cover
Contact Name
Abdul Qawwiy Nasrun
Contact Email
anabdulqawwiy@gmail.com
Phone
+6281241972604
Journal Mail Official
anabdulqawwiy@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta, 55821
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Moderasi
ISSN : 28092376     EISSN : 2809221X     DOI : 10.14421
Jurnal Moderasi: The Journal of Ushuluddin, Islamic Thought, and Muslim Societies merupakan jurnal akademik yang didedikasikan untuk menerbitkan artikel-artikel akademik berkualitas peneliti muda (mahasiswa S1, S2, dan S3). Jurnal ini dikeluarkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Redaksi menerima tulisan di bidang ilmu-ilmu Ushuluddin, meliputi Akidah dan Filsafat Islam, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Hadis, Sosiologi Agama, Antropologi Agama, Studi Agama-agama, dan Politik Islam dan Muslim Societies.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 40 Documents
Bentuk Mediatisasi hadis berupa Video: Respon Netizen Terhadap Video Pendek Mengenai Hadis di Aplikasi Tiktok Shari, Mira Fitri
Jurnal Moderasi Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2021.12.04

Abstract

This paper discusses the form of mediatization of hadith in the form of short videos on tik-tok. By departing from the questions, a) what is the meaning of mediatization of hadith?, b) What are the forms of short videos about hadith on the Tiktok application?, c) how are netizens responding to these videos?. And by using a qualitative research method of documentation. Where, qualitative research is a process of research and understanding based on a methodology that investigates a social phenomenon and human problems. Documentation data is a data collection technique that involves document data sources in the form of written sources, images (photos), films, or monumental works and others, all of which can provide information for the research process. And in this research, what is being investigated is a short tiktok video containing the prophet’s hadiths. From this research, it was found that the types of videos in the tik-tok application vary. There is a hadith that was written and then added to the background of a beautiful scenery accompanied by Islamic songs or music. Then there is a hadith that was obtained from Twitter and then screenshot and added with a beautiful background accompanied by music or songs as well. Then there is also a video clip in the form of an explanation of the hadith taken from YouTube and there is also a video in the form of an explanation of the hadith by those who have an account and a background is added to the writings of the prophet’s hadith being explained. The explanations of hadith on social media are still textual and not contextual. Netizens’ responses to posts varied, but most of them felt helped in understanding religious teachings. But also not infrequently criticize the posts. And some then asked further asking for an explanation.
Konsep Islam Rahmatan lil ‘Alamain: Studi Komparatif Pemikiran Fethullah Gullen dan Farid Esack Mengenai Konsep Islam Kosmopolitan Shari, Mira Fitri
Jurnal Moderasi Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2022.21.01

Abstract

This article describes the thoughts of the two reformers in the Islamic world, namely Fethullah Gulen and Farid Esack regarding the concept of Cosmopolitan Islam. The formulation of the problem from this article is how the concept of Cosmopolitan Islam is offered by the two figures? With this research. In this study it was found that, Fethullah Gulen was an influential figure in his homeland, Turkey. His thoughts talk about the Sufistic education that he initiated. The Sufistic education aims to be able to produce superior generations (Gold Generation), these generations are expected to become human beings who are not only devoted to Allah but also become human beings who always serve the community (hizmet), and are good at science. General and religion and respect for fellow human beings regardless of one’s background. Meanwhile, Farid Esack emphasizes the explanations of the verses of the Qur’an, where he uses the hermeneutic method to explain a hadith which he considers to be in accordance with the reality that exists in South Africa. His interpretations aim to prevent Muslims in particular from becoming human beings who do not care about the circumstances of the people around them.
Moderasi Beragama Sufi: Sikap dan Pemikiran Imam al-Qusyairi Damanik, Deniansyah
Jurnal Moderasi Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2021.12.05

Abstract

Religions moderation is necessary to be applied nowadays, because many people do not understand the outcome of having the moderate perspective and behaviour. The moderate behaviour and perspective is also advocated by sufis. It is the more interesting because sufis tend to commence phisical and spiritual rituals. In this article, I elaborate on the attitude and the view of religious moderation of one of the renowned sufis, namely Imām al-Qusyairī through his work Risālah al-Qusyairiyah. The attitude and the view of religious moderation of Imām al-Qusyairī is not limited to tasāmuḥ (tolerant), tawassuṭ (middle ground), and tawāzun (balanced), but more than that.
Fenomena Adaptasi Beragama di Saat Pandemi Covid-19 Oleh Umat Hindu di Desa Bangsongan Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri Ditinjau dengan Teori Yang Sakral dan Yang Profan Perspektif Mircea Eliade Damayanti, Syifa Salsabila
Jurnal Moderasi Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2022.22.02

Abstract

This article attempts to explain changes in the religious community, taking place during the Covid-19 pandemic.  To control the spread of the virus, the government issued a ban on not performing worship in houses of worships. The research focus is on the religious adoption by Hindus in Bangsongan village of Papar Kediri Regency, aiming to reveal how the Hindu community adapted to that ruling.
Agama Dan Ekonomi: Kemiskinan Di Indonesia Dalam Persfektif Karl Marx Tentang Agama Sebagai Alieanasi Agustina, Dena
Jurnal Moderasi Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2022.22.03

Abstract

The purpose of this study is to discuss poverty in Indonesia based on Karl Marx's perspective on religion and alienation. It offers insightful ideas on that Karl Marx's theory of religion and Alienation is true. Many people are so dependent on religion that they continue to pray without trying. Religion seems to be an opiate where they can complain about reality. This research emphasizes that human life must be balanced between the life of the world and the hereafter.
Konsep Kebahagiaan dalam Perspektif Etika Epikureanisme Rosifa, M
Jurnal Moderasi Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2022.22.04

Abstract

Kebahagiaan menjadi pembahasan yang tidak pernah habis diperbincangkan. Banyak yang beranggapan bahwa dengan pemenuhan atas keinginan, memiliki barang atau pengalaman ini dan itu, mereka akan mencapai kebahagiaan yang terus-menerus. Bahkan tidak jarang seseorang memilih jalan pintas untuk mendapatkan kebahagiaan, seperti melalui narkotika, cokelat, seks, berbelanja, maupun makan berlebihan. Kebahagiaan adalah perkara etika, karena kebahagiaan menjadi tujuan hidup setiap manusia. Bagi seorang hedonis kebahagiaan dimaksudkan sebagai kenikmatan yang diukur dengan kriteria enak dan tidak enak sebagaimana yang dipikirkan oleh aliran epikureanisme. Jenis penelitian ini ialah Liberty Research yaitu penelitian berdasarkan pada metode kepustakaan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penulisan ini dapat dikemukakan bahwa etika Epikureanisme menempatkan kenikmatan sebagai kebaikan tertinggi, untuk mencapai kebahagiaan perlu hidup yang berkeseimbangan dan pembatasan yang bijaksana sehingga tercapai ketenangan jiwa dan kenikmatan. Maka dari itu, ketenangan dan kenikmatan jiwa lebih dihargai daripada kenikmatan badan, dan bahwa kesengsaraan jiwa lebih celaka daripada kesengsaraan badan. Kebahagiaan yang sempurna memerlukan badan yang sehat, tetapi yang lebih perlu ialah jiwa yang tenang dan senang. Terdapat tiga hal yang dapat mengganggu ataraxia atau ketenangan jiwa diantaranya ketakutan akan dewa-dewa, ketakutan akan kematian dan ketakutan akan masa depan.
Moderasi Agama Majelis Ayat Kursi Bintoro, Bayu
Jurnal Moderasi Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2022.21.06

Abstract

Buku ini menjelaskan tentang studi kasus mengenai Mejelis Ayat Kursi yang didirikan oleh Prof. K.H Yudian Wahyudi. kajian yang membahas tentang fenomena sosial yang berkaitan dengan keberadaan al-Quran di tengah masyarakat (komunitas muslim) atau resepsi teks al-Quran dengan masyarakat.
PLURALISME DALAM ISLAM: KONSEP DAN PRAKTIK MASA NABI MUHAMMAD SAW Bintoro, Bayu
Jurnal Moderasi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2024.41.02

Abstract

Abstrak Konflik kekerasan yang terjadi pada dunia Islam menimbulkan persepsi yang buruk terhadap umat Islam. pada dasarnya Islam tidak mengajarkan tentang kekerasan, baik dengan sesama muslim maupun dengan pemeluk agama lain. Selain itu, Islam mengajarkan untuk saling menghormati terhadap sesama dan mencintai seluruh makhluk (rahmatan lil alamin). Namun, pada realitasnya masih banyak terjadi kekerasan antar sesama yang disebabkan banyak hal, termasuk pemahaman terhadap ajaran agama yang diyakini. Oleh sebab itu, menarik untuk dikaji kembali tentang pluralisme dalam Islam.  Kata Kunci: Pluralisme, Nabi Muhammad SAW
MODERASI BERAGAMA AULAWIYAH DALAM AL-QURAN: Sebuah Kerangka Hal-Hal Prioritas 123, farhan
Jurnal Moderasi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2024.41.03

Abstract

Abstrack   Pembangunan moderasi beragama tetap terus dilakukan, sejumlah pemahaman tentang apa itu moderasi beragama juga terus diperluas. Oleh karenanya moderasi beragama ini bukan hanya terfokus kepada tasamuh (toleransi), tawazzun (seimbang) dan juga tawassuth (pertengahan). Akan tetapi ada juga ‘’aulawiyah’’ (mendahulukan yang perioritas). Dan sejauh pencarian penulis, belum banyak tulisan yang menmbaha tentang konsep ‘’aulawiyah’’ dalam moderasi beragama ini. Di sini penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan ataupun literature yang mana dari berbagai referensi literature penulis bisa menyelesaikan konsep tersebut. Dan dalam al-Quran ternyata ada tentang konsep moderasi beragama ‘’aulawiyah’’ bahwasannya al-Quran memiliki konsep: (1)‘’aulawiyah fi ad-din’’,(2)‘’aulawiyah fi wathoni wa umumi, (3) ‘’aulawiyah fi akhirah ‘an ad-dunya, (4) ‘’aulawiyah fi taghayyiril ahkam. Kata Kunci: moderasi, aulawiyah
WAWASAN ISLAM TENTANG KEMAJEMUKAN: Kajian atas Konsep Pluralisme dalam Khazanah Islam Bintoro, Bayu
Jurnal Moderasi Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2022.21.02

Abstract

Konflik kekerasan yang terjadi pada dunia Islam menimbulkan persepsi yang buruk terhadap umat Islam. pada dasarnya Islam tidak mengajarkan tentang kekerasan, baik dengan sesama muslim maupun dengan pemeluk agama lain. Selain itu, Islam mengajarkan untuk saling menghormati terhadap sesama dan mencintai seluruh makhluk (rahmatan lil alamin). Namun, pada realitasnya masih banyak terjadi kekerasan antar sesama yang disebabkan banyak hal, termasuk pemahaman terhadap ajaran agama yang diyakini. Kehidupan Islam yang berkembang pesat membuat kekuasaan atau jangkauan Islam semakin luas. Hal itu berimplikasi kepada heterogenitas dalam masyarakat Islam, utamanya dalam masyarakat Arab. Islam yang semakin banyak pengikutnya dan banyak penaklukkan daerah lain menimbulkan pemahaman-pemahaman berbeda dalam beragama. Perbedaan-perbedaan yang ada dapat menyulut konflik dalam masyarakat. Nabi Muhammad memberikan teladan dalam menjalankan kehidupan yang berdasarkan ajaran Islam dan dalam konteks masyarakat Madinah yang kompleks atau plural. Oleh sebab itu, menarik untuk dikaji kembali tentang pluralisme dalam Islam. Kata kunci: Islam, Pluralisme, Konflik

Page 2 of 4 | Total Record : 40