cover
Contact Name
Susilo Setyo Utomo
Contact Email
susilosetyoutomo@staf.undana.ac.id
Phone
+628113838344
Journal Mail Official
susilosetyoutomo@staf.undana.ac.id
Editorial Address
Jalan Adi Sucipto, Penfui, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Floresiensis Journal : Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : -     EISSN : 2988280X     DOI : https://doi.org/10.35508/floresiensis.v1i2
Jurnal Floresiensis diterbitkan dua kali setahun, yakni bulan Juni dan Desember oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP Undana, Kupang. Tujuan: (1) menyebarluaskan ilmu pengetahuan tentang peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau dan masa kini dalam bidang Pendidikan dan sejarah. Pun dalam kajian antropologi, kebudayaan, sosiologi, politik, dan pemerintahan; dan atau pendidikan sejarah pada umumnya; (2) meningkatkan saling tukar pengetahuan antar institusi; (3) memotivasi para dosen dan praktisi untuk menulis artikel ilmiah berdasarkan hasil penelitian ilmiah dan kajian pustaka.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2023)" : 5 Documents clear
Sejarah Suku Lamahoda Lamanepa Di Mingar Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata Lamahoda, Adiratna Nursaida; Ande, Andreas; Rato, Flafius S
FLORESIENSIS Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v2i1.20155

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Sejarah Suku Lamahoda Lamanepa di Mingar, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis sejarah yang dilakukan dengan langkah penentuan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan (1) Suku Lamahoda merupakan Suku yang berasal dari Seran Goran yaitu dari Indonesia bagian Timur, Suku ini datang dengan tiga bersaudara yaitu Lamahoda Atulolon, Lamahoda Lamanepa dan Lamahoda Rianghepat.(2).Kehidupan Suku Lamahoda dan Lama Ile sanggatlah damai namun suatu ketika, nenek moyang dari Suku Lamahoda memekan hewan peliharan dan jga memakan ribu ratu (manusia) sehingga Suku Lamahoda memutuskan untuk membunuh nenek moyang gurita tersebut. (3) wabah penyakit menyerang Suku Lamahoda maka Suku Lamahoda Atulolon, Lamahoda Lamanepa, Lamahoda Rianghepat meninggalkan ile boleng.(4)Suku Lamahoda Atulolon di pimpin oleh Suban Hodan meninggalkan Ile Boleng berjaln ke lereng gunung dan tibalah mereka di Desa Koli Lamahoda, hinga saat ini Suku Lamahoda Atulolon hidup di Koli Lamahoda.
Sejarah Kerajaan Seba Pada Masa Pemerintahan Raja Lazarus Rohi Tahun 1881-1890 Higa, Devrianti; Ande, Andreas; Utomo, Susilo Setyo
FLORESIENSIS Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v2i1.20283

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengungkapkan Sejarah Kerajaan Seba Pada Masa Pemerintahan Raja Lazarus Rohi Tahun 1881-1890, (2) Untuk mengungkapkan Stratifikasi Sosial Pada Masa Pemerintahan Raja Lazarus Rohi Tahun 1881-1890. Lokasi dalam penelitian ini adalah seluruh bekas wilayah kerajaan Seba yang dipusatkan pada Kelurahan Mebba Kecamatan Sabu Barat. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yaitu di peroleh dari wawancara dan observasi langsung di Kerajaan Seba, dan sumber data sekunder yang diperoleh dari informan tangan kedua dari buku-buku, arsip-arsip atau dokumen yang relevan dengan masalah penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumen, observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode sejarah yakni heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa, (1) Kerajaan Seba merupakan salah satu kerajaan yang pernah ada di wilayah Kabupaten Sabu Raijua dengan wilayah kekuasaan paling luas yakni meliputi 18 wilayah ketemukungan. Sistem pemerintahan ini terus bertahan hingga Tahun 1963. (2) peranan dan status sosial pada masyarakat Mebba/Seba didasarkan pada struktur pemerintahan Adat yang telah diatur yang merupakan nilai budaya daerah yang kecenderungan setiap keturunan (Kololoro) mempunyai fungsi dan peranannya masing-masing sesuai dengan tingkatan atau golongannya yang mengedepankan harga diri sebagai pandangan hidup masyarakat Mebba/Seba.
Sejarah Koepang Di Bawah Pemerintahan Residen Jacob Arnoldus Hazaart Pada Tahun 1807-1832 saefatu, fridiater; Djakariah, Djakariah; Ndoen, Fransina A
FLORESIENSIS Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v2i1.24150

Abstract

This study aims to find out (1) How was the history of the Kupang government under Resident Jacob Arnoldus Hazaart in 1807-1810, 1814, 1819-1832, (2) How was the development of Kupang in the political, social, cultural and economic fields under the government of Resident Jacob Arnoldus Hazaart in 1807-1810, 1814, 1819-1832. This study is a historical analysis carried out with the steps of determining the topic, heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The results of the study show, (1) Jacob Arnoldus Hazaart ruled as a resident in Kupang for three periods, namely from 1807-1810, 1814, 1819-1832. In 1810 the Dutch placed Jacob Arnoldus Hazaart as a resident in the Kupang region, (2) The development of Kupang in the political field, during the British occupation of Kupang (1812-1816) even though the region was under British control. Hazaart maintained the Dutch administration and played an important role in maintaining the stability of the government in the Kupang region, in the social field, the native people in Kupang were Helong, they interacted with other tribes in Kupang during the reign of the Hazaart resident.
Sejarah Kerajaan Insana Maubes Pada Masa Pemerintahan Usif Tasaeb Malafu Tahun 1934-1936 Naisoko, Theresia; Ande, Andreas; Dethan, Delsy A
FLORESIENSIS Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v2i1.24348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah Kerajaan Insana Maubes pada Masa Pemerintahan Usif Tasaeb Malafu Tahun 1934-1936. (2) Kebijakan-Kebijakan Usif Tasaeb Malafu Dalam Bidang Politik, Ekonomi dan Sosial. Lokasi penelitian ini berada di Desa Letmafo Keamatan Insana Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini adalah analisis sejarah yang dilakukan dengan langkah heuristik, kritik sejarah, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Sejarah kerajaan insana maubes pada masa kepemimpinannya Usif Tasaeb Malafu Tahun 1934 - 1936 memiliki keunikan tersendiri yang terdapat pada sistem pemerintahan. (2) Kebijakan-kebijakan dalam pemerintahan Usif Tasaeb Malafu sangat berbeda jauh dari usif-usif sebelumnya, karena Ia lebih mempercayai kebijakan yang diterapkan oleh orang belanda meliputi Kebijakan Politik, Kebijakan Ekonomi, dan Kebijakan Sosial.
Sejarah Kerajaan Anas Pada Masa Pemerintahan Raja Leu Nesnay I Pada Tahun 1879-1908 Tabala, Dorkas Novalia Maria; _, Djakariah; Utomo, Susilo Setyo
FLORESIENSIS Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v2i1.24363

Abstract

This research aims to examine the history of the Anas Kingdom before 1879 and to explore the economic, social, and political conditions during the reign of King Leu Nesnay I (1879-1908). The method used is historical with a qualitative approach, located in the former territory of the Anas Kingdom centered in the village of Lilo. (1) The research findings reveal that the Kingdom of Anas was established in the 16th century with its territory including Putain, Ukbui, Bimanus, Tauanas, Fatululi, Fatuoni, Sono, Sapnala, and Lotas. This kingdom was founded by Tae Nesnay from Belu (2) In the political field, King Leu Nesnay I managed the government with an organizational structure consisting of halamananu, halpala, amaf, mnaiskuan. In the social sphere, cooperation among neighboring kingdoms was implemented. Economically, the people of the Anas Kingdom were encouraged to engage in plantation and livestock sectors

Page 1 of 1 | Total Record : 5