuda ENSIKOM Vol 12, No 33 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.965 KB)

Abstract

Kebutuhan rumah tangga pada jaringan tegangan rendah memanfaatkan tenaga listrik satu phasa. Sehingga sering sekali pembebanan pada transformator banyak dijumpai tidak seimbang/merata. Akibat ketidakseimbangan tersebut adalah mengalirnya arus pada kawat netral atau disebut arus netral. Disisi lain pemakaian beban non linier seperti peralatab elektronik oleh kebutuhan rumah tangga memberikan andil terhadap tingginya arus netral. Hal ini terjadi pada beban non linier akan muncul arus urutan nol yang memicu keluarnya arus netral atau harmonisa pada netral transformator. Arus netral ini akan mengakibatkan panas. Panas tersebut merupakan rugi-rugi yang seharusnya tidak terjadi. Pada tulisan ini dibahas mengenai pengaruh arus netral terhadap rugi-rugi beban transformator. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh ketidakseimbangan beban pada Trafo JH128-2 dan Trafo JH129-2 yaitu 12,66% dan 21,9% pada siang hari dan 18,89% dan 27,9% pada malam hari. Semakin besar ketidakseimbangan beban maka makin besar juga rugi-ruginya, ini dilihat dari hasil pengukuran pada siang harinya yaitu 0,63% dan 0,98%, pada malam harinya 2,53% dan 2,47%. Dan hasil pengukuran yang lain bahwa harmonisa arus tidak melebihi standar yang ditetapkan IEEE 519 (8%) dan harmonisa tegangan tidak melebihi standar yang ditetapkan IEEE 519 (5%) pada Trafo JH128-2 dan Trafo JH129-2. Adanya harmonisa terhadap netral pada Trafo JH128-2 dan Trafo JH129-2 mendekati total arus urutan nol masing-masing phasa dan arus ketiga phasa 38,3 A dan 38,2 A; dan 21,97 dan 22,62. Dari analisa harmonisa terhadap rugi-rugi pada Trafo JH128-2 dan TrafoJH129-2 relatif kecil dan dapat dikatakan pemakaian beban non linier oleh konsumen relatif sedikit juga.
RANCANG BANGUN PERANGKAT TELEMETRI RADIO 433 MHZ UNTUK TRANSMISI DATA GAMBAR Rhobby Rhobby Maulana; Suherman Suherman
Singuda ENSIKOM Vol 12, No 33 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penginderaan jauh merupakan salah satu aplikasi sistem telemetri yang populer pada saat ini. Penggunaan mikrokomputer Raspberry Pi mempermudah design perangkat remote untuk pengambilan citra gambar. Tulisan ini mengkaji penggunaan sistem radio 433 MHz sebagai link perangkat remote. Dari pengujian melalui transmisi encoded dan rekontruksi data gambar diperoleh bahwa transmisi gambar dengan resolusi 680x480 menghasilkan persentasi loss yang meningkat terhadap jarak transmitter dan receiver. Pada jarak 50 m, 100 m dan 200 m diperoleh loss berturut – turut 1,65%, 1,89% dan 2,17%. Hasil rekonstruksi gambar dari data yang diterima memberikan nilai PSNR 28,06 dB . Hal ini menunjukkan perangkat telemetri yang telah dirancang pada frekuensi 433 MHz dapat digunakan sebagai sistem telemetri gambar.
PERANCANGAN INSTALASI ALIRAN AIR PLTA RENUN GUNA PENINGKATAN DAYA KELUARAN GENERATOR SINKRON Richard Manumpak Batubara; Eddy Warman
Singuda ENSIKOM Vol 12, No 34 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.97 KB)

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Renun adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran air sungai renun dan sebelas anak sungai lain yang kemudian dikumpulkan dalam suatu bendungan pengantar. PLTA Renun menghasilkan sebesar 313,5 GWh energi yang dihasilkan per tahun. Namun potensi sumber daya air pada sungai renun masih dapat dimanfaatkan lebih maksimal lagi dengan memodifikasi aliran air menuju rumah turbin guna meningkatkan daya keluaran turbin. Pada tulisan ini membahas tentang perancangan atau modifikasi aliran air menuju rumah turbin meliputi perubahan panjang, diameter dan bahan material pipa penstock yang digunakan dalam instalasi sehingga dapat mengurangi rugi gesekan air terhadap permukaan pipa dengan itu mengurangi juga rugi-rugi kehilangan tinggi tekan air (meningkatkan head efektif) sehingga daya keluaran turbin atau daya input mekanis generator pun meningkat.
ANALISIS HANDOFF JARINGAN UMTS DENGAN MODEL PENYISIPAN WLAN PADA PERBATASAN DUA BASE STATION UMTS Selfi Sinaga; Maksum Pinem
Singuda ENSIKOM Vol 12, No 33 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.017 KB)

Abstract

Handoff merupakan proses perpindahan pelayanan dari satu sel ke sel yang lain, yang disebabkan parameter propagasi sinyal tidak lagi memenuhi batas threshold untuk dilayani oleh BS yang sebelumnya. Horizontal handoff merupakan proses handoff yang terjadi pada jaringan dengan standar teknologi yang sama seperti antara dua atau lebih jaringan selular 3G, sedangkan Vertical handoff merupakan proses handoff yang terjadi pada jaringan dengan standar teknologi yang berbeda seperti jaringan selular 3G dan WLAN. Pada tulisan ini dianalisis peningkatan kinerja jaringan saat dilakukan penyisipan WLAN di perbatasan dua jaringan UMTS. Jaringan WLAN tersebut berfungsi untuk melayani MS ketika sinyal kedua UMTS yang berdekatan lemah. Evaluasi kinerja disimulasikan dalam simulator dengan parameter kinerja yang dianalisis yaitu jumlah handoff dan probabilitas outage. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan melakukan penyisipan WLAN di perbatasan dua jaringan UMTS, nilai probabilitas outage semakin kecil yaitu pada titik perbatasan sel UMTS1 dan UMTS2 pada jarak 910 meter dengan variasi Smin = -80 dBm diperoleh 0,679 menjadi 0, pada Smin = -85 dBm diperoleh 0,385 menjadi 0, dan pada Smin = -90 dBm diperoleh 0,141 menjadi 0. Namun jumlah handoff semakin meningkat, pada Smin = -80 dBm diperoleh rata-rata jumlah handoff 1 menjadi 5,64 kali, pada Smin = -85 dBm diperoleh rata-rata jumlah handoff 1,76 menjadi 7,60 kali dan pada Smin = -90 dBm diperoleh rata-rata jumlah handoff 4,16 menjadi 7,60 kali.
PERENCANAAN SMARTGRID JARINGAN LISTRIK SUMBAGUT 150 KV MENGGUNAKAN SIMULINK MATLAB Fransisco Wiartone Simbolon; Yulianta Siregar
Singuda ENSIKOM Vol 13, No 35 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.495 KB)

Abstract

Jaringan listrik konvensional yang digunakan saat ini memiliki beberapa kekurangan – kekurangan, antara lain adalah tidak adanya informasi aliran daya yang pasti serta kurang efisiennya mulai dari pembangkitan sampai dengan penyaluran energi listrik. Kekurangan – kekurangan ini dapat diatasi dengan  menggunakan  konsep smartgrid, dimana smartgrid merupakan sebuah penamaan terhadap sistem kelistrikan yang menggunakan perkembangan teknologi, sehingga nantinya didapatkan sistem yang baik, otomatis dan efisien dalam pengoperasiannya. Tulisan ini membahas mengenai perancangan sistem smartgrid untuk jaringan listrik SUMBAGUT 150 kV,  menggunakan simulink matlab. Dengan metode penggabungan dari rancangan  sistem komunikasi, rancangan  sistem kontrol dan selanjutnya menggabungkan sistem ini dengan sistem kelistrikan yang ada,  maka akan didapatkan konsep smartgrid. Dari hasil percobaan yang dibuat dengan mengubah beberapa parameter daya beban, didapatkan persen rugi – rugi jaringan terkecil adalah pada keadaan 10% beban puncak yaitu sebesar 12,64% dari daya yang dibangkitkan, sedangkan persen rugi – rugi terbesar pada jaringan adalah pada keadaan 95% beban puncak yaitu sebesar 17,65% dari daya yang dibangkitkan.  Dari  perencanaan dan percobaan yang dilakukan dalam tugas akhir ini maka didapatkan sistem yang  terotomatisasi dengan memperhatikan keefisienan dari segi pembangkitan dan keandalan dari segi tegangan.