cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AGROEKOTEKNOLOGI
ISSN : 23376597     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROEKOTEKNOLOGI merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online berisikan hasil-hasil penelitian tentang hama dan penyakit tumbuhan, agronomi, pemuliaan tanaman dan ilmu tanah
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2017)" : 30 Documents clear
Respons Pertumbuhan Setek Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Pada Berbagai Bahan Tanam Dan Konsentrasi IBA Ranggi Sumanjaya Purba; Jonis Ginting; Jonatan Ginting
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.183 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16407

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respons pertumbuhan berbagai bahan tanam setek nilam ( Pogostemon cablin Benth) terhadap pemberian IBA (Indole Butyric Acid). Penelitian ini dilaksanakan di lahan rumah kasa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dari bulan April sampai dengan September 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah bahan tanam setek (setek batang atas, setek batang tengah dan setek batang bawah) dan  faktor kedua yaitu konsentrasi IBA (0; 100; 200; dan 300 ppm).Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang  3 kali. Peubah yang diamati yaitu persentase setek hidup, umur muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, bobot basah tajuk, bobot basah akar, volume akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Data dianalisis dengan menggunakan uji F 5% dan dilakukan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test pada taraf α = 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahan tanam setek berpengaruh nyata terhadap persentase setek hidup, umur muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, bobot basah tajuk, bobot basah akar, volume akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Perlakuan konsentrasi IBA berpengaruh nyata terhadap persentase setek hidup, jumlah tunas, panjang tunas, bobot basah tajuk, bobot basah akar, volume akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar.Interaksi anatara kedua perlakuan tersebut berpengaruh nyata terhadap persentase setek hidup, bobot basah tajuk, bobot basah akar, volume akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Kata kunci : bahan tanam setek, IBA, nilam
Respon Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Ubi (Ipomoea batatas L.) jalar Terhadap Pemberian Paclobutrazol Dewi Rucci Manullang; Jonatan Ginting; Ferry Ezra Sitepu
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.891 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16421

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lahan masyarakat di  Jl. Setia Budi, Kecamatan Medan Selayang dengan ketinggian tempat ± 25 meter dpl dari bulan Mei sampai Oktober 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 Faktor perlakuan. Faktor pertama adalah varietas dengan 3 jenis yaitu Kidal  (V1); Sari (V2); Beta-2 (V3) dan faktor kedua yaitu pemberian paclobutrazol dengan 5 taraf yaitu; 0,00 cc/l air (P0); 0,25 cc/l air (P1); 0,50 cc/l air (P2); 0,75 cc/l air (P3); dan 1,00 cc/l air (P4). Parameter yang diamati adalah  pertambahan panjang tanaman, bobot basah tanaman per sampel, bobot kering tanaman per sampel, umur berbunga,  jumlah umbi per sampel, bobot umbi per sampel, rataan bobot umbi, dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap parameter pertambahan panjang tanaman  3-8 MST, bobot basah tanaman per sampel, bobot kering tanaman per sampel, umur berbunga, bobot umbi per sampel, rataan bobot umbi dan indeks panen. Pemberian paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap parameter pertambahan panjang tanaman 4 dan 7 MST, bobot umbi per sampel, rataan bobot umbi dan dan indeks panen. Interaksi antara perlakuan varietas dengan pemberian paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang tanaman 5 MST, bobot kering tanaman per sampel dan bobot umbi tanaman per sampel. Kata kunci : Paclobutrazol, Ubi jalar, Varietas
Survei Serangan Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) Berdasarkan Faktor Kultur Teknis di Kabupaten Tapanuli Utara Sondang Sitanggang; Suzanna F. Sitepu; Lahmuddin Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.647 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16426

Abstract

Penggerek buah kopi (H. hampei Ferr.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman kopi yang dapat menyerang buah kopi mulai dari buah yang masih hijau, matang susu sampai pasca panen. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai pengaruh faktor kultur teknis terhadap tingkat serangan PBKo di Kabupaten Tapanuli Utara.  Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Utara pada bulan Oktober – November 2015.  Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program SPSS Statistic 22,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultur teknis berpengaruh sedang terhadap persentase serangan hama dengan nilai korelasi -0,48. Rata-rata persentase serangan hama di Kabupaten Tapanuli Utara adalah 44,97%. Serangan hama tertinggi yaitu di Desa Situmeang Habinsaran 90,14% dan terendah Desa Sitanggor  10,40%.
Pemberian Beberapa Jenis Biochar untuk Memperbaiki Sifat Kimia Tanah Ultisol dan Pertumbuhan Tanaman Jagung Vici Islami Putri; Mukhlis Mukhlis; Benny Hidayat
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.838 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16435

Abstract

Penelitian rumah kasa bertujuan untuk menentukan bahan baku biochar yang terbaik untuk memperbaiki sifat kimia tanah Ultisol dan pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan 5 perlakuan yaitu kontrol, biochar jerami padi, biochar TKKS, biochar kulit durian, dan biochar kotoran sapi, dengan dosis 50 g/pot dan 4 blok. Parameter yang diukur adalah pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K tukar, umur berbunga, tinggi tanaman, bobot kering tajuk, bobot kering akar, serapan N, P, dan K. Hasil penelitian menunjukkan pemberian biochar mampu meningkatkan pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, K tukar , umur berbunga, tinggi tanaman, bobot kering tajuk, serapan N dan P akan tetapi tidak berpengaruh dalam meningkatkan serapan K dan bobot kering akar tanaman jagung. Biochar kotoran sapi lebih baik dibandingkan biochar lainnya dalam meningkatkan sifat kimia tanah Ultisol dan pertumbuhan tanaman jagung.
Klasifikasi Tanah Pada Satuan Lahan Volkan Tua di Gunung Sipiso-piso dan Gunung Simbolon Sumatera Utara Dea Walucky Saragih; Mukhlis Mukhlis; mariani br sembiring
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.453 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16439

Abstract

Penelitian survei bertujuan untuk mengklasifikasikan tanah pada satuan lahan volkan tua di Sumatera Utara menurut klasifikasi taksonomi tanah dan klasifikasi nasional. Penelitian dilakukan pada dua areal lahan, yaitu kaki lereng Gunung Sipiso-piso dan Gunung Simbolon. Pada masing-masing areal dibuat profil pewakil untuk diamati morfologinya kemudian diambil sampel tanah dari setiap horizon untuk dianalisis bulk densiti, tekstur tanah, C-organik, Retensi P,  Al dan Fe ekstrak oksalat di Laboratorium Riset dan Teknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah pada satuan lahan volkan tua yang berada di kaki lereng Gunung Sipiso-piso memiliki BD > 0.9 g/cm-3, retensi P > 85%, kadar Alo +1/2 Feo > 2%, sehingga diklasifikasikan menurut taksonomi tanah (Ultic Hapludand) dan klasifikasi nasional (Andosol Distrik). Sedangkan tanah pada lahan volkan tua yang terdapat di kaki lereng Gunung Simbolon memiliki  BD > 0.9 g/cm-3, retensi P < 85%, kadar Alo +1/2 Feo < 2%, sehingga diklasifikasikan berdasarkan taksonomi tanah (Andic Dystrudept) dan klasifikasi nasional (Kambisol Kromik).
Karakteristik Kalus Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merill) dengan Pemberian 2,4D dan Kinetin pada Kondisi Hipoksia Secara In Vitro Dian Simbolon; Revandy I.M Damanik; Rosmayati Rosmayati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.309 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kalus pada berbagai varietas kedelai dengan pemberian kombinasi 2,4D dan Kinetin pada kondisi hipoksia secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Universitas Sumatera Utara pada bulan Maret sampai Oktober 2016 menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga faktor perlakuan yaitu varietas yang diuji (Baluran, Gepak Kuning dan Willis), kombinasi ZPT (5 mg/l 2,4D; 10 mg/l 2,4D + 0,5 mg/l Kinetin; 15 mg/l 2,4D + 1 mg/l Kinetin) dan perlakuan penggenangan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata terhadap bobot kalus dan kandungan klorofil. Zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata terhadap bobot kalus dan enzim SOD. Perlakuan penggenangan berpengaruh nyata terhadap bobot kalus, kandungan klorofil, enzim SOD dan enzim POD. Interaksi antara varietas dan zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata terhadap enzim POD. Interaksi antara varietas, zat pengatur tumbuh dan penggenangan tidak berpengaruh nyata terhadap semua peralakuan.   Kata kunci: 2,4-D, hipoksia, in vitro, kedelai, kinetin
Hubungan Antara Populasi Kutu Kebul (Bemisia tabaciGenn.) dan Kejadian Penyakit Kuning pada Tanaman Cabai (Capsicum annumL.) monica angela singarimbun; Mukhtar Iskandar Pinem; Syahrial Oemry
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.041 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16447

Abstract

Penyakit kuning merupakan salah satu penyakit yang terdapat pada tanaman cabai            (Capsicum annum) yang disebabkan oleh vektor hama kutu kebul (Bemisia tabaci). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara populasi kutu kebul dengan kejadian penyakit kuning pada tanaman cabai di dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi kutu kebul berpengaruh sangat kuat terhadap persentase kejadian penyakit kuning dengan nilai korelasi 0,866. Rata-rata persentase kejadian penyakit kuning di dataran rendah adalah 86,17 %. Persentase kejadian penyakit tertinggi yaitu di desa Suka Rende sebesar 94,3 % diikuti Desa Suka Ramai 85 % dan persentase terendah di desa  Sei. Semayang sebesar 79,2 % Kata Kunci : Bemisia tabaci Genn, penyakit kuning, populasi, cabai
Pengaruh Beberapa Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Iba (Indole Butiric Acid) terhadap Pertumbuhan Setek Basal Daun Mahkota Tanaman Nenas (Ananas comosus L.Merr.) Moh. Zandhio Fahly; Asil Barus; Haryati Haryati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.926 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media tanam dan konsentrasi IBA yang baik untuk pertumbuhan bibit setek basal daun mahkota tanaman nenas (Ananas comosus (L.) Merr.). Penelitian ini dilaksanakan di rumah kasa Fakultas Pertanian USU (± 25 m dpl) pada bulan Agustus sampai Oktober 2016 menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan tiga ulangan. Petak utama yaitu komposisi media tanam (kompos : pasir 2:1, kompos : arang sekam 2:1, kompos :pasir :arang sekam 2:1)  dan anak petak yaitu pemberian ZPT IBA (0, 100, 200, 300 ppm). Parameter yang diamati adalah waktu muncul tunas, panjang tunas, panjang akar, dan bobot kering tunas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap panjang akar. Dimana komposisi media tanam yang terbaik ialah pada kompos : arang sekam 2:1. Perlakuan konsentrasi IBA berpengaruh nyata menurunkan waktu muncul tunas, panjang tunas, dan bobot kering tunas, namun meningkatkan panjang akar. Interaksi komposisi media tanam dan pemberian IBA berbagai konsentrasi berpengaruh nyata terhadap parameter bobot kering tunas. Kombinasi perlakuan yang terbaik terdapat pada komposisi media tanam kompos : arang sekam 2:1 dan tanpa pemberian IBA.   Kata Kunci : komposisi media tanam, konsentrasi IBA, nenas, setek
Induksi Kalus Embriogenik Beberapa Varietas Kedelai (Glycine Max (L.) Merill) Pada Berbagai Konsentrasi 2,4-D Toleran Terhadap Kondisi Hipoksia Secara In Vitro Retta Marina Siahaan; Revandy I. M. Damanik; Mbue Kata Bangun
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.553 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan kalus embriogenik pada berbagai varietas kedelai terhadap pengaruh 2,4-D dan penggenangan secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dari bulan Maret sampai Oktober 2016, Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah varietas kedelai  terdiri dari Baluran, Gepak kuning, serta Wilis, faktor kedua adalah konsentasi zat pengatur tumbuh 2,4 D yang terdiri dari 5 ppm, dan 10 ppm; faktor ketiga adalah kondisi hipoksia yang terdiri dari tanpa penggenangan dan penggenangan dengan MS cair. Penelitian ini menggunakan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah persentase pertumbuhan kalus, keadaan visual kalus, bobot kalus, uji aktivitas SOD, uji aktivitas POD, uji protein dan uji klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berbeda nyata pada parameter bobot kalus dan uji protein. Pemberian auksin 2,4-D berbeda nyata pada parameter bobot kalus, sedangkan perlakuan penggenangan berbeda nyata pada parameter uji klorofil. Terdapat interaksi antara perlakuan varietas dan penggenangan.
Analisis Karakter Morfologis Dan Hubungan Kekerabatan Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) Di Dataran Tinggi Dan Dataran Rendah Sumatera Utara Dwi Sri Utari; Emmy Harso Kardhginata; Revandy I.M Damanik
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.147 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis morfologis dan produksi tanaman                 ubi jalar (Ipomoea batatas L.) didataran tinggi dan dataran rendah di Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan di dua Kabupaten yaitu Kabupaten  Deli Serdang mewakili daerah dataran rendah dan Kabupaten Tanah Karo mewakili daerah dataran tinggi. Penelitian ini di mulai bulan Maret 2016 sampai dengan Agustus 2016 menggunakan metode survei deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jenis ubi jalar yang diperoleh dari Kabupaten Deli Serdang (dataran rendah) ada 2, yaitu Genotip 1 dari Kecamatan Hamparan Perak, Namo Rambe dan Delitua, Genotip 2 dari Kabupaten Deli Serdang Kecamatan Sunggal dan Pagar Merbau. Jenis ubi jalar yang diperoleh dari Kabupaten Tanah Kato (dataran tinggi) ada 2, yaitu Genotip 3 dari Kecamatan Berastagi dan Genotip 4 dari Kecamatan Merdeka, Simpang Empat dan Kabanjahe.   Kata kunci : hubungan kekerabatan, karakter morfologis, ubi jalar

Page 2 of 3 | Total Record : 30